
-Dunia Baru-
“Gelap!” Anto yang sdar tapi tidak tahu apa yang sedang terjadi. “Kemarin, terjadi apa-apa!” Anto yang mengingat saat bertemu Hiu itu dan tidak terjadi apa-apa padanya. “Hiu itu cuma memperhatikanku saja dan tidak yang lain!” Anto yang masih teringat jelas dengan hal itu. “Tapi, kenapa sekarang sangat Gelap gini?” Anto yang tidak mengerti saat dia membuka matanya sudah di kegelapan yang tidak di kethuinya.
“___!” Anto mednegar seseorang bicara di seluruh ruangan yang gelap itu. Saat suara itu muncul\, sebuah cahaya kecil muncul\, lalu semkain besar seperti mendektainya dan lalu tiba-tiba saat sudah di dekatnya\, cahaya menyerapnya dan tiba di keramian yang tidak di ketahuinya tedengar di depannya. Saat Anto membuka matanya\, dia sudah di tempat lain dan juga tidak di ketahui tempatnya. Tapi Anto tidk merasa asing dengan tempat dia berada. Ada sebuah istana\, beberapa orang yang tidak di kenalnya di sampingnya yang berpakaian seragam sekolah yang berbeda dan ada juga seragam yang sama\, dan seorang raja dan di sampingnya juga ada pengawal. Saat Anto melihat\, ke Raja\, Anto sama sekal tidak mngerti dengan bahasa yang mereka gunakan. “___” Raja tersebut bicara dengan bahasa yang tidak di ketahui pada sesorang di samping kanannnya yang memakai jubah penyehir yang tidak asing bagi Anto sama sekali. Setelah beberapa saat\, orang yang mendengar pada Raja menuju ke depan\, lalu orang itu maju ke hadapan semua orang\, lalu dia bicara sesuatu yang tidak di ketahuinya dan dalam sekejap\, Anto bisa merasakan ada sesuatu di kepalanya yang tiba-tiba masuk dan seperti sebuah Program bahasa yang tidak di ketahuinya.
Antp yang sudah paham apa yang di masukkan ke dalam dirinya, tetap iam dan menunggu apa yang akan di lakukan Raja dan lainnya.“Selamat di Dunia lain.” Sambut Raja itu dengan senyum dan juga terpancar ceria dan tegas dari wajahnya. Semua orang tampak kaget, tapi Anto malah curiga langusng dengan Raja yang tiba-tiba bilang begitu pada semua orang. “Kalian di sini di panggil untuk jadi Pahlawan yang membasmi Iblis.” Kata Raja itu dengan tegas.
“Aku tidak mau ikut.” Bicara Anto saat Saja baru saja bicara dan belum lengkap sama sekali. Semua orang melihat ke arahnya yang sedang memekaia pakaian serba hitamnya dan topengnya. “Aku malas.” Anto menambahkan perkataannya. “Jika kamu ingin aku membasmi Iblis, maka Raja harus mempersiapkan hadiah seorang Gadis padaku.” Anto bicara dengan sangat jelas sekali pada Raja tanpa ada rasa malu dan tidak ada sopan sopannya. Semua orang terdiam dengan perkataan Anto yang mudah di mengerti.
Raja melihat tajam ke Anto yang bicara begitu padanya tanpa ada hormat sama sekali. “Kamu siapa?” Tanya Raja dengan menatap tajam.
“Aku ZERO, Petualang AntarBintang.” Jawab Anto dengan santainya sambil menatap balik Raja yang tampak menatap tajam dirinya. Raja itu memanggil orang yang merapal Matara pada Anto sebelumnya. Raja itu berbisisk pada orang itu dan dengan cukup singkat dia langsung berlari meninggalkan Raja dengan cepat.
“Baiklah, tunggu sebentar akan ku siapkan hal yang kamu minta. Apa di antara kalian ada hal yang kalian inginkan?” Tanya Raja pada semua orang di sana (Para Pahlawan). Semua orang terdiam dengan hal tersebut dan tidak berani meminta seperti Anto. Para pahlawan ada yang diam dan bingung, ada yang melirik meniali sietiasi, ada yang bersemangat, ada yang tampan, ada yang yang menunjukkan niat jaha semsama ema kelas mereka. Tapi, Anto tetap diam saja kaeran itu bukan urusannya sama sekali dan juga tidak peduli dengan hal itu.
