
Setelah semua orang di Angkasa itu tersegel ingatannya, Anto menghilangkan diri bersama Nina menggunakan Skil tak terlihatnya. Tapi Nina juga masih punya ingatan utuh karena tidak di kunci ingatannya. "NAVI, jaga Skil invisible (tak terlihat) tetap aktif." minta Anto pada NAVI. NAVI tidak merespon tapi melakukan ha yang di minta Anto. Setelah itu Anto agak menjauh dari Gadis yang di berikannya pakaian tadi dan menunggu mereka semua sadar. Setelah cukup jauh, Anto merubah cara gendongan Nina ke punggungnya. Setelah semua orang sadar, mereka semua jadi tampak bingung dengan apa yang mereka lakukan. "NAVI, apa selanjutnya?" Tanya Anto yang mengawasi dari tadi.
-Kita tunggu saja mereka membuka jalan menuju Dunia mereka- Jawab NAVI dengan jelas. Anto yang sudah mendapat respon, diam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Gadis yang di berikan pakaian oleh Anto sangat bingung dan juga tidak mengerti dengan apa yang di lihatnya. Setelah Gadis itu terbang mendekat ke salah satu orang yang kuat itu muncul.
“Master, aku tidak melihat Nina!” Kata Gadis itu dengan sopan pada beberapa Wanita di dekatnya yang terlihat dewasa. Wanita itu, tidak merespon Gadis itu, malah melihat sekitar yang juga sangat bingung seperti melupakan sesuatu. Banyak orang yang bertanya-tanya dengan kejadian yang sebenarnya, tapi tidak ada orang yang tahu dengan kejadian sebenarnya. 10 orang terkuat juga berkumpul dan mencari kenpa mereka bisa di sana. Tapi, tidak satupun dari mereka yang tahu benar jawaban yang pasti. Salah seorang dari 10 terkuat itu, yang Anto sudah pukul, maju dan berdiri di tengah-tengah kebingungan.
“SEMUANYA BERKUMPUL!!” teriak laki-laki yang pernah di pukul oleh Anto. “Kita semua tidak tahu apa yang telah terjadi, oleh sebab itu kita akan gencatan senjata untuk saat ini.” Ucap dengan intonasi suara tegas. "Jadi kita kembali untuk memecahkan masalah ini terlebih dahulu." Kata Pria itu dengan tegas. Setelah berkata begitu, semua orang tidak ada yang saling berbisik, mereka diam dan menunggu apa yang akan di lakukan oleh orang tadi.
“Master!” Panggil Gadis yang Anto beri pakaian itu. “Aku tidak menemukan Nina di manapun.” Lapornya lagi, pada salah satu dari 5 wanita yang terkuat. Wanita itu diam, dan belum merespon Gadis itu sama sekali.
"Tenang dulu, kita lihat situasi ini terlebih dahulu baru kita cari Nina." Wanita itu yang menghibur Gadis itu. Gadis itu, tampak tidak terima, tapi mau bagaimana lagi, dia hanya bisa menuruti Wanita itu yang juga masih memilih untuk mencari tahu dengan apa yang sedang terjadi.
"Murid ini paham!" Kata Gadis tersebut sambil melangkah meninggalkan Masternya. Dia terlihat sangat sedih karena tidak ada yang meresponnya sama sekali. Sementara itu, 10 orang terkuat berkumpul bersama dan mendiskusikan sesuatu. Anto yang tidak tertarik dengan apa yang di diskusikan oleh orang-orang tersebut, menjauh dari sana dan mengikuti Gadis itu.
"Menurutmu bagaiamana?" Tanya Anto pada NAVI sambil mengikuti Gadis itu yang terus terbang melayang di Angkasa melihat sana sini tapi tidak ketemu dengan apa yang di carinya. NAVI tidak langusng menjawab malah diam. Gadis itu tidak bertanya pada orang lain yang di lihatnya, dia hanya mondar mandir mencari tanpa tujuan yang jelas.
