Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 238


Semua siswa di sana terdiam melihat bolongnya meja itu. “Ini cuma dari sihir kecil yang tadi saja. Andaikan kalau sihir seperti tornado angin yang kalian padatkan, apa yang akan terjadi!” Anto memberikan gambaran menggerikan dengan angin yang biasa hanya membuat kerusankan besar kini jadi sebuah bencana alam. “Jika kalian menggunakan pemadatan pada Skil Unik kalian, aku tidak tahu apa yang terjadi yang jelas itu akan sangat menarik bukan.” Setelah mengatakan itu, para Siswanya terlihat bersemangat sekali lalu semuanya mengangkat tangan. Anto hanya tersenyum saja. “Untuk peetemuan kali ini, cuma itu saja, ingat kalian harus pelajari yang tadi ku sampaikan. Dan pertanyaan hari ini cukup sampai di sini saja.” Setelah itu, Anto jalan pelan menuju pintu keluar, tanpa mengatakan apa pun setelah mengajar. Saat hampit di dekat pintu keluar, Anto melirik ke semua murid yang terus melihat ke arahnya dengan ingin belajr lebih lama lagi, tapi dirinya juga punya kesibukan tersendiri yang harus di lakukannya.


Saat di luar Anto ke sampingnya lalu melihat Gadis Beastman kelinci berjalan ke arahnya. Anto diam di tempatnya menunggu, apa yang akan di lakukan Beastman kelinci itu padanya. Saat Gadis Beastman sampai di dekatnya dia langsung memberikan Anto sebuah kertas. Anto pun mengambilnya, lalu Gadis tadi meninggalkan tanpa menjelaskan sama sekali. “Dinginnya…” Anto yang tidak bisa berkata apa-apa pada ekspresi Gadis itu. Anto kemudian melihat ke kertas yang di berikannya. Anto melihat jadwal yang ada di sana dan menemukan kalau kelas tempatnya mengajar adalah kelas terburuk dengan nilai yang sangat rendah sekali dalam hal sihir dan pelajaran lainnya. Saat melihat dengan teliti, ternyata ada ujian hari ini di semua kelas yang tertera jelas sekali. “Kalau meninggalkan mereka, pasti akan gagal ujian mereka. Siang ini ada ujian bagi mereka, kalau mereka gagal akan di keluarkan dari sekolah ini.” Anto yang melihat jadwal kelasnya hanya beberapa jam saja.


Anto yang merasa bertangggung jawab, balik lagi membuka pintu kelasnya. Para muridnya masih berada di tempat duduk mereka dengan tenang dan jugw sepertinya mereka baru saja mencoba apa yang di ajarkannya. Anto dengan tenang saja melihat ke mereka semua tanpa ragu sama sekali. Anto kemudian berdiri di dekat meja guru yang sudah di hilangkannya. Semua murid terus memperhatikan ke depan, pada Anto yang berdiri. “Pertama, aku sudah memperkenalkan diri. Sekarang... Kalian akan memanggil ku apa? Sebelum kita lanjut.” Tanya Anto pada semua murid kelas itu. Semua murid langsung terdiam tidak ada yang merespon, namun ada seorang siswi mengangkat tangannya. “Kamu, apa ada saran?” Tanya Anto pada Gadis Beastman rubah.


Dia menganggyk singkat. “Apa pakai Kakak boleh?” Tanya Gadis itu. Ano terdiam sambil melihat ke arahnya. Anto merasa aneh jika di panggil seperti itu, apa lagi Anto tahu kalau para muridnya itu lebi tua dari dirinya, meski itu yang di rasakn oleh instingnya.


“Boleh saja. Baiklah karena sudah selesai kita lanjut lagi ke topik.” Balas balik Anto sambil jalan ke papan lalu menempelkan jadwal pelajaran yang baru di dapatnya. “Siang kalian ada ujian dan kalian semua merupakan yang terburuk dalam nilai. Jadi kali Kakak akan langsung membimbing kalian dalam meningkatkan kemampuan kalian dalam berbagai bidang, dalam waktu beberapa jam saja.” Dengan serius mengatakannya. Setelah itu Anto pun melihat ke para muridnya yang terlihat tidak yakin. "Semuanya pindahkan kursi kalian ke samping, belakang atau pun lempar saja ke luar, ruangan ini harus kosong." Minta Anto dengan tegas. Para murid kelas itu mulai menurutinya tanpa ada yang bertanya.