“Aku ingin ini…!!” Setelah itu, semua Pahlawan yang di panggil langusng meminta hal yang di inginkan mereka pada Jaja dan juga ada beberapa Pahlawan yang diam dan mengamati. Anto melirik kelima Gadis yang berseragam berbeda, melihat ke arahnya dengan sangat tajam. Namun, bukan menganggap Anto sebagai musush, tapi lebih mereka terlihat senang dan juga bahagia.
“Mereka berlima mengenalmu Anto.” Bicara NAVI saat Anto yang melihat ke lima orang Gadis yang berbeda pakaian mengobrol dan sesekali melirik ke Anto.
“Ya. Sepertinya mereka sama dengan Lala dan lainnya.” Respon Anto. “Bagimana jika aku sapa saja.” Pikir Anto saat melihat ke para Gadis itu. 'WUSH!!' Anto yang belum sempat ke sana, malah sudah di hadang oleh angin yang tiba-tiba menerpa ke arahnya dan termasuk semua orang d ruagn itu. Raja melihat ke Anto lagi.
"Hm! Sepetinya dia tidak tahu tentang ini." Anto yang bisa langsung menebak kenapa Raja sedikit kaget. “Baiklah. Gimana jika langsung mengadakan pernikaha saja sekarang ini!” Minta Anto sekalian dengan cepat saat melihat lima Gadis yang misterius di depannya. Semua orang lagi-lagi terdiam dengan perkataan Anto yang selalu tidak di duganya. Raja yang tidak menduga permintaan tersenyum pada Anto meski tadi sedikit kaget..
“Baiklah. Semuanya ke aula perjamuan sekalian melakukan pernikahan.” Ajak Raja sambil beanjak duluan lalu di kawal oleh para penjaga di sampingnya. Anto mengikuti Raja dari belakang dengana jalan santai yang tanpak tidak peduli dengan hal di sekitarnya.
“Sepertinya hal sudah terjadi, akan tejadi di Dunia ini.” Bicara NAVI pada Anto dengan sebuah teka teki.
“Apa maksudmu?” Tanya Anto yang tdak mengerti dengan hal yang katakan NAVI.
“Ada 2 orang Gadis yag paling kiri dan kanan, mereka berdua sangat ragu dengan pernikahan ini." Respon NAVI singkat dan jelas. Anto diam dan tidak banyka bicara, hanya saja sedikit penasaran dengan kedua Gadis itu.
“Tunggu yang Mulia!” Pangil seseorng dengan cepat sebelum Raja mulai jauh. Salah satu Gadis yang di lihat Anto sebelumnya. “Aku punya permintaan!” Dengan tegas dan tatapan serius melihat ke Raja. Raja yang melihat itu mengangguk serius dengan permintaan Gadis itu.
“Apa ke inginanmu?” Tanya Raja pada Gadis itu. Gadis itu mengulurkan sebuah kertas yang sudah di tulis dan tidak mengatakannya secara langsung. “Ambil!” Perintah Raja pada pengawal di samping kirinya. Pengawal itu langsung berjalan ke arah Gadis yang mengulurkan kertasnya lalu mengambilnya dengan cepat. Setelahnya dia kembali ke Raja dan memberikan Kertas itu pada Raja. Raja mulai membaca kertas itu, dan melihat tajam ke Gadis itu yang sangat serius. “Akan ku terima. Bawa mereka ke mana mereka inginkan.” Perintah Raja pada pengawal di kanannya samba memberikan kertas itu pada pengawal. Tanpa bicara, pengawal itu langsung berjalan ke Gadis yang meminta permintaan itu ke tempat mereka mau.
Anto hanya bisa diam dengan hal yag di minta Gadis tersebut meski dia sudah tahu siapa mereka dan tidak menghentikan apa yang mereka minta. “Apa yang mereka Minta?” Tanya Anto pada dirinya sendiri saaat melihat dengan sedikit penasaran pada kelima Gadis dari tadi tenang dan sepetinya mereka mau melakukan sesuatu. Setelah itu, Anto mengikuti Raja lagi yang berjalan duluan meninggalkannya.
Next Chapter