Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 19


Anto memperhatikan bayangan itu cukup lama. Anto membuatnya bayangan itu meniru gerakannya sebanyak yang dia mau. Tapi, tetap saja tidak ada yang berubah pada bayangan di depannya. “Eh!” Anto melihat sekelilingnya yang hitam mulai memudar dan berubah kembali jadi seperti semula. “Keluar! Apa sebenarnya tadi itu?" Tanya Anto pada dirinya yang bingung dengan hal yang di lihatnya tadi. Anto yang masih saja kepikiran melihat lagi ke cermin. Anto terus melihat dirinya pada cermin lalu melihat ke pakaian hitamnya yang masih di kenakannya. Anto yang kepikiran itu jadi sedikit lupa waktu. Anto terus melihat ke cermin dan tidak sengaja melihat ke bagian jam dinding di dalam cermin. Anto berbalik melihat ke jam dinding supaya lebih jelas


“Sudah larut malam.” Ucap Anto saat melihat ke jam yang menunjukkan pukul 12 malam. “Kekuatanku sebentar akan lebih besar lagi. Karena sekarang aku bisa melihat mana, aku bisa jadi penyihir atau apapun yang ku inginkan." Dengan penuh senang mengucapkannya. "Tapi..." Anto terdiam tidak melanjutkannya kata-katanya. "Aku terlalu banyak pikiran sekarang ini." Anto kemudian berjalan ke arah kasur Ibu dan Ayah nya. Saat sampai Anto lnagusng naik dan berbaring di kasur. Anto mengosongkan pikirannya lalu melihat ke langit-langit rumahnya.


"Rasany ada yang ku lupakan..." bicara Anto dengan jelas sambil terus melihat ke langit-langit rumahnya. Anto kemudian bangun dan duduk di kasur. "Nama! Ya, sebuah nama yang cocok belum ku pikirkan." Anto yang mengingatnya. Anto terus berpikir dengan tenang. Anto melihat sana sini mencari referensi, namun Anto terhenti saat melihat ke jam dinding. Anto melihat ke detik jam yang terus berubah setiap detiknya. "ZERO!" Anto terdiam setelah mengatakn itu. Anto melihat lagi ke jam yang terus menambhkan detiknya. "Kurasa ini cocok untuk diriku yang akan selalu terlupkan oleh waktu, dan akan terus mengulang dari 0 jika mati. Jadi ku easa ZERO nama yang cocok untuk diriku." Anto pun tersenyum setelah menentukan nama untuk perjalanan panjangannya.


Anto lanjut berbaring lagi dan melihat ke langit-langit rumahnya. Anto bangun lagi dan melihat ke depannya. "Akselarasi.” Dengan sangat fokus Anto mengucapkannya. Setelah mengatakannya, waktu terasa lambat baginya. Selagi merasa lambat Anto menutup matanya dan lalu muncul layar Status muncul di depannya. Kali bukan dua yang muncul, tapi hanya satu yang yaitu Status Pribadinya. Anto membuka aplikasi pencarian (Google) yang terconnet dengan internet pada panel Statusnya. "Semoga saja ada infosmasi yang berguna." Sambil fokus menjaga kesadarannya agar tetap merasa tenang.


Anto yang sudah membuka Google, menutup matanya. "Study!" Dengan cepat Anto medapat data yang sangat banyal dari seluruh dunia. Biak yang berguna maupun yang tidak berguna, bahkan hingga informasi yang rahasia secara tidak sengaja ia dapat. Anto masih menutup matanya dan masih belum selesai mendapat data dari berbagai negara yang berbeda.


***


Sekiata 30 menit Anto baru membuka matanya. Anto yang mendapat semua data dari seluruh dunia hanya dalam beberapa menit saja dan juga sudah memhami apa yang sudah terjadi dengan Dunia nya sendiri. Anto medapat pelajaran. Budaya, sejarah, mitos, teknologi, fisika, biologi, ekonomi, matematika, semua bahasa dan seluruh dasar pengetahuan ada di dalam diri Anto sekarang ini. Saat ini Anto adalah manusia yang bisa memhami apa yang ada di Dunia ini dan bisa pergi ke mana saja tanpa tersesat.