-Bagaiamana ya... mungkin dia orang yang penyayang atau cuma orng bodoh yang melakukannya sendiri saja- Jawab NAVI tapi, dengan suara yang terdengar asal-asalan saja. NAVI lebih tertarik melihat apa yang akan di lakukan Gadis itu dari pada melihat kebodohan yang akan di lakukannya.
“SEMUANYA BUKA!!” Teriak orang yang pernah di pukul Anto dengan sangat tegas. Anto melihat ke sumber suara dan berhent mengikuti Gadis itu. Saar melihat ternyata sudah ada formasi yang di bentuk oleh 10 orang terkuat itu dan sedang membuka sesuatu. Anto melihat apa yang di buka oleh 10 orang terkuat itu. Setelag beberapa saar sebuah gerbang yang sangat besar terbuka dari formsi yang di lakukan oleh 10 orang terkuat itu. Anto menyakasikan momen pembukaan pintu itu dengan cermat, semrntara NAVI memperlajari apa yang sedang di lakukan orang-orang tersebut.
***
Butuh waktu 10 menit bagi 10 orang itu untuk membuka gerbang dengan sempurna. Anto kagum oleh gerbang yang begitu besar sekali yang berada tidak jauh darinya. -Anto, sepertinya ini gerbang khusus yang buat. Hanya mereka yang di izinkan yang bisa masuk- Kata NAVI yang telah selesai mempelajari formasi itu. Anto tidak menjawab, karena dia tau apa yang harus di lakukan NAVI. -Pasti ada sesuatu di pakaian Nina, coba cari benda atau sesuatu yang bisa jadi tanda pengenal- Suruh NAVI dengan cepat. Anto yang mengerti langsung melayangkan Nina dan melayangkan semua benda yang ada di tubuh Nina.
"Cuma ada pedang dan cincin yang sedang di kenakan Nina. Yang mana NAVI?" Tanya Anto saat cuma menemukan 2 hal itu. NAVI tidak menjawab dia juga seperti mencarinya. Anto yang tidak tau harus apa lagi, diam saja menunggu respon dari NAVI. Tapi, Anto melihat ke cincin yang di kenakan Nina. Anto lalu memegang cincin itu dan benar saja, Anto langsung tahu fungsi dari cincin itu. "NAVI!" Panggil Anto yang hendak melepas cincin dari jari Nina tidak bisa menarik cincin dari jari Nina. Anto langusng paham dengan yang terjadi dan dia berhenti menarik cincin dari tangan Nina.
-Pegang saja. Apa susahnya sih- kata NAVI dengan sangat jelas sekali pada Anto yang sudah melepas tangannya dari jari Nina. Anto yang mendengar berkata begitu, memegang lagi jadi Nina tanpa paksaan sama sekali. Anto yang telah memgang cincin Nina, di pindai oleh NAVI dengan cukup cepat. Itu hanya berlangsung selama 10 detik saja. -Aku sudah membuat sebuah kartu pengenal untukmu- Kata NAVI pada Anto dengan biasa saja. Anto yang mendengar itu, menunggu NAVI memerikannya kartu itu.
NAVI masih belum memberikan Anto kartu pengenal yang di buat untuk Anto dan hanya diam saja menunggu, tapi itu sudah terlalu lama menunggu. "NAVI, mana?" Tanya Anto yang sudah menunggu dari tadi. 'WUSHH!!' Tiba-tiba angin muncul di luar Angkasa dan itu membuat Anto melihat sumber angin itu. Saat melihat, Anto melihat sebuah gerbang yang sedang di buka dan tidak menydarai waktu sudah lama berlalu. "Nanti bicara lagi NAVI." Anto yang lebih tertarik dengan gerbang yang sedang di buka itu. Anto yang melihat gerbang itu terbuka, langusng menggdong lagi Nina, lalu bertelepotasi dengan cepat ke dekat pintu gerbang itu. Saat sampai, Anto dapat melihat sisin lain dari balik gerbang.
