
“Sherly, apa kita ada dalam istana?” Tanya Anto dengan terus terang dengan terus jalan ke pintu yang di lihatnya itu.
“Ya. Saat ini, semua yang kamu lihat ini adalah ilusi yang di buat oleh seorang Hero pertama kali datang ke Dunia ini.” Jawab Sherly singkat. Anto yang medengar itu tidak kaget, malah dia teringat dengan Novel yang pernah di bacanya.
-Entah kenapa rasanya tidak menarik lagi- Bicara NAVI dengan sangat jelas sekali. -Hah... Aku akan of ikutin kamu- Bicara NAVI sambil memunculkan layar yang menunjukkan dirinya (Persenan of) akan of sebentar lagi.
Anto tidak merespon malah terus berjalan hingga sampai di depan pintu masuk ke dapur. Saat di depannya dia langsung membuka dan tidak menunggu apa pun. Saat melihat dalamnya, tanpak seperti alat masak seperti di rumahnya sendiri meski tdai semuanya sangat tidak mirip dan di saat yang bersamaan uga membuatnya nostalgia. “Lagi-lagi teringat Ibu yang sedang masak.” Anto entah kenapa jadi sedih dan mengalir air matanya tanpa dia sadari. “Apa aku pulang saja. Tapi, rasanya akan hambar tanpa membawa bekal sedikit pun.” Anto terdiam di tempatnya masih memikirkan apa yang akan di lakukannya.
Kedua saudari di belakang melihat Anto yang masih diam di depan pintu luar jadi tidak mengerti dengan Anto yang masih berdiri saja dan tidak melakukan apa pun. “Kak! Apa yang sedang dia la…” Riana tidak melanjutkan perkataannya melihat air mata saat melirik Anto. “Apa yang terjadi…?” Tanya Riana yang tidak mengerti sama sekali.
“Apa yang terjadi?” Tanya Sherly dengan terus terang saat melihat Anto yang juga meneteskan air matanya. Riana yang mendengar Kakaknya seperti itu ternyata bisa memunculkan ekspresi lain yang tidak pernah di lihatnya sama sekali.
“Apa kalian mau makan?” Tanya Anto sambil mengusap matanya tanpa berbalik sama sekali. Tanpa menunggu respon mereka, Anto masuk setelah menawarkan. “Jika kalian mau, tunggu sebentar.” Anto masuk dengan santainya dengan suara senang. Riana hanya bisa diam dan tidak bicara sama sekali karena sedikit bingung dengan semua yang di lihatnya. Anto yang masuk ke dapur mulai memunculkan bahan makanan dengan santinya dan tidak peduli dengan Sherly dan Riana yang melihat semua itu. Anto melihat ke alat memasak yang tidak di mengerti cara menyalakannya saa sekali. Dia beberapa kali mencari cara menyalakan alat itu dan tidak menemukannya juga. “Sherly, kamu tahu cara menyalakan benda ini?” Tanya Anto dengan santainya sambil melihat ke alat memasak yang tidak di mengertinya.
Anto menunggu Sherly merespon dengan terus mencari caranya. Tapi setelah beberapa lama, Sherly masih diam saja dan tidak merespon. Karena tidak di respon, Anto melihat ke Sherly, tapi malah Sherly mengalihkan pandangan ke arah lain dengan cepat. Riana yang ada di samping malah tertawa kecil saat melihat Kakaknya yang memalingkan wajahnya dengan sangat cepat. “Fyuhh… Boleh aku yang bantu?” Tanya Riana pada Anto dengan wajah senang setelah melihat Kakaknya yang memalingkan wajahnya.
“Boleh sih. Tapi, apa kamu bisa masak?” Tanya Anto dengan terang terangan pada Riana. Riana langsung merubah wajahnya yang senang tadi dengan sedikit kesal dengan pertanyaan Anto yang membuatnya merasa jengkel.
Tanpa merespon, Riana masuk ke dalam lalu mendorong Anto dari dekat alat memasak setelaha sampai kemudian Riana langsung menyalakan alat itu. “Apa yang kamu mau masak?” Tanya Riana pada Anto saat melihat bahan masakan di depannya yang sudah terdia dan lengkap sekali.
“Aku ingin masak ayam bakar, ayam goreng, soto ayam, soto sapi, fizza, Hotpot, dan masih banyak lagi yang ingin ku uji.” Jawab Anto dengan santainya. Riana langsung tidak mengerti dengan resep makanan Anto yang baru pertama kali di dengarnya itu. Anto tersenyum saat melihat Riana yang kebingungan dengan ucapanya itu. “Kalau gitu bisa kamu bantu aku memotong semua sayur ini?” Tanya Anto pada Riana. Riana hanya mengangguk lalu mulai mengambil pisau yang sudah ada dan pindah dari kompor yang sudah nyala.
