
Keduanya berlari dengan sangat cepat sekali meninggalkan Ram yang mengejar hampir setetara kecepatanya dengan mereka berdua, meski itu hanya di sengaja saja. No 2 melihat sahabatnya berlari menjauh mengejarnya dengan menyamakan kecepatanya. Sahabatnya melambat lalu No 2 juga ikut melambat. “Menjauhlah dariku.” dengan masih tenang sahabatnya mengatakan itu pada No 2. No 2 malah memalingkan wajahnya dari sahabatnya itu. Setelah itu No 2 mendengar percikan lalu melihat ke sahahatanya yang ternyata ada petir merah di tangannya. “Menjauhlah.” dengan senyum menyuruh No 2. Tapi bukannya menjauh malah No 2 tersenyum lalu membuat sebuah pedang laser di tangannya dengan terus tenang. Sahabatanya menyerang No 2 dengan petir merahnya dengan terus lari. Tapi No 2 menebasnya dan menbuat serangan itu jadi netral. Sahabtanya kaget lalu tersenyum kemudian menyerang dengan Kekuatan sangat besar sekali hingga membuat debu, tapi No 2 masih bertahan dengan masih selamat.
“Sepertinya aku yang akan menang lagi.” respon No 2 dengan tenang sambil bersiap menyerang. “Kalau gitu sekarang giliranku.” ucapnya dengan langsung melompat ke Sahabatnya yang di dekatnya itu kemudian menebasnya. Kedua berhenti lari saat No 2 menyerang dan membuat sahabatnya membuat pedang dengan petir merah.
“Aku tahu kamu memang jenius, makanya aku juga tidak mau kalah darimu!” timbal sahabatnya saat sedang menahan serangan No 2.
“Bukannya kamu juga jenius diam-diam.” timbal lagi No 2 dengan tenang. “Kekuatanmu yang sekarang saja belum semuanya kamu keluarkan, maksudku saat ini bahkan belum 1 persen dari kekuatan yang kamu miliki!” dengan tetap senyum mengatakan itu pada sahabatnya.
“Bukannya kamu sama saja!” timbalnya lagi dengan melompat jauh ke belakang. Keduanya saling lihat lalu mereka berdua menghilang dengan cepat setealah terjadi benturan keras dan juga banyak sekali tebasan yang terlihat cepat sekali di udara. No 1 yang dapat melihat jelas sekali setiap serangan dan bkuan sebatas cahaya saja.
“Keduanya terlihat sangat bagus Skil berpedang mereka berdua.” puji No 1 dengan melihat setiap jelas gerakan mereka bedua yang sangat cepat sekali. Meski dari pandangan orang lain itu terlihat seperti sebuag cahaya merah dan kilatan putih saja, tapi setiap serangan yang teradu itu telah terpikirkan untuk arah serangan mereka berdua. Di sisi lain Ram yang tadi mengejar mereka berdua hanya terdiam melihat cahaya saja yang berbenturan di dekatnya di berbagai tempat yang sangat jelas sekali. “Kira-kira apa yang akan terjadi setelah ini?” Tanya No 1 sambil melihat Ram dan dirinya yang lain secara bergiliran untuk menebak kejadian selanjutnya. Setelah itu No 1 terus melihat lagi pertarungan mereka bedua yang berada di lokasi terbuka dengan di tonton banyak orang.
“Anto menyerahlah!” minta sahabatya sambil berhenti adu pedang. No 2 tidak merespon malah senyum saja dengan tenang. “Sepertinya memang seperti itu!” setelah itu sahabatnya memunculkan banyak elemen di sekitarnya. Semnatara No 2 memunculkan banyak senjata maju yang melayang. No 2 menyerang dengan tembakan dari senjata lalu juga menerjang ke sahabtanya tanpa ragu sama sekali. Sahabtatanya malah tersenyum lalu menyerang juga dengan semua elemennya hingga keduanya berbenturan yang membuat ledakan terjadi di sekitar mereka dengan sangat besar sekali. Kedua saling beradu lagi dengan semua kekuatan mereka dan belum ada yang menyerah sama sekali ini untuk meraih kemenangan yang mereka cari. Keduanya bertarung dengan sengit tanpa mempehatikan sekitar mereka sama sekali.
“Apa-apaan ini?” Tanya Ram yang di dengar oleh No 1 yang melayang di udara. No 1 memperhatikan Ram yang diam bengong melihat apa yang di depan mereka itu. “Kakak…” panggilnya dengan suara kecil lalu meremas tangannya. No 1 jadi heran kenapa Ram seperti itu. “Sudah ku duga Kakak itu menyembunyikan sesuatu yang besar. Tapi apa-apaan ini?” Tanya nya dengan ingin tahu sekali. Ram kemudaan terus melihat saja dan lalu langsung berbalik dengan cepat sekali. Saat berbalik dia melihat beberapa orang mendekat dengan terbang yang sangat jauh sekali dan di saat yang sama No 2 dan sahabatnya langsung ke dekat Ram tanpa di sadarinya sama sekali. “Kakak!” panggilnya saat melihat Kakaknya terlihat sangat serius sekali.
