Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 321


Anto berdiam diri di dekt pintu itu menunggu. -Gurunya


datang!- kata NAVI yang melihat seorang guru Wanita sedang berjalan. Anto


segera melihat ke mana NAVI memberikan kode. Anto diam menunggu di sana dengan


tenang hingga guru itu sampai di dekatnya. Saat guru itu membuka puntu


lalu  masuk Anto juga masuk dan langsung


melihat banyak pelajar yang duduk rapi. Anto kemuidan melihat ke kursi paling


belakang dan dekat jendela ada seorang gadis yang tanpak tidak asing baginya


yang melihat juga ke depan dan juga melihat ke mereka bertiga. -Sepertinya dia


melihat kalian, entah apa yang akan terjadi- kata NAVI dengan ikut melihat ke


gadis itu dengan senyum.


“Baiklah buka halam 200…” kata guru itu tanpa memberikan


salam dan juga dengan terus menggunakan ekspresi dinginnya. Di sisi lain Anto


jalan pelan menuju gadis itu dengan di temani Haruna dan Raja Iblis dengan


tenang. Gadis itu jadi heran dengan Anto yang jalan dengan tenang ke arahnya


tanpa ragu. Saat Anto dan lainnya sampai, dia terus melihat ke Anto yang berdiri


di dekatnya.


“Rina!” panggil guru Wanita itu pada Gadis di dekat Anto.


Gados itu segera melihat ke depan dengan cepat. “Apa yang kamu liha?” Tanya


Guru itu dengan dingin padanya. Rina jadi heran dengan ertanyaan itu lalu


melihat lagi ke Anto dan lainnya yang tersenyum padanya. Anto kemudian memberi


kode pada Rina untuk segera membalasa gurunya yng bicara. Rina tanpa paham saat


melihat lirikan Anto lalu melihat lagi ke depan.


“Maaf Bu, tadi ada serangga yang terus tetbang menganggu.”


dengan sopan Rina meminta maaf. guru itu diam saja denga melihat terus he Rina


lalu melihat lagi ke buku yang di bawanya. Setelah Gurunya lanjut membaca lagi.


“Mereka tidak ada yang bisa melihat dan hanya kamu saja yang


dapat melihat kami bertiga karena kamu punya kemampuan khusus yang kamu bawa


dari Dunia lain, meski kamu tidak menyadarinya sama sekali.” kata Anto dengan


tenang padanya. Gadis itu sedikit terdiam dan tidak merespon dengan melihat


terus ke depan. “Sebaiknya dengarkan saja dulu meski kamu tidak sungguh


memphatikan apa yang di sampaikan guru itu.” minta Anto pada Rina yang masih


diam saja Karen guru tadi yang menegurnya. Setelah itu Anto diam saja di sana


dengan tenang dan terus melihat sana sini. “Aku akan tunggu sampai jam


istirahat selesai di sini.” lata Anto lalu jalan ke depan kelas. Sat sampai di


depan papan dia langsung duduk di banghku di sana sementara Raja Iblis dan


Haruna berdiri di sampingnya, lalu Haruna kemudian duduk ke atas meja kemudian


mengambil tangan Anto sambil terus melihat ke wajah. Anto tidak melihat ke


Haruna dan membiarkannya melakukan hal itu.


Semntara itu Rina malah tidak focus dan melihat terus ke


mereka bertiga yang santai. -Kamu ngundang bahs endir kalau duduk seperti ini!-


kat NAVI lalu membuat ketiganya di selimuti oleh sesuatu yang membuat mereka


jadi tambah transaparan. Raja Iblis sedikit memgang tubuhnya saat tiba tiab


jadi seperti itu.


“Jangan lakukan apa pun. Iru aku yang lakukan.” kata Anto


dengan terus melihat ke para murid yang sedang belajar dengan serius dan juga


terlihat ketakutan.