“Semua pengetahuan di Bumi sudah ku dapat dan juga yang bersifat rahasia juga aku dapat meski hanya sedikit.” Anto kemudian berbaring lagi lalu melihat ke langit-langit rumahnya. “Untuk sekarang, tidak perlu lagi membuat akses fisik seperti sebelumnya." Anto yang baru ingat degan tujuannya itu. Di sisi lain Anto sama sekali tida menilai dirinya sendiri yang sudah berubah dan hanya terfokus apa yang di depannya. "Dan tadi, kenapa ada banyak data tentang orang berpakain serba hitam dan bernama ZERO 200 tahun lalu!” Anto yang sedikit bingung dengan orang yang mirip dengannya, meski baru saja dia buat. “Aku baru saja selesai membuat pakaian dan nama itu, mana mungkin kebetulan, kan?” Tanya Anto yang mencerna informasi tersebut yang membuatnya berpikir keras.


"Itu mungkin aku kali. Tapi bagaimana bisa orang zaman ini, punya data diriku yang baru saja ku buat?" Tanya Anto yang tidak mengeriti dengan hal yang di dapatnya itu. Anto pun terus kepikiran, karena semua baju dan pakaian yang telah di kenakannya itu memiliki pola dan pesis sama dengan gambar yang ada di ambil di masa lalu itu. "Sudahlah, jika itu memang diriku, pasti nanti di masa depan aku juga akan ke sana." Ucapnya dengan santai dan berusaha tidak memikirkannya lagi. "Anggap saja itu tanda bahwa aku punya umur panjang.” Anto kemudian bangun lalu berdiri. Anto jalan keluar dari kamar OrangTua nya sambil menghilangkan pakaian serba hitamnya.


Anto yang sudah diluar langsung jalan ke arah ruang keluarga. Setelah beberapa meter berjalan Anto sampai. Anto lau masuk dan langsung duduk ke sopa. "Status!" Ucapnya saat sedang duduk. Kedua Stausnya muncul. Anto menghilangkan layar Status Player lalu melihat ke status pribadinya yang mnunjukkan tanda Update di layar depannya dan tidak bisa di buka untuk semntara karena belum di Update. Anto tidak ragu untuk mengudate status pribadinya dan dia langsung menekannya. Pada layarnya langsung tertera persenan yang terus meninvkat dengan cepat sekali. Anto hanya menunggu saja dan tidak melakukan hal lain lagi. Setelah semua 100 persen, dan layar tertulis 'complate' status pribadinya muncul


Yang tadinya berfungsi seperti Hp yang di belikan oleh ayahnya, kini hanya da folder saja serta namanya saja. Ada foldel aplikasi dan juga ada tanda + sebagai tanda untuk menambah foldernya. Anto membuka foldel aplikasi dan menemukan aplikasi seperti di Hp miliknya yang sebelumnya yang tidak banaykk berubah. Anto kemudian keluar dari folder itu dan melihat lagi apa yang di laya depannya. Anto melihat ke bagian pinggir atas kanan terdapat kata INVETORY di samping kata folder. Anto yang melihat itu langusng menekan Inventory tanpa ragu. Saat di lihat banyak sekali kotak-kotak kecil di dalamnya yang ksong. “Ini ruang penyimpanan seperti dalam Game dan tanpa batas lagi." Anto yang paham dan penasaran dengan hal yang di dapatnya setelah Update system pribadinya.


Anto menatap invetorynya yang kosong. "jika ingin membuat Invetory setidaknya harus punya pengetahuan tentang sebuah alat penyimpanan dulu. Tapi di mana aku pernah belajar tentan penyimpana?" Tanya Anto yang sedang mencoba ingat-ingat. "Ohhh... ini data pernah ku pelajari dari cincin itu." Anto yang mengingat cincin penyimpanan itu. "Mungkin karena telah mempelarinya, tanpa ku sadari coding yang ku atur menyesuaikan dengan kekuatan  dan data yang ada, lalu membuat apa yang telah ku pelajari. Mungkin." Anto yang masih ragu dengan pendatanya sendiri.


Anto tidak terlalu memikirkannya lagi, Anto merasa kosong lagi tanpa ada kegiatan sama sekali. Anto melihat ke arah meja lalu mengangkat tangannya ke remot  TV di atas meja, kemudian mengalirkan Mana ke tangannya, lalu fokus membayangkan sebuah Mana di sekeliling remot TV. Dalam beberapa saat, Anto mengerakkan tangannya, remot TV tersebut ikut bergerak sedikit. Anto terus memainkan romot TV itu kesana kemari. "Ini berguna." Ucapnya lalu berhenti memainkan remot dan menatih di meja lagi. Setelah berhenti Anto menutup matanya. “Api!” Api keluar di depannya, yang melayang tanpa di sentuh sama sekali. Anto kemudian menutup matanya lagi dengan membayangkan semua benda di ruang keluarga itu melayang.