Setelah semuanya selesai melakukan hal yang di mintanya, semuanya berdiri di bekas kursi masing-masing. “Bagus." Dengan tetap serius mengatakannya. "Kalian sudah bisa kan mengeluarkan Mana ke tangan kalian?” Tanya pada mereka. Semuanya hanya mengangguk saja. “Kalau gitu sekarang kalian coba keluarkan semua Mana kalian ke seluruh tubuh kalian. Seperti ini!” Anto langsung mempraktikan pada semua muridnya untuk melakukan seperti yang di lakukannya. Anto membuat seluruh Mana mengelilingi dirinya dengan sangat jelas sekali. Para murid mulai meniru apa yang di lakukan Anto dengan benar benar serius sekali. Tapi setelah beberapa saat mencoba, para murid itu tidak bisa melakukan hal yang di mintanya itu.


Semua muridnya terdiam saja dan tidak ada yang bicara sama sekali setelah itu. “Tugas kalian selanjutnya itu menarik meja dan kursi kalian dari tempat kalian berdiri dengan menggunakan Mana hanya sediki saja. Kalian harus pikirkan cara menghemat Mana kalian supaya bisa bertahan lebih lama. Sekarang gunakan sihir apa pun untuk menarik meja kalian ke tempat kalian masing-masing. Pikirkan cara termudah, cepat, dan tidak memakan banyak waktu. karena jika di pertempuran asli, musuh tidak akan membiarkan kalian berpikir. Nah sekarang mulai!” Anto memberi aba-aba dengan sangat tidak masuk akal.


Semua murid kelas itu saling lihat tanpa ada keraguan sama sekali, setelah itu terasa angin sangat lembut muncul di kelas itu. Siswa yang pernah di Tanya Anto membuat sebuah badai angin kecil di kelasnya lalu mengarahkanya ke meja dan kursinya dengan cepat. Semua siswa di sana hanya memperhatikan apa yang di lakukannya itu. untuk mengambil meja dan kursinya hanya memburuhkan waktu beberapa detik saja. Semuanya terdiam melihat siswa itu berhasil mengembalikan meja dan kursinya ke tempatnya dengan sempurna. “Bagus, itu control Mana dan Imajinasi yang sangat menakjubkan. Sekarang yang mulailah gunakan sihi apa pun.” puji Anto dengan tersenyum senang.


Para murid yang telah melihat itu mulai menggunakan Skil mereka semua. Ada yang menggunakan, kinrtik, ada yang menggunakan angin, ada yang menteleportasikannya dan masih banyak cara para siswanya mengambil meja dan kursi mereka. ‘PROK! PROK! PROK!’ Anto tepuk tangan pada semua muridnya yang telah berhasil dan tidak ada yang gagal sama sekali. “Bagus-bagus. Kalian semua sudah mengerti dan juga sudah tahu cara kerja control dan Imajinasi kalian. Sekarang kalian bisa berkembang jadi lebih hebat lagi. Selanjutnya ke pelajaran lainnya yang tidak ada kaitannya dengan sihir, tapi masih berkaitan.” Semua siswanya masih terdiam di tempat dan belum ada yang duduk.


Anto kemudian memunculkan lagi meja guru di depannya yang sama persis dengan sebelumnya. “Jangan kagum dengan sihir ini. Ini hanya menggunakan alkimia yang di gabung dengan sihir supaya lebih cepat jadi.” Anto menjelaskan sedikit pada muridnya yang terbengong melihat apa yang di lakukannya barusan. “Yang akan ku ajarkan selanjurnya kombinasi sihir dengan senjata, armor dan lainnya.” Anto kemudian langsung memunculkan dua buku di depannya. “Semuanya duduk!” Perintah Anto yang lalu di lakukan oleh semua muridnya. Anto kemudian membuka buku itu dan menunjukan pada semua muridnya kalau itu kosong dan tidak ada tulisan sama sekali.


Setelah itu muncul sebuah tulisan dengan sendirinya pada buku yang kosong itu. Anto lanjut membuka buku satunya yang sudah mempunyai tulisan yang sama. “Ini namanya kombinanasi antara dua skil yang berbeda sekali.” Semua muridnya hanya diam setelah melihat itu semua dan tidak ada yang bicara sama sekali. “Skil yang ku gunakan tadi, pembagi indra dan pembagi pengalaman. Dengan menggunakan pada kedua buku ini, maka yang kosong akan menuliskan hal yang sama dengan yang di buku satunya.” Anto dengan singkat menjelaskan. Anto tahu kalau muridnya terlihat sangat memahami apa yang di sampaikannya itu.