Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 147


Anto sedikit terdiam dengan jawaban Sherly. “Jadi, apa kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Hero itu?” Tanya Anto yang ingin tahu lagi tentang itu.


“Seperti yang Adiku bilang, aku tidak tahu sama sekali mengenai dirinya, bahkan aku merasa harus menjauh darinya. Jadi aku tidak pernah menemui dirinya sampai sekarang.” Jawab Sherly dengan jujur sekali.


“Hm… Isting bahaya kah. Tapi, jika dugaanku tepat, Hero yang tinggal ada kemungkinan punya Skil blok yang membuatnya bisa mengatur apa yang di inginkannya jika ada suatu perubahan terjadi. Karena Sherly sering melihat masa depan, kemungkinan Hero yang terpanggil itu jadi penyebab terjadinya berbagai macam kejadian yang tidak terduga.” Anto yang hanya masih menduga saja mengenai hal itu.


-Mungkin saja tidak ada apa pun. Jangan menyimpulkan dulu, lebih baik kita selesaikan masalahnya. Kita jangan buat kesimpulan sampai akhir yang jelas. Memang tidak ada salah menyimpulkan, tapi kita itu kurang cerdas, kita itu aja sudah beruntung punya mimpi setinggi langit gitu dan punya kekuatan untuk bisa bolak balik AntarPlanet sesuka kita. Jadi jangan berpikir buat kesimpulan yang sudah jadi, lebih baik buktikan caranya, dan itu lebih baik- Setelah NAVI berkata itu, Anto terdiam mengerti. Jika bukan karena Skil Study nya itu, mungkin saja dia hidup dengan normal di Dunianya. Sebagai seorang yang beruntung, Anto tidak habis pikir itu akan mempengaruhi dirinya jadi sedikit sombong menurutnya meski itu belum di perlihatkan pada semua orang.


“Kali ini kamu menang NAVI.” Anto yang mengalah dan tidak marah dengan NAVI. Setelah itu Anto melihat lagi ke Sherly. “Kalau gitu, apa kamu tahu apa yang akan terjadi dengan Dunia ini?” Tanya Anto pada Sherly yang masih diam dan tidak bicara apa pun. Sherly terdiam sebentar dan terlihat berpikir.


“Dunia ini? Aku tidak tahu, aku malah melihat akhir dari beberapa orang saja.” Jawab Sherly dengan pertanyaan yang sepertinya baru pertama kali di tanyakan. Anto yang melihat ekspresi Sherly yang seperti itu, merasa kalau dia pertama kali di tanya seperti itu dan tidak pernah melakukan melihat akhir dari Dunia ini.


“Kalau gitu, coba lihat apa yang akan terjadi dengan masa depan Dunia ini, dan buka kehidupan orang lain yang kamu cari. Tapi carilah akhir dari Dunia ini.” Anto dengan tenang menyuruh Sherly. Tapi, Sherly malah menatap ke Anto dengan kaget yang tidak di ketahuinya. “Ada apa?” Tanya Anto karena di tatap seperti itu.


“Masa depan seperti apa yang kamu ingin bangun?” Tanya Sherly pada Anto dengan sangat serius dan dengan menatapnya dengan penuh penasaran dan juga ingin tahu. Anto tersenyum lalu berbalik melihat ke Suci yang bersembunyi di belakangnya. Setelah itu Anto mengusap tangannya ke kepala Suci. Anto malah menghindari pertanyaan itu dengan sengaja dan terang-terangan.


“Maaf meninggalkanmu sendiri, aku sungguh minta maaf padamu.” Dengan suara sangat tulus meminta maaf. Suci mengangguk memaafkan. “Kali ini sungguh aku akan menemanimu.” Tersenyum sambil memegang tangannya. “AKSELASRAI!” Ucapanya dengan jelas, setelah itu waktu di sekitarnya jadi melambat, tapi sebenarnya dia yang jadi sangat cepat sekali, dan waktu seperti berhenti. Tapi sebenarnya berjalan cepat di sekitarnya. “NAVI, berikan dia ingatan kedua dengan mengenai Dunia modern, kalau dia seperti ini kemungkina besar dia akan tersesat sendiri dengan pengalaman pahit yang di deritanya selama bersama mereka berdua.” Suruh Anto dengan sopan.


-Ya. Tapi, aku sendiri yang akan berikan, seberapa banyak simulator kehidupan padanya. Pengalaman yang menyenangkan dia punya sekarang ini mungkin hanya saat bersama kita saja dan tidak ada yang lain, jadi aku akan membuatnya tertidur selama seharian dengan pengalaman cinta sedih dan emosi lainnya dengan kita mengunci ingatannya untuk semetara waktu- Respon NAVI dengan tenang.


