
-Hm… Dewa ini berbeda dengan yang lainnya. Kekuatannya melebihi Dewa lainnya- Bicara NAVI dengan santai.
“Bukannya dia yang membuat pedang ini, maka tidak heran jika dia sangat penasaran dengan hal ini.” Respon Anto dengan cepat sambil diam dan belum menjawab pertanyaan suara tadi. “Nah Dewa, kenapa kamu menanyakan hal ini! Bukannya sudah jelas kalau mereka tidak pernah di ajak bicara dan hanya di gunakan saja sebagai senjata.” Jawab Anto merespon Dewa yang bertanya padanya.
Entah kenapa sejak Anto merespon itu, semua orang tidak ada yang bicara padanya dan terus menatapanya. -Kesini!- Panggil NAVI dengan nada lembut meski hanya Anto yang dengar. -Temani kakak sini- NAVI dengan suara lebut seperti memanggil anak kecil yang sendiri di suatu tempat.
Anto yang medengar itu jadi sedikit penasaran dengan apa yang di lakukan NAVI. “Apa yang kamu lakukan?” Tanya Anto yang tidak tahu apa yang di panggil NAVI.
NAVI tidak langusng merespon dan diam sebentar. -Dengar saja baik-baik- Jawab NAVI singkat.
“Kakak…!” Secara bersamaan suara bocah muncul di kepala Anto yang terdengar sangat jelas sekali. Anto langsung tahu siapa yang di panggi NAVI. Kedua bocah pedang yang kesepian dan tidak pernah merasakan cinta untuk waktu yang lama, terdengar senang saat mereka di panggil NAVI.
"Ternyata begitu." Anto yang paham maksud NAVI.
-Sekarang kamu bisa menggunakan kekuatan mereka berdua dengan bebas sekalilgus memanjankan mereka berdua- Suruh NAVI sambil berbicara pada kedua anak-anak pedang tersebut. Anto yang paham, tidak merespon NAVI dan terus menerus menunggu jawaban respon dari Dewa yang bertanya sebelumnya. Karena sudah lama tidak di respon, Anto mulai mengubah sedikit raut wajahnya untuk menari perhatian semua orang.
“Sepertinya kalian Dewa tidak bisa merespon ku. Kalau gitu lebih baik kita lanjutkan saja acara yang meriah ini.” Bicara Anto sambil memanggil kedua pedang yang sudah di dapatnya yang bewarna hitam pekat bersamaan dengan semua pakaiannya juga ikut berubah jadi serba hitam. Di saat yang bersamaan juga, Anto melepaskan kekuatan yang menenangkan semua orang yang masih takut dengan semua kejadian tadi. Tidak ada yang berbicara dan tidak ada yang memanggilnya sama sekali, mereka semua hanya bisa takjub dengan apa yang mereka lihat di depan mereka itu dan tidak berani melakukan apa pun.
“Bisa kami bantu?” Tanya salah satu BIDADARI nya yang terdekat. Anto tersenyum pada semua BIDADARI nya yang terlihat sangat ingin membantu.
“Ya, mari bantu aku.” Ajak Anto dengan suara tulus. Setelah itu, Semua BIDADARI nya berteleportasi keberbagai posisi sedangkan Anto yang paling tengah seperti membentuk sebuah lingkaran matra dengan tubuh mereka sendiri. “Oh ya, kalian Hero yang di atas kemari!” Panggil Anto sambil melihat ke lima Hero yang masih di tempat mereka.
Para Hero yang di atas yang melihat secara langsung harapan mereka satu-satunya saling memandangi . -Biar ku bantu saja- Bicara NAVI tiba-tiba pada Anto yang melihat ke mereka berlima. Saat mereka saling pandang, tiba-tiba sebuah sebuah lingkaran di bawah kaki kelima Hero ‘PLAS!’ tanpa mereka sadari sudah ada di dekat Anto. Mereka kaget saat sudah di depan Anto, meski tidak terlalu berlebihan. Setelah itu, Anto melihat ke Hero yang lain masih di dekat bola penilaian.
“Tunggu!” Suara yang sama seperti sebelumnya menghentikan Anto yang mau bersiap-siap. Anto yang medengar itu diam dan menunggu Dewa itu bicara. “Apa yang lakukan?” Tanya Dewa itu yang terdengar penasaran. “Jika kamu mau memulangkan mereka, itu tidak bisa.” Dewa itu menambahkan dengan suara yang teguh dengan perkataannya.
