
Waktu berlalu, setelah beberapa jam Anto perlahan membuka matanya. Anto langsung melihat ke sekitairnya yang sudah ada sedniri berbaring di tempat tidurnya. “NAVI, apa yang terjadi barusan?” Tanya Anto pada NAVI yang sudah mengawasi dari tadi.
-Kamu sadar sendiri kan!- Jawab NAVI dengan santainya sambil tersenyum. Anto malah diam karena jawaban NAVI yang seperti itu. -Sudah, sudah jangan menatapku seperti itu- Minta NAVI karena Anto yang terus menatapnya seperti itu. -Tadi itu dokternya kaget sekali dengan kamu yang sangat pucat sekali dan juga pingsan di atas mejanya. Saat ini dia sedang ke gedung kelas gold melaporkan hasil pemeriksaanmu- NAVI menjelaskan singkat dan jelas.
“Jadi bagaimana kondisiku?” Tanya Anto setelah NAVI menjelaskan dengan singkat.
-Sangat parah sekali. Jika tidak segera menyembuhkan dengan kekuatan atau herbal tertentu akan berdampak pada kehidupanmu nanti- Jawab NAVI dengan santai karena itu masih bisa di sembuhkan dengan kekuatannya jika dia mau pakai.
“Cuma itu ya, kalau itu sih tinggal kita pesan saja herbal yang di perlukan.” Timbal Anto dengan santainya di tempat berbaringnya.
-Apa ada tempat beli obat seperti itu kah?- Tanya NAVI yang ingin tahu.
“Kamu lupa ya, ada kan. Maeli dan Eli. Mereka pemasok pasar Dunia ini.” Jawab Anto dengan berbaring saja di tempatnya. NAVI terdiam sebentar mengingat hal itu.
-Kamu tidak bisa Anto. Galaxy akan terhenti sebentar jika kamu memanggil mereka- NAVI memperingatkan hal itu. Anto jadi terdiam saat mendengar itu yang benar sekali dengan yang di katakannya. -Tapi jika kamu menggunakan penyamaran mungkin kamu tidak akan ketahuan- Saran NAVI yang masuk akal sekali.
Anto yang mendengar itu tertarik. “Kalau gitu ku serahkan padamu saja.” Timbal Anto yang mengikuti saran NAVI. Setelah itu NAVI membuat sebuah bunsin di dalam sana. Namun tidak berhasil karena Dunia tiba-tiba terhenti dengan kemunculan bunsin itu. Anto, NAVI dan bunsin itu jadi tediam karena tidak berhasil dengan rencana itu. Setelah itu bunsinnya menghilang begitu saja di depan Anto dan NAVI.
-Apa kamu punya saran lain?- Tanya NAVI pada Anto yang terdiam karena waktunya berjalan kembali seperti semula. Anto tidak langsung membalas mengingat rencana barusan langsung gagal. Di sisi lain Anto jadi penasaran kenapa Galaxy nya terhenti lagi karena berbuat sesuatu yang di luar dugaannya. Anto jadi terungat dengan beberapa kejadian beberapa saat yang lalu bertemu denga Gadis lain tapi tidak sampai memberhentikan waktu.
“NAVI, kenapa gadis pelayan yang ku temui di kantin tidak menyebabkan waktunya terhenti?” Tanya Anto pda NAVI yang masih mengingat kejadian itu. NAVI yang di ingatkan jadi terdiam memikirkan hal itu juga. NAVI mentup matanya ingin mengatahui apa yang sebenarnya terjadi. Anto hanya menunggu respon NAVI yang sedang mencari tahunya.
“Hah… NAVI segel semua kekuatan yang sekarang. Kecuali yang System Player dan Skil yang kamu butuhkan. Ku rasa ini saatnya menjadi dengan hukum dunia ini. Mungkin.” Minta Anto dengan sedikit ragu. NAVI yang mendengar itu diam saja tadak merespon Anto. NAVI cukup lama terdiam memikirkan perkataan Anto untuk mempertimbangkannya.
-Kalau itu sih ku rasa lebih baik tidak usah saja deh. Dari pada tidak menggunakannya, lebih baik membatasinya saja. Dengan membatasinya itu lebih mudah kalau terjadi sesuatu yang penting- Jawab NAVI dengan tenang. Anto memikirkan itu lagi dengan seksama dan belum merespon sama sekali. Saat sedang memukirkan itu dia tidak sadar seseorang sedang jalan di luar uks yang mengarah ke dirinya.