Setelah beberapa saat Anto membuka matanya dan menemukan semua benda ringan di sana melayang. Anto melihat ke semua benda yang di layangkannya yang ternyata cukup banyak sekali. Anto kemudian mematikan api di depannya dengan menghilangkannya, takutnya nanti kena benda yang melayang di sana. “Ini bukan kinetik atau pengadalian benda, ini jauh di atas. Ini adalah Skil baru yang tercipta.” Anto yang yakin sekali dengan pikirannya itu. Anto sadar akan hal itu, karena tidak mungkin benda melayang itu hanya di gerakkan dengan permintaan dari imajinasinya saja. "Hanya Skil Study ku saja yang bisa melakukan hal seperti ini. Dengan mempeljari pengetahuan, makan dia bisa membuat sesuatu yang baru dari data yang di milikinya. Ini sangat Cheat sekali sebagai Skil tingkat rendah."


Semua perabot kotor itu melayang ke tempat penyucian sesuai dengan gambaran yang di berikan Anto. Anto hanya diam saja menunggu apa, Skilnya tadi bekerja dengan benar dan tidak salah langkah.


***


Sekitar 10 menitan Anto di dapur melihat semua perabot kotor di bersihkan dan juga langsung kembali ke tempat mereka di ambil sebelum di pakai. Karena semuanya sesuatu perintah, Anto yakin kalau Skilnya itu tidak salah dan sudah bisa di pastikan akan mengikuti sesuai dengan intruksi yang di berikan. Setelah selesai mengawasi, Anto kembali ke ruang makan. Di ruang makan Anto langusng duduk ke kursinya lalu melihat ke arah batu di dekat kulkasnya. "Bagaimana memindahkan ini?” Tanya Anto yang berusaha mencari solusi terhadap batu itu, karena tidak enak di lihat oleh mata di ruang makan. Anto yang teringat lagi dengan Skilnya tadi. Anto turun dari kursinya lalu berjalan ke arah Batu itu. Anto memberikan intruksi pada batu itu, dengan gambaran apa yang harus di lakukannya.


Tidak butuh waktu lama, kardus besar itu melayang. "Diman tempat menaruhnya?" Tanya lagi Anto yang terinagt lagi harus menaruhnya di mana. Anto melihat sana sni dan hanya kepikiran di luar rumah saja. Anto kemudian memberikan intruksi pada kardus itu dengan mengikuti ke mana dirinya jalan. Anto keluar dari ruang makan lalu jlana langsung ke pintu depan rumahnya. Sesampainya di depan pintu, Anto membuka pintu depan rumahnya lalu keluar dari rumahnya. Setelah di luar, Anto memberi intruksi berdiri di halaman depan rumahnya. Tepat sebelum batu itu berada di tanah, tanpa sengaja Anto melihat ke langit. Anto terkagum saat melihat langit malam yang berbintang indah dan banyak sekali.


"Cantik..." Anto tidak bisa mengungkapkan isi hatinya sendiri saat melihat bintang di langit yang membuatnya terpesona. Anto terus melihat ke langit yang gelap dengan bintang-bintang bersinar terang. "kira-kira apa ada di semesta sana?" tanya Anto dengan terus melihat bintang yang tidak bisa di hitungnya. “Sebentar lagi aku akan ke sana.” Anto yang menunjuk sebuah bintang dengan senyum di wajahnya yang sangat jelas sekali “Aku akan menjelajahi bintang ini... Bukan, aku akan menjelajahi smemsta ini.” Dengan senang mengatakannya sambil terus melihat bintang yang berkelap-kelip dari kejauhan. Setelah beberapa lama melihat bintang Anto menundukan kepalanya karen terlalu lelah memeliaht ke langit. Anto kemudian melihat ke batu di karsud di depannya.


"Sebelum jalan-jalan ke luar angkasa, sebaiknya perlu ku selidiki dulu siapa yang mengriim batu aneh ini lewat kurir." Anto yang teringat dengan hal itu, supaya tidak jadi halangan dan halangan untuk dirinya pergi ke luar angksa nanti. Anto terus berpikir bagai mana cara menyelesaikan masalh itu. Anto mencari data di otaknya namun sia-sia karena tidak menemukan apa pun sama sekali. "Percuma. aku harus melakukan sesuatu. Status!" Anto langsung membuka statusnya lalu melihat ke pada kedua status. Anto melihat ke status playernya di bagian Skil dan langsung punya ide. Anto kemudian menutup kedua statusnya. "Hologram Bumi!" Seluruh gambar bumi terpancar di depannya saat ini dengan sangat jelas sekali.


