
NAVI yang mendenga itu hanya bisa diam selama beberapa saat. -Tidak ada yang bisa ku katakan. Tapi, aku akan memberi waktu untuk bisa menggunakannya- Balas NAVI yang tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menyetujui permintaan Anto. Anto sedikit senang, meski di batasi, dia tetap menerima itu dan tidak membantah NAVI. Dia menerima keputusan NAVI meski tidak tahu alasan kenapa dia membatasi kekuatan itu. Setelah NAVI menerima itu, dia melepaskan kekuatan Anto sebesar 5 persen semuanya. Anto yang menerima kekuatan itu tidak merasakan apa pun dan merasa seperti biasanya. -Mungkin rasanya seperti biasa saja. Tapi, coba bayangkan seberapa banyak kamu bisa buat Bunsin ke seluruh Dunia- Suruh NAVI dengan sangat serius.
Anto yang di suruh begitu melakukan apa yang di minta NAVI. Dia membayangkan membuat seribu Bunsin, tapi melihat masih banyak kekuatan tersisa. Dan oleh sebab itu, Anto merasa masih bisa membuat lebih banyak. Anto membayangkan lagi membuat sebanyak 100 juta dan itu masih juga mempunyai kekuatan yang banyak dan dia masih tidak tahu berapa banyak lagi dia bisa buat. “NAVI, sepertinya aku bisa membuat lebih dari 100 juta Bunsin dan itu sudah sangat cukup buat membantu seluruh Negara.” Anto yang mulai sedikit menenangkan diri dari kemarahannya pada semua Monster. Tanpa menunggu NAVI merespon, dia langsung terbang ke langit tanpa menunggu respon NAVI.
-Aku tahu itu- Respon NAVI singkat dengan suara tidak senang dan juga khawatir akan sesuatu. Anto yang bisa merasakan perasaan NAVI, hanya bisa diam dan melakukan apa yang dia mau dan masih tidak memperdulikan hal lainnya. Anto yang terbang ke langit, kini sampai di luar Angkasa terdekat. Saat sampai Angkasa luar, Anto diam melihat Bumi di bawahnya. -Apa yang akan kamu lakukan?- Tanya NAVI yang tidak mengerti jalan pikiran Anto yang saat ini. Anto terdiam dan melihat sekeliling sebelum merespon NAVI.
“Lihat saja.” Respon Anto sambil menutup matanya dengan tenang dan perlahan mengeluakan kekuatannya dari tubuhnya. Anto melepas kekuatan lalu membuat bagian Busnin dirinya jadi sebanyak mungkin untuk membantu mengahabisi semua Monster yang ada di Bumi. Dia menbuat Bunsin sebanyak 100 juta pas dan tidak lebih. Setelah selesai membuat Bunsinnya, Anto membuka matanya dengan pelan. Anto melihat sekitarnya yang sudah banyak sekali dirinya yang menunggu perintah keberangkatan. “Kalian sudah tahu kan tugas kalian?” Tanya Anto pada semua Bunsinnya yang sudah melayang di luar Angkasa. Semua Bunsinya hanya mengangguk lalu berteleportasi ke semau tujuan masing-masing tanpa berkata apa pun.Semua Bunsinya yang sudah paham tidak perlu arahan dan hanya akan melakukan tugasnya saja. “Dengarkan, waktu kita hanya 30 menit dan kalian akan menghilang.” Anto memperingatkan dengan tegas menggunakan telepatinya pada semua Bunsinnya meski mereka sudah tahu itu.
Semua Bunsinnya paham dan tidak ada yang merespon dan langsung terjun bebas dari luar angkasa menuju belahan Dunia yang mereka tuju. NAVI yang medengar perkataan Anto terdiam mengamati. -Hm… 30 menit ya. Sepertinya itu akan memakan waktu yang banyak- Bicara NAVI pada Anto. Selama beberapa saat, Anto masih diam dan tidak iku terjun ke Bumi dan hanya diam saja di tempatnya. -Apa yang akan kamu lakukan?- Tanya NAVI pada Anto yang masih diam di tempatnya. Meski di tanya, Anto tidak merespon sama sekali malah melihat Bumi dari luar Angkasa. Beberapa waktu berlalu, dia masih tidak merespon NAVI.
Anto melihat balik ke belakangnya dan hanya melihat betapa luasnya Dunia yang dia temui. Dia terus menatap bintang-bintang sambil mulai merasa lebih tenang lalu berbalik mleihat ke Bumi. “NAVI, apa aku tidak berlebihan melakukan ini?” Tanya Anto yang sudah terlanjur melakukan itu. NAVI terdiam dan belum merespon. Dia seperti masih memikirkan sesuatu yang tidak bisa di mengerti orang lain.
Selama beberapa saat, NAVI diam dan tdak merespon Anto sama sekali. -Fyuh…! Tidak, lebih baik ku jelaskan setelah kamu selesai dengan mereka semua- Respon NAVI dengan sabar dan juga terdengar tidak buru-buru. Anto yang medengar itu jadi kepikiran sesuatu dengan NAVI yang aneh baginya.
Anto teringat saat dia membuat NAVI untuk pertama kalinya bicara. Saat itu, dia sangat bisa memahmai isi hatinya, tapi lama kelamaan hatinya semakin sulit di tebak dan itu membuat Anto paham dengan NAVI yang sejarng sudah berbeda dengan yang dulu. “NAVI! Sepertinya kamu punya ego hati sendiri sekarang.” Bicara Anto dengan saat dia tidak bisa merasakan perasaan NAVI yang sebenarnya untuk beberapa saat.
