Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 44


“Kita pergi ke arah utara untuk bisa ke sampai Planet ini. Huh... Sepertinya, kita msangat jauh dari bumi tapi sekarang aku merasa sangat dekat sekali.” Guman Anto sambil melihat batapa jauh jarak Bumi dengan Icaraus.


“Jadi apa yang akan kamu lakukan?” Tanya NAVI pada Anto yang terlihat senang


“Aku akan pergi jauh dari Planet Bumi, Icarus dan Gurun." Anto diam sebentar lalu melihat ke Planet Icarus. "NAVI apa kamu bisa melacak dan mengetahui keberadaan KEKASIH dan IBLIS?” Tanya Anto dengan serius sambil berbelik lahi melihat ke depan gerbang Portal yang di buatnya.


“Tidak sama sekali. Aku memprogram supaya kita tidak saling mencampuri urusan pribadi masing-masing. Dan cuma bisa saling membantu jika kita di butuhkan. Itu saja yang aku punya untuk saat ini. Apa ada pertanyaan lain?” Tanya NAVI dengan santai dan bertanya balik.


“Ini pertanyaan yang aku mau tanyakan! Apa yang akan terjadi dengan para KEKASIH saat mereka sudah mati?” Tanya Anto yang sangat ingin tau dan dengan sangat serius.


“Mereka akan selalu menjadi BIDADARI kita untuk selamanya.” Jawab NAVI dengan sangat jelas dan terdengar meyakinkan. “Saat KEKASIH meninggal, jiwa mereka akan kita jadikan satu dengan BIDADARI yang sudah ada. Anggap saja sama seperti kita saat akan melakukan peleburan jiwa untuk di jadikan satu. Jujur saja mereka akan menjadi lebih kuat di bandingkan kita yang duluan mempelajarinya.” Jawab NAVIdengan sangat jelas dan mudah di pahami.


Anto terdiam dengan hal yang di menertinya. “Ya sudah! Jadi mereka bisa melindungi diri mereka sendiri.” Guman Anto dengan sambil terus berdiri di tempatnya.


“Ya.” Jawab NAVI sambil mematikan peta hologram semesta. “Nah, sekarang apa yang akan kamu lakukan Anto?” Tanya NAVI pda Anto yang masih saja tidak beranjak dari tempatnya berdiri.


“Aku akan menyembuhkan Ibu Nayla... Tidak Ibuku.” Jawab Anto sambil membuat seuatu dengan pertikel semesta di dekatnya. Anto membuat penyembuhan yang bisa memperbaiki seluruh sistem tubuh dan memulihkan nya ke seperti keadaan semula.


“NAVI kirimkan.” Anto menyruh NAVI mengirim obat yang dibuatnya melalui System yang di buatnya. NAVI mengirim obat yang di buat Anto melalui system kepada Nayla yang dia hanya lihat sementara. “Sekarang semua sudah selesai. NAVI mari kita pergi.” Ajak Anto sambil masuk ke dalam portal seukurannya. Setelah masuk, Anto langsung di tarik dengan sangat cepat. Arus di dalam portal sangat tidak stabil dan membuat Anto mual-mual. “Kenapa portal ini sangat tidak nyaman sekali!” Guman Anto yang sudah terombang ambing di dalam pusaran arus portal.


“Anto! Sepertinya tadi aku merasa mereka mendekati kita!” Bicara NAVI dengan suara yang terdengar sedih.


“Ya, aku tau. Mereka bersepuluh datang mengejar, makanya sebelum kita di tangkap mereka, lebih baik kita pergi.” Jawab Anto dengan perasaan lega.


“Tapi…!” NAVI yang tidak melanjutkan ucapannya dan jadi terdiam.


“Kenapa NAVI?” Tanya Anto karena NAVI yang tidak melanjutkan perkataannya.


“Aku cuma berubah pikirannya saja. Aku setuju dengan apa yang kamu katakan.” Jawab NAVI dengan suara yang terdengar baik.


“Baguslah.” Respon Anto yang merasa membaik. Setelah itu, percakapan mereka terus berlanjut di dalam portal yang tidakdi ketahui di mana ujungnya.


***


Dalam perjalanan di dalam portal, Anto sudah berada selama satu minggu di dalamnya dan mulai merasa bosan. “NAVI aku hancurkan saja ya!" Bicara Anto sambil melihat sisi arus dinding. "Aku sudah sangat bosan disini.” Tambah Anto dengan suara lemas dan mulai terbiasa dengan dirinya yang di tarik oleh arus gelombang di portal.


“Tidak boleh!” jawab NAVI dengan tegas “Kita masih dal…!” NAVI tidak melanjutkan pertkataannya.


“Mode bertarung, kita kedatangan tamu!” Jawab NAVI dengan suara sangat senang sekali. Begitu Anto mendengar perkataan NAVI. Anto langsung menjadi bersemangat sekali dan mulai bersiap dan menunggu kedatangan musuh. selama 1 menit Anto bersiaga, namun masih tidak ada pergerakan di dalam portal. Namun, itu tidak berlangsung lama, karena arus yang gelombang yang tenang sedikit mulai bergerak lebih cepat dan Aneh dari gelombang sebelumnya.


“Di sana!” Anto menerjang sebuah gelombang arus portal yang cukup besar. Saat sudah memukul gombang besar itu, masih tidak ada pergarakan apapun. Anto semakin waspada dengan sekitarnya. Beberapa menit berlalu tidak terjadