Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 227


9 tahun berlalu Anto kini sudah berumur 14 tahun dan Levelnya masih 150 dan tidak pernah berubah sama sekali. Anto sudah berubah sama sekali sejak tiba dan jadi pemilik kota maju itu, dan itu di mulai dari sini. Di sebuah kamar yang tenang, Anto masih tertidur dengan seorang Elf yang di kamarnya sedang di tepi kasurnya. “Kak, Kak, Kak, Bangun… ini sudah pagi.” Panggilan sangat lembut sekali dari Elf itu pada Anto yang sudah remaja. Anto yang  mendengar suara itu perlahan membuka matanya lalu menguap.


Anto melihat ke Elf yang membangunkannya. “Pagi kah…” Anto menguap lagi dengan  melihat gadis Rlf di sampingnya yang sedang duduk itu. “Apa sarapannya sudah siap?” Tanya Anto sambil mengusap matanya.


“Ya, mari kita sarapan.” Ajak Elf itu dengan suara lembut pada Anto. Anto tidak langsung merespon dengan  masih mengusap matanya.


“Baiklah… Aku akan ganti pakaian dulu, kamu tunggu di luar.” Minta Anto dengan masih malas sekali, tapi sebenarnya masih ingin tidur. Elf itu malah diam saja di tempatnya dan tidak merespon sama sekali. Anto terus di tunggu sama Elf itu di tempatnya dan tidak beranjak sama sekali. Anto yang di tunggu seperti itu turun dari kasurnya kemudian berjalan ke lemarinya, setelah itu barulah Elf itu beranjak bangun dengan senang lalu keluar dari kamar Anto. Anto yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa karena merasa di awasi. “Hah… Sungguh lelah di awasi seperti itu…” Anto mengeluh sambil membuka lemarinya.


Ini bermula dari  Anto yang masih kecil. Anto sekarang itu di sebabkan oleh perbuatannya di masa lalu yang di mana dia belajar dengan sangat cepat sekali. Ini terjadi ketika Anto masih anak-anak di mulai dari perpustakaan yang di mana dia belajar di sana sangat giat sekali. Saat di perpustakaan Anto mempelajari buku di sana kurang dari 1 menit berkat Skil yang di milikinya. Anto mempelajari komik, novel, bahasa, budaya, sejarah, mitos, ilmu-ilmu pengeahuan lainnya. Dari sana Anto bepikir cepat dan menjadi sangat cerdas dalam berbagai bidang.


Setelah selesai belajar, Anto tidak lupa dengan Gadis Elf itu yang tidak sadarkan diri. Anto kemudian ke tempat Elf itu tidur dan tidak di sangka dia sudah bangun saat datang. Di sana Anto mulai menunjukkan perhatiannya dengan tulus. Dari sanalah Anto mulai mencoba melakukan berbagai hal untuk dirinya sendiri dan orang lain. Beberapa lama waktu berlalu, selama satu tahun Anto membaca di pertpustakaan itu dan baru semua bukunya habis terbaca dan di pahami oleh dirinya.  Selama satu tahun itu juga, Anto membiasakan diri membuat makanan untuk dirinya dan Elf itu. Keseharian seperti itulah yang di laluinya di kota itu. Anto hanya baca, membuat makanan, tidur, lalu baca lagi, tidak ada yang berubah dalam keseharian Anto selama 1 tahun itu. Namun setelah buku di perpustakaan selesai baca, Anto kemudian bertanya lagi pada robot pemandunya ke tempat penyimpanan data.


Anto yang sudah belajar hal umum dan sudah mengerti hal baik dan buruk, punya sisi yang berbeda yang di mana dia selalu melakukan yang terbaik meski itu sulit di lakukannya. Anto dan Elf itu belum berkenalan satu sama lain selama satu tahun penuh, tapi Anto mulai memperkenalkan dirinya pada Elf itu meski sudah dua kali dirinya memperkenalkan diri. Elf itu bernama Haruna. Selama 1 tahun Anto berusaha mengakrabkan diri pada Haruna yang cuek sekali padanya meski sudah berkenalan. Tentu saja Anto bersabar dalam menghadapinya dengan terus menyaipkan makanan, pakaian dan mengajarkannya hal umum seperti bahasa, hitungan, ras, dewa-dewi, iblis, dan masih banyak lagi yang bisa di ingat oleh anak kecil sekalipun.