Kedua berdiri dengan melindungi Ram. “Mereka terlalu kuat. Kita berdua tidak mungkin menang. Bagaimana?” Tanya sahabatnya dengan serius sekali.
Sahabatnya malah diam saja belum merespon sama sekali dengan terus waspada. “Maaf tapi aku lebih suka membuatnya bersama-sama dan menggunakannya bersama sama.” timbalnya tenang dan serius. No 2 hanya diam saja dengan ragu kalau rencana kali ini itu akan berhasil.
“Baiklah, kita akan buat bersama-sama dan juga pergi bersama-sama. Tapi akan ku bisikkan rencananya supaya tidak di dengar siapa pun.” jawabnya dengan ragu.
“Baiklah, itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.” jawab sahabatnya dengan yakin. Setelah No 2 berbisik pada sahabatnya sedangkan Ram hanya diam saja tidak bisa mengikuti apa yang keduanya lakukan. Sahabatnya terdiam mendengar bisikan itu dari. “Ternyata mudah, cepat!” kata sahabtanya lalu bersiap. Setelah No 2 juga mulai menutup matanya di dekat Ram. Setelah itu tiba-tiba gemuruh terdengar di langit yang membuat banyak sekali petir menyambar. Setelah itu sebuah portal terbentuk di dekat mereka bertiga. “Anto, Ram!” ajak Kakak Ram dengan memegang mereka. Sementara itu No 2 mulai melempar sesuatu saat di tarik paksa yang tiba-tiba muncul.
“Sekarang!” No 2 mengatakan itu dengan cukup tegas. Sahabtanya lalu menembakkan sebuah api kecil. “Cepat!” minta No 2 untuk segera mempecepat membawanya pergi. Sahabatnya terbang dengan sangat cepat sekali, lalu setelah itu No 2 mulai membungkus diri mereka dengan tabung bening yang muncul langsung mengelilingi mereka bertiga. Setelah itu, apa kecil tadi mengenai benda yang di lempar No 2 dan membuat ledakan di dekat mereka, meski itu terjadi di luar. Ledakan itu kemudian terus menerus terjadi hingga tabung bening tempat mereka berada terus kena ledakan. No 2masih tenang saja melihat ledakan di sekitar mereka itu yang jelas sekali.
“Apa ini akan bertahan?” tanya sahabatnya pada No 2 yang tenang saja di tabung bening itu dengan terus terbang lurus saja.
“Tidak bertahan lama kalau ledakannya sebanyak ini. Palingan tinggal 1 menit lagi ini akan hancur.” jawab No 2 dengan tenang sambil melihat ke luar. Kedua orang yang mendengar itu terdiam melihat No 2 yang masih tenang saja.
“Jadi apa rencamu?” Tanya Sahabatnya yang masih tenang saja. No 2 diam saja dan tidak merespon. Ram dan Kakaknya menunggu jawaban dari No 2 yang tenang dengan terus terlihat memikirkan sesuatu. Di sisi lain sahabatnya melihat dengan aneh saat No 2 diam saja seperti itu. “Jangan bilang kalau kamu tidak ada rencana sama sekali!” tebak sahabatnya dengan tenang. No 2 malah diam saja lalu dengan cepat memalingkan wajahnya. Sahabatnya langsung kaget dengan semua itu dan tidak menyangka kalau mereka aa dalam bahaya sekali. Setelah itu mulai terjadi retakan di tabung bening itu yang menandakan kalau itu sudah tidak lama lagi akan hancur.
“Tenang saja kita bisa selamat, lihat!” tunjuk No 2 pada sebuah cahaya putih yang terus mendekat dengan cepay, meski sebenarnya karena sahabatnya yang terus terbang lurus saja. “Cepat ikat kami berdua dengan Skil apa pun supaya kita tidak terpisah. Kalau tidak, kita akan tiba di zaman berbeda!” minta No 2 pada sabahatnya. Tanpa bertanya lagi sahabatnya langsung mmembuat tali yang mengikat mereka bertiga. No 2 kemudian memegang tali itu. No 2 merasa ada yang salah degan tali itu. “Gawat, Ini!” sudah terlambat mereka bertiga memasuki cahaya putih dan juga tali tadi terputus seketika. Semua hanya terdiam saling pandang saat melihat mereka bertiga mulai berjauhan.