Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 142


Setelah itu Anto diam dan menunggu pertanyaan Sherly. Tapi, Sherly bukannya langsung bertanya malah diam seperti melihat kearah lain. “Hei, bi, bisa aku jadi Istrimu?” Tanya Sherly dengan terus terang setelah beberapa saat diam dengan penuh harapan pada Anto dari kelihatannya. Anto diam sebentarn dan tidak langsung merespon.


“Hm… Apa dia bisa memprediksi masa depan, hingga bertanya seperti itu!” Anto yang menduga duga saja. “Tapi, ku rasa itu baik buatku.” Anto yang merasa senang dan juga tidak menduga sama sekali. “Boleh, aku tidak keberatan sama sekali.” Jawab Anto dengan jujur. Meski Anto tidak tahu alasan Sherly meminta itu. Setelah itu, Anto diam dan menunggu pertanyaan selanjutnya.


Sherly terus menatap ke Anto yang masih tenang. “Ke, kenapa kamu tidak menanyakan alasannya?” Tanya Sherly pada Anto yang masih diam berbaring dengan nyaman. Anto tidak merespon malah diam saja seperti tidak ingin menjawab itu. Tapi, Sherly malah menunggu Anto meresponnya.


“Hah…!” Anto bangun dari berbaringnya lalu turun dari kasurnya kemudian mendekat ke Sherly hingga di depannya. Anto tersenyum di depannya. “Sudah jelaskan! Karena kamu cantik dan juga tidak ada niat buruk, Mungkin.” Jawab Anto dengan singkat. Setelah itu, Anto terus menatap Sherly yang masih diam di tempatnya dan ikut menatapnya.


“Oh begitu.” Respon Sherly dengan wajah polos. “Kalau gitu. berapa banyak istri yang kamu inginkan?” Tanya Sherly dengan terus menatap Anto. Anto merasa aneh dengan pertanyaan Sherly yang bertanya itu dan bukannya marah atau kesal malah dia bertanya itu padanya.


“Aneh!” Anto ang melihat Sherly masih biasa saja meski bertanya itu padanya. “Meski aku biasa melihat pologami di Novel dan Komik, ini masih saja membuatku jadi aneh jika di Tanya seperti itu.” Anto yang masih memikirkan jawaban yang tepat dari pertanyaan Sherly. “Aku punya ingin banyak Istri dan ingin membuat Harem ku sendiri di Dunia lain, di Duniaku sendiri.” Jawab Anto meski tidak memberi tahu jumlah Pasangannya. Sherly malah melihat ke Anto dengan tajam dan juga penuh dengan rasa penasaran pada Anto.


“Kenapa kamu kosong sekali?” Tanya Sherly yag masih melihat ke Anto, namun kali ini dengan penuh penasaran padanya. Anto yang di tanya seperti mlah bingung dan diam tidak merespon sama sekali. Setelah itu,Sherly langsung memegang tangan Amto dengan cepat karena diam saja. Sherly  melihat ke tangan Anto dengan penuh penasaran dan langsung bebrbalik melihat lagi ke mata Anto dengan cepat. “Kamu siapa?” Tanya Sherly lagi dengan pertanyaan yang sama dengan penuh penasaran.


Anto diam sebentar melihat ke Sherly apa benar menanyakan itu, karena merasa Shelry ingin tahu Anto akan menjawabnya. “Aku Anto Petualang AntarBintang.” Jawab Anto dengan terus terang. Setelah itu Anto diam lagi. Setelah itu Anto diam dan tidak menjelaskan lagi karena Sherly tidak menanyakan itu. Sherly yang memegang tangan Anto dan masih menatapnya, dengan semakin penasarn dan juga ingin tahu lebih banyak lagi. Tapi, itu bukan rasa penasaran yang ingin di puaskannya melainkan seperti menanyakan Sesutu yang tida di ketahuinya sama sekali, dan itu tidak melanggar apa yang Anto minta padanya.


“Pertualang AntarBintang! Apa itu semacam agensi petualang?” Tanya Sherly yang jadi serius dengan menatap Anto. Saat Sherly bertanya itu padanya, Anto terdiam dan tidak bisa menmukan jawaban yang tepat untuk itu. Selama ini dia hanya menyebutnya sebagai nama saja dan tidak pernah kepikiran akan ada yang menanyakan itu padanya.


