
Anto yang mendengar penjelasan NAVI merasa megerti. “Sangat mudah ternyata.” Dengan terus terbang ke kerajaan A.
“Tidak semudah itu!” Respon NAVI dengan cepat membalas perkataan Anto. “Setelah seseorang mati, sirkuit penghubung jiwa akan terputus dengan tubuh. Ttidak dengan lautan spiritual yang bisa di masuki sesuka hati dan masih terhubung dengan tubuhnya.” NAVI menjelaskan lagi.
“Sirkuit penguhung? Apa itu?” Tanya Anto dengan suara serius.
“Sirkuit penghubung jiwa itu terdapat pada inti jiwa mahluk hidup. Kamu tahu pasti, sirkuit dalam inti jiwamu itu. Saat pertama kali masuk terdapat kegelapan yang sangat luas. Nah itu, tandanya semua sirkuit terhubung dan dapat di gunakan 100 persen kekuatan jiwa tanpa ada masalah dan efek sampingnya. Tapi jika sirkuit yang tidak bisa di pakai itu biasanya warnanya tidak bewarna hitam pekat dan tidak luas. Mungkin kita dapat menyentuh dindingnya.” NAVI menjawab Anto yang serius.
Anto terdiam dengan penjelasan NAVI yang panjang lebar dan juga di mengertinya. “Beda warna, apa maksdunya?” Tanya Anto lagi.
“Tentu saja warna tidak akan berwarna hitam pekat dan luas, tapi warnanya aku tidak tau. Jika kamu ingin tau kenapa tidak coba kamu masuki mayat sana.” Jawab NAVI dengan suara kesal dengan pertanyaan yang sudah di jawabnya.
Anto terdiam dengan sikap NAVI yang tiba-tiba berubah sedikit. “Ehm, terus bagaimana cara membedakan yang masih menjalankan dan sudah selesai ujian bintang tersebut?” Tanya Anto yang masih serius dengan pertanyaan lain dan juga dengan tetap santai menjaga Lala yang masih tidur dengan nyaman di gendongannya.
“Jika seseorang menjalani ujian tersebut, warnanya akan putih di telapak tangan kirinya, ini berlaku sampai mereka menyelesaikan ujiannya dan akan tetap bewarna putih sampai mati. dan jika yang sudah selesai akan bewarna hitam di telapak tangan kanannya dan hanya dia yang bisa melihat tanda bintang itu sampai mereka mati. Dan ini berlaku untuk para kontraktor, dan sedangkan untuk kita tidak perlu adanya tanda itu. Kita hanya perlu santai dan membiarka mereka susah dan kita nikmati hasilnya, atau kita bisa berpetualang seperti ini.” NAVI menjelaskan lagi pertanyaan Anto yang masih kurang di pahaminya.
Anto dian dan tidak bertanya lagi. “Sudah hampir siang.” Guman Anto yang melayang berhenti terbang lalu mendarat di atas dahan pohon yang sangat besar. “Nah NAVI, bisakah lebih jelas lagi?” Tanya Anto sambil membuat lubang di cabang pohon yang begitu besar.
“Baiklah” Dengan suara malas. “Untuk ujian PERTAMA tanda matahari warna putih. Yang KEKASIH akan dapat secara acak, tergantung situasi yang sedang di alaminya. Sedangkan yang IBLIS akan mendapat tugas mencari sang KEKASIH yang punya tanda ataupun tidak punya untuk di jadikan istri di dunianya atau dari dunia lain. Ujian KEDUA tanda bulan warna putih. Yang KEKASIH masih acak ujiannya, sedangkan yang IBLIS membalaskan dendam sang kekasih. Untuk yang kedua ini pasti kamu paham. Dan ujian KETIGA tanda bintang warna putih. Untuk KEKASIH harus ikut dalam harem sang IBLIS yang di buatnya, sedangkan untuk IBLIS harus membuat harem minimal 2 istri. Dan yang terakhir, jika semua sudah di selesaikan semua ujiannya maka, BINTANG yang warna putih akan berubah menjadi warna hitam pekat. Selama proses ujian dan selesai ujian, hanya KEKASIH dan IBLIS sendiri yang dapat melihat tanda tersebut, dan tidak dapat di lihat oleh orang lain.” NAVI menjelasakn panjang lebar pada Anto yang sedang memasak dan membiarkan Lala tidur di lubang yang telah ia buat dan di jadikan tempat tidur.
Anto yang medengarnya terus memasak sambil menghidangkan makanan dan juga mendnegarkan penjelasan NAVI. “Berapa jumlah maksimal kekasih yang bisa di miliki?” Tanya Anto sambil memasak dengan serius.
“Jumlah maksimalnya sebanyak 70 dan tidak boleh lebih. Dan ini adalah keinginanli." NAVI terdiam sebentar. "Kamu juga merasakan hal yang sama dengan ku. Kita tidak jauh beda.” Dengan suara santai menjawab pertanyaan Anto.
“Yah, kan lebih menyenangkan ada banyak gadis di sekitarku yang akan selalu di memanjakan tubuh dan mata. Bagiamana?” Anto membalas perkataan NAVI sambil terus memasak.
“Kalau itu, aku juga setuju.”Jawab NAVI dengan sanati dan juga sependapat dengan Anto.
“Bagaimana dengan kekasih yang akan di dapat oleh para IBLIS?” Tanya Anto pada NAVI.
“tadi kan sudah ku jawab, kenapa malah langsung lupa?" NAVI yang tidak memgerti dengan Anto yang meupakan dirinya sendiri. "Bisakah berhenti menanyakan itu, lebih baik pikirkan cara lebih cepat ke Kerajaan A.” NAVI yang tidak mau menjawab perkataan Anto dengan cepat menyryh Anto yang masihmenyapakan makanan yang cukup banyak.