“Rina ulangi penjelasan yang tadi ibu jelaskan!” minta guru


guru itu yang terliht menyeramkan sekali. Anto melihat ke Rina yang terlihat


panic dan bingung berdri bangkit lalu melepas tangannya dari Haruna lalu


kemuidan mendekat ke guru itu yang sedang membawa sebuah tablet. Anto segera


menyentuhnya lalu NAVI kemudian mengalisanya. Setelah 1 dtik, NAVI kemuidan


tiba-tiba mengeluarkan layar besar di depannya yang dapat di bca jelas isi di


depannya.


“Ini materi dari pelajar ini. Jelaskan saja ini dengan


tenang.” kata Anto dengan tenang sambil jalan ke kursinya lagi. Rina hanya


melihat saja lalu perlahan berdiri dan juga terlihat ragu dengan lauar yang di


depan kelas yang hanya di lihat olehnya karena berikn khusus untuknya. Rina


mulai melihat ke layar itu llu membaca sesuai teks di sana dengan terliha takut.


Rina terus membacanya semnatara semua orang hanya terlihat menyimak.


***


Setelah cukup lama membaca Runa berhenti Karen teks di layar


sudah habis. “Bu sudah selesai.” kara Rina dengan takutnya karena masih di


lihati dengan dingin. Guru itu tidak merespon sama sekali dan hanya diam saja.


“NAVI, kenapa kamu membiarkanya menerangkan semua


pelajarannya?” Tanya Anto yang diam saja menunggu di sana.


-Tidak ada alasan, hanya ingin memperkeruh suasana saja/ Kmu


diam dn tonton saja apa yang ku lakukan- kata NAVI dengan tenang dan santainya yang


melayang duduk di pindak Anto. Anto tidak merespon balik dan diam memperhatikan


saja apa yang akan di perbuat NAVI pada Rina. Rina melihat ke Anto dengan


sedikit bingung saat dia terus di lihatin oleh semua orang. Anto hanya bisa


diam saja karena itu semua bukan perbuatannya langsung.


“NAVI, sebaiknya kamu lakukan sesuatu.” minta Anto dengan


tenang dengan terus melihat ke Rina yang masih bingung. Setelah itu layar


kosong tadi memunculkan sebuah kalimat lagi yang panjang. Rina mulai memcaca


lagi kata itu yang seperti penjelasan di layar yang hanya bisa di olehnya dan


oleh pembautnya. “Sepertinya kamu membuatnya jadi tambah parah saja.” kata Anto


dengan tenang saja setelah melihat layar itu yang menjelaskan lebih detail lagi


tentang penhelasan tadi yang sedikit di ringkas. Setelah beberapa saat membaca


Rina terdiam karena menyadari kalau yang di bacanya itu merupakan semua


pelajaran yang akan di pelajari hari itu. Rina terdiam saja dan tidak bicara


sama sekali lalu tiba-tiba sebuah bel berbunyi dan membuat semua orang jadi


terbangun. Rina segera keluar tanpa berkata apa-apa pada semua orang. Anto


segera keluar cepat meninggalkan Haruna dan Raja Iblis menyusul Runa yang sudah


keluar kelas. “Cepat ikut aku.” Ajak Anto saat sudah duluan. Haruna dengan


cepat bergegas sedangkan Raja jalan dengan santai dna juga terus melihat sana


sini melihat hal baru baginya.


Saat di luar Anto melihat Rina naik ke tangga, Anto segera


mengikutinya ke sana dengan di temnai Raja Iblis dan Haruna yang mulai berhenti


sedikit memanjakan diri. “Kak setelah ini kita akan pulangkan?’ Tanya Haruna


yang mulai bicara setelah bisa berpikir jernih. Anto hanya tersenyum mendengar


suara Haruna yang mulai angkat bicara padanya dengan tenang. Anto tidak cepat


merespon tapi terus melihat ke tangga yang tadi di lewati Rina.