
“Waktu itu, setelah bisa menggunakan bahasa negeri ini, aku masih belum paham cara kerja System Playar itu. Saat aku pulang lalu terdidur kemudian bangun lalu turun ke lantai bawah dan saat di bawah, ayah tertidur di sopa. Aku mencari cara melihat System Playet itu. tapi tidak menemukannya. Lalu saat Ayah pergi tiba-tiba dari rumah meninggalkanku, Aku tidak sengaja menekukan buku komik yang di tinggalkan Ayah. Setelah aku membcanya selama beberapa jam.” Anto terdiam menarik napasnya sebentar.
Anto terdiam mengingat dengan jelas. “Aku membaca komik itu seharian hingga malam. Setelah itu keesokan paginya setelah Ayah dan Ibuku pergi kerja, aku mulai mencoba membuka System playerku. Setelah memahami cara kerjanya, aku mulai belajar dari buku Ayah yang tinggalkan. ku Skip ceritanya di sini.” Anto marik napsanya lagi tidak ingin menceritkan bagian di tinggalkna oleh kedua OrangTua nya.
“Nah ini bermula setelah pagi hari ada seorang kurir paket yang datang ke rumah, Karena aku masih kecil aku tidak bisa mengangkat benda kotak besar itu. Jadi aku meminta batua pada kalian waktu itu. Tapi, saat kalian ku buatkan minuman, aku memasukkan sesuatu pada masakan yang kubuat pada waktu itu. Anggap saja kalian itu hanya sebagai penguji eksperimenku.” Dengan biasa saja Anto menjelaskan meski itu semua kebohongan yang sangat nyata sekali. Roy jadi terdiam tidak berkata apa-apa saat baru mengatahui kalau dirinya itu adalah objek penguji.
“Waktu itu aku entah kenapa aku jadi berpikitan seperti itu... Tapi ku kira hasilnya tidak akan memuaskan. Aku kira kalian akan langsung mati. Oleh sebab itu saat aku menawarkan minuman lainnya juga. Aku melakukan eksperimen juga. Tapi kalau ayam goreng yang ku kasi itu, murni hasil penelitianku yang berhasil berkat kalian berlima waktu itu. Maaf ya membuat kalian sebagai uji coba.” Anto sedikit menceritkan kebenarannya meski semua itu hanya kebohongan yang sangat nyata sekali.
Anto yang barusan bercerita tidak menyadari kalau Ibunya sedang mendekat. Saat sudah di dekat Anto, Ibunya langusng memgang bahu Anto yang membuat Anto langsung berbalik ‘PLAK!’ tamparan langsung ke pipi Anto yang sangat keras sekali yang membuat pipiya memerah. Anto terdiam tidak tersenyum saat itu malahan tidak menduga Ibunya akan sangat marah sekali padanya. “Ini pertama kalinya aku meraskan ini. Aku senang.” Anto yang merasa tidak bersalah sama sekalia dan tidak marah dengan apa yang di lakukan Ibu padanya. “Maaf Bu.” Anto langsung menundukkan kepalanya dengan tulus dan tidak berani melihat meski yang tadi di ceritkannya itu ada bagian kebohongan.
Semua orang hanya terdiam saat melihat itu. Tapi, Ibunya langsung memeluk Anto dengan lembut setelah menamparnya. Anto membalas pelukan Ibunya dengan lembut tanpa berkata apa pun. Anto yang memeluk Ibunya tidak menyadari perlahan pakaiannya berubah jadi serbah hitam secara perlahan. Semua orang melihat ke Anto yang berubah secara perlahan.
Tapi di sisi lain. Anto sebenarnya merasa sangat tenang dan damai sekali. Dia merasa tidak ada beban di hatinya, dia bisa merasakan hangat sekali dan juga mulai melepaskannya secara perlahan. “Rasanya ada kehidupan di dalam tubuh ini. Aku sangat senang bersama keluarga seperti ini.” Anto terus memeluk Ibunya dengan perasaan yang sangat nyaman dan ingin meraskan itu selamanya.