"Semuanya masuk." Perintah orang yang sudah di pukul Anto dengn tegas. Tanpa ada balasan, mereka semua masuk bergeggas ke dalam portal. Anto juga ikut masuk ke dalam portal dengan semua Kultivator dengan terus menggunakan mode Invisible. Dalam gerbang, ternyata Anto memasuki sebuah portal raksasa yang sangat besar arusnya. Dalam perjalan di dalam portal, Anto di tarik dengan sangat cepat sekali ke dalam arus portal yang sedang di pakainya. Meski dalam portal, Anto tetap waspada dengan mahluk yang tidak di ketahuinya, yang mungkin bersebunyi di sekitarnya.
-Hati-hati- NAVI memperingatkan. Anto yang sudah tau maksud NAVI langsung menjauhkan Nina dari sisinya dengan menerbangkannya menjauh darinya dan dengan tetap mode Invisible. Anto bersiaga jika dengan sesuatu yang akan datang mendekatinya.
“Apa itu?” Kata seseorang di depan karena melihat suatu bayangan yang sangat cepat. Anto yang mendengar itu melihat sekelilingnya dan bisa melihat bayangan itu yang bergerak sangat cepat. Saat bayangn itu berhenti, itu terlihat seperti seekor Anjing Monster yang sangat besar dan ganas. Monster Anjing itu berheti di tengan kerumunan orang yang sedang melintas. Moster itu mengendus-ngendus beberapa kali dan berputar-putar seperti mencari sesuatu. Anto tahu dirinya sedang di cari, dia tetap dalam posisi siaganya. "Kenapa penjaga portal ada di sini?" Tanya seorang Kultivator yang terlihat takut. Tapi saat Anto melihat dengan seksama, semua Kultivator melihat dengan sangat takut pada monster Anjing itu.
Semua orang terlihat hati-hati dengan Monster Anjing itu yang mendengus ke udara beberapa kali di tempat yang kosong di antara Kultivator. "Dia tidak bisa menemukan secara langsung?" Anto yang menyadari apa yang sedang di lakukan Monster Anjing itu. Anto lalu melakukan telepostasi ke tempat Monster Anjing itu belum
melakukan pencarian. "Eh!" Belum sempat Anto berpindah, Monters itu langusng membagi dirinya (kagebunsin) menjadi ribuan dan langusng pergi ke tempat yang kosong dan salah satunya ada di dekat Anto.Anjing itu mencium sekali. Monster itu langsung terdiam. 'Rrrgh…!!' Monster itu langsung meraung pada Anto yang sudah di temukan. Semua Bunsin Aning itu langung menghilang dan yang asli langsung datang ke tempat Anto. Anto tidak takut pada Monster itu, tapi malah melihat ke Nina yang masih pingsang melayang di atas kepala Monster Anjing itu.
-Kuat, tapi lambat. Anto, kamu bisa tenang. Satu hal lagi, mereka tidak akan bisa menyusul di sini. Kita duluan masuk dan mereka belakangan. Mereka tidak bisa pindah ke sini karena aturan portal ini sudah di buat tetap bergerak 10 meter bagi yang menggunakannya- NAVI menjelaskan maksudnya dengan jelas. Anto tidak bertanya dan hanya fokus pada Monster Anjing di depannya yang sedang meneyrangnya saja.
“BERHENTI!” Dengan tegas memberi perintah pada Monster Anjing, oleh orang yang pernah di pukul Anto. Monster Anjing itu langsung berheti dan tidak menyerang lagi. "KEMBALI." Dengan tegas orang itu memerintah Monter Anjing itu. Monster Anjing itu menatap tajam pada orang itu. Orang itu langsung mengeluarkan sebuah plekat dari dalam bajunya dan mengarahkannya pada Mosnter Anjing itu. Anjing itu langsung gemetar dengan plekat yang di keluarkan orang itu. Moster itu langsung pergi dengan berjalan pelan keluar dari portal dengan cepat.
