
Anto menunggu lama namun tidak ada respon sama sekali dari gadis Elf itu. “Akan ku anggap, kamu mau ikut saja.” Anto menambahkan lagi karena gadis Elf itu diam saja. Setelah itu Anto mulai mempercepat larinya hingga Anto dapat melihat lagi para Minautur itu di tempat semula mereka. Anto berlari ke sana lalu sampai dalam beberapa detik saja. Setelah sampai Anto langsung berhenti di tempat mereka. Anto kemudian bicara sama mereka karena besyukur telah tetap di tempat mereka. Tapi para Minautur malah melihat ke Anto dengan kaget sekali. Anto jadi bingung saat memahami apa yang di sampaikan oleh para Minautur dengan bahasa alamnya.
Para Minautur bertanya pada Anto kenapa dia cepat kembali. Anto pun langsung menjawab kalau sudah selesai dan akan kembali ke menelusuri reruntuhan di utara. Tapi Anto bingung dengan para Minautur yang sepertinya sangat tidak menduga sama sekali. Anto kemudian pamit lagi sambil meminta mereka jalan mencari Ras mereka lainnya. Anto Terus lari ke utara dan masih tidak sadar sama sekali penyebab mereka jadi bingung seperti itu. Saat dalam perjalanan ke Utara, Anto melihat ke Gadis Elf di belakangnya yang sedang tidur dengan memeluknya sangat erat sekali. Anto hanya tersenyum saat melihat itu namun tidak tahu penyebab sebenarnya Gadi Elf itu tertidur. Anto kemudian terus lari, Namun dia tiba-tiba berhenti saat mendengar suara tumbuhan menyuruhnya berhenti.
Tumbuhan menyuruhnya berjalan dari sana. Anto pun tanpa ragu berhenti lalu jalan lurus saja seperti yang di minta. Dia tidak bertanya kenapa mereka memintanya berhenti. Anto merasa di tatap dengan rasa senang oleh para tumbuhan dan itu membuat Anto jadi bingung. Anto melihat sana sini dan tidak menyangka kalau para tumbuhan di sana seperti menyambutnya. Anto menikmati jalan di sana tanpa terganggu sama sekali, tapi merasa kurang nyaman saja dengan perasaan di sambut itu. Di sisi lain, hutan yang rimbun membuat nyaman dan tidak ada terasa bahaya di sana dan mirip seperti di dalam semak-semak, membbuat Anto jadi teringat-ingat dengan kenangannya di Bumi. “Ibu, rasanya hangat di sini. Tapi aku akan pulang seperti yang selalau sarankan. Aku akan pulang dengan membawa kekuatan yang besar dan bisa menyelamatkan rumah kita.” Anto yang merasa senang dan tenang di sana. “Ayah, kamu bilang selalu tenang dalam menghadapi situasi apa pun. Tapi aku tidak tahu apa maksud ayah dengan tenang itu. Yang bisa ku rasakan saat ini cuma ingin melakukan sesuatu dan ingin mencari pengalaman baru.”
“Kalian tau, aku cuma belajar dari komik saja mengenai kehidupan di dunia kita itu. Aku baru sadar setelah membaca komik itu. Dan juga baru tahu seperti apa dunia sebelum Dungeon masuk ke Dunia kita. Ayah Ibu, aku akan bertahan di neraka ini bagaimanapun cara. Aku akan belajar di sini cara keperibadian orang, Ras, Mahluk mitos, apa pun yang bisa meningkatkan pemahamanku pada dunia, pada diriku dan pada orang lain.” Setelah memikirkan itu Anto kemudian tidak bicara lagi dan menikmati jalan di hutan yang nyaman dan aman.
***
Setelah beberapa lama jalan Anto sampai di sebuah gerbang yang sangat tinggi dengan di kelilingi tembok yang menjulang tinggi juga. Para tumbuhan menjelaskan kalau itu sebuah reruntuhan dari 1000 tahu yang lalu. Kata mereka, kalau dulunya ini merupakan kota termaju dan terhebat, banyak pengetahuan di dalamnya. Tumbuhan juga banyak di rawat, hewan di perlakukan baik, termasuk Minautur tadi itu juga mereka hidup tenang di sini. Tapi itu tidak berlangsung lama, bencana alam terjadi yang membuat semuanya runtuh dalam sekejap. Kota ini merupakan surga pengetahuan dan hiburan. Orang yang membuat kota ini datang dari Dunia lain dengan para penduduk yang terbuang dari benua lain karena kekuatan mereka sangat berbeda sekali dari umumnya.