Anto memejamkan matanya dengan pelan sebelum orang itu masuk. 'KLAK!' pintu uks lansung terbuka dan membuat Anto langsung diam dengan posisinya tetap. Dokter dan kepala sekolah masuk mendekat ke Anto. “Dia di sini!” Anto yang mendengar itu terdiam di tempatnya dan tidak membuka matanya yang sudah tertutup rapat yang tadinya terbuka. “Kondisinya saat tidak memang tidak terlalu buruk, tapi jika di biarkan terlalu lama pasti akan menyebabkan tidak bisa hidup lama lagi.” Dengan suara halus dokter wanita itu menjelaskan.
-Aku akan membuat tubuhmu layaknya tidur, biar mereka tidak curiga. Lebih baik kamu tenang dan diam saja- Bicara NAVI dengan serius sekali. Anto yang medengar itu hanya diam dan mengerti maksud NAVI. Setelah itu kepala sekolah mendekat ke Anto lalu memegang tangannya. Namun, Anto di bawa ke dalam ruang spritualnya oleh kepala sekolah.
Anto bisa langsung mengetahuinya kerena itu dunianya sendiri dan untungnya dia tidak sedang memakai pakaian serba hitamnya yang berada di titik terdalam jiwanya. “NAVI!” Panggill Anto karena tidak bisa mengawasi apa yang di lakukan kepala sekolah di lautan spritualnya. NAVI pun masuk ke dalam lautan spiritual dan menemukan kepala sekolah sedang di depan Anto yang memegang tangannya. Setelah itu sebuah satelit muncul di dalam sana dan memancarkan ingatan Anto.
NAVI langsung bertindak membatasi apa yang boleh di lihat kepala sekolah. Tapi NAVI langsung diam dan tidak lanjut lagi. -Kenapa kita tidak ubah saja tempat ini!- Bicara NAVI dengan jelas. Anto yang mdndengar itu jadi tidak mengerti dengan NAVI.
Setelah getaran hebat terjadi di ruang spiritual Anto hingga membuat satelit yang memperlihat ingatan Anto jadi hancur. Setelah itu lautan spiritual Anto membentuk tanah, lalu langit, rumput, Bunga dan bangunan mulai terbentuk. Setelah beberapa saat, sebuah pohon tumbuh di sana dan memunculkan banyak gadis tertidur dengan pakaian serba putih di bawah pohon itu yang tertidur dengan rapi. Setelah beberapa lama, lautan spiritual itu jadi sebuah taman yang luas sekali dengan beberapa Gadis tertidur i bawah pohon yang rimbun dengan buah.
Kepala sekolah jadi terdiam melihat semua itu dan tidak berkata apa-apa dengan hal yang di lihatnya itu. Perlahan para Gadis yang tertidur di dekat pohon itu bangun lalu melihat ke depannya yang sudah ada kepala sekolah dengan Anto yang melayang di depannya. Para Gadis melihat ke kepala sekolah dengan heran lalu saling lihat kemudian berdiri. Tapi bukan kepala sekolah saja yang heran, bahkan NAVI yang membuat ini pun jadi heran kenapa itu bisa terjadi. “NAVI, apa yang terjadi?” Tanya Anto pada NAVI. Tapi NAVI malah menghilang karena non aktif tiba-tiba yang membuat Anto langsung mendapat ingatan yang telah terjadi barusan.
“Kakek siapa?” Tanya salah satu Gadis dengan sopan pada kepala sekolah yang paling dekat dengan kepala sekolah dan Anto. Kepala sekolah hanya diam saja. “Apa yang kakek mau lakukan dengan suami kami?” Tanya Gadis itu dengan sopan padanya dan tenang. Kepala sekolah hanya terdiam tidak bekata apa-apa. Dia merasa tenang mendengar suara itu. Para Gadis malah saling lihat karena tidak di respon sama sekali. Gadis yang tadi itu mendekat ke kepala sekolah dan Anto. Setelah dekat dengan Anto, gadis itu mengambilnya lalu di ajak menjauh dari kepala sekolah kemudian di taruh di dekat pohon untuk di tidurkan.
Setelah itu semua gadis yang lainnya bersandar di dekat Anto lalu berbaris rapi tidur di dekatnya. Sementara tinggal satu lagi gadis yang masih diam melihat ke kepala sekolah. “Jika kakek tidak ada keperluan, ini waktunya kakek keluar dari sini.” Setelah berkata itu tiba-tiba lautan itu jadi gelap gulita hingga membuat kepala sekolah langsung keluar dari lautan spiritual Anto dengan cepat sekali.