
No 2 yang mendengar itu hanya bisa diam saja merenungkan semua perkataan tadi. Sementara itu yang lain hanya melihat ke No 2 yang merenung seperti itu. “Sudah ku duga. Aku sama sekali tidak tahu diriku sama sekali.” timbal No 2 tanpa ekspresi sama sekali dengan tetap di tempatnya.
“Jangan pikirkan itu. lebih baik pikirkan tujuan utamamu saja. Jika memikirkan hal sebesar itu, tidak akan pernah selesai sama sekali. Mending pikirkan hal kecil yang kamu lakukan sekarang ini dan nanti juga pasti akan ketemu siapa dirimu.” saran sahabatnya yang di dekatnya dengan suara tenang padanya. No 2 yang mendengar perlahan tersenyum tanpa senang dengan saran itu.
“Kamu benar. Sepertinya aku terlalu memikirkan hal yang tidak berguna.” Responnya lalu kemudian perlahan tambah tenang. “Kalau gitu mari pulang.” ajak No 2 sambil tersenyum dan tidak berbalik. Semuanya hanya diam saja saat di minta meski No 2 tidak melihat ke mereka. Tapi No 2 malah langsung melihat ke langit yang di ikuti oleh semua orang. Saat melihat, di atas mereka terbuka sebuah dimensi yang aneh sekali dan itu beda dari milik mereka. Setelah sebuah tekanan datang dari dalam membuat Ram dan lainnya langsung menunduk kecuali No 2 yang masih tegak berdiri. No 2 yang melihat itu langsung menyelimuti semuanya dengan auranya dan membuat mereka semua bisa berdiri.
“Guru…” dengan suara pelan Istri sahabatnya mengatakan itu sambil ketakutan lalu dengan cepat berlari ke Arma dan Armi. Ram segera mendekat ke No 2 dan Kakaknya lalu Istri sahabatnya menarik kedua anaknya mendekat ke suaminya dan No 2. Mereka bersembunyi di belakang mereka dan tidak melihat ke dimensi yang sedang di buka kecuali Ram yang masih tenang dan ikut melihat. Sahabatnya terlihat marah sekali sedangkan Istrinya sangat ketakutan sekali di sisi lain No 2 yang melihat tiba-tiba itu memunculkan pistolnya dengan mengerahkan ke dimensi yang belum memunculkan siapa pun, setelah dia menembakkannya dan terjadi sebuah cermin retak di dekat dimensi itu. No 2 menembak sekali lagi dan semunya pecah dan ternyata bukan hanya satu dimensi saja yang di buka tapi melainkan banyak sekali dan juga ternyata sudah ada banyak sekali orang yang ada di sana.
Semuanya berpakain armor lengkap dengan senjata kuno mereka dan juga terlihat kuat sekali. “Apa yang kamu akan membunuhnya?” Tanya No 2 pada sahabatnya dengan tenang saja. Sahabatnya masih terlihat tenang meski marah sekali dan tidak merespon sama sekali dengan melihat tajam meski masih pucat.
“Mustahil aku menang, tapi kalau kamu pasti menang. Mohon bantuannya.” dengan tenang dan marah mengatakn itu sambil terus melihat ke mereka semua. No 2 hanya bisa diam saja melihat ekpresi sahabatnya yang sangat marah sekali saat meresponnya. No 2 kemudian menghirup napasanya dalam-dalam lalu melihat ke semua orang yang melayang itu.
“Meski ini pertama kalinya aku menggunakan kekuatanku yang sebenarnya. Aku tidak tahu seberapa besar dampaknya. Tapi akan ku lakukan demi dirku dan orang yang ku anggap berharga lainnya.” dengan serius merespon lalu di langit tiba-tiba kadi gemuruh, kemudian muncul api dari udara, terdengar suara angin berhembus dengan lembut, lalu pasir muncul kemudian semuanya terkumpul jadi satu. Saat semua sedang terkumpul terbnetuklah sebuah robot dengan berbagai elemen di dalamnya yang banyak sekali. “Lumayan juga.” kata No 2 sambil melihat salah satu robotnya yang di dekatnya yang terlihat kuat dan kokoh sekali.