Setelah ada halangan itu, dua buah robot sebesar helm keluar dari tiang gerbang yang mengelilingi kota, robot itu langsung terbang mengarah ke Anto. ‘Terdeteksi Mahluk Hidup Mendekat Melakukan Pemindaian’ Anto diam di tempatnya dan tidak melakukan apa pun karena tidak mengetahui benda apa itu. Setelah di pindai robotnya terdiam. ‘Ras Elf Dan Manusia Tidak Di Ketahui Dari Dunia Ini’ Setelah itu robotnya diam lagi ‘Melakukan Serangkaina Tes!’ Setelah itu robotnya diam lagi. ‘Hasil Analisis Terdeteksi Energi Lima Elemen. Hasil Di Simpulkan Manusia Dari Dunia Lain’ robotnya diam lagi seperti memeriksa data. ‘Melakukan Tes tulis Singkat!’ Setelah itu sebuah layar di depan Anto muncul. ‘Mohon Jawab Pertanyaan Berikut Dalam Waktu Yang Di Tentukan!’ Setelah itu sebuah waktu muncul 30 detik di layarnya.
‘Pertanyaan Pertama: Apa Nama Planet Yang Anda Tinggali?’ Anto langsung melihat waktunya berkurang. “Planet Bumi.” jawab Anto singkat dan tenang karena tidak mengerti situasinya. Setelah itu sebuah centang tertera di layarnya. ‘Pertanyaan Kedua: Apa Nama Buku Yang Ada Gambar Fastasinya Di Planet Bumi?’ Waktu berkurang lagi. “Buku bergambar, kalau itu sih Buku Komik.” Jawab Anto dengan singkat. ‘Pertanyaan Ketiga: Apa Kamu Punya System?’ Setelah itu waktunya berkurang. “Aku Punya.” Jawab Anto singkat lagi. Setelah itu layarnya menghilang. Setelah itu robotnya memunculkan sebuah hologram seorang remaja yang berusia sekitar 16 tahun.
Dan di saat yang bersamaan semua tumbuhan di sana jadi melihat ke hologram itu dengan sangat penasarn dan tenang. ‘Selamat datang orang Dunia lain, maksudku teman sekampungku. Ini hanya sebuah pesan saja jadi dengarkan baik-baik.’ Setelah itu sebuah gedung tinggi dan juga banyak orang terbang sedang melintas di atasnya. Banyak mobil melayang, warga dengan pakaian bagus, sekolah elit yang mengajarkan sihir, pelajaran umum lainnya dan masih banyak lagi yang di tampilkannya. Setelah beberapa saat menampilkan itu gambarannya berubah lagi jadi hologram remaja itu. ‘Yang kamu lihat tadi adalah gambaran kota ini sebelum runtuh dan juga saat masa jayanya. Langusng saja ke intinya, aku ingin kamu mewarisi kota ini beserta isinya. Jujur saja mungkin di masa depan ini sudah jadi reruntuhan yang mungkin tidak berguna sekali, tapi ada satu tempat yang di mana itu menyimpan semua ilmu pengetahuan dan hiburan serta cerak biru kota ini.’
‘Bukan itu saja yang ku siapkan, aku juga menyiapkan Skil ku yang bisa kamu dapatkan. Nama Skilku Creation dan merupakan Skil yang bisa membuat apa saja selama kamu punya Mana. Jadi bagaiamana penawarnku ini?’ Setelah hologramnya diam menunggu jawaban Anto antara ‘ya’ dan ‘tidak’ yang tertera di layarnya. Tapi Anto yang masih kecil yang tidak paham dengan hal yang di katakan barusan dan hanya menangkap sebagian kecil saja jadi bingung dengan perkataan hologram itu. “Apa yang tadi sangat penting, tapi yang ku butuhkan pengetahuan dan pengalaman. Apa ini tidak masalah meski hanya bagian pengetahuan saja yang ku tahu?” Anto yang masih ragu-ragu untuk menerimanya.