
Anto yang telah menghancurkan kamera nyamuk itu, masih belum lega. “NAVI, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Anto pada NAVI yang yang diam saja dan tidak merespon sejak melihat sedikit vidio itu.
“Aku menampilkan cuplikan rekaman saat kamu tiba disini dan bagaimana kamu mengnacurkan monster di dunia bawah itu dan juga aku sudah membuka segel ingatan semua orang yang telah kamu hilangkan ingatannya.” Jawab NAVI tanpa ragu dan juga senang.
“Kenapa kamu melakukan hal itu?” Tanya Anto pada NAVI yang masih tidak mengerti jalan pikirnya.
“Supaya mereka tidak sombong dengan kekuatan mereka dan juga tidak melakukan hal gila yang bisa mendatangkan bencana bagi mereka.” Jawab NAVI dengan tenang.
“Oi! Apa maksudmu gila?” Tanya Anto yang merasa kesal
“Yah! kan Cuma orang gila saja yang mau melawan jutaan mahluk besar itu.” Jawab NAVI dengan sangat sombong
“Jadi maksudmu, aku itu orang gila?’ Tanya Anto yang mulai mendingan kesalnya.
“Ya.” Jawab NAVI dengan santai
“Ah...! Aku paham!” Jawab singkat Anto yang sangat setuju dengan NAVI dan juga sangat kesal dengan kebenaran yang di terimanya.
“Sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan alat teleportasi ini?” Tanya NAVI pada Anto yang masih kesal
“Jatuhkan semuanya di tempat yang berbeda di planet ini.” Bicara Anto sambil membuka portal yang sangat aneh seperti lorong yang tidak di kethui. Tanpa Anto menjawab NAVI, NAVI menjatuhkan semua gedung yang berlantai sepuluh itu ke Planet Icarus. Sepuluh gedung itu berteleportasi ke berbagai tempat dan jatuh di tempat yang berjauhan di dunia bawah. “Sekarang semua gedung itu sedang jatuh. Yang bisa mendapatkan hartanya Cuma mereka dan hanya bisa di masuki oleh mereka saja. Setelah hartanya di ambil baru yang lain bisa masuk berpetualang di sana dan juga membuat kontrak dengan kita jika mereka menginginkannya.” Bicara Anto dengan jelas. “Selain itu, kalian bisa mendapatkan harta karun melimpah dari berbagai dunia yang kalian bahkan tidak ketahui. Tapi jika kalian membuat pajak untuk masuk, jangan harap kalian bisa menikmati harta yang ada di dalamnya. Semua harta itu untuk semua orang dan dunia ini akan selalu ku awasi dan memberikan semua orang kesempatan menjadi yang mereka ingnkan.” Anto menjelaskan dengan tenang dan pelan. “Dan yang terakhir semua orang yang ingin memasuki menara gedung itu akan di lindungi dalam perjalana mereka. Ingat sekarang kalian belum bisa masuk, hanya mereka, yang di perbolehkan masuk.” Dengan tegas Anto menyampaikan perkataan terakhirnya.
Setelah itu, Anto diam dan NAVi berhenti merekam Anto yang meyampaikan pesan terakhirnya. “Akan ku tayangkan pada akhir nanti. Sekarang masalah yang harus kita hadapi ialah kemana kita akan pergi?” Kata NAVI dengan jelas sambil bertanya pada Anto yang baru saja selesai menyampaikan pesan pada penghuni Planet Icarus.
“NAVI! apa kamu membuat perbedaan antara kontrak IBLIS dan KEKASIH?” Tanya Anto balik sambil terus melihat portal yang telah di buatnya.
“Ya. Perbedaan terletak warna tampilan layar statusnya. IBLIS mempunyai warna merah dan KEKASIH warna biru” Jawab NAVI dengan sangat jelas dan singkat
“Kalau begitu, berapa sekrang jumlah seluruh kekasih?” Tanya Anto dengan sangat serius
“Jumlah sekarang 1000 orang KEKASIH. 70 sudah selesai denga menikahi kita, dan 930 nya masih melanjutkan hidupnya sebagai ujian dan belum ada satupun yang menyelesaikan ujian pertama. jumlah IBLIS berjumlah 9000 orang. 100 menyelesaikan semua ujian. 5050 masih dalam proses ujian pertama dan 1850 dalam peoses penyelesaian ujian ke dua dan 2000 dalam proses penyelesaian ujian ketiga” jawab NAVI dengan formal
“Apa semua data tersebut dari masa depan?” Tanya Anto yang masih serius.