NAVI terdiam dan juga kaget dengan perkataan Anto yang tiba-tiba seperti itu. -Apa benar?- Tanya NAVI yang tidak percaya sama sekali dengan perkataan Anto.
Anto yang di tanya begitu, bisa merasakn sekarang isi hari NAVI yang masih tidak percaya sama sekali dengan aa yang di katakannya. “Ya. Coba saja Tanya aku sekarang dengan hatimu, seperti telepati.” Suruh Anto dengan serius sekali. Selama beberapa saat, NAVI masih sangat ragu dengan perkataan Anto yang belum bisa di pastikan sama sekali benar. Tapi demi menguji kebenaran itu, NAVI yang paham melakukan apa yang di minta Anto.
Anto yang menunggu NAVI bertanya, masih diam di tempatnya tanpa berkatapa apa-apa. Beberap menit berlalu, masih sama diam di tempat dan juga belum ada pertanyaan dari NAVI. “NAVI, apa kamu sudah nanya atau belum sih?” Tanya balik Anto yang sudah menunggu cukup lama dan juga amarah sedikit mereda lagi.
-Eh!- Tanpak NAVI dengan suara kaget merespon Anto yang bertanya balik padanya. Selama beberapa saat, NAVI diam saja tidak merespon Anto. -Ne Anto, kamu tidak bercandakan? dari tadi aku sudah nanya lo!- NAVI yang sedikit panik tidak tahu apa sebabnya. Anto masih diam saja dan tenang meski NAVI terdengar panic. Anto yang mendengar itu, sepertinya membuat NAVI kaget dan juga tidak mengetahui itu sama sekali tentang dirinya sendiri yang akan berubah jadi ego yang sesungguhnya.
“Tenanglah. Semua ini memang tidak ku duga sama sekali, meski aku tahu kamu akan punya egomu sendiri suatu saat nanti.” Respon Anto yang masih marah meski mereda sesikit. “Mungkin data ini tidak ada padamu atau memang kamu tidak memahimya sama sekali. Kamu tahukan jika semua senjata di Dunia cultivator mempunyai ego di tingkat tertentu, maka kamu juga pasti akan mempunyai egomu sendiri suatu saat nanti meski aku membuatmu berdasarkan egoku. Namun aku tidak menyangkan kamu akan terbentuk dalam beberaoa tahun saja." Anto menjelaskan sekaligus mengingatkan NAVI. "Meski kamu punya ego, aku bisa membatasimu dengan menonkatfkan kamu sesuka hatiku dan itu sudah berlaku selamanya.” Anto menjelaskan dengan singkat sambil terus melihat ke bawahnya.
NAVI yang mendengar penjelasan itu mulai merasa tenang dan paham sekali dengan semua perkataan Anto. Selama beberapa saat mereka berdua tidak ada yang bicara dan hanya diam saja. -Jadi apa yang akan terjadi denganku, jika kamu berhubungan intim dengan para BIDADARI?- Tanya NAVI yang tahu diri saat merasa aneh dengan perasaan yang tiba-tiba tidak di keathuinya itu.NAVI terus menerus menangkan diri meski Anto yang tidak menydari sama sekali kalau dirinya masih memikirkan semua itu.
Anto masih diam beberapa saat dan belum merespon sama sekali. “Mudah saja, aku akan mematikan kamu dan tentunya untuk menjaga privasi kita. Selain itu, kamu juga kan mendapat pengalaman yang sama denganku meski kamu nonaktif.” Jawab Anto dengan sangat jelas sekali. “Dari pada bahas ini, lebih baik bantu aku sekarang dengan semua Bunsin yang pergi ke Negara lain membantu mereka.” Minta Anto yang sudah tenang berkat lama bicara dan istirahat di luar Angkasa.
Setelah bicara itu, NAVI yang tadi diam mendengar Anto, kini sudah paham dan mengerti mulai tenang meski masih tidak percaya sambil membantu Bunsin Anto yang sudah ada di berbagai Negara dengan kemampuan yang sama persi seperti Anto, keculai mereka tidak punya System. NAVI membatu dengan memberkan sebuah peta yang ada titik merahpada semua Bunsin ANto yang ada di Bumi. -Sudah ku bantu dengan memberikan kordinat terdekat dengan Monster yang ada, dan perkiraan penyelesaian kurang dari 30 menit- NAVI menjelaskan dengan singkat dan padat. Anto yang mdengar itu, tidak merespon sama sekali seperti memikirkan sesuatu.
Anto terdaim selama beberapa saat sambil melihat ke Bumi di bawahnya. “Kalau gitu giliranku di sini.” Anto yang mulai terjun bebas dari Angkasa. NAVI tidak merespon sama sekali dan membiarkan Anto menggunakan kekuatannya sesuka hatinya, meski khawatir akan sesuatu yang tidak di keaathuinya sama sekali. Saat terjun, Anto menambah kecepatanya dengan kekauatannya untuk memercepat supaya membutuhkan kurang 5 menit keluar dari atmosfir bumi. Dan tentunya prediksinya benar. Dia hanya membutuh 5 kurang untuk memasuki Bumi lalu melayang di udara. Setelah itu, Anto langsung mengguakan Skil mencarinya, untuk mencari Monster tedekat lalu berteleportasi ke Mosnter terdekat yang di rasakannya.
Next chapter