Semua pasukan itu terlihat bingung dengan gemuruh yang muncul dan juga benda yang mereka tidak tahu di depan mereka yang terlihat beda sekali. Setelah itu sebuah portal terbnetuk lagi dan kali ini terlihat ada beberapa orang keluar dengan terlihat kuat dan perkasa. Dia langsung melihat ke No 2 dan juga kepada keluarganya yang lain. “Siapa kalian?" Tanya orang itu yang terlihat sangat sombong sekali dan juag dengan mengelurakan tekanan, tapi tidak bisa di rasakan oleh No 2 dan lainnya.
“Siapa dia?” Tanya No 2 dengan tenang saja sambil melihat ke sahabatnya yang masih terlihat marah sekali meski tambah pucat. “Kamu baik-baik saja kan?” Tanya No 2 melihat sahabatnya yang mulai mengeluarkan napas berat sekali.
Setelah itu No 2 mendekat ke sahabatnya lalu memapahnya sebelum sahabatnya meminta. “Kamu terlalu memaksakan diri. Jangan sampai pingsan.” dengan tenang mengatakan itu pada sahabatnya. “Ku rasa lebih baik kita dengarkan saja ocehannya. Maksudku kita diam tidak usah peduli saja.” saran no 2 sambil melihat ke sahabatnya yang masih marah saja. Sahabatnya yang mendengar itu jadi terdiam dengan sedikit bengong lalu memikirkannya kemudian tersenyum.
“Aku paham.” jawab sahabatnya lalu No 2 mengangkat tangannya setelah di respon lalu membuat sebuah langit aneh di sekitar mereka. “Ilusi yang sangat indah.” kata sahabatnya, padahal semuanya masih terlihat sama dari penglihat No 2 dan No 1. “Arma, Semuanya lihat!” minta sahabatnya dengan suara tenang sekali. Tidak ada yang merespon sama sekali tapi perlahan Istrinya membuka mata lalu terdiam dan tidak terlihat takut lgi. Setelah itu istri sahabatnya langsung memegang kedua putrinya lalu menggoyangkan mereka hingga melihat, tapi Ram yang melihat sejak awal hanya bisa diam saja.
“Ini hanya ilusi yang ku buat untuk kalian saja. Tapi sebenarnya mereka masih ada di dekat kita. Kalian tanpak menyedihkan sekali kalau ku biarkan seperti ini.” respon No 2 dengan tenang sekali mengtatakan itu. Sahabatnya melihat pada No 2 yang mengatakan itu dengan santainya.
“Kamu saja yang terlalu kuat dan OP, bahkan sampai tidak sadar diri sama sekali.” respon sahabatnya yang melepaskan diri dari papahan No 2 lalu perlahan duduk. “Kalau gitu ku serahkan padamu saja.” dengan tenang mengatakan itu lalu Ram dan lainnya mulai duduk perlahan mendengarkan percakapan kedua sahabat itu.
“Andaikan kamu tidak menjelaskannya mana mungkin aku tahu dan akan menganggap diriku hanya manusia normal saja.” timbal no 2 yang ikut duduk juga. “Di sini aku sudah buat pelindung dan juga kurungan, jadi mereka tidak akan bisa keuar dari dekat kita. Nanti aku perlihatkan kalau semuanya sudah selesai.” dengan tenang mengatakan itu.
“Terserah kamu sajalah"’ jawab sahabatnya dengan singkat. Sementara itu No 1 yang melihat semua itu hanya bisa memperhatikan saja dan tidak berkomentar.
“Dunia cultivator dan diriku sendiri yang tidak tahu menahu dengan dirinya sendiri, sungguh pengalaman yang berbeda sekali dari diriku yang lain.” komen No 1 sambil melihat ke pertempuran yang mulai terjadi di luar yang di dahului oleh para kultivaor yang menyerang ke tempat No 2 dan lainnya sedang berada yang kemudian di hentikan oleh para robot yang di biat No 2. “Robot elemen, ini daya tarungnya sama persis dengan satu Dunia. Aku tidak pernah kepikiran buat yang seperti ini. Mungkin akan ku coba buat setelah semua ini selesai.” dengan tenang No 1 mengatakan itu sambil melihat semua orang sedang bertarung dengan robot elemen itu yang terus menyerang dengan sihir dan senjata maju, meski sebenarnya robot elemen itu hanya terlihat bertahan saja.