Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 179


“Kamu tidak perlu berteriak seperti itulah.” Timbal Anto dengan biasa saja sambil menekan tombol minuma itu yang gratis semua. “Aku hanya melamun, jadi apa yang kamu inginkan?” Tanya Anto sambil mengambil minuman dan mulai membukanya. Tiara yang kaget dengan perubahan Anto secara tiba-tiba jadi sedikit lupa tujuannya sambil melihat ke Anto yang mulai mimun perlahan. “Hei, apa yang kamu ingin tahu?” Tanya lagi Anto kedua kalinya setelah minum sedikit. Tiara masih diam saja dan tidak langsung merespon. “Ini!” Anto memberi Tiara minuman bekasnya tanpa ragu.


Tiara yang tanpa sadar mengambil minuman itu masih diam saja lalu meminumnya. “COUGH, UHUK! Minuman apa ini? Rasanya sangat aneh!” Tanya Tiara yang sepertinya baru pertama kali menimuna seperti itu.


“Namanya cola, itu sudah sangat jelas sekali kan di tertulis di sana!” Timbal Anto sambil menunjuk ke kaleng minuman yang tertera jelas. Tiara minum lagi lagu batuk lagi karena baru pertama kali munum yang seperti itu.


-Yah, mana mungkin dia tahu nama munuman itu. Aku sendiri saja tidak tahu minuman apa yang kamu minum itu- NAVI ikut membela Tiara meski tidak di dengar olehnya.


“Tapi, rasanya itu enak dan bikin segert gitu deh. Apa lagi pas di telan rasanya itu bikin tenggorakan jadi gimana ya…!” Anto tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. “Coba saja buat sendiri biar kamu tahu.” Suruh Anto yang tidak bisa berkata apa-apa lagi. NAVI diam dan tidak merespon sama sekali. “Nah Tiara, apa yang kamu inginkan dariku?” Tanya Anto dengan nada suara serius sekali.


Tiara yang mendengar itu diam lalu melihat ke Anto yang berwajah serius padanya. “Apa yang kamu inginkan dari mereka semua?” Tanya balik Tiara pada Anto dengan wajah serius sekali. Tiara dan Anto saling tatap dengan serius.


“Yang ku inginkan cuma mereka saja. Aku cuma ingin memiliki banyak Istri yang bisa membuatku merasa nyaman dan lainnya itu cuma butuh teman dan tidak ada hal lain yang ku inginkan.” Jawab Anto dengan serius. Setelah itu Anto diam saja setelah mengatakan itu dengan mengubah ekpresi jadi tersenyum pada Tiara yang terus menatap dengan serius. Tiara masih diam saja seperti menunggu Anto berbicara lagi. “M, muungkin lebih simple nya itu. Aku hanya mendambakan sebuah cinta yang bisa ku gapai di mana saja. Anggap saja aku tergila-gila dengan cinta dari semua orang.” Anto dengan tersenyum mengatakan itu. Tiara tetap serius menatapnya saat berkata itu. “Kamu mungkin mengira ini cuma sebuah alasan saja. Tapi bagiku ini merupakan sebuah petualang yang sangat jauh sekali dan singkat sekali. karena aku mencari cinta itu di Dunia lain dan Planet yang berbeda pula.” Anto menjelaskan lagi dengan wajah sangat senang sekali.


Riara masih diam saja dengan terus menatap Anto. “Kenapa kamu menolongnya?” Tanya Tiara pada Anto dengan tetap serius sekali. Anto mencerna maksud Tiara yang membahas menolong seseorang.


“Tidak ada alasan khusus, cuma ingin tahu apa aku bisa membantu mereka saja. Aku ingin apa aku bisa memenuhi tanggung jawabku jika aku menjadi seorang Pria sejati nantinya yang bisa membahagiakan pada Gadisku saja.” Anto menambhkan dengan serius.


Tiara diam dan melihat serius ke Anto setelah menjawab itu. “Kenapa harus Gadis dan bukan Waninta?” Tanya lagi Tiara padanya dengan serius.


“Gadis itu karena mereka akan selalu seperti itu di mataku meski di mata orang lain itu mereka seorang Wanta yang hebat atau sesuatu yang lain.” Jawab Anto dengan santai dan tidak ada ragu sama sekali dalam perkataannya. “Karena kami tidak akan bersama untuk satu kehidupan, tapi kami akan bersama sehidup semati sampai di Dunia lain yang baru.” Anto menambhkan dengan senyum bahagia di wajahnya.


