
-Planet Icarus-
Pagi hari di kerajaan A di hotel Nayla. “Bangun Nina.” Dengan sara lembut membagun Nina yang masih tidur pulas. Nina tida langusng bangun, dia malah memiringkan badannya ke arah lain.
“ 5 menit lagi.” Jawab Nina dengan santainya di kasurnya. Nayla yang melihat tingkah Nina yang malah membuatnya kesal, lalu dengan cepat menarik selimutnya.
“BANGUN…!!” Nayla berteriak ke Nina yang masih saja tidur. “Gadis ini.” Nayla yang masih kesal dengan tingkah Nina yang malas bangun. “Jika kamu tidak bangun, jangan harap ikan bakar itu jadi milikmu.” Dengan tegas mengatakannya. Setelah berkata itu, Nina yang tadinya malas bangun dengan cepat bangun lalu berlari langusng keluar dari kamarnya.
“Ayo cepat Nay, aku sudah lapar…” Ajak Nina yang sudah jauh duluan keluar meninggalkan Nayla. Nayla yang di tinggal sendiri di kamar itu, senyum kecil setelah Nina keluar kamar dengan alasan yang sangat simple.
Sebelum keluar, Nayla mulai merapikan kamar Nina yang berantakan yang di tingalkannya. “Anto, Kapan kamu balik?” Nayla yang memikirkan Anto yang jauh di semesta yang tidak di ketahuinya sambil merapakin kasur Nina. “Sudah berapa tahun kamu belum balik, apa yang kamu lakukan sebenarnya?” Tanya Nayla pada dirinya sendiri. Dengan terus memikirkan Anto, Nayla sambil terus merapikan kamar Nina yang berantakan.
“NAYLA… CEPAT TURUNNN!!” Teriak Nina dari lantai bawah pada Nayla yang masih membereskan kamarnya.
“Gadis ini!” Nayla yang merasa kesal dengan teriakan Nina yang sangat keras. “Apa yang bagus darinya. Kenapa kamu biasa menyukai Gadis seperti ini sih.” Nayla yang tidak mengerti kenapa Anto menyukai Nina.
“CEPATLAH!!” Teriak Nina dari bawah lagi memanggil Nayla yang masih di kamar nya.
“BERISIK BISA DIAM TIDAKK!!” Suara Pria yang lebih keras di hotel milik Nayla membuat suasana tambah panas.
“DIAMLAH TUA BANGKA!!” Teriak Nina pada Pria itu, yang membuat Nayla bisa mendengarnya lebih jelas lagi.
“APA KAMU BILANG??” Balas lagi Pria itu pada Nina. Suara balasan dari Nina dan Pria itu, terus terdengar dari bawah yang membuat Nayla merubah ekpresinya dalam sekejap. Nayla keluar dengan pelan menuju lantai bawah hotel. Saat sampai di lantai bawah dekat tangga, suara berisik masih terdengar dan sekarang lebih jelas lagi. Nayla yang melihat itu merasa sangat marah sekali. Nayla tidak sengaja melihat sapu di dekat tangga dan dengan cepat langusng memgambilnya lalu melemparnya ke arah Nina yang sedang saling balas teriak dengan pelanggan lain. Nina yang menyadari ada sesuatu yang melayang ke arahnyam dengan cepat langsung menunduk lalu menangkap sapu yang terbang ke arah nya itu.
“Tidak, tidak, tidak. Aku yag seharusnya minta maaf karena mengganggu pemilik. “Dengan sopan Pria itu meminta maaf pada Nayla. Nayla tersenyum membalas perkataan pelanggan Pria dewasa itu. Setelahnya tidak melakukan apa-apa lagi sambil berjalan pelan ke arah Nina yang sepertinya takut pada nya.
