
Setelah itu, Andri mulai memukul dengan sangat keras pada penghalang itu berkali-kali. Selama 1 menit Andri terus menerus memukul penghalang dinding tak terlihat itu dengan semakin cepat. Tangan kanannya tidak terlauka sama sekali, sedangkan tanagn kirinya sudah berlumeuran darah. Tapi Andri sama sekali tidak peduli hal itu malan semakin memukul dengan sangat kuat dan cepat sekali.
Andri seolah-olah kekuatan dan staminanya bertambah kuat dan mengabaikan semua yang terjadi dengannya. Sudah 30 menit lebih, Andri teru memukul dengan semmin cepat saja. Kali ini pukulannya sudah dua kali lebih cepat dari sebelumnya dan juga darah di Antara kakinya sudah sekali yang mengalir dari tangan kirinya yang terluka berat.
***
Malam mulai kembali. Sudah seharian Andri memukulnya namun tidak ada hasilnya dan juga Andri mengalami luka yang sangat berat. pengahalang tidak terlihat hanya tertutupi olrh banyak darah yang terus mengalir dari tangan kirinya yang sudah tidak bisa di gunakan untuk melakukan apapun. tangan kanannya juga sudah berlumuran darah terkena percikan darah selam seharian penuh hingga penuh dengan darah di seluruh tubuhnya.
Pada saat yang bersamaan di tangan kanannya ada tanda meraha muncul, tapi Andri yang tidak peduli hal lain, hanya memukul penghalangi tu dengan sangat cepat dan mengabaikan tanda warna merah yang terus menyala tersebut.
…..
Hari sebelum Andri berada di gubuk itu. Lala yang kembali dari taman merasa sangat enang sekaali saat bertemu dengan Andri.
“Hari ini sungguh menyenangkan.” Ucap Lala yang guling-gulingan di kasurnya.
“kakak kenapa?Siska Yang ada di dalam kamar Lala.
“Aaaah!” Lala kaget dengan Siska yang tiba-tiba memanggilnya.
Siska menatap kakaknya tyang bertingkah sangat aneh sekali setelah bertemu denga Andri. Lala yang terlihat sangat malu membuat Siska mejadi penasaran pada kakaknya yang terlihat sangat berbeda sekali.
“Andri!!” Siska yang mengingat Andri “Apa Andri mealakuaknsesuaru pada kakak?” Tanya Siska yang mulai menatap tajam pada Kakaknya.
Lala tidak menjawan, hanya memalingkan wajah dari Siska yang terlihat garang sekali padanya.
“Andriiii!!” Siska berteriak kemudian keluar kamar Lala dengan sangat marah sekali.
“Eh!” Lala yang bingung dengan tingkah Siska yang berubah “ Apa yang terjadi dengannya?” Lala yang tidak tau kejadian sebenarnya “Hahh! hari ini sungguh menyenangkan. Semuanya aku sudah bertemu dengan Anto. bagaimana kabar kalian. Aku harap kita segara bertemu lagi.” Ucap Lala yang masih sangat bahagia yang mengingat kejadian di taman.
Lala yang masih sangat senang sekali, mulai sedikit cemas.
“Kenapa kamu bia sampai disini?” Lala yang bingung dengan Andri “Seharusnya kita bertemu dua tahun lagi, setelah Planet ini hancur, tapi kenapa kamu bisa ada disini?” Lala yang muali binih dengan situasi Andri.
Lala bangkit dari rasa senangnya, kemudian duduk dengan sangat focus, di lanjutkan dengan menutup matanya dan lalu menenagkan diri dengan menarik nafas beberapa kali. Setelah merasa baikan Lala membuka matanya.
“Status.” Panel Status Lala muncul di depannya “Semua Statusku sudah maksimal sejak aku memutar kembali dari masa depan. Lia memutar balikkan waktu setelah kejadian itu karena merasa sangat tidak berguna untuknya.” Lala sedih saat meningat keadian yang di alaminya di masa depan “Saat ini Seharusnya Kamu berada di planet itu.” Ucap Lala sambil Lia yang berada di Planet Icarus.
Lala menjadi diam dan bingung denganterus menatap Statusnya yang tidak ada perubahab sama sekali.