Tiara terdiam lagi dan belum bertanya lagi. Tiara jadi tidak tahu harus bertanya apa lagi, tapi dia tiba-tiba jadi terlihat serius sekali. “Apa tujuanmu pergi ke Dunia lain?” Tanya Tiara dengan siangkat.


“Tujuan ku mudah saja, karena ingin jadi Raja Harem di Duniaku sendiri, dengan membawa Gadis dari berbagai Dunia yang berbeda saja.” Jawab Anto singkat. Tiara jadi terdiam tidak merespon Anto. “Mungkin kamu tidak percaya dengan yang ku katakan ini, tapi sejak umurku lima tahun, aku sudah punya ke inginan untuk jadi Raja Harem dan juga ingin berkeliling di Alam Semesta luas ini bersama para pasanganku dan mencari pengetahuan baru di Dunia yang berbeda seperti yang ku lakukan ini.” Anto menambhkan lagi alasanya dengan santai dan juga terlihat senang saat mengatakan itu.


Tiara yang mendengar  itu hanya bisa diam tidak bisa berkata apa-apa dengan keyakinan Anto yang sudah bisa di rasakannya dengan sangat jelas sekali dari semua perkataannya yang sebelumnya. “Bagaimana kamu akan membukatikan semua perkataanmu itu?” Tanya Tiara lagi dengan sangat ingin tahu.


“Dengan perbuatann.” Jawab singkat Anto. “Aku ku buktikan dengan perbuatan di kehidupan sehari-hariku di samping mereka semua. Akan ku lakukan itu untuk membuktikan untuk menarik perhatian mereka semua dan juga untuk diriku sendiri yang mengejar cinta itu.” Anto menambhkan dengan sangat senang sekali.


“Karena kekuatan dan kepercayaan mereka padaku itu sudah cukup untuk melihat apa mereka mau atau tidak bersamaku.” Jawab Anto dengan senang. “Terkadang orang itu bisa jadi punya ke inginan karena nafsunya. Oleh karena itu aku merasa sangat senang dengan apa yang ku miliki sekarang ini dan bahagia juga. Dan di samping itu, manusia sama saja di mana pun. Ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang lemah dan ada yang kuat, ada yang gila dan ada yang normal, ada gelandangan dan ada yang berkecukupan, semua itu ada pada setiap manusia yang berbeda. Aku ingin menemui setiap orang itu dan ingin mengalami perasaan mereka, meski aku terlahir dari golongan manapun di antara yang tadi, aku merasa bersenyukur terlahir sekarang ini dan mempunyai kekuatan ini untuk  semua orang yang bisa ku jangkau dengan apa yang ku miliki.” Anto dengan senang menatakan itu.


Tiara yang mendengar itu menatap Anto dengan penih kagum dengan perasaan yang tidak di mengertinya sama sekali. “Perasaan apa ini?” Tanya Tiara pada dirinya dengan sedikit rasa ingin tahu. Tiara jadi diam dan tidak bertanya lagi saat Anto menunggunya untuk bertanya apa selanjutnya yang ingin dia ketahui.


“Kamu tahu, aku tidak marah dengan apa yang kalian lakukan sekarang, hanya saja jangan pernah buat aku kecewa. Setelah bertemu denganku, kemungkinan dari kalian akan meminta berlebihan dan meminta di manjakan, tapi aku akan berikan itu saat kalian membutuhkannya dan juga akan ku bagi semua yang ku punya pada kalian semua.” Anto bercerita lagi sebelum Tiara bertanya padanya. Anto terdiam saat Tiara menubah ekpresinya sambil melihat ke arahnya. "Kali ini apa lagi?" Tanya Anto yang sedikit penasaran dengan tatapan Tiara.


“Satu lagi, apa yang kamu ingnkan setelah semua tujuan di Dunia ini tercapai?” Tanya Tiara dengan mengubah wajahnya jadi serius lagi.


"Cepat!" Anto sedikit tekejut dengan perubahan Tiara lagi. “Aku ingin pulang ke rumah dan bertemu OrangTua ku yang tidak pernah ku temui selama puluhan tahun.” Jawab Anto dengan suara rindu. “Kamu tahu, aku di tinggal oleh OrangTua ku sejak umur 5 tahun di rumah sendiri.” Anto mulai curhat pada Tiara. “Waktu itu, aku merasa sangat sedih sekali di tinggal sendiri seperti itu, tapi mau bagaimana lagi. Aku hanya bisa diam saja membiarkan mereka berdua pergi. Aku tidak ingin jadi penghalang untuk mereka melakukan sesuau pada apa yang mereka lakukan.” Anto berhenti sebentar curhatnya.