Namun meski sulit Anto dapat dengan mudah menyelesaikan karena semua pelajarannya itu sudah di pelajari bahkan titik lemah jalan rahasia sangat mudah sekali di lewatinya. Setelah berhasil menemukan Skil itu Anto langsung dapat memahami cara kerja dari Skil Creation itu setelah di wariskannya. Tapi Anto tidak langsung menggunakan Skil tersebut, dia malah memeriksa Stausnya yang tidak mengalami kemajuan sama sekali dan bahkan Skil yang di pelajarinya itu tidak di tambahkan dala Systemnya. Anto pun menyelidik itu, tapi setiap kali menyelidikinya Anto mendapat kalau tidak ada koneksi setiap kali berusaha memecahkan System yang di milikinya itu.


Selama 1 tahun Anto mencari cara mencari koneksi Systemnya namun sia-sia hingga sampai saat ini. Tapi dalam pencaritahuannya Anto menkukan banyak hal, kalau Dungeon tempat dia berada ini ternyata adalah Dunia lain yang sebagaian Dunianya di ambil sebagai Dungeon saja. Anto menyembunyikan itu dari Haruna dan tidak memberitahunya sampai sekarang meski sudah akrab, karena batas waktunya untuk mengalahkan bos itu tinggal 1 tahun saja. Selama 10 tahun terakhir tidak main-main saja, dia juga menciptakan berbagai macam robot, senjata, kecerdasa buatan dan masih banyak hal yang membatunya dalam berbagai hal.


Setelah bertahun-tahun terlewati tidak ada lagi yang bisa di pelajari oleh Anto hingga dia cuma menghabiskan waktunya bersama Haruna di untuk membuatnya terbiasa pada dirinya. Kembali ke masa kini yang di mana Anto selesai berganti pakainnya. “Ibu, aku mendapat keuatan itu. Kali ini pasti aku akan menyelamatkan rumah Bu.” Anto yang merasa senang saat melihat dirinya berpakaian dengan seragam sekolah modern. Setelah itu Anto kemudian jalan keluar dari kamarnya. Saat di luar kamar ternyata Haruna menunggunya hingga tidak bisa berkata apa-apa. “Haruna, apa kamu bisa tidak membangunkanku siang saja?” Tanya Anto sambil merapikan seragamnya.


“Tidak bisa. Nanti kamu malah tidak bangun-bangun dan akan jadi malas. Apa kamu kira aku akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya?” Timbal Haruka layaknya Istri yang sangat ketat sekali pada Suaminya. Anto hanya bisa nyerah saja dengan semua perlakuan itu dan membiarkan Haruna melakukan apa pun yang di inginkannya selama itu bisa di terima olehnya. Keduanya jalan ke ruang makan yang ada di lantai bawah. “Kak, kita akan ke mana hari ini?” Tanya Haruna dengan santai dan sepertinya ingin jalan-jalan.


“Har ini ya… Rencananya sih waktunya kita pulang mencari orangtuamu. Lebih tepatnya kita akan pergi dari kota ini.” jawab Anto sambil jalan. Namun Haruna malah diam di tempatnya setelah mendengar jawab Anto. Anto melihat ke Haruna yang seperti itu. “Haruna…” Anto terdiam karena melihat ekspresi Haruna yang sedih. Anto terdiam sambil melihat Haruna yang menundukkan kepalnya. “Haruna, Aku tahu kamu sedih dengan semua perkataanku tadi, tapi aku akan mengantarmu pulang ke rumah." Anto mentakan tujuannya tanpa ragi-ragu.


"Ada alasa lain juga kenapa aku ingin mengantarmu, yaitu aku ingin menepati janjiku sama kedua orang tuaku. Jika aku tidak menepati janjiku pada kedua orang tuaku, aku merasa bersalah. Oleh sebab itu aku akan mengantarmy pulang dulu.” Bicara Anto saat melihat Haruna yang sedih. Meski Haruna mendengar itu, Haruna tidak merespon sama sekali, malah terlihat sangat enggan sekali pergi. "Sepertinya tidak berhasil, mungkin ini sudah saatnya." Anto menarik napasnya perlahan lalu mengubah eksprsinya jadi serius.  “Mumpung seperti ini, ada sesuatu yang ingin kukatakan dan ini sangat penting bagi kita berdua.” Anto mengatakan itu dengan sangat serius sekali. Haruna yang mendengat itu jadi melihat ke Anto dengan ekpresi sedih.