Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 86


“Ma, aku akan ke luar dulu.” Ucap Andri dengan tersenyum pada Mama nya yang masih melototi layar yang di buat Andi yang tidak memkai tombol apapun.


“Tunggu!” Panggi suara yang sangat tegas sekali.


“Paman!” panggil Andri saat melihat Papa Lala mendekatiya.


Papa Lala berjalan dengan pelan mendekat ke Andri. Dalam beberpa langkah saja, dia sampai.


“Apa kamu yau apa yang terjadi dengan Siska?” Tanya Papa Lala yang beicara dengan sangat serius sekali.


Andri terdiam saat Papa Lala beratnya dengan wajah sangat seius sekali.


“Ya, dan juga bisa di selematkan. Jadi, paman bisa tenang.” Jawab Andri dengan sangat sopan sekali dan juga memberi tau keadaan Siska.


“Benarkah?” Tanya Mama Lala yang tadi sangat khawatir kini terlihat agak baikan Setelah mendapat cahaya yang di berikan Andri pada mereka.


“Ya. Tante tenang saja, ini mungkin akan membutuhkan waktu untuk menyelamatkannya. Tapi, tunggu saja di sini dan perhatikan layar ini dengan teliti sekali.” Jawab Andri dengan sopan pada Tantenya.


Setelah Andri berkta begitu, Mama Lala menjadi tenang dan juga terlihat baik-baik saja. Setelah berkata begitu, Andri melihat lagi ke layar memperhatikan Anto yang sedang menyerap partikel cahaya.


“NAVI, sejak kapan aku terlibat dengan hal seperti ini?” Tanya Andri yang tersenyum sambil terus melihat ke layar.


“Sejak masih kecil.” Jawab NAVI singkat.


“Benarkah?” Andri yang merasa tidak pecaya.


“Hm, tidak juga. Sejak kecil kita sudah kuat dan bisa membuat sebuah kota atau benua hancur dengan kekuatan kita. Dan sekarang ini bahkan kekuatan kita sudah sangat kuat sekali untuk bisa membuat dunia dari ketiadaan.” NAVI menjelaskan kenapa dia kuat.


“NAVI, apa kamu sedang ngajak bercanda?” Tanya Andri yang masih tidak percaya dengan perkataan NAVI meski bisa merasakan tidak ada kebohongan dari NAVI.


“Tidaklah." Jawab Navi dengan sangat tegas dan juga merasa kesal lagi pada Anrdi "Tapi, aku tau penyebab kita kuat sejak kecil dan baru ku tau saat mendapat data dari masa depan.” NAVI memberi tau dengan akurat dan lebih jelas kenapa dia punya kekuatan yang begitu besar.


“Hm! Nanti jelaskan.” Andri yang melihat semua butitan cahaya itu sudah tinggal sedikit dan sudah muali terbentuk sesuatu di sekeliling Anto.


Andri melihat dari layar di dalam kapal, melihat Siska yang sudah menjadi kepompong cahaya di luar angkasa ‘KREK!!’ Kepompong yang sedikit retak dan sudah bisa di lihat dari layar di dalam kapal.


“Ma, aku keluar ya.” Andri dengan senyum pamit pada Mama nya yang masih menonton layar dengan penuh ke khawatiran,


Tanpa menunggu Mama nya merespon, Andri membuat portal di depannya dengan terus melihat ke layar, ‘KRAKK!’ Andri melihat sebuah tangan keluar dari  dalam kepompong yang retak. Tidak alam Setelah tangan itu muncul, retatakan dari kepompong makin banyak dan sudah sangat retak sekali. Tangan yang tadi keluar, masuk lagi, kemudian kepompong secara perlahan menghilang seperti debu yang tertiup angin. Setelah hilang semua kepompong, Mama Marya kaget, saaat melihat Andri lain yang menggendong Marya. Bukan hanya Mama Marya yang kaget, semua orang yang ada di dalam kapal juga kaget saat melihat Andri yang lain sama persis namun beerbeda usia.


“Kerennya.” Kata NAVI saat melihat diri nya yang sangat gagah sekali di angkasa sambil menggendong Siska yang pingsan.


“Apa yang ku lihat ini?” Tanya Mama Lala yang tidak mengerti sama sekali dengan situasi yang selalu mengejutkannya.


Semua orang di dalam kapal melihat ke arah Andri yang terlihat biasa dan tersenyum pada layar saat melihat Andri lain menggendong Siska. Andri yang menydarai situsai di dalam kapal, melihat dengan tenang dan tetap tersenyum pada mereka.


“Tenanglah. Kalau gitu dah.” Kata Andri sambil masuk ke dalam portal yang di buatnya.


Dan tanpa menjelaskan situasi yang sedang terjadi pada semua orang yang ada dalam kapal. Tidak ada yang berkata apa-apa saat Andri masuk ke dalam portal.


…..