“Nina, mari ikut aku.” Ajak Nayla dengan tesenyum pada Nina. Dalam pandangan Nina, Nayla merupkan hal berbahaya yan perlu di takutkan dan tidak seharusnya di dekati. “Mari.” Nayla menarik tangan Nina dengan pelan dan terlihat lembut, namun sebenarnya Nina di tarik dengan paksa dan tangan Nayla sangat kuat sekali dan bahkan tidak bisa membuat Nina bisa melepaskannya.
“Tol…!” Nayla langusng menutup mulut Nina yang hendak minta tolong. Nina hanya bisa pasrah denga tindakan Nayla. Para pelanggan yang melihat itu tidak mengerti kenapa Nina terlihat ketakutan dengan Nayla. Nina melihat ke arah pelanggan Pria tadi yang tersenyum pada nya yang terlihat sangat senang dan juga meikmatinya saat pemilik hotel akan terlihat memarahinya.
“Awas saja Pak Tua, jika ini kelar, akan ku injak kamu.” Nina dengan tatapan tajam menatap ke arah Pria dewasa itu yang sedang tersenyum senang padanya. “Heh!” Nina yang merasa kepalanya di pegang. Nina mengangkat tangannya, lalu memgang tangan orang yang memegang kepalanya dan langsung melemparnya. Saat itu Nayla langsung berhenti berjalan. “Ada apa?” Tanya Nina pada Nayla yang tiba-tiba berhenti. “…!”Nina kaget saat melihat Nayla yang begitu tajam melihatnya. Nina meliaht ke arah tangan yang baru saja di lemparnya itu. "Maaf!!" Dengan suara kecil meminta maaf pada Nayla yang melihat ke arahnya dengan sangat tajam sekali. Setelahnya Nayla menarik lagi Nina. Nina hanya diam saja ketakutan melihat mata Nayla yang begitu menyeramkan. Setelahnya hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa lagi.
“Gadis ini kenapa selalu cari ribut sejak dia pergi?” Tanya Nayla pada dirinya sendiri yang tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya di lakukan oleh Nina. “Sejak kamu pergi, banyak hal berubah di sini.” Dengan terus menarik Nina ke sebuah pintu yang tampak modern seperti di Bumi. Lala berhenti menarik Nina setelah membuka pintu dan memasukkan ke dalam ruangan itu. Saat di dalam mereka tiba di ruang makan dan di sana sudah di tunggu oleh yang lainnya.
“Nina, Nay, sedang apa kalian?” Tanya Lia pada kedua temannya yang terlihat ada sesuatu di antara mereka berdua. Mereka berdua tidak ada yang menjawab. Nayla malah diam dan melihat ke arah meja makan yang sudah siap. Nayla berjalan pelan mengabaikan pertanyaan Lia dan meninggalkan Nina yang terlihat marah dan kesal sekaligus takut padanya. “kalian ini?” Lia yang tidak tau harus berbuat apa pada Nina yang terliha sedang memusuhi Nayla.
“Kapan dia balik?” Kata Nayla dengan tampang wajah lesu. Semua orang langsung melihat ke arah Nayla yang sudah duduk dikursinya dengan wajah yang tidak menyegarkan.
“Kak!” Panggil Lala dengan suara lembut pada Nayla. “Dia pasti balik kok.” Kata Lala menenangkan Nayla yang telihat sedikit lesu.
“Lala lanjutkan sarapanmu.” Perintah Lia dengan suara lembut. Lala yang mendengar itu langusng melanjutkan sarapannya dengan wajah ceria lagi. “Adeh... Sejak kamu pergi diam-diam, semua berubah tidak jelas di anatra kami dan seluruh Planet ini. Bahkan aku sendiri berubah sejak mengingat diriku di masa lalu.” Lia yang mulai kepikiran dengan Anto yang masih jauh di semesta yang tidak di ketahuinya. “Hah! Ini!” Lia yang bisa merasakn suatu energy yang besar datang dengan cepat ke Planet Icarus dan terdapat banyak sekali energy yang di rasakannya. “Dia ke sini.” kata Lia dengan sangat jelas sekali hingga membuat suasana di ruang makan itu berubah.
Next Chapter