
“Hei dunia… Jika kamu ingin mempermainkan aku dengan mimpi atau kenyataan yang terasa nyata ini jangan bercanda…” dengan nada tenang mengaatkan itu dan juga jelas sekali. Kedua orang tuanya malah melihat ke Anto yang tegas dan heran. “JANGAN BERCANDA DENGANKKUUU….!” teriak Anto dengan keras sekali di depan kedua orang tuanya hingga membuat kekuatannya keluar dan membuat angin di sekelilingnya lalu Anto perlahan melayang dan melihat kepada orang tuanya. Kedua orang tuanya hanya tercengang dengan apa yang di lihat mereka itu. Saat Anto melayang, dia tersenyum pada kedua orang tuanya. “Aku tidak tahu apa ini mimpi atau kenyataan… yang jelas kalian masih hidup kan… Ayah Ibu.” Anto mengatakan itu dengan meneteskan air mata. Setelah itu bangunan yang ada di sekitar mereka perlahan berubah jadi debu. Kedua orang tuanya hanya terdiam dan kaget melihat Anto di depan mereka yang melayang dan berkata seperti itu.
Anto diam saja setelah berkata itu lalu suara raungan monster yang keras sekali di dekat mereka. Setelah itu Anto membua dimensinya di langit yang sangat luas sekali. Lalu dari dimesi itu banyak sekali robot dan kapal terbang keluar darinya. “Hancurkan!” perintah Anto dengan sangat tegas sekali. Setelah itu semua robotnya mulai menembakkan senjata mereka ke segala arah yang menyebabkan banyak kehancuran total. Ayah dan ibunya terus melihat hal yang tidak di duga mereka itu dengan sangat serius sekali. Di sisi lain Anto terlihat sangat tegas dengan tubuh kecilnya itu. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena di saat yang sama Anto merasakan matanya berat. “Sepertinya aku akan tertidur.” ucap Anto yang tidak tahan lagi dengan matanya itu. Setelah itu Anto membuka dimensi kecil di dekatnya lalu mengeluarkan 2 buah robot asisten lainnya. “Kalian tambahkan mereka sabagai master kalian.” minta Anto pada kedua robot itu.
‘Di Mengertti Master!’ Jawab kedua robot itu bersamaan. Setelah itu mereka melayang ke Ayah dan Ibunya lalu No 2 pingsan dengan melayang kemudian jatuh dengan kesadaran yang perlahan hilang. No 2 melihat ke orang tuanya yang menangkap dirinya yang jatuh. “Astaga… Duniaku sangat kacau sekali…” Pikir No 2 yang melihat kedua orang tuanya melihat dengan sangat khawatir setelah di pelukannya. Setelah itu No 2 hanya bisa tersenyum lalu tertidur.
***
Setelah cukup lama tertidur, No 2 perlahan membuka matanya lagi dan melihat sekitarnya yang berbeda dari sebelulmnya. No 2 memgang kepalanya yang masih sakit lalu melihat ke tangannya yang kecil. “Aku sebenarnya di mana?” Tanya No 2 yang tidak mengerti sama sekali dengan yang terjadi dan di alaminya itu. “Sialan…” No 2 mulai mendapat ingatan dan juga tahu apa yang telah di lakukannya selama ini. No 2 hanya mendapat kenangan dirinya yang berpisah di gesung itu dan beberapa sebelumnya. Di saat yang sama No 2 merasa kesal, marah yang masih ada dalam dirinya yang tidak tahu apa sebabnya. Setelah itu Anto melihat ke sekitarnya yang masih berada di dalam sebuah bangunan yang terlihat bagus dan sambil berusaha menstabilkan emosinya. “Sebaiknya ku lihat dulu saja!” Pikir No 2 sambil beranjak bangun. Setelah beranjak bangun No 2 langsung jalan ke pintu dan keluar, tapi di saat itulah tubuhnya langsung lemas sekita dan tidak bisa begerak sama sekali lalu merasa di tarik sesuatu. “Apa yang terjadi?” Tanya No 2 yang suara tidak bisa keluar. Anto mendengar suara mendekat dengan sangat cepat sekali. Setelah itu Anto merasakan tubuhnya bergerak sendiri bangun dari tanah.