“Ini terasa lebih baik.” Kata Anto saat tubuhnya sudah di bentuk ulang “Tapi ini rasa nya sungguh tidak enak juga.” Ucap Anto dengan santainya sambil melihat ke Siska yang ada di gendongannya,


“Kalian tampak kurang baik!” Suara Andri yang datang entah dari mana.


“Andri!” Panggil Marya dengan canggung.


“Ada apa?” Respon Andri dengan suara lembut sambil berlalik melihat ke arah Marya yag memanggilnya dengan tersenyum padanya.


Marya melihat Andri yang tampak berbeda dan hampir menyerupai Anto yang sedang mengendong Siska, sedikit kaget dengan penampilan Andri yag memakai pakaian yang sama dengan Anto. Bukan hanya Marya saja yang tidak mengerti dengan situasi itu, namu semua gadis kuga dalam kebingung dengan dua Anto yang ada di depan mereka.


“Tenang saja.” Kata Andri dengan santai pada Marya dan lainnya yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, saat mereka hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa.


Di sisi lian, Lala, Momo dan Nana tidak tau ekpresi apa yang mereka tunjukkan pada Andri dan Anto yang ada dua. Mereka berdua melihat, Anto yang lebih remaja sekitar 17 tahunan sedangkan Andri yang sekarang merumur 12 thun lebih. Mereka tidak tau harus bertindak seperti apa pada situasi yang mereka sama sekali tidak tau itu. Saat semua orang dalam kebingungan, Anto terbang menuju arah mereka dengan membawa Siska yang di gendongnya.


“Kalian semua masuk ke kapal.” Kata Andri pada yang semua gadis di belakangnya “AKu tidak ingin kalian terlibat dalam ini.” Kata Andri dengan tegas dan sangat meyakinkan.


Mereka tidak menanggapi Andri, malah diam saja dan tidak berkata apa-apa, mereka hanya melihat Anto yang semakin dekat dengan mereka.


"Mereka tidak menuruti mu." Kata NAVI pada Adri yang bicara dengan suara santai.


"Biarkan saja. Aku juga sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi sekarang ini." Balas Andri dengan terus tersenyum pada Anto yang terbang pelan ke arah mereka.


Andri terus melihat ke arah Anto yang terbang ke arah mereka. Saat masih agak jauh, ANto berhenti terbang.


“Hm! Kalian semua baik-baik saja?” Tanya Anto pada semua gadis dengan suara sopan dan sama dengan Andri yang berbicara setelah agak dekat dengan mereka.


Mereka semua diam saat Anto bertanya dengan gaya yang sama dengan Andri. Anto dengan seksama memperhatikan semua kebingung dari para gadis di depannya.


“Ini lah kenapa jadi menarik, benarkan Anto?” Tanya Anto pada Andri yang melihat dengan senyum padanya sejak awal.


“Aku tidak tau apa maksudmu!” Jawab Andri langsung dengan suara biasa saja.


“Apa?” Anto kaget dengan jawaban dari dirinya sendiri yang tidak sesuai harapannya.


“Dengar dulu.” Andri menenagkan suasana pada dirinyayang lain yang temapak kaget “Saat ini aku hilang ingatan dan tidak tau siapa diriku.” Andri menjelaskan sangat singkat dan juga tidak ada rasa curiga pada dirinya yang lain yang lebih remaja.


“Kenapa bisa hilmg ingatan?” Tanya Anto dengan biasa saja sambil terbang mendakati Andri.


“Entahlah. tapi kata Mama, mereka menemukanku di angkasa dekat dengan bebatuan meteor.” Jawab Andri denangan biasa saja dan meraa tidak perlu di sembunyikan.


“Hahaha… Cerita yang sangat unik seakli dan tidak terjadi dalam hidupku.” Anto yang tertawa dan juga sedikit senang dengan cerita Andri “Aku tidak bisa terlalu lama di duania ini, sebantar lagi inti dunia ilusi ini akan hilang dan juga aku akan hilang, jadi lebih baik menyerapku sekarang.” Kata Anto memberi tau Andri saat sudah di depannya dengan membawa Siska.


Andri tetap tersenyum saat mendengar kata Anto yang serius. Tapi, di sisi lain, Nana dan Momo terlihat sangat sedih dan juga tidak menahan ekprsi sedih mereka.


“Woi, mereka dengar lah.” Kata Anto dengan sangat jelas memperingatkan Anto yang sudah terlanjur berbicara.


“Ya, aku tau. Tapi ini ebih baik mereka tau. akibat dari membuat cloning kita tanpa izin. meski di dunia ilusi.” Sahut Anto pada dirinya yang lain dengan tegas sambl menyerahkan gendongan Siska pada Anto.


Andri dengan pelan mengambil Siska dari Anto, yang menyerahkan Siska.


“Maaf kan kami.” Ucap Lala dengan menundukkan kepala pada Andri dan Anto yang terlihat biasa saja saat saling berbicara.


Andri dan Anto yang melihat itu sedikit kaget dan diam saja, pada Lala yang minta maaf dengan terlihat begitu tulus


Next Chapter