Semnatara itu, semua orang terus melihat ke Anto yang berubah sepenuhnya. Namun setelah itu, sebuah rumput muncul tempat di bawah kaki Anto lalu tumbuh dengan cepat seluruh kamar. Semua orang yang di ruang sana langsung sembuh dan merasa nyaman akibat pelepasan kekuatan Anto yang tidak di ketahui sumbernya sama sekali. Mereka hanya terdiam melihat ke Anto yang tidak di sangkanya adalah sosok dalam legenda di seluruh Bumi dan baru menyadarinya.
Lalu Anto melihat ke pakaiannya yang sudah berubah semua termasuk topengnya juga. Anto menghilangkan topengnya lalu melihat ke Ibu di depannya yang masih terdiam. Anto emlihat ke anaknya yang tersenyum padanya dengan biasa saja. “Maaf baru memberi tahu. Aku ingin memberi tahu Ayah dan Ibu setelah semua ini selesai, tapi karena sudah seperti ini, akan ku ceritkan cita-citaku.” Anto dengan tersenyum mengataknya.
Semua orang hnay terdiam dan masih tenang dan juga bisa berpikir jernih. “Kekuatan ini ku punya sejak aku berumur 5 tahun. Bisa di bilang ini lanjutan dari cerita tadi.” Anto terdiam sebentar dan melihat ke semua orang yang sangat menyimak sekali bahkan termasuk para tentara tadi kini jadi tenang dan juga bisa memhami jalan ceritanya.
“Setelah Kalian berlima pergi waktu itu. Aku memulai rencanaku untuk pergi ke Planet lain malam harinya. Sebelum pergi, aku membuat cloning diriku di Bumi yang menjalani hidupku selama 11 tahun ini. Rencana awalnya aku cuma ingin berpetualang di luar sana selama 10 tahun. Tapi karena ada beberapa kejadian, aku harus tinggal 1 tahu lagi.” Anto terus menceritkannya.
“Aku berangkat terbang di Angkasa selama 2 tahun menuju Planet Icarus, itu Planet yang ke temui untuk pertama kalinya. Planet itu merupukan Planet yang seperti Bumi, namun besarnya 10 kali dari Planet Bumi ini. Di sana aku bertemu cultivator dan mahluk Beast seperi manusia pada umummya.Karena aku menyelamatkan seseoerang dari manusia biasa yang tidak punya kekuatan, aku di buru oleh semua sekte di sana dan tidak sempat menjelajah karena terus di buru. Oleh sebab itu aku segera pindah ke Planet lainnya dengan portal.” Anto yang membuat ceritanya jadi sebuah kenohongan supaya mereka tidak tertarik ke Planet yang di maksudnya. “Namun, saat dalam portal. Aku di makan oleh mahluk aneh yang membuatku kehelingan ingatan selama 3 tahun kalau tidak salah.” Anto yang kurang mengingatnya.
“Tapi, aku hidup tenang selama 3 tahun itu Karena bertemu dengan orangtua angkat yang baik. Nah... setelah mengingat diriku, aku berencana akan kembali ke rumah. Tapi saat dalam perjalanan pulang, aku di panggil oleh lingkaran sihir dan pergi ke Dunia lain. Di sana aku di panggil untuk jadi Hero. Namun, para Hero lainnya mengalami regresi ke masa lalu dengan kekuatan yang terbawa dan mereka mulai memberontak pada kerajaan.” Anto menbuat keohongan lagi karena tidak ingin membuat dirinya lagi ken marah sama OrangTua nya.
“Rergersi mereka itu menyebakan kerajaan runtuh dan para Hero menuntut untuk di pulangkan ke Dunia mereka. Tapi mereka tidak dapat menemukan itu dan saat itulah aku mengajukan dirinya mngantar mereka ke Dunia masing-masing. Tapi untungnya mereka tinggal di Dunua yang sama, oleh sebab itu lebih mudah mengatar mereka ke zaman mereka sendiri.” Anto terus bercerita dengan tenang dan serius.
“Aku mengantar mereka ke Dunia ini, lebih tepatnya Bumi 250 tahun yang lalu sebelum masa kemunculan Dungeon di bumi. Setelah mengantar mereka pulang, aku menggunkan portal yang sama untuk kembali ke Dunia lain itu. Tapi saat aku di dalam portal ke Dunia lain, portalnya aku itdak tahu apa yang terjadi. Aggap saja Rusak.” Anto yang sama sekali tidak mau mengingat kejadian saat di mana dirinya yang sedikti terjebak di celah waktu.