
No 2 langsung mengejek hingga monster itu terpancing amarahnya. No 2 yang melihat monster itu berlari karena terpancing, langsung berlari sedikit ke pembatas lalu lompat tanpa ragu. Monster itu pun juga melompat ke arah No 2 melompat, tapi itu sudah di rencakan oleh No 2. No 2 ternyata bergelantungan di pembatas sambil melihat Mosnter itu terjun bebas. Monster itu melihat ke No 2 yang tersenyum padanya dengan tenang, monster itu meraung keras sekali saat terjun bebas di udara. “Kira-kira siapa yang akan di timpa oleh mosnter jatuh ini?” Tanya No 1 dengan tenang melihat monsternya jatuh dari ketinggian yang lumayan. Sementara itu No 2 menahan sakit di tubuhnya akibat serangan Mosnter yang pertama itu masih terasa dengan terus bergelantungan.
“Bagaiama ini?” Tanya No 2 yang terus bergelantungan di atas ketunggian yang jauh sekali dari daratan. No 2 berusaha naik ke atas dengan kedua tanganya dengan menahan sakit yang ada di tubuhnya. Setelah berusaha dengan sangat keras No 2 berhasil naik dengan kekuatannya sendiri dengan sangat lelah sekali sambil terlentang di lantai. No 2 yang terlentang di lantai perlahan bangun lalu melihat ke sana kemari dengan berusaha menenangkan diri. “Lelahnya… sebaiknya ku bangun.” ucapnya dengan perlahan bangun. “Aduh! sepertinta tulang punggungku bergeser.” ucapnya dengan tenang sambil berjalan meski sakit. No 2 jalan ke portal Dungeon yang di sana masih ada temannya. Setelah beberapa meter jalan No 2 sampai di lokasi dan menemukan temannya sudah siuman, tapi anehnya beberapa orang yang bicaranya padanya terlihat berkuasa seperti o, tapi No 2 terlihat pura-pura tidak tahu dan terus jalan dengan menahan sakitnya. “Toy!” panggil No 2 dengan suara khawatir dengan serius sekali. “Apa kamu baik-baik saja?” Tanya No 2 pada Toy yang sedang bicara pada seseorang dengan panic sekali.
Toy langsung melihat ke suara yag memanggilnya melirik sebentar ke pria yang terlhat seperti orang penting itu. Pria itu langsung menyingkir dari Toy dan No 2 semakin mendekat kepadanya. “Aku baik-baik saja.” jawabnya dengan telihat biasa saja. No 2 juga terlihat biasa saja dan merasa lega. Di sisi lain No 1 dapat merasakan Pria tadi melakukan sesuatu pada No 2, dan juga No 2 dapat merasakan meski leih focus pada Toy. Setelah No 2 sampai pada temannya dia mulai bicara sedangkan No 1 melihat ke Pria tadi yang melirik saja ke No 2 dengan ckup serius sekali.
“Sepertinya diriku yang lain ini ada yang salah dengan kehidupannya, tapi apa di sini?” Tanya No 1 yang ingin tahu. Di sisi lain No 2 dan Toy yang sudah selesai bicara kini memapah No 2 yang telah di ceritakan kondisinya. Setelah itu waktunya terhenti, lalu di percepat lagi dan waktunya normal lagi saat berada di sebuah ruangan yang gelap sekali. “Ada sampah di mana-mana, ini bukan rumah atau gedung.” pikir No 1 yang melihat sekitarnya berantakan sekali meski gelap di sana. No 1 kemudian melihat ke No 2 yang sedang di kursi dengan terikat oleh sebuah benda yang terlihat kuat. No 2 perlahan bangun, lalu di saat yang sama No 1 mendapat ingatan apa yang terjadi. No 1 dapat ingatan di mana dirinya menyerahkan dan menjelaskan materi cara menutup portal Dungeon di depan kepala sekolah dan juga di beberapa orang besar lainnya. Setelah menjelaskan selama beberapa menit, dia tahu No 2 keluar dengan wajah senang tapi setelah di luar pintu dia tidak ingat apa-apa karena langsung merasa lemas dan kehilangan kesadarannya.
“Ini di mana?” Tanya No 2 sambil melihat sekelilingnya yang gelap sekali. No 2 tetap tenang dengan terus memperhatikan sekitarnya lalu melihat ke dirinya yang sudah duduk di kursi. “Seperti percuma. Tapi sekarang ini sangat penting tahu di mana diriku.” dengan masih tenang No 2 mengahdapi situasinya.
“Sepertinya kamu sudah sadar!” terdengar suara seseorang dengan jelas sekali. “Lihat baik-baik baik apa yang di depanmu!” kata suara itu lalu sebuah hologram muncul yang menampilkan seorang remaja yang terlihat muda sekali. No 2 tidak merespon sama sekali dan melihat ke hologram itu.
“Bagaimana menurutmu?” Tanya suara itu pada No 2. No 2 tidak lansung menjawab malah tenang melihat saja ke hologram dengan tenang. Setelah beberapa lama melihat No 2 tersenyum sedikit dengan terlihat senang.
“Syukurlah ini di sampaikan pada masyarakat, jadi aku merasa tidak perlu lagi muncul di depan umum.” dengan tenang mengatakan itu dan juga merasa lega. Suara itu malah tidak merespon sama sekali. No 2 melihat lagi ke hologram dengan senyum sekali. Di sisi lain No 1 yang melihat itu ternyata tahu kalau No 2 dirinya sedang awasi dan dirinya harus bisa sekali mengendalikan emosinya sendiri supaya mencapai tujuannya yang di inginkannya itu.
“Bagaimana kamu bisa seperti ini?” Tanya No 1 pada No 2 yang sedang menyembunyikan sesuaru yang tidak di ketahuinya. Karena dia belum mendapat ingatan yang berkaitan tentang kehidupannya itu. No 1 tahu No 2 kecewa, tapi itu sangat di sembunyikan dengan rapat sekali bahkan jika di deteksi oleh Skil lawannya, maka masih salah jika tidak memiliki kemampuan seperti Dewa. “Hebat!” puji No 1 yang tidak menduga sekali kalau dirinya yang seakrang sangat mahir sekali ektingnya bahkan sudah melampui standar manusia. Setelah itu No 1 lanjut melihat ke No 2 yang di matikan layar Hologramnya. Setelah itu tiba-tiba ada getaran hebat yang membuat semua barang di sana berantakan seketika. Banyak barang yang jatuhm tapi No 2 masih tenang duduk di kursinya. “Sebenarnya tempat apa ini?” Tanya No 1 yang merasa kekuatan besar sedang datang dan itu bukan berasa dari manusia. No 2 yang di sana tetap tenang saja dengan getaran yang di rasakannya itu. Setelah itu semuanya jadi gelap lagi karena semua lampunya mati.
Setelah itu No 2 meneteskan air mata di dalam kegelapan itu.“Kenapa … kenapa… kenapa… kenapa kamu bohong Toy?” Tanya No 2 dengan terus menereskan air mata. No 1 mendapat ingatan kenapa dirinya yang lain sedih, tapi itu hanya sebuah ingatan yang tidak bisa di kontrolnya yang tidak dapat mengubah apa pun meski ingin mengubah nasibnya. Setelah sedih sebentar, No 2 kemudian berdiri dari kursinya lalu jalan di tengah gelap itu menuju pintu yang di ingat lokasinya, dan saat sampai di dekatnya No 2 langsung membukanya tranpa ragu sama sekali.