"Orang asing, aku tidak tau apa tujuanmu. Aku peringatkan, Dunia yang akan kamu masuki bukan seperti Dunia yang pernah kamu temui sebelumnya." Mosnter itu mentelepati Anto dengan suara serius sekali.
Anto sedikit kaget dengan suara yang tiba-tiba masuk ke dalam otaknya. "Maaf saja, aku seorang Petualang. Namaku ZERO, aku hanya ingin belajar dan mencari tau apa yang ada di Semesta ini. Jika aku tidak di terima di Dunia itu, tinggal menyusup saja kan." Respon Anto dengan suara biasa saja sambil menutup matanya.
"Anak muda yang sangat berani, usia masih di bawah sepuluh tahun. Jika aku tidak terkurung di sini, pasti sudah bisa ku bunuh karena meresponku bicara. Kali ini kamu sangat beruntung dengan pertemuan mu dengan mereka yang lemah-lemah ini." Monter Anjing merespon Anto lagi dengan suara semakin serius. Anto yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja dan tidak cepat membalas.
"Dengarkan ini, seperti kamu sangat tidak mempercayaiku atau memang tidak suka sama sekali dengan diriku ini. Tapi, aku tidak akan mengganggu kehidupanmu. Aku hanya datang dengan damai dan tidak berbuat sama sekali dengan hak mencampuri Dunia ini, jika tidak terpaksa pasti aku akan mencari tahu dulu, apakah Dunia ini memang layak di selamatkan atau di hancurkan." Respon Anto dengan sopan pada Monster Anjing itu. "Satu hal hal lagi, sepertinya kamu hanya berniat mengusirku dari sini, dan juga seprtinya kamu tahu bahwa aku akan datang, apa kamu bisa beri tahu alasannya?" Tanya Anto dengan sedikit serius.
Monster itu tidak langsung menjawab dan malah diam saja menjah dengan pelan. -Anto, Monster itu memang memiliki kekuatan yang sangat besar sekali, tapi dia di batasi oleh plekat tadi dan dia lebih kuat dari kita yang sekarang. Tapi, kita bisa menang melawannya jika kita bertarung sangat serius sekali- NAVI menegaskan Anto yang saling telepati dengan Monster Anjing itu.
Anto yang mendengar itu terdiam dan tidak berkata apa-apa lagi pada Monster itu. "Hei Anjing Bumi, Siapa namamu?" Tanya Anto yang sepertinya hanya menebak saja asal mosnter anjing itu, tapi di katakan dengan sangat serius supaya terdengar alami mengatakannya.
"Bumi ya. Sudah ribuan tahun sejak nama itu di sebut." Resopn Anjing itu langusng diam setelah Anto mengatakan itu. "Begitu ya, kamu orang itu. Aku tidak akan pernah menang dari dirimu." kata Anjing dengan merasa sangat lega dan juga terdengar aneh. "Semoga berhasil Hero.... Sepertinya salah kalimat yang ku katakan. Semoga berhasil, Petualang." Kata Anjing yang sudah merasa sangat lega yang dapat di rasakan oleh Anto melalui telepati yang mereka lakukan.
Anto terdiam dan tidak bisa mengerti maksud dari perkataan mosnter Anjing itu yang merasa lega akan sesuatu. "NAVI, apa kamu memikirkan hal yang sama denganku?" Tanya Anto dengan cukup serius.
-Bukan sama, tapi memang persis sekali. Seprtinya ada orang yang telah tranfer ke dunia ini. Jangan pikirkan itu dulu, lihat ke ke depan- NAVI membangunkan Anto yang dari tadi membalas telepati Anjing itu. Anto kemblai fokus ke depannya. Saat melihat, ternyata dia hampir sampai di ujung teleportasi. Anto tidak tersenyum saat hendak keluar dari portal, dia malah langsung bersiaga. Tepat seperti yang di pikirkan Anto Anjing itu sudah menunggu untuk menerkamnya dan Anto langsung tergores sedikit meski tidak sampai menghilangkan mode Invisiblenya. -Dia cukup berani saat dia tidak ada di sini- NAVI sedikit kesal dengan tindakan Monster Anjing yang tiba tiba menyerangya.