“Tidak. Semua data telah terhubung dengan diri kita di masa depan melalui analisis yang telah kulakuakn pada Nayla setelah memberikan system KEKASIH.” Jawab NAVI masih dengan formal juga.
“Huh...! Nah navi! berapa banyak Planet yang kita sudah temui di masa depan?” Tanya Anto dengan suara biasa saja.
“Planet jembatan pelangi? apa itu?” Tanya Anto yang baru pertama kali dengar dan juga tau.
“Planet jembatan pelangi ialah Planet yang sama tapi berada di dimensi berbeda” Jawab NAVI dengan singkat. Anto masih iam dengn jawaban NAVI yang singkat.
“NAVI!, bisa lebih detail lagi?” Tanya Anto yang masih bingung dan juga merasa belum jelas.
“Biar lebih mudah, kamu taukan jembatan?” Tanya NAVI singkat.
“Semua orang tau juga lah.” Jawa Anto sebalum NAVI melanjutkan penjelasannya.
“Nah gini, saat kamu melewati jembatan itu kamu akan tiba di ujung. Di Jemabatan Pelangi sana, akan terdapat dunia baru dengan Planet yang sama namun, keperibadian orangnya sangat bernda dari dunia kita. Dan kita akan menjadi dua di sana. Kita menyebut ini sabagi Planet Pelangi karena di setiap Planet dan penghuni yang sama kita datangi, mereka akan berbeda keperiabadian saja.” NAVI dengan santi menjelaskan. “Misalkan Planet Bumi, kita sekarang berada di dimensi kita. Untuk pergi ke dimensi Pelangi kita harus menemukan jembatannya terlebih dahulu, dan barulah kita bisa menyebrang ke sana”. Tambah NAVI dengan sangat jelas.
Anto yang paham diam sebentar. “Jadi apa Bumi memiliki jembatan Pelangi?” Tanya Anto yang sedikit prnasaran tentang Jembatan Pelangi.
“Tidak ada. Cuma planet Gurun saja yang Diri kita ketahui dan itu satu-satunya yang mempunyai jembatan pelangi. Untuk sekarang ini.” Jawa NAVI lagi dengan santai.
“Cara menemukan jalam masuknya gimna?” Tanya Anto yang penasran
“Tidak ada jalan masuk.” Jawab NAVI dengan tegas. “Untuk bisa masuk, itu hanya bisa terjadi karena keberuntungan dan hanya bisa terjadi dengan adanya celah menuju dunia Pelangi. Berdasarkan data petualanganmu dari masa depan. Dirimu di masa depan, secara tidak sengaja di tarik oleh badai pasih merah darah di gurun pasir di planet Gurun. Setelah itu membutuhkan 5 tahun untuk kembali ke dunia Asli kita.” NAVI menjelaskan dengan sejelas mungkin.
“Apa kita bisa membuka portal AntarDunia atau AntarBintang untuk menghubungkan kedua dunia itu?” Tanya Anto saat mendengar jawaban NAVI.
”Tidak bisa, dirimu di masa depan juga tidak bisa melakukannya, apa lagi dirimu di masa ini. Tapi untuk jalan keluarnya itu terdapat pada ujung jembatan pelangi paling jauh.” Jawab NAVI menjelaskan.
“Jalan keluarnya saja yang kita tau, tapi jalam masuknya saja yang belum kita tau!” Anto yang berspekulasi
“Ya. Anggap saja seperti itu” Jawab NAVI yang sedang memikirkannya
“NAVI! Tampilkan map semesta yang sudah ada di masa depan.” Minta Anto denga tegas. Tanpa NAVI merespon, dia menampilkan hologram peta semesta angkasa yang begitu luas sekali. Anto memepehatika garis biru kecil seperti tali yang banyak sekali
“Apa ini?” tanya Anto saat melihat garis biru itu yang sangat banyak
“Ini jalan yang pernah kita lalui. Coba lihat ini!” NAVI menampilkan garis antar Bumi dan Icarus yang sangat jauh sekali. Anto memperhatika dengan seksama peta semesta yang di tampikan NAVI dan memerika semua detailnya. Anto terus menerus melihat garis lain yang banyak dan juga tidak di ketahui arahnya.
NEXT Chapter