Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 285


“Akhirnya selesai!” ucap No 2 dengan lega sekali saat gelang tadi yang putih kini jadi hitam. Setelah itu No 2 kemudian memakai gelang. Setelahnya memakainya dia melihat menunya. “Andaikan aku seorang Player, pastinya enak bisa menggunakan Skil.” ucap No 2 dengan tenang sambil menekan layar di depannya. Setelah itu sebuah invetory muncul depannya yang menampilkan isinya yang begitu banyak sekali. No 2 menekan salah satu gambar inventory nya, yang kemudian keluar sebuah mangkuk berisikan mie instan yang sudah matang. No 2 kemudian makan dengan tenang di bayangan itu tanpa bicara lagi. Sementara itu No 1 mengingat lagi perkataan beberapa orang tadi yang mengatakan kalau layar di langit itu masih di putarkan. No 1 mencoba melihat ke langit, tapi tidak terlihat apa-apa karena ada celah seperti jari saja yang terlihat.


No 1 terus melihat saja ke atas yang terlihat sangat jauh sekali. “Tdak terlihat apa pun, padahal saat aku terjun ke sini terlihat luas sekali jurangnya!” dengan jelas mengingat betapa luasnya jurang itu, tapi saat sudah di bawah sana terlihat sangat jauh sekali dan tidak dapat melihat apa yang di langit. “Sepertinya jurang ini memang dalam, dan ada sesuatu yang mentelepotasikan diriku yang lain supaya lebih dekat dengan tanah saat terjun bebas di udara. Tapi apa itu?" Tanya No 1 dengan melihat betapa dalam dan tinggi jurang itu. Setelah itu dia tidak melihat lagi dan memperhatikan No 2 yang masih lanjut makan dengan tenang.


***


Setelah beberapa menit makan No 2 selesai makan lalu diam sejenak. No 2 kemudian membuka lagi layarnya kemudian memasukan semua bekas makannya yang kotor lalu menutup layar invetory nya. “Dimensi ini ku ciptakan dengan teknologi, jadi selama aku bisa membuat rumusannya aku bisa membukanya di mana saja.” dengan tenang No 2 mengatakan itu. “Toy, kamu berhasil mengambil mahakarya ku, tapi itu masihlah cacat karena teori yang ku beri itu hanya 0,1 persen saja.” ucap No 2 dengan tenang saja sambil mengingat temannya yang menghianatinya. No 1 yang mendengar itu tidak menyangka dirinya yang lain memberikan dengan mudahnya ilmunya, tapi dengan cara yang sangat kejam sekali. “Nah sekarang apa selanjutnya?” Tanya No 2 yang seperti sudah merencakan kegiatannya itu sejak lama sekali. Setelah itu No 2 memunculkan layarnya lagi kemudian menekannya hinga layarnya berubah jadi sebuah hologram yang muncul di depannya dengan memperlihatkan sebuah gambar armor robot yang terlihat sangat bagus dan berbeda dari yang di kenakan beberapa orang tadi. “Aku memang mendesain ini, tapi tidak punya bahan untuk membuatnya. Tapi masalah itu sekarang terpecahkan.” dengan tenang mengucaokan sambil melihat ke rongsokan teknologi yang di buang di dekatnya itu.


Di sisi lain No 1 melihat ke hologram yang sedang di perlihatkan yang membuatnya dirinya terdiam. “Apa ini seriusan! Bukannya ini salah satu robot penghancur sebuah Negara. Apa diriku ini gila membuat ini?” Tanya dirinya melihat hologram itu yang sudah di atur dengan datanya dengan sempurna. “Sebenarnya apa yang akan kamu lakukan?” Tanya No 1 yang pansaran dengan dirinya yang lain itu. Setelah itu dia lanjut melihat ke No 2 yang beranjak berdiri dari bayangan itu. Di saat yang sama ada robot yang datang lagi dengan membawa sampah lainnya yang lainnya yang kali ini sekitar 10 kotak besar dari yang di bawa sebelumnya. No 1 dan No 2 memperhatikan saja semua orang yang membawanya dengan cukup banyak orang.