“Saat kecil aku masihlah anak biasa saja yang tidak tahu apa pun dan tidak punya pengetahuan dasar apa pun dan sauatu hari aku mendapat Skilku sendiri yaitu Skil belajar cepat ku. Oleh sebab itu, aku memiliki banyak pengetahuan saat umurku masih 5 tahun dan kedua OrangTua ku sama sekali tida menydari dan hanya menganggap perkembangan mental saja.” Anto terus lanjut cerita. “Dan aku pun terbawa suana jadi tidak pernah bercerita karena aku  tidak ingin mengejutkan mereka dengan kecewa dengann Skil yang di miliki anaknya itu. Tapi, takdir berkata lain, aku juga cerdik dan tidak cerdas, Dengan kecerdikanku, aku mempelajari apa yang bisa ku pelajari bahkan sampai yang terkcil seperti energy Dunia.” Anto yang mengubah raut wajahnya jadi serius.


“Sebelum mempelajari energy Dunia, aku menemukan yang namanya Atom, Mana, Aura, Meridam, Tao, Dao istilah dari semua energy itu.” Anto melihat ke langit. “Aku bepikir seperti apa luar Angkasa itu? aku berpikir seperi apa bintang-bintang itu? Aku berpikir, apa ada kehidupan di Dunia lain? itu pertanyaan ku waktu kecil setelah mendapat pengetahuan dan sebelum kepergian OrangTua ku.” Anto yang teringat masa-masanya di dalam ruang bawah tanah rumahnya itu. “Lalu suatu hari, aku berkeinginan jadi Petualang yang berbeda dengan orang lain. Orang biasanya ingin masuk ke dalam Dungeon mencari ke untungan di dalamnya atau hanya mencari kesenangan. Tapi aku malah berpikir, andaikan aku punya kekuatan besar, aku tidak ingin berdiam di tempat sini, aku akan menjelajah Alam Semesta ini dan mencari cinta di belahan Dunia lain dan Planet lain jika ada.” Anto lanjut berecrita.


“Oleh sebab itu, tanpa sengaja aku meneilit yang namanya energy Dunia dan bukan Mana atau sihir yang seperti kalian bisa gunakan.” Anto mengingat saat dirinya membuat alat peraga Akses jiwa. “Itulah asal muasal semua yang ku lakukan ini dan juga pengetahuan yang sedikit berbeda dengan kalian.” Anto melihat ke Tiara yang seperti sangat menyimak dengan sangat teliti karena tidak pernah memotong pembicaraannya sama sekali. “Jika kamu mengatakan aku tidak memiliki sihir, kamu salah. Aku mengentrol energy di luarnya dan bisa melakukan apa pun yang ku mau, tapi tidak melakukan itu karena aku masih ingin melihat ketulusan dan juga ingin tahu di mana tempat yang cocok nanti untuk ku ginakan semua kekuatan ini.” Senyum sambil terus melihat ke Tiara.


Anto terdiam cukup lama samgil melihat ke Tiara yang mengubah wajahnya jadi tenang dan menenagkannya. “Entah kenapa rasanya menyenangkan curhat sama kamu dan itu membuatku nyaman.” Anto yang menyadari hampir menceritkan semua yang telah dia lakukan pada hidupnya itu. Tiara yang mendengar itu jadi langsung membalikkan badannya.


“Aku ingin melihat apa yang akan kamu lakukan! aku ingin bukti semua yang kamu katakan! aku ingin tahu semua tentangmu lebih lagi! Apa itu tidak masalah?” Timbal Tiara dengan tidak bisa bekata apa-apa lagi sambil bertanya. Anto yang mendengar itu hanya bisa mengangguk meski tidak di lihat oleh Riara sama sejaku.


"Tapi, apa yang akan ku dapatkan sebagai hadiah dari perjuangan kerasku membuktikan semua perkataanku tadi?" Tanya Anto memancing Tiara yang berbalik. Tiara berbalik lalu melihat ke Anto yang tersenyum pada dengan serius sekli.


"Aku akan memberikan diriku sebagai hadiah." Jawab Tiara dengan serius dan juga terlihat malu mengatkan itu pada Anto. Anto jadi terdiam dan tidak menduga sama sekali akan mendapat jawan itu. Anto hanya tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaba dia setuju.


***