“Potong dengan kecil saja.” Respon Anto dengan ikut juga mulai membersihkan sayuran yang akan di masak dengan air yang di munculkanya. Anto dan Riana saling suruh ambil bahan masakan yang akan di masak dan sesekali Anto memberikan arahan pada Riana yang terlihat senang saat memasak. “Seorang kesatria memasak, cukup senang, aneh.” Anto melihat Riana dari sisi yang berbeda membuatnya berpandangan berbeda.
Si sisi lain,Sherly yang melihat itu jadi senang dan juga merasa iri dengan Adiknya yang dapat bersama Anto memasak. “Andaikan aku bisa memasak.” Ucapnya dengan jelas. Anto dan Riana jadi berhenti memasak dan melihat ke Sherly yang bicara seperti itu. Mereka bertiga jadi saling lihat.
“Sherly! mari bantu.” Ajak Anto dengan wajah senang padanya. “Kamu bilang tidak bisa memasak kan. Nah, coba bantu kami memasak meski sedikit saja. Mungkin kamu bisa belajar dari sini.” Dengan wajah senang Anto mengajak Sherly. Sherly yang mendengar itu jadi senang dan langsung berjalan ke tempat Riana dan Anto. Anto lalu memberikan arahan dengan hal yang akan di masa mereka. Sherly mengikuti arahan Anto dan Riana meski tidak cepat belajar memasak. Sesekali dia bingung dan tidak mengerti istilah yang di suruh oleh Anto dan Riana. Tapi, berkat arahan dan beberapa kali percobaan, Sherly bisa mengikuti meski memasaknya jadi lebih lama dari biasanya.
Sementara itu, di Dunia reflika semua orang sibuk dengan pencarian mereka yan tidak di temukan di mana pun hingga membuat Raja di sana jadi Geram. Di sisi lain juga, Suci yang tertidur mengalami hidup di berbagai macam Dunia yang tidak pernah di kunjunginya dan membuatnya mempunyai pengalaman dari berbagai macam Dunia yang berbeda yang di temani Anto sebagai teman ilusinya. Suci mengalami berbagai situai dengan ingatan yang di kunci dan berbagai macam ilusi Dunia yang tidak pernah di ketahuinya. Semnatar itu, Anto dan kedua saudari itu malah bikin masakan untuk mereka makan sambil bersenang-senag dan melupakan segala yang ada di sana
***
Waktu berlalu Anto dan lainnya selesai memasak dengan waktu yang cukup lama. Bukan hanya masak makanan saja yang di buat mereka, Anto mengenalkan juga cara membuat makanan penutup ringan yang menyengkan sekali hingga mereka kotor sekali seperti kue manis kecil dan hingga yang besar dan berbagai macam model. “Wah... Bukannya ini kelebihan ya..." Anto yang melihat banyak sekali makanan dan juga berbagai macam kue yang di buat mereka betiga. "Tapi.." Anto tidak melanjutkan perkataannya saat melihat Sherly dan Riana yang senang semua masakan yang mereka buat. "Kalian mandi dulu saja.” sambil membuat sebuah pintu di dapur lalu menyuruh mereka berdua masuk ke sana. Tanpa mereka merespon mereka langsung jalan dan tidak berkata apa apa. “Tunggu!” Panggil Anto sambil mengangkat piring makanan yang sudah siap. “Mari bantu sekalian.” Suruh Anto sambil masuk duluan ke pintu yang di buatnya itu.
Tapi mereka bedua malah diam dan mengikuti Anto dari belakang juga tidak membawa makanan yang di suruh Anto. “Wahh…!” Mereka berdua kagum dengan Riana yang bicara dengan jelas sekali hingga Anto yang depannya berbalik melihat.
“Lah, mana makanannya?” Tanya Anto yang melihat mereka berdua hanya membawa diri mereka. Kedua saudari itu langsung mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain dan tidak peduli dengan Anto yang menyuruhnya membawa makanan. “Hah… Kalian lurus saja. Nanti di akhir ada ada pintu.Di sana kamar mandinya.” Suruh Anto dengan sopan sambil jalan lagi dengan sedikit kecewa pada mereka berdua yang hanya mementingkan diri mereka sendiri. Sherly dan Riana berjalab ke arah yang di maksud Anto dan tidak peduli dengan Anto sama sekali.
Next Chapter