“Cepat buang!” dengan tegas seorang memrintahkan pada beberapa orang yang sedang menganggkat kota kubus itu secara berkolompok. Orang itu kemudian melihat ke bayangan tempat No 2 berdiri dengan tenang saja. “Hm!” orang iru langsung melihat ke bayangan tempat No 2 sedang berdiri dengan memerphatikan dengan tenang. Orang itu terus melihat dengan tajam pada No 2 yang tenang dan tidak melakukan apa pun meski tidak di lihat sama sekali olehnya dari luar. Orang itu berjalan lebih dekat ke bayangan itu, tapi tidak masuk dan hanya melihat saja dari luar bayangan. No 2 masih tenang saja dengan mengatur semua emosinya supaya tidak di ketahui kalau dirinya ada di sana. Setelah sekian lama melihat semua orang telah selesai menaruh kotak itu dan ikut melihat ke bayangan tempat No 2 diam berdiri dengan tenang.


“Ku rasa ada yang melihar kita.” jawabnya dengan singkat dan jelas. Semua orang yag mendengar itu melihat ke arah kapten mereka melihat. Semua orang mulai saling lihat karena tidak mengerti dengan apa yang di lihat oleh kapten mereka.


“Sudah kapten, aku tahu kamu sedang tidak enak badan. Tapi jangan seperti ini lagi.” ajaknya seorang lagi menarik tangannya. Semua orang yang melihat itu pun jalan mengikuti orang yang menarik kaptennya. Setelah semunya kembali, semuanya kembali sepi dan hanya ada keheningan saja, No 2 kemudian melihat ke tumpukan kotak itu yang di susun rapi. No 2 kemudian menggeser hologramnya ke tempat sampah itu. Setelah itu hologramnya mulai mengeluarkan titik. No 2 kemudian menunggu saja apa yang terjadi. Setelah kurang 1 menit, tanda centang hijau muncul di hologram robot itu lalu No 2 tersenyum melihat hal itu. Setelahnya No 2 melepas gelangnya sambil menekan sesuatu lalu semua sampah itu menghilang dan di hologramnya berubah jadi sebuah  inventory yang menyimpan banyak hal tadi. Setelah sebuah kalimat tertulis di depannya ‘Apa Anda Yakin Menggunakan Semua Bahan?’ denga jelas di depannya juga dengan tamabahan piliha ya dan tidak. No 2 langung memilih Ya tanpa ragu sama sekali.


Setelah itu waktunya terhenti dan hanya bisa di rasakan oleh No 1 saja. tapi menaiknya itu bukan di percepat waktunya, tapi malah di putar kembali dengan sangat cepat sekali. Setelah itu No 1 merasa di dorong sesuatu keluar dari jurang itu ke atas dengan cepat sekali. Setelah keluar dari jurang itu, No 1 melayang di dekat jurang dan melihat betapa gelap dan lebar jurang di bawahya itu. “Kenapa di ulang?” Tanya No 1 yang ingin tahu dengan melihat sekitarnya. No 1 kemudian menunggu ingin tahu kenapa semuanya di ulang. Tapi setelah menunggu lama tidak ada apa pun kecuali suara pertarungan di langit yang terdengar jelas sekali. No 1 tidak punya pilihan lain selain melihat ke pertarungan dirinya yang di layar sedang melawan mahluk bersayap yang berarmor lengkap sekali. "Pertraungan ini sudah terlalu lama, dan anehnya adega ini sama sekali tidak ku punya bahkan ingatannya sama sekali tidak ada." dengan mengingat jelas sekali kalau dalam perjalanan ingatan yang di dapatnya, sama sekali tidak ada satu pun yang ada dalam ingatannya yang ada di layar itu. Setelah menonoton cukup lama, cuplikannya terhenti lalu hitam semua. No 1 kemudian melihat terus ke layar di langit dan ternyata cuplikannya itu Skip ke dirinya yang sudah selasi perang, dengan jalan di sebuah kota yang ramai sekali dengan pakaian yang masih serba hitam.


Tapi itu Kemudian itu di Skip lagi ke dirinya yang lain sedang duduk di sebuah kursi dengan masih pakaian yang sama dan tidak memperlihatkan wajahnya sama sekali. “Salam kenal semuanya, namaku ZERO. Seperti yang kalian telah pelajari aku adalah orang yang membangun peradaban kalian saat ini dan juga semua pengetahuan yang kalian kembangkan itu berasal dari hasil kerja kerasku.” ZERO yang di layar berhenti bicara sejenak. “Baiklah tanpa banyak bicara lagi, aku mengadakan sebuah konstes pencarian diriku sendiri yang saat ini sedang tidak mengetahui siapa dirinya sendiri dan dia di antara kalian sedang menjalani kehodipan sebagai manusia biasa. Jika kalian bisa menebak siapa diriku maka akan ku beri hadiah yang tidak pernah terbayangkan. Misalnya menghidupkan orang mati!” dengan sangat yakin sekali dengan semua perkataannya itu ZERO mnepatinya.