"Sudahlah, kita pergi dari sini." Ajak Anto yang tidak marah sama sekali dengan sambutan Monster Aning itu. Monster Anjing itu pergi setelah mencakar Anto sekaali. “Sampai jumpa Monster.” Pamit Anto sambil melayangkan Nina ke punggungnya. Setelah itu Anto lari dan melompat dari batu yang sangat tinggi dan terjun ke sebuah lubang yang hitam di bawahnya. Anto tidak senang karena tidak dapat menikmati pemandangan Dunia lain karena Anjing itu, tapi dia masih tetap melakukan apa pun yang dia mau. Anto yang sudah melompat belum menmukan ujung dari jurang yang dia lompati, malah tidak menemukan sama sekali benjolan dinding dari jurang yang di lewatinya itu. "NAVI, berapa meter kita sudah melompat?" Tanya Anto yang tidak tau.
-Entahlah, baru juga kita masuk ke dalam sini. Tapi aku merasakan ada energi dalam tebing ini, mungkin saja tebing ini buatan seorang Kultivator- NAVI menjelaskan dengan singkat. Anto tidak menaggapi itu, hanya medengarkan saja dan terus melihat ke bawahh yang semakin dalam semakin gelap.
Anto terus melihat ke bawah yang seperti tidak ada ujungnya sama sekali. "Masih lama. Kira-kira berapa dalam lubang ini." Guman Anto sambil terus terjun tanpa halangan sama sekali dari apa pun dan tidak ada monster yang menyerang.
***
"Kenapa... kenapa belum sampai juga, sudah 10 jam." Anto yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi disekitarnya. "Dan juga kenapa Gadis ini belum bangun juga?" Tanya Anto yang tidak mengerti dengan Gadis yang sedang di bawanya yang belum-belum bangun meski sudah lama bersama. Anto jadi diam selama beberapa saat karena tidak tahu sama sekali dengan apa yang terjadi. “NAVI, kenapa aku tidak lapar? Setelah dua tahun tidak makan?” Tanya Anto memulai percakapan untuk menguhibur dirinya sendiri.
-Aku memasukkan Nutrisi ke dalam tubuhmu secara berkala- Jawab NAVI dengan senang hati dan merespon cepat pertanyaan Anto. -Dan secara tidak sengaja membuatmu bisa tahan lapar, tapi juga di saat yang bersamaan itu memasukkan kekuatan ke dalam jiwamu. Jika aku tidak melakukan itu, mana mungkin kamu bisa menang melawan ribuan orang di sana- NAVI menjelaskan dan mengingatkan kejadian dia terlibat dengan perang sebelumnya.
"Tapi bukannya saat itu kamu belum ada, bagaimana kamu bisa melakukan itu?" Tanya Anto pada NAVI dengan sangat penasaran dan juga curiga dengan NAVI yang mengatakan itu padanya tanpa ragu sama sekali. NAVI diam saja tidak merespon Anto, malah merasa ada sesuatu yang di rasakan oleh Anto seperti halangan untuk bertanya lebih lanjut lagi.
-Lihat ke bawah!- NAVI memperingatkan Anto dengan cepat. Anto langsung melihat ke bawahnya yang ternyata ada awan yang besar dan hitam. Tidak seperti sebelumnya yang di bawahnya ada warna hitamnya dan matahari bisa terlihat, tapi kali ini di bawahnya itu terlihat sangat jelas sekali kalau sebuah awan yang luas dan hitam. Anto jadi teralihkan sepenuhnya karena baru pertama kali meihat awan seperti itu di depannya.