“Petualang AntarBintang itu, apa ya?” Anto yang jadi bingung sendiri. Selama beberapa saat Anto diam melihat ke Sherly yang menunggu jawabannya. “Aku tidak tahu. Selama ini aku hanya menyebut namanya setiap aku di Tanya seperti itu, dan ini baru pertama kalinya aku menyadarinya.” Respon Anto yang masih melihat ke Sherly. Setelah itu Anto tidak bisa lagi jawab lagi.


Sherly masih diam saja dan menatap Anto yang masih ikut menatapnya juga. “Kalau gitu, apa tujuanmu kemari?” Tanya Sherly lagi yang masih penasaran. Anto masih diam sambil melihat ke mata Sherly yang masih serius.


“Tunggu!” Anto membuka matanya saat Sherly memanggilnya. Sherly tidak bertanya lagi saat Anto melihatnya meski baru ingin tidur. Setelah beberapa saat juga, Sherly masih diam saja dan tidak bertanya padanya.


“Jika kamu ingin Tanya, nanti saja. Kumpulkan saja pertanyaanmu itu dan akan ku jawab semuanya nanti.” Anto yang ingin tidur menyuruhnya dengan tenang. “Oh ya, rasanya aku akan tidur sangat lama sekali. Oleh sebab itu aku memintamu menjaga anak ini bisa tidak?” Tanya Anto dengan sopan pada Sherly.


Sherly melihat ke Suci yang tertidur dengan sangat pulas. “Bisa, tapi bayarannya kamu harus jawab semua pertanyaanku.” Respon Sherly dengan sangat serius.


“Ya. Akan ku jawab apa pun itu selama aku bisa." Respon Sherly singkat. "Oh ya!” Anto teringat sesuatu lalu membuat sebuah kalung di depannya dengan menggunakan partikel Dunia dengan cepat, lalu memasangkan ke leher Suci, lalu memegang berlian yang ada di kaling kemudian di dekatkan pada mulutnya. “Jangan pernah kamu melepas kalung ini. Jika kamu di ancam untuk menyerahkan kalung itu jangan pernah menyerahkannya. Misalnya aku akan di ancam di bunuh, jangan pernah kasi, atau aku yang di ancam untuk menyerahkannya, jangan pernah serahkan pada siapa pun, aku pasti akan selamat dari bahaya apa pun. Dan satu lagi kalung ini akan memudahkan aku mencarimu jika kamu pakai." Anto diam sebentar. "Jika kamu ingin terikat selamanya denagn diriku, mudah saja, cukup teteskan darah ke kalung ini dan kamu akan ikut aku selamanya.” Anto berbicara dengan jelas pada kalung yang di pegangnya itu setelah di di lepas kembali.


Sherly yang melihat itu hanya diam saja dan menyaksikan apa yang di lakukan Anto yang bicra sendiri. “Apa yang kamu lakukan?” Tanya Sherly pada Anto yang hendak mau tidur setelah selesai bicara pada berlian yang di pasang pada kalung itu.


“Seperti yang ku bilang, aku akan tidur panjang. Itu mungkin selama beberapa minggu, beberapa bulan bahkan mungkin tahunan. Jadi setidaknya aku ingin Gadis yang ingin ku lindingi memiliki bekal dan pengetahuan yang luas. Dan sebagai alasan untuknya belajar mandiri.” Jawab Anto dengan suara sangat serius sekali. “Oh ya, aku masih belum mempercayaimu, oleh sebab itu kamu buktikan dengan merawatnya.” Anto tersenyum pada Sherly dengan tulus.


Entah kenapa Sherly merasa kecewa dengan perkataan Anto tadi yang tidak di sadarinya sama sekali. “Aku mengerti.” Respon Sherly dengan cepat. “Kamu harus janji dengan apa yang kamu katakan itu.” Sherly mengingatkan Anto yang akan tidur.


“Ya, pasti.” Respon balik Anto dan mulai memejamkan matanya. Setelah itu, Anto merasa berat matanya dan tidak bisa mendengar suara Sherly yang sepertinya masih meresponnya. “Kepalaku jadi sangat sakit. Kurasa aku akan bangun dalam beberapa tahun. Tapi, biarlah.” Anto yang masih sedikit menjaga kesdarannya. “NAVIGATION ON, prosedur pengaktifan respon tubuh dan indra yang ada!” Anto melakukan pekerjaan yang di anggap terakhirnya. Setelah itu Anto tertidur dengan NAVI yang tidak akan bangun sampai dia bangun.


***


Next Chapter