“Terserah kamu. Aku juga ingin yang terbaik, tapi kamu bisa membuatnya jadi tambah maksimal.” Balas Anto dengan senang. Setelah itu, NAVI mendekat ke Suci yang waktunya terhenti. NAVI menaruh tangannya di kening Suci lalu mengalirkannya sesuatu dan dalam beberapa detik saja dia kembali lagi ke kepalan Anto dan duduk. Setelah itu, waktu kembali berjalan seperti biasanya.


Setelah itu, Suci tiba-tiba jadi tertidur di dekat Anto yang sedang memgang tangannya dan kemudian Anto langsung memeluknya karena jatuh ke arahnya. -Sepertinya Riana akan tiba- NAVI memperingatkan Anto yang masih memegang Suci yang tertidur di pelukannya.


“Akan ku jawab selama bisa.” Respon Sherly dengan tulus dan mengingatkan Anto yang pernah berkata itu padanya. Anto yang masih melihat ke Suci, tersenyum dengan pengulangan kalimatnya sendiri meski itu tidak semuanya.


“Pertama, apa kamu masih seorang putri?” Tanya Anto dengan sopan sambil beranjak berdiri dan membaringkan Suci yang tertidur.


“Aku bukan seorang Putri sejak kekalahan Raja Iblis. Semuanya telah di ambil alih oleh pangeran pertama kerajaan ini dan kini aku hanya sebagai pajangan yang hanya menungu mati saja.” Jawab Sherly dengan dengan tetap senyum meski ada beberapa kata yang membuat Anto terdiam.


“Ehm! Kamu bukan pajangan jika kamu ikut denganku ke Dunia lain dan juga jadi bagian dari Haremku.” Respon Anto dengan santainya karena tidak tahu harus bicara dan asal bicara dengan cepat sambil menyelimuti Suci yang tidur.


“kalau gitu ajak aku dalam Haremmu.” Minta Sherly dengan tenang dan tetap tersnyum pada Anto. Anto sama sekali tidak bisa menebak jalan pikir Sherly yang selalu tenang dan terkadang sedikit berubah saat memang tidak tahu apa yang akan terjadi. Anto terdiam dengan perkataan Sherly yang seperti itu dan tidak bisa berkata apa-apa. .


-Aku tidak yakin, tapi rasanya itu tulus meski dengan wajah seperti itu- NAVI yang tidak ragu bicara seperti itu meski Anto ragu dengan apa yang di katakan Sherly itu.


"Karena kamu bilang gitu, aku percaya saja." Anto yang masih meragukan dirinya, tapi karena NAVI yang bilang gitu, mau tidak mau harus percaya karena dialah yang bisa menebak semua secara keseluruhan apa yang benar karena punya segala yang telah di pelajarinya. “Sebelum itu, kenapa kamu melakukan itu pada Suci?” Tanya Anto dengan wajah serius sekali. Saat di Tanya itu Sherly tetap tenang dan senyum.


“Maaf, tapi aku tidak punya pilihan lain.” Sherly mengubah wajahnya jadi sedih. “Aku melihat ke masa depannya dia punya banyak sekali potensi, tapi dia tidak akan membantu sama sekali karena hanya menurutimu. Karena sedikit kesal itu membuatku langsung menghcurkan apa yang kamu titipkan padaku dan itu jadi membuatku sedikit buta karena tidak sabar dalam hal itu.” Sherly memberitahu kebenarannya. “Meski dia telah jadi seperti itu, dia tidak pernah ku suruh untuk melakukan sesuatu yang berbahaya, malah dia seperti menolak perintah tersebut. Jika ku ingat, dia sama sekali hanya berjalan di sampingku dan tidak melakukan hal lain selain hal kecil seperti akan memasak dengan tiba-tiba, belajar menggunakan pedang secara tiba-tiba, bahkan belajar sihir pun secara tiba-tiba. Selain itu dia tidak pernah menuruti apa yang ku suruh, kecuali memasak dan membuat minuman yang ku minta dengan sopan.” Sherly beberapa kali membuat ekpresi yang tidak pernah di lihat Anto dan itu membuatnya menatap cukup lama sekali. “Ada apa? Kenapa kamu melihat ku seperti itu?” Tanya Sherly setelah bercerita.


Anto terdiam tidak menyangka dia bisa melihat ekspresi lain yang baru pertama kali di lihatnya. “Dia masih manusia juga. Tapi, dia tidak cocok di Dunia ini.” Anto tersenyum sendirin dan merasa senang. "Hah... Semoga saja adiknya juga mau jadi bagian Haremku." Anto yang masih melihat ke Sherly dengan serius.


Next Chapter