Anto kemudian memegang kardus di dekatnya. "Cari pengirim!" Hologram Bumi langsung berputar, lalu membentuk garis putih. Setelah itu sebuah tanda hijau muncul di titik awal garis putih. Anto hanya dia memperhatikan lalu memperbesar hologram titik hujau. "Ini aku!" Anto melihat dirinya sendiri dalam hologram seperti sedang memegang udara. Anto yang sudah paham memperkecil lagi Holgram Bumi dan melihat ke mana garis putih itu akan menunjukkan. Setelah beberapa saat mengelilingi Bumi, garis putihnya menunjukkan di dekat rumahnya dan juga mulai bermunculan titik merah.


Anto tentu saja tidak asing dengan tanda merah ini. Yang mungkin saja itu tanda bahaya, atau pemlik asli dari kardus yang di dekatnya itu. Lalu beberapa titik mereha hilang dan menunjukan titik merah berada di dekatnya. "Ini bukannya tetangga sebelah?" Anto melihat ke sebelah rumah yang di tunjukk oleh tanda merah. Anto melihat rumah tetangga yang masih menyalakan lampu. "Apa mungkin tetangga sebelah yang punya ini?" Tanya Anto yang bergantian lihat kardus batu dan rumah tetangganya.


"Jangan pikirkan lagi, jika ini tetangga sebelah yang punya. Nanti dia tinggal ke sini ambil kan. Yang penting sekarang sudah selesai lah." Anto yang meyakinkan dirinya karena tidak mau bertambah panjang urusannya. Anto kembali melihat bintang untuk mengalikan perhatiannya. "Renaknya jika punya teman seumuran" Ucap Anto yang mulai merasa bosan. Tapi setelah mengatakan itu, Anto jadi teringat dengan anak-anak di sekitar ruamh yang tidak ada. "Cari anak-anak sekitar sini!" hologramnya mulai menampilkan daerah sekitar perumahannya dan tdai menemukan saru pun tanda yang meunjukkan adanya anak kecil di sana. Anto sekarang yakin kalau hanay diri sendiri yang anak kecil di sana.


Anto cepat masuk ke dalam ruamh lalu mengunci pintu depan rumahnya. Anto melihat lagi ke hologram di depannya yang belum hilang. "Data warga di sini!" Hologram memperkecil diri lalu berputar dengaj cepat, lalu muempebesar lagi daerah perumahan tempat dirinya tinggal. Tanda merah muncul di hologram dan juga berbagai data. Anto tidak langsung membcanya, dia jalan masuk dulu ke dalam rumahnya. Anto jalan ke ruang keluaga dan di sana dia akan melihat data orang yang tinggal sebagai tetangganya itu. “Tampilkan data semua orang yang tinggal di daerah ini.” Anto melihat data membuka diri di depannya yang begitu banyak. Anto melihat satu pesatu dan banyak dari mereka adalah penjahat tingkat tinggi yang di cari oleh Dunia dan juga tetangga sebelah rumahnya termasuk salah satu penjahat yang di cari.


Tapi Anto juga menemukan lima orang yang dia tau. Roger, Rain, Maeli, Eli, dan Roy ada dalam data yang di cari Anto. “Kalian mengatakan yang sejujurnya, tentang frofesi kalian." Anto yang senang dengan data yang di kasi tahunya itu benar. Antonkemudian melihat hal lainnya juga dan menemukan banyak petingggi dari berbagai tempat ada di dekatnya. "Apa di sini tempat berkumpulnya orang yang sangat hebat-hebat?" Tanya Anto yang melihat data di depannya begitu banyak dari kalangan orang penting dan penjahat. Tapi di sana juga bukan di isi olh kalagan penjaha dan orang penting, ada juga data orang biasa yang di temukannya.


Anto juga tidak sengaja melihat data Ayah dan Ibu nya yang terdpatar sebagai orang biasa tinggal di sana. "Kenapa OrangTua ku membeli rumah di sini?” Tanya yang sedikit bingung dan juga sangat bersemangat dengan data yang masih banyak di periksa. Anto jadi tambah semangat saat ingin tahu kejadian seperti apa yang akan menimpa di masa depan nanti meski saat juga merasa bingung dengan situasi yang sekarang.