“Ya lah, nanti ku pikirkan.” jawab Anto sambil terus menyapkan makanannya. Anto dan NAVI yang dari tadi saling tanya jawab, sekarang sudah berhenti dan mereka akan melanjutkannya lain kali. Setelah semua itu, Anto fokus dengan menyaipkan makanannya yang semuanya hampir selesai. Setelah 30 menitan lebih, akhirnya selesai juga mempersiapkan makanan.
“Hm!” Anto sedikit kaget dengan Lala yang tiba-tiba melompat ke arahnya yang sudah selesai menyaipkan makanan. “Kamu sudah bangun?” Tanya Anto pada Lala yang melihat begitu banyak makanan di dahan pohon tempat mereka berdiri. “Tenang, kamu dapat bagian yang lebih banyak.” Sambil duduk di dekat makanan yang sudah siap di makan. Lala ikut duduk di samping Anto. “Tunggu bentar.” Anto berdiri lalu membuat cabang pohon itu menjadisebuah meja makan. Setelah itu Anto langsung duduk di depan semua makanan di cabang pohon itu. Lala yang melihat itu langsung duduk di kursi kayu dekat Anto lalu makan ayam di depannya. Anto tersenyumkecil dengan hal yang di lihatnya itu.
***
Begitu banyak makanan yang di buat Anto, tapi dalam kurang 20 menit semua makanannya sudah habis. “Aku sudah kenyang.” Ucap Anto sambil bersandar di kurinya, lalu mnghilangkan semua peralatan makanan yang kotor. “Eh!” Saat melihat cahaya menyilaukan dari tubuh Lala di sampingnya. Anto menutup matanya karena silau yang terlalu terang. Beberapa detik berlalu, setelah cahaya yang mengelilingi Lala hilang, dia berubah menjadi anak manusia seutuhnya.
“Master!” Lala yang ke samping Anto lalau memeluknya saat sudah berubah jadi manusia seutuhnya dan bukan Beast Serigala.
“Lala mengalami evolusi sempurna” Jawab NAVI setelah memindai Lala selama beberpa detik.
“Eevolusi sempurna, apa maksudnya?” Tanya Anto yang masih sedikit penasaran.
“Evolusi sempurna maksdunya dia akan langsung berubah menjadi manusia seutuhnya dan tidak perlu melewati siklus evolusi panjang. Evolusi ini terjadi karena makanan yang selalu kamu buat mengandung kekuatan spiritual yang sangat banyak.” NAVI menjelaskan pada Anto apa yang terjadi.
Setelah mendengar penjelasan NAVI, Anto membuatkan Lala pakain untuk seukurannya dengan cepat dan langusng dia mengenakannya. “Master!” Lala tersenyum kecil sambil berputar setelah mengenakan pakaiannya.
“Anto, Lala terlalu imut!” NAVI memberikan pujiab saat melihat Lala yang melihat dirinya yang baru.
“Tentu saja. Tapi kamu bilang kalau dia salah satu kekasihku! Sejak kapan?” Tanya Anto pada NAVI sambil melihat Lala yang masih menikmati pakain yang di kenakannya.
“Kamu bisa lihatkan, tanda bintang hitam di telapak tangan kanannya?” NAVI memberi tahu Anto yang tidak memperhatikan sama sekali
“Ya, aku juga melihatnya. Tapi sejak kapan?” Tanya Anto lagi
“Sejujurnya aku sudah meraskan ini sejak aku bangun. Aku merasakan ada begitu banyak sekali taanda KEKASIH dan IBLIS yang sudah tersebar dan sedang melakukan ujian itu, di semesta ini. Meski samar-samar.” NAVI memberi tau Anto apa yang di alaminya dan di rasakannya.
“Bukannya baru ada lima IBLIS dan KEKASIH Cuma satu saja!” Anto yang masih bingung dengan kejadian yang sebenarnya.
“Ya, itu juga yang kurasakan sebelumnya. Makanya aku bilang kita akan bertemu dengan diri kita dari masa depan.” Anto mengingatkan lagi perkataan yang sangat penting.
“Master!” Panggil Lala berlari ke arah Anto yang dari tadi melamun yang berbicara dengan NAVI.
“Nanti kita lanjutkan.” NAVI memberi tau Anto yang sedang tersenyum pada Lala yang sedang menghampirinya. Setelah cukup dekat, Lala langsung melompat ke Anto. Anto dengan cepat menagkap Lala.
“Ya.” Jawab Anto membalas perkataan NAVI. Anto mengelus kepala Lala. “Ada apa?” Tanya Anto pada Lala yang ada di pelukannya. Lala dia saja dan malah memeluk Anto semakin erat. Anto hanya tersenyum dengan tingkah Lala yang memeluknya itu. tapi, Anto yang tidak tahu sama sekali dengan perubahan Lala haya bisa meggap itu hal normal saja.
“Aku mau terus di gendong.” Minta Lala sambil tersenyum imut pada Anto yang sedangmembalas pelukannya. Tanpa banyak tanya, Anto dengan senyaman mungkin menggendong Lala.
“Bagaimana?, nyaman?” Tanya Anto pada Lala yang ada dipelukannya.
“Ya."Jawab Lala dengan anggukan yang bisa dirasakan Anto.
“Kalau begitu mari kita berangkat.” Ajak Anto sambil mulai terbang pelan di tengah rimbunnya hutanyang mulai terlihat.
NEXT Chapter