“Dulu, Kamu melarang kami kembali ke masa lalu, apa ini ganjaran yang harus Kami terima.” Lala yang yang mulai ingat dengan larang seseorang sambil membaringkan diri “Anto!” Ucapnya dengan suara lembut sambil memejamkan matannya.
Lala yang sudah memejamkan matanya mulai tertidur dengan pelan dan juag dengan rasa gelisah.
***
Pagi hari, Lala masih tidur dengan nyenyak.
“Bangun kak!” Suara Siska membangunkan Lala yang masih tidur dengan lelap.
“Mmm!” Lala membuka matanya yang masih tertutup dengan santainya.
“kenapa kakak, malas bangun sepertinya.” Ucap Siska pada kakaknya yang masih inging tidur “kak! kakak sangat berubah sekali sejak enam bulan lalu. Apa kakak mengalami sesuatu hingga membuat kakak berubah secara drastis begeni?” Tanya Siska dengan suara lembut dan juga penasaran.
Lala tidak jadi tidur dengan pertanyaan Adiknya. Lala bangun kemudian menatap Adiknya yang melihatnya dengan penuh rasa ingin tau.
“Ya.” Jawab Lala dengan tersenyum sambil mengelus Adiknya “Jadi apa yang ingin kamu ketahui?” Tanya Lala pada adikanya yang terlihat meragukannya.
“Aku ingin tau, kenapa Kakak bisa berubah begini? Dulu Kakak tida pemalas begini. kakak selalu rahin bangun pagi, bahkan sampai membangunkan aku. Sekarang malah aku yang membangunkan kakak.” Ucap Siska yang tidak mengerti sama sekali dengan perubahan Kakaknya.
“Hmm! Apa itu saja?” Tanya balik Lala.
Siska mengangguk sebagai jawab pada Kakaknya.
“Kau tau, Kakak sudah ada yang miliki. Jadi Aku hanya mengikuti perkataannya yang masuk akal.” Jawab Lala sambil tersenyum sambil menarik Siska yang hanya berdiri saja di samping tempat tidurnya.
“Apa maksud Kakak?” Tanya Siska yang masih tidak mengerti sama sekali dengan perkataan Kakaknya sendiri.
“Dia bilang padaku untuk menikmati waktuku sendiri dengan hobiku, dengan keinginan hatiku, apapun yang menyenangkan buatku, Tapi jangan lupa aturan yang yang di buat dunia untuk penghuninya.” Lala menjawab pertanyaan Adinay dengan tidak jelas sama sekali.
“Aku sama sekali tidak paham, Kak.” Siska yang duduk di kasur Kakaknya.
“Hah!” Lala mengusap wajahnya “Gini, Aku hanya ingin malas dan tidak ingin pergi ke akademi dan juga tidak ingin melakukan hal seperti berdandan menyapa para tamu seperti dulu. Itu sagat melelahkan. Kamu paham sekarang?” Tanya Lala pada Adiknya yang mengangguk.
“Jadi, Kakak tidak ingin menonjol, itu maksudnya?” Tanya Siska yang masih tidak terlalu paham dengan perkataan Kakaknya.
“Anak ini.” Lala yang menghela napasnya sambil yang melihat Adiknya tidak paham sama sekali dengan maksudnya “Siska!” Lala bangun kemudian memegang bahu adiknya yang “Aku sudah punya suami. Jadi Aku tidak punya alasan untuk menerima perintah siapapun, paham. ?” Kata Lala dengan tegas pada Adiknya yang terlihat kaget dengan perkataannya.
Setelah berkata itu, Lala melanjutkan tidurnya dan membiarkan Siska terdiam di tempatnya. Siska yang belum sama sekali mencerna maksud Kakaknya.
“Kakak!” Siska memanggil kakaknya.
“Mm!” Kakaknya yang sudak tertidur.
“Kakakkkk!!” Siska tiba-tiba menangis hingga membuat Lala yang tidur bangun lagi.
“Kamu kenapa?” Tanya Lala pada Siska yang menagis meneteskan air mata di dekatnya.
Siska hanya menagis dan tidak menjawab pertanyaan Kakaknya. Setelah beberapa saat menangis Siska selesai menangis.
NEXT Chapter
Status Lala:
STR --, AGI --, VIT --, INT --, DEX --, LUK –
Skil :
Uknown (Nanti untuk lebih lanjut)
Lala mengulang waktu dengan Skil Lia dari masa depan ke masa lalu untuk menemukan Andri.