Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 313


Raut wajah Raja Iblis bukannya senang, malah tersenyum dengan memaksakan diri. “Dunia itu sama saja. Tidak ada yang bisa membedakan kebaikan dan kejahatan.” timbal Raja Iblis dengan senyum paksaan pada Anto. Anto yang mendengar itu terus melihat ke Raja Iblis yang matanya tidak terlihat mau percaya dengan perkataannya.


Anto tidak mengerti karena dia tidak punya pengalaman seperti itu, tapi berkat pengalamannya baca komik dan novel, dia sedikit paham perasaan Raja Iblis meski tidak tahu yang asli itu seperti apa. “Sudah berapa tahu berlalu?" Tanya Anto mengubah pertanyaannya dan juga mengalihkan pembicaraan itu supaya tidak berlanjut ke arah yang lain. Raja Iblis hanya terdiam mendengar itu dari Anto.


“Sudah 500 tahun sejak kepergianmu dan itulah awal mulanya para Hero datang menyerang ke negeri ini.” jawab Raja Iblis dengan tetap senyum. Anto yang mendengar itu tidak langsung merespon dengan terus melihat ke ekpresi Raja Iblis yang masih memaksakan diri ternyum.


“Aku tidak bisa bertanggung jawab kalau masalah ini. Karena itu bukan yang meminpin negeri ini.” timbal Anto dengan tenang karena sepertinya Raja Iblis menunggu respon sebelumnya. “Tapi aku bisa menyelamatkan semua Iblis di Dunia termasuk para Beastman yang terkurung di penjara. Tapi apa yang akan kalian lakukan setelah itu?” Tanya Anto pada Raja Iblis. Raja Iblis masih dengan ekpresi nyang sama dan tidak menunjukkan perubahan sama sekali.


“Kalau gitu apa yang akan kamu perbuat setelah membebaskan kami?” Raja Iblis malah bertanya balik pada Anto yang bertanya seperti itu padanya. Anto malah jadi terdiam tidak menduga dia akan di Tanya.


Anto melihat ke ekpresi Raja Iblis yang masih sama dengan terus melihat padanya. “Aku akan membawa kalian ke duniaku yang tanpa nama.” jawab Anto dengan tenang dan juga yakin dengan perkataannya itu.


“Kalau gitu aku ingin bukti dan bukan perkataan.” timbal Raja Iblis dengan cepat dan ekpresi yang sama sekali belum berubah. Anto yang mendengar itu jadi terdiam dengan melihat ke Raja Iblis. Kali ini Anto melihat bukan hanya sekedar melihat perkataan luarnya saja, tapi langsung melihat apa yang di inginkan Raja iblis dalam dirinya. Anto melihat ketidak percayaan Raja Iblis pada siapa pun meski hanya sebuah tatapan yang  terlihat meyakinkan.


“Baiklah jika itu yang kamu mau.” jawab Anto dengan yakin sekali. “Ikut aku kalau gitu.” ajak Anto dengan tenang pada Raja Iblis yang terlihat sudah sangat baikan meski hanya fisik saja. Anto kemudian lari lagi dengan meningglkan aja Iblis duluan. Raja Iblis ikut lari menyesuiakan dengan kecepatan Anto yang tidak terlalu cepat seperti sebelumnya.


-Kemana kamu akan pergi?- Tanya NAVI padanya dengan tenang. Anto diam saja tidak langsung merespon dengan terus lari membawa Haruna yang masih diam saja menatap tanpa berkedip sama sekali.


“Tadinya aku ingin menyemalatkan Haruna saja, tapi karena sudah jadi begini lebih baik sekalian membawa mereka ke dunia lain saja." jawab Anto dengan tenang.


-Menurutmu apa dunia lain akan menerimanya?- Tanya NAVI pada Anto yang masih lari dengan tenang dan tidak bicara mengajak Raja Iblis.


“Tidak mungkin mereka menerimanya. Yang ku maksud itu di Dunia tanpa nama!” jawab Anto dengan sedikit teka-teki pada NAVI. NAVI terdiam mendengar itu lalu memikrkannya sebentar.


“Kalau di sana ku jamin keselamatan mereka. Banyak juga planet yang bisa di buat di sana juga bukan.” tambah Anto dengan tenang dengan terus jalan mencari semak-semak.


-Berhenti! Ada satu di dekat pohon itu- NAVI memberitahu Anto yang masih lari sambil meresponnya. Anto yang mendengar itu tiba tiba berhenti dan membuat Raja Iblis kadi terlalu jauh berlari.