“ANTOOO… kamu baik-baik saja kan?” Tanya Ibunya yang berlari di temani Ayahnya. Anto hanya diam saja dengan wajah polos dan tidak mengerti sama sekali, sedangkan No 2 yang satunya malah membeku seperti No 1 yang lainnya. Kedua Anto ini membeku dan tidak bisa menggerakkan tubuh utama dan hanya bisa menonton saja, meski yang No 1 sudah terbiasa karena itu. Sedangkan No 2 masih berusaha memberontak menggerakan tubuh utama tapi tidak bisa sama sekali.
“Hahaha… noltalgia melihat ini…” Ucap No 1 meski tidak di dengar oleh dirinya No 2 itu yang berusaha menggerakan tubuhnya. No 1 terus melihat no 2 yang memberontak seperti dirinya yang pertama kali tidak bisa menggerakan tubuhnya sendiri. Setelah itu Anto yang No 3 (yang mengendalikan tubuh) masih polos saja terlihat bingung. Di sisi lain No 1 berhenti tertawa dan mengubah raut wajahnya jadi serius ingin tahu apa yang terjadi. “Sebenarnya apa yang terjadi ini…? Kedua dunia ini sudah berada di jalan yang berbeda 2 kali berturut-turut. Ku rasa yang ke tiganya akan beda hingga tiba ke bagianku, tapi sebenarnya pa penyebabnya?” dengan tenang No 1 memikirkannya keseimpulan yang harusu di cari tahunya. “Tapi sebenarnya dunia apa yang telah ku tinggali dan nikmati ini?” Tanya No 1 yang ingin tahu sekali dengan dunianya sendiri. Meski bertanya seperti itu, tidak ada jawaban yang pasti kecuali dari ingatan di dalam dirinya itu.
“Tenang saja, dia baik-baik saja. Saat ini dia adalah anak kita yang polos dan yang satu bulan lalu itu adalah anak kita dari masa depan.” Dengan senyum mengatakan itu pada Istrinya. Istrinya, No 1 dan No 2 kaget mendengar itu dari Ayahnya. “Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di zamannya sendiri dan menyebabkannya kembali ke tempat kita akan berpisah sebelumnya.” dengan tenang menjelaskan semua itu. No 1 dan no 2 masih kaget mendenger perkataan Ayah mereka sendiri, meski hanya di masa lalu.
“Astagaa… Ayahku ternyata cerdas juga di masa ini, apalagi ibuku… dia terlalu khawatiran dan tidak berubah sama sekali…” pikir No 1 yang melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri.
“Apa maksudmu Surya?” Tanya Istrinya yang masih kaget dengan semua itu. Surya hanya tersenyum saja padanya lalu membuka kepalan tangan kanannya. Setelah itu dua buah gelembung kecil dan ada diri mereka di dalamnya sedang menutup mata. Gelembung yang berisakan mereka itu terliha tidur dan tidak bergerak sama sekali dari tempatnya.
“Ini, aku menemukannya di dalam dirinya. Ku rasa di masa depan telah terjadi sesuatu yang buruk dan menyebabkan dirinya kembali ke masa kita, dan menyebab kita berdua masih hidup sampai sekarang. Atau mungkin saja ia tidak kembali karena dia ingin, rapi melainkan ada seseorang yang mengirimnya tiba-tiba. Mungkin.” dengan tenang mengatakan itu pada Istrinya. “Jika tebakanku ini benar, saat ini Anto yang dari masa depan itu sedang tertidur dalam Anto yang polos dan kecil ini, tapi dia akan bangun sesekali dan tidak menyadari apa yang terjadi saat ini.” dengan tenang terus menjelaskan pada Istrinya.
Istrinya hanya diam saja lalu melihat ke Anto kemudian memeluknya dengan erat. “Apa anak kita akan baik-baik saja?” Tanya Istrinya yang yang terus memeluk Anto dengan erat. Surya tidak langsung menjawab malah diam sambil tersenyum padanya.