
Setelah cukup lama dia menunjuk dengan tangannya ke aras tanpa melihat. “Itu karena di atas!” jawabnya dengan sediki grogi sambil menunjuk ke langit. No 2 kemudian melihat ke langit dengan tenang. Setelah beberapa lama melihat ke langit dia melihat lagi ke Ram.
“Yang ku lihat cuma awan saja. Memangnya ada apa di langit?” Tanya No 2 dengan biasa saja dan juga sedikit penasaran dengan apa yang di maksud oleh Ram. No 1 yang mendengar itu heran dan tidak mengerti begitu juga dengan Ram yang terlihat jelas dari raut wajahnya.
“I, itu layar!”” ucap Ram yang masih grogi sekali. No 2 melihat lagi ke langit dengan tetap tenang. Setelah itu dia melihat lagi ke Ram karena merasa ada yang tidak beres. Di saat yang sama layarnya muncul yang menandakan ada panggilan. No 2 menyalakannya dan melihat sahabatnya di layar yang mulai berubah jadi hologram. Sahabtanya melihat ke adiknya yang langsung memalingkan wajahnya.
No 2 melihat ke sahabatnya yang melihat dengan aneh ke Ram. “Kalian berdua kenapa begitu?” Tanya No 2 yang tidak mengerti dengan apa yang di lakukan kedua saudara itu yang terlihat aneh.
“Tidak ada apa-apa, hanya saja ada yang aneh saja dengan sikap seseorang.” jawabn sahabatnya dengan melihat ke Ram yang memalingkan wajah darinya. No 2 melihat ke Ram yang tidak ikut melihat ke hologram itu.
“Bukannya dia cukup imut dan manis dengan sikap seperti itu, memangnya ada yang salah?” Tanya No 2 yang melihat reaksi kedua saudara itu yang ada sesuatu. Kedua saudara itu malah langsung melihat ke No 2 yang berkata seperti itu. Di sisi lain sahabatnya malah terlihat lebih kaget dari adiknya sendiri. “Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” Tanya No 2 yang tidak mengerti sama sekali dengan reaksi mereka berdua itu.
“HAHAHAHAHAHA…!” sahabatnya malah tertawa terbahak-bahak mendengar itu lalu di sisi lain Ram malah terlihat malu dengan tidak berani melihat ke No 2. “Kamu bilang begitu pada adikku… aku tidak tahu harus berkata apa lagi…” dengan senang sekali sahabatnya mengatakn itu.
“Ya ya. Kamu ledek terus…!” dengan sedikit kesal melihat sahabatnya itu yang masih menahan tawanya meski tadi dengan terang-terangan menentertawakan dirinya. Sahabatnya semakin terlihat senang dengan kesalanya No 2, sementara itu Ram malah melirik sedikit pada kedua orang di depannya itu terlihat bercanda satu sama lain dengan riang sekali. Kedua sahabat lalu saling senyumin setelah sedikit bercanda selama beberapa saat. “Bisa kamu jelaskan apa maksud Ram kalau ada layar di langit. Aku tidak lihat apa pun?” Tanya No 2 pada sahabatnya itu.
“Apa kamu benaran tidak melihatnya?” Tanya sahabatnya dengan tenang. No 2 mengangguk singkat. “Di langit itu sedang menampilkan apa yang kamu lakukan saat ini secara langsung, bahkan aku tahu jelas semua raut wajahmu saat bicara sama adikku tadi dan juga tahu tentang kemunculan monster besok itu.” dengan tenang mengatakan itu.
No 2 tenang saja mendengar itu dan tidak kaget sama sekali. “Begitu ya, tapi siapa yang menampilkan diriku?” Tanya No 2 yang ingin tahu.
“Dia menyebut dirinya ZERO, apa kamu tahu sesuau tentangnya?” Tanya balik sahabatnya yang ikut kepikiran. No 2 terdiam saat mendengar nama itu lalu memikirkannya
“ZERO? Aku saja hanya kenal kamu sebagai sahabat ku, tapi untuk urusan ZERO ini aku sama sekali tidak tahu. Tapi aku hanya merasa nama itu terdengar akrab saja.” jawab No 2 dengan yakin sekali.
“Tapi rasanya aneh sekali. Rasanya semua ini telah di rencakan semua, tidak… malah terasa kamu sendiri yang merencakan kemunculanmu.” timbal sahabatnya dengan memikirkan ulang yang di rasanya.