“Kita sudah sampai.” dengan tenang Anto mengatakan itu semua orang. Anto kemudian mendekat sebuah pohon yang kering dan d sekatnya ada semak-semak yang tidak terlalu jauh dari dekat pohonya, tapi Raja Iblis seketika langsung menarik tangan Anto yang sedang memegang Haruna hingga dia berbalik melihat. “Apa?" Tanya singkat Anto pada Raja Iblis yang tiba-tiba memegang tangannya.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Raja Iblis padaya dengan saat Anto berjalan ke pohon yang di maksud NAVI. Anto tidak merespon dan terus jalan saja ke pohon itu mengabaikan Raja Iblis dengan memaksan diri melepas tangan dari raja Iblis. Raja Iblis hanya diam saja mengikuti Anto hingga tiba di dekat semak-semak yang masih tiinggal beberapa meter. Raja Iblis berhenti jalan saat melihat semak-semak di dekat pohon itu dan membiarkan Anto jalan ke sana bersama Haruna. Anto berhenti beberapa langkah di dekat semak-semak itu.


“Sudah lama semuanya!” sapa Anto dengan ramah yang di dengar oleh semua orang. Di sisi lain Raja Iblis hanya diam saja memperhatikan apa yan di lakukan Anto. “Maaf, maaf, aku tidak bermaksud kabur seperti itu. Aku hanya kembali ke Duniaku untuk menyelamatkan semua orang.” bicara Anto dengan tenang dan juga seperti di introgasi. Di sisi lain raja Iblis jadi penasaran kenapa Anto bicara sendiri di depan semak-semak. “Ano... bisa bantu aku dulu?” Tanya Anto dengan agak ragu. Raja Iblis kemudian mendekat ke Anto yang tidak terlalu jauh darinya. “Syukurlah. Aku hanya ingin cepat menyelesaikan masalah mereka dan pergi secepatnya." bicara Anto lagi saat Raja Iblis sudah di sampingnya.


-Sudah sebaiknya kamu jelaskan padanya mumpung para tumbuhan belum bicara padamu- saran NAVI pada Anto. Anto kemudian langsung melihat ke Raja Iblis setelah mendengar saran itu dari NAVI.


Anto yang mendengar itu dari NAVI segera melihat ke Raja Iblis yang sudah di dekatnya. “Raja Iblis, apa kamu tahu kemampuan Hruna yang sesungguhnya?” Tanya Anto pada Raja Iblis yang di dekatnya yang ingin tahu. Raja Iblis hanya diam saja karena ingin dan hanya menunggu saja Anto bicara. “Kemampuannya itu mengendalikan alam dan termasuk bicara padanya. Tapi dia tidak pernah berteman dengan alam dan itu membuatnya tidak pernah bisa menggunakan kekuatan alam itu sepenuhnya. Misalnya kamu seperti punya pengawal, tapi dia hanya pengawal bayaran atau karena paksaan saja.” dengan tenang Anto bicara seperti itu lalu terdiam sebentar saat merasakan Haruna bergerak ingin turun.


Anto segera menurunkan Haruna di sampingnya dengan tenang. “Aku ingin makan.” kata Haruna yang sudah di turunkan Anto.


“Kalau gitu mari kita makan di dalam sambil istirahat.” Ajak Anto pada Haruna yang masih sama tatapannya. Haruna mengangguk saja lalu memegang tangan Anto dengan erat sekali. Anto kemudian jalan ke semak-semak itu bersama Haruna dengan meninggalkan Raja Iblis.


“Cepat ikut masuk!” ajak Anto berbalik melihat ke raja Iblis yang masih diam di tempatnya. Raja Iblis masih diam saja melihat keduanya semakin mendekat ke semak-semak dengan mulai tanpak cemas. Saat Anto dan Haruna sudah dekat sekali, Raja Iblis menutup matanya tidak berani melihat ke semak-semak itu. “Kamu ngapain di sana, cepat masuk sini!” panggil Anto yang hanya memperlihatkan kepalanya saja dari semak-semak. Raja Iblis segera melihat dan jadi kaget saat melihat Anto yang tenang dan baik-baik saja di dalam semak semak itu. Anto diam menunggu Raja Iblis yang wajahnya kaget sekali dengan tindakannya. “Kamu ini sama saja dengan Haruna. Biasakan dirimu melihat hal yang tidak terduga dariku. Meski ini merupakan hal bahaya." kata Anto dengan tenang sekali pada Raja Iblis yang masih diam di tempatnya.