Semua Hero yang mendengar itu langsung kehilangan mental, tapi mereka masih berharap ada harapan pada sesama Hero dan memilih untuk diam dan tidak bicara dengan para Dewa. “Ka…! DIAMLAH!” Bentak BIDADARI Anto yang Maid dengan sangat keras hingga memembuat perkataan Anto terpotong dan tidak bisa bicara lagi. “Jika kamu bilang mereka tidak bisa pulang, itu karena kemampuanmu sangat kurang dan tidak berguna sama sekali.” Dengan suara mengancam dia berbicara pada Dewa. “Aku sendiri yang telah melihat keajaiban yang selalu di lakukanannya lebih baik diam dan melihat, dari seperti Dewa yang hanya diam dan melihat pertempuran seperti tontonan anak-anak…!” BIDADARI Anto diam diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi dan juga seperti menahan amarahnya.
“Ayolah… Kenapa di Dunia ini aku bertemu masalah seperti ini sih. Aku ke sini ingin berpetualang dan belajar sekaligus cari Pasangan hidup, kenapa malah gini sih?” Anto yang masih menahan emosinya yang sangat berbea dari kenyataan yang di perlihatkan pada semua orang di sana. “Aku lebih suka di Planet Aqua dari pada di sini yang ributnya sangat lama.” Anto yang masih melihat semua kejadian di depannya itu sangat tidak tahan dan ingin cepat-cepat pergi dari sana. “Sudah semuanya, jangan ada yang bicara lagi. Mari kita mulai saja.” Bicara Anto yang sudah tidak tahan an juga dengan ekspresi wajah serius.
Semua orang melihat ke arahnya dan para BIDADARI mengangguk. Setelah itu, mereka menutup matanya, lalu dari seluruh tubuhnya keluar cahaya putih, lalu membuat sebuah gelombang di rambut mereka. Anto yang berada di tengah bersama para Hero lainnya termasuk kedua Istri barunya mulai di kelilingi oleh warna putih seperti BIDADARI lainnya. “Kami sudah selesai.” Bicara salah satu BIDADARI nya.
“Ya.” Respon Anto singkat. “Kalau gitu!” Anto melempar kedua pedang yang tadi di pegangnnya ke atas lalu melayang di udara. “Dengarkan ini!” Anto tiba-tiba bicara. “Semua Hero, apa kalian semua dari Dunia yang sama?” Tanya Anto dengan nada serius. Mereka saling lihat lalu seorang remaja laki-laki maju.
“Ya. Kami berasa dari Dunia yang sama.” Jawab dia sedikit gugup. Anto yang melihat ekspresi dari semua Hero hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa.
“Apa kalian dari abad-21. Yang zaman modern?” Tanya Anto pada mereka dengan masih serius. Mereka tidak langsung merespon dan malah saling lihat. Mereka semua mengangguk bersamaan. “Boleh ku tahu dari Negara mana saja kalian?” Tanya Anto lagi. Mereka mengangguk. Mereka diam sebentar lalu meliah ke remaja yang sduah bicara sebelumnya. tentu saja diam paham kode dari yang lainnya.
“Mereka yang cewek dari Negara R, Aku dari Negara Z, Sedangkan mereka berempat dari Negara W, itu saja yang ku tahu. Sedangkan mereka berlima…” Dia tidak melanjutkan perkataannya dan diam sambil meliat kelima BIDADARI Anto secara bergiliran. “Aku tidak tahu asal mereka sama sekali, karena kami tidak pernah bertemu mereka di sama depan dan kami hanya tahu bahwa kamu hero yang di panggil bersama kami dari Abad yang berbeda dan asalmu dari Negara Z sama seperti ku.” Dia menambahkan perkataannya denga sangat serius.
Anto terdiam mendengar jawab itu dan sedikit kaget dengan BIDADARI nya yang ternyata datang dari Dunia yang berbeda lagi. Anto menatap bergiliran ke BIDADARI nya yang pertama kalia ia temui dari Duia lain, tapi mereka langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain. “Sangat mencurigakan sekali.” Anto menatap mereka yang masih mengalihkan pandangannya dari denga penuh rasa ingin tahu. “Sudahlah. Nanti ku Tanya kalian, kenapa ke sini membuat keributan sebesar ini!” Dengan nada suara introgasi pada BIDADARI nya.
Next Chapter