“Hah! apa maksudmu?” Tanya No 2 yang masih tidak mengerti dari sahabatnya.
“Rasanya ZERO yang ku lihat itu mirip sekali dengan cara gerakmu, bahkan sampai tubuh fisiku, meski suaranya di samarkan.” jawabnya dengan tenang dan santai dan serius.
“Memangnya kamu pernah melihat siapa ZERO itu?” Tanya No 2 yang sedikit tertarik dengan pembicaraan itu.
No 2 tidak lagsung menjawab lalu melihat lagi ke langit sebentar lalu melihat lagi ke hologram di depannya. “Kamu mengatakan seolah-olah dia melawan mosnter itu sendiri.” timbalnya No 2 dengan tenang.
“Memang. Seperti yang kamu katakan, semuanya tentang ZERO tadi di langit di tamipilkan.” jawab sahabatnya dengan singkat. No 2 terdiam merasa tenang dan juga baik-baik saja. “Jujur saja saat ini apa yang kita bicara semuanya di dengar oleh seluruh Dunia.” tambahnya dengan serius sekali. No 2 yang mendengar itu hanya bisa terlihat tenang saja.
“Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan kekuatanku lagi. Mari kita mulai penyelidikan kita dengan terang-terangan, aku juga akan menggunakan semua kekuatan yang ku miliki.” timbalnya dengan sangat yakin.
“Tunggu! kamu bukan Player, bagaimana cara kita bisa mengalahkan mereka?” Tanya sahabatnya itu dengan serius.
“Aku memang bukan Player tapi aku bisa melakukan ini!” No 2 mengangkat tangannya lalu sebuah portal terbuka besar di langit yang kemudian menelan semua kapal tadi. “Bagaimana?” Tanya No 2 pada sahabtanya di layar itu. Tapi bukannya langsung merespon malah terdiam melotot.
“Apa yang barusan itu?” Tanya sahabatnya yang terlihat penasaran.
“Itu hasil penelitianku. Kamu tahu kan untuk memecahkan semua masalah yang ku punya aku harus melakukan apa saja meski di awasi terus oleh orang yang berbuat jahat itu. Nanti ku ajarkan jika kamu mau menggunakan kekuatan ini!” dengan tenang mengatqkan itu. Sahabatnya malah terdiam saja.
“Baiklah, kalau gitu kamu harus melahirkan anak dari adikku!” jawabnya dengan wajah serius sekali.
“Woi, yang benar saja. Mana mungkin! PLAK!” tamparan langsung mengenai No 2 yang belum selesai bicara. Anto dan sahabatnya melihat ke Ram yang ternyata terlihat marah sekali. “Singa!” ucap No 2 dengan pelan, tapi di saat itulah Ram terlihat sangat marah sekali mendegra perkataan itu. “Sepertinya aku salah tekan tombol.” ucapnya dengan merinding. “Telepotasi!” ucapnya dengan jelas hingga tiba di dekat sahabatnya secara tiba-tiba. “Kamu harus menanggung marah ini bersamaku!” ucap No 2 pada sahabtanya yang tepat di sampingnya.
“Lari!” minta sahabatnya. No 2 langsung melihat dan ternyata di tempat sahabatnya itu ternyata ada banyak sekali gerombolan armor yang sedang menerjang ke arahnya.
“Teleportasi!” ucap No 2 mengakiifkan Skilnya hingga merke tiba lagi di tepi jurang yang sama. “Kamu pandai ingin menyembunyikan kematianmu, tapi jangan harap kamu bisa melakukan itu saat aku masih bisa menyelamatkanmu.” Bukannya langsung di jawab malah No 2 langsung di tarik pergi oleh sahabatnya dengan sangat cepat sekali.
“LARI BANGSATTTT…!” teriak sahabtanya dengan sangat takut sekali. No 2 merasa merinding lagi lalu melihat, dan yang membuatnya merinding ternyata itu Ram yang sedang mengejar dengan terlihat seram sekali. Dia jadi lari lebih cepat meninggalkan sahabatanya. Sahabatanya malah kaget melihat No 2yang lari lebih cepat darinya.
“Cepatlahh… kalau tidak mau di makan singa!” panggil No 2 pada sahabatnya.
“APA KAMU BILANG?” Tanya Ram yang terus mengejar mereka berdua. Keduanya semakin panic dan mempercepat lari mereka dengan sangat cepat sekali.