
“Kakak… Apa sudah waktunya?” Tanya Suci dengan lembut dan halus. Anto hanya tersenyum pada Suci lalu mengangguk. Setelah itu, Anto menarik rambutnya sehelai lalu di leburkannya dan setelahnya terbentuk sebuah portal yang sangat berbeda sekali dengan yang lainnya dan juga terlihat tenang sekaki di dalam portal itu. Anto melihat ke Luis dengan wajah tenang.
“Luis, kamu tahu. Aku itu datang dari zaman, era dan waktu yang berbeda sekali dengan Dunia ini.” Anto bicara dengan santainya. “Kamu tahu, Dunia ini pernah ku kunjungi di masa depan yang jauh sekali dan di sana ada banyak sekali Dewa dan Dewi nya yang tidak seperti zaman ini.” Anto masih lanjut bercerita. “Sherly, Tiara, Riana, kalian mungkin tidak akan pernah menduga kalau diriku ini adalah manusia Dunia lain dari tahun 2xxx yang jauh sekali peradabannya di banding dengan Dunia mu saat ini.” Anto terhenti bicara sambil melihat ke Tiara dan kedua saudari itu. “Sebelum lanjut ceritanya, apa kalian ingin tahu tentang Dunia ini di masa depan?” Tanya Anto pada Sherly, Tiara dan Riana.
Mereka semua serentak menggeleng dengan cepat. “Kak, aku tidak ingin tahu sama sekali dengan Dunia di masa depan. Yang ku inginkan itu cuma satu hal saja, yaitu kebehagiaanku yang sekarang ini.” Jawab Tiara dengan lembut dan sopan. Semua Gadis di sana langsung melihat ke Anto dengan senyum dan tidak mengharapkannya melanjutkannya.
-Sudah cukup saja Anto. Waktunya ki!-
“NAVI, menurutmu ini hal yang baik atau buruk?” Tanya Anto dengan senyum membalas semua gadisnya sambil memotong perkataan NAVI. NAVI jadi terdiam dengan perkataannya yang terpotong sebelum selesai.
-Anto, biarkan aku selesaikan perkataanku dulu. Aku merasa jadi sepeti mesin saja jadinya- Minta NAVI dengan santainya dan juga merasa di abaikan oleh Anto.
“Aku tidak bermaksud begitu, nanti saja kalau mau menasihatinta. Sekrang ini kita akan menikmati perjalanan pulang kita.” Anto menjelaskan kenapa dia memotong permicaraan NAVI. NAVI hanya diam saja dan tidak merespon.
“Kapan kita akan berangkan Kak?” Tanya Suci yang ada di dekatnya karena dari tadi hanya diam saja sambil tetsenyum entah karena apa. Anto melihat ke Suci yang melihatnya dengan sedikit penasaran dengan apa yang sedang di lakukannya.
“Kalian masuklah duluan, di dalam poetal akan memakan waktu sekitar 10 menit untuk tiba di Duniaku.” Jawab Anto sambil meminta semua BIDADARI nya duluan. “Aku akan bicara sebentar sama Luis. Oh ya, kalian akan mendarat di bulan nanti, tunggu aku di sana dan jangan ke mana-mana. Aku akan langsung mengajak kalian ke rumahku.” Minta Anto dengan senyum pada BIDADARI nya.
Para BIDADARI nya langsung saling lihat lalu mengangguk dan setuju dengan permintaan Anto. Beberapa BIDADARI langsung masuk ke portal di dekatnya lalu Tiara berhenti tepat sebelum masuk. “Kak, jaga kami di Duniamu dan juga sayangilah kami. Aku ingin bersama Kakak selamanya.” Tiara mengatakannya setelah semua BIDADARI yang lain masuk, kemudian dia masuk tanpa menunggu Anto meresponnya. Anto terdiam dan tidak berkata apa-apa.
-Aku tahu itu- Jawab NAVI dengan santai dan juga paham sekali dengan hal yang di katakan Tiara padanya. Meski bukan Anto yang menjawabnya, dia paham kenapa Tiara berkata seperti itu padanya setelah cukup lama bersamanya. Setelah itu, semuanya jadi hening di sana dan tidak ada yang bicara.
-Kalau gitu sampai ketemu lagi Luis- NAVI mengucapakannya sambil memberi kode Anto untuk masuk ke dalam portal. Luis dan adiknya hanya meneteskan air mata saat melihat Anto yang perlahan menggilang dari portal yang tertutup secara perlahan. Anto yang di dalam portal dan belum melakukan apa apa selain dia melayang.
“Perpisahan itu hal biasa Luis, jadi jangan terlalu sedih dengan hal itu.” Saran Anto yang tidak di keluarkannya sama sekali di luar barusan. “NAVI, aku jadi merasa tidak tega dan berat hati, Tapi rasa ini harus ku lepaskan bukan!” Ajak Anto bicara sambil diam melayang di tempatnya.
-Ya, kalau itu aku setuju. Biar lebih nyaman pulang aku akan menggunakan ini padamu!- Anto perlahan merasakan hangat dan tenang dari dalam tubuhnya. Beban pikiran tadi jaid terasa ringan dan juga perlahan kembali ke tujuan awalnya untuk pulang ke rumah. -Sesekali ku gunakan untuk diri sendiri- Dengan senang NAVI mengatakannya.
Anto yang merasa lega langsung terbang lurus ke depannya dan melihat ke belakang sama sekali. “Rasanya aku bebas sekarang. Ku rasa perjalanan ini akan mudah dan juga sepertinya tidak akan terjadi apa-apa pada firasat yang ku rasakan ini.” Anto yang senang dengan semua telah di alamnya itu.
-Tentu saja kali ini pasti aman. Portal ini adalah tingkat teringgi dari portal yang pernah kita gunakan dan juga termasuk tingkat kemanan yang paling tinggi, tapi belum tentu 100 persen aman- Respon NAVI yang ikut terbang dan tidak duduk di Anto.
Anto terdiam mendengar penjelasan NAVI dengan sangat tidak memperhatikan sekali. Anto hanya terbyang seperti apa rumahnya di sana kali ini. “Menurutmu bagaimana di sana?” Tanya Anto pada NAVI dengan santainya selama belum keluar. NVI tersenyum dengan pertanyaan itu.
-Entahlah. Yang jelas karena sudah beberapa tahun kita tinggal di sini. Yang ku khawatirkan cuma satu hla saja, cuma harap bisa ke waktu yang tepat saja- Respon NAVI karena belum yentu dirinya akan pulang pada era dan waktu yang sama. -Ku harap kita akan kembali saat kamu berusia 16 tahun kloningmu. Tapi ku rasa tidak mungkin kita akan kembali saat umur kloningku berusia 25 tahun- Jawab NAVI dengan senang dan juga masih menduga saja.
“Jangan pikirkan itu. Kita itu pulang bedasarkan waktu di Bumi dan bukan di sini. Pastinya kita akan kembali sesuatu dengan hal yang kita habiskan waktu di sini, kecuali Bumi dan Dunia ini mempunyai waktu yang berbeda maka aku akan lebih senang lagi menemukan diriku yang lebih muda dan menyesal jika menukan diriku Tua atau telah tiada karena di makan umur.” Dengan senyum mengatakannya sambil berharap dia kembali ke waktu yang di harapkannya benar.
-Ya, semoga saja kita kembali pada waktu yang dirimu yang muda- Timbal NAVI yang juga menharapkan hal yang sama dengan Anto. Setelah itu mereka berdua tidak ada yang bicara sama sekali mereka hanya diam terbang dengan senang dan penuh bahagia terpancar dari wajahnya dan juga sediki khawatir dengan hal yang kemungkinan tidak di harapkannya itu terjadi juga. Meski begitu, Anto hanya berharap semuanya sesuai dengan yang di harapkannya. Waktu berlalu, kini tinggal 10 detik lagi Anto akan keluar dari portal. Di depannya ada sebuah lubang yang terlihat jelas sekali di luarnya ada penampakan Planet Bumi.
“Tinggal sedikit lagi.” Dengan raut senang Anto melihat Bumi dari dalam portal. ‘SHOUSH!’ Anto keluar dari portal dan mendarat di dekat bulan dengan sangat senang dan melihat tanpa berkata apa-apa kecuali rasa bahagia yang telah terpuaskan saat melihat Bumi di depan matanya. ‘Aku pulang.’ NAVI dan Anto mentakannya dengan tulus hatinya secara bersamaan.