
Anto berdiam diri di dekt pintu itu menunggu. -Gurunya
datang!- kata NAVI yang melihat seorang guru Wanita sedang berjalan. Anto
segera melihat ke mana NAVI memberikan kode. Anto diam menunggu di sana dengan
tenang hingga guru itu sampai di dekatnya. Saat guru itu membuka puntu
lalu masuk Anto juga masuk dan langsung
melihat banyak pelajar yang duduk rapi. Anto kemuidan melihat ke kursi paling
belakang dan dekat jendela ada seorang gadis yang tanpak tidak asing baginya
yang melihat juga ke depan dan juga melihat ke mereka bertiga. -Sepertinya dia
melihat kalian, entah apa yang akan terjadi- kata NAVI dengan ikut melihat ke
gadis itu dengan senyum.
“Baiklah buka halam 200…” kata guru itu tanpa memberikan
salam dan juga dengan terus menggunakan ekspresi dinginnya. Di sisi lain Anto
jalan pelan menuju gadis itu dengan di temani Haruna dan Raja Iblis dengan
tenang. Gadis itu jadi heran dengan Anto yang jalan dengan tenang ke arahnya
tanpa ragu. Saat Anto dan lainnya sampai, dia terus melihat ke Anto yang berdiri
di dekatnya.
“Rina!” panggil guru Wanita itu pada Gadis di dekat Anto.
Gados itu segera melihat ke depan dengan cepat. “Apa yang kamu liha?” Tanya
Guru itu dengan dingin padanya. Rina jadi heran dengan ertanyaan itu lalu
melihat lagi ke Anto dan lainnya yang tersenyum padanya. Anto kemudian memberi
kode pada Rina untuk segera membalasa gurunya yng bicara. Rina tanpa paham saat
melihat lirikan Anto lalu melihat lagi ke depan.
“Maaf Bu, tadi ada serangga yang terus tetbang menganggu.”
dengan sopan Rina meminta maaf. guru itu diam saja denga melihat terus he Rina
lalu melihat lagi ke buku yang di bawanya. Setelah Gurunya lanjut membaca lagi.
“Mereka tidak ada yang bisa melihat dan hanya kamu saja yang
dapat melihat kami bertiga karena kamu punya kemampuan khusus yang kamu bawa
dari Dunia lain, meski kamu tidak menyadarinya sama sekali.” kata Anto dengan
tenang padanya. Gadis itu sedikit terdiam dan tidak merespon dengan melihat
terus ke depan. “Sebaiknya dengarkan saja dulu meski kamu tidak sungguh
memphatikan apa yang di sampaikan guru itu.” minta Anto pada Rina yang masih
diam saja Karen guru tadi yang menegurnya. Setelah itu Anto diam saja di sana
dengan tenang dan terus melihat sana sini. “Aku akan tunggu sampai jam
istirahat selesai di sini.” lata Anto lalu jalan ke depan kelas. Sat sampai di
depan papan dia langsung duduk di banghku di sana sementara Raja Iblis dan
Haruna berdiri di sampingnya, lalu Haruna kemudian duduk ke atas meja kemudian
mengambil tangan Anto sambil terus melihat ke wajah. Anto tidak melihat ke
Haruna dan membiarkannya melakukan hal itu.
Semntara itu Rina malah tidak focus dan melihat terus ke
mereka bertiga yang santai. -Kamu ngundang bahs endir kalau duduk seperti ini!-
kat NAVI lalu membuat ketiganya di selimuti oleh sesuatu yang membuat mereka
jadi tambah transaparan. Raja Iblis sedikit memgang tubuhnya saat tiba tiab
jadi seperti itu.
“Jangan lakukan apa pun. Iru aku yang lakukan.” kata Anto
dengan terus melihat ke para murid yang sedang belajar dengan serius dan juga
terlihat ketakutan.
“Rina ulangi penjelasan yang tadi ibu jelaskan!” minta guru
guru itu yang terliht menyeramkan sekali. Anto melihat ke Rina yang terlihat
panic dan bingung berdri bangkit lalu melepas tangannya dari Haruna lalu
kemuidan mendekat ke guru itu yang sedang membawa sebuah tablet. Anto segera
menyentuhnya lalu NAVI kemudian mengalisanya. Setelah 1 dtik, NAVI kemuidan
tiba-tiba mengeluarkan layar besar di depannya yang dapat di bca jelas isi di
depannya.
“Ini materi dari pelajar ini. Jelaskan saja ini dengan
tenang.” kata Anto dengan tenang sambil jalan ke kursinya lagi. Rina hanya
melihat saja lalu perlahan berdiri dan juga terlihat ragu dengan lauar yang di
depan kelas yang hanya di lihat olehnya karena berikn khusus untuknya. Rina
mulai melihat ke layar itu llu membaca sesuai teks di sana dengan terliha takut.
Rina terus membacanya semnatara semua orang hanya terlihat menyimak.
***
Setelah cukup lama membaca Runa berhenti Karen teks di layar
sudah habis. “Bu sudah selesai.” kara Rina dengan takutnya karena masih di
lihati dengan dingin. Guru itu tidak merespon sama sekali dan hanya diam saja.
“NAVI, kenapa kamu membiarkanya menerangkan semua
pelajarannya?” Tanya Anto yang diam saja menunggu di sana.
-Tidak ada alasan, hanya ingin memperkeruh suasana saja/ Kmu
diam dn tonton saja apa yang ku lakukan- kata NAVI dengan tenang dan santainya yang
melayang duduk di pindak Anto. Anto tidak merespon balik dan diam memperhatikan
saja apa yang akan di perbuat NAVI pada Rina. Rina melihat ke Anto dengan
sedikit bingung saat dia terus di lihatin oleh semua orang. Anto hanya bisa
diam saja karena itu semua bukan perbuatannya langsung.
“NAVI, sebaiknya kamu lakukan sesuatu.” minta Anto dengan
tenang dengan terus melihat ke Rina yang masih bingung. Setelah itu layar
kosong tadi memunculkan sebuah kalimat lagi yang panjang. Rina mulai memcaca
lagi kata itu yang seperti penjelasan di layar yang hanya bisa di olehnya dan
oleh pembautnya. “Sepertinya kamu membuatnya jadi tambah parah saja.” kata Anto
dengan tenang saja setelah melihat layar itu yang menjelaskan lebih detail lagi
tentang penhelasan tadi yang sedikit di ringkas. Setelah beberapa saat membaca
Rina terdiam karena menyadari kalau yang di bacanya itu merupakan semua
pelajaran yang akan di pelajari hari itu. Rina terdiam saja dan tidak bicara
sama sekali lalu tiba-tiba sebuah bel berbunyi dan membuat semua orang jadi
terbangun. Rina segera keluar tanpa berkata apa-apa pada semua orang. Anto
segera keluar cepat meninggalkan Haruna dan Raja Iblis menyusul Runa yang sudah
keluar kelas. “Cepat ikut aku.” Ajak Anto saat sudah duluan. Haruna dengan
cepat bergegas sedangkan Raja jalan dengan santai dna juga terus melihat sana
sini melihat hal baru baginya.
Saat di luar Anto melihat Rina naik ke tangga, Anto segera
mengikutinya ke sana dengan di temnai Raja Iblis dan Haruna yang mulai berhenti
sedikit memanjakan diri. “Kak setelah ini kita akan pulangkan?’ Tanya Haruna
yang mulai bicara setelah bisa berpikir jernih. Anto hanya tersenyum mendengar
suara Haruna yang mulai angkat bicara padanya dengan tenang. Anto tidak cepat
merespon tapi terus melihat ke tangga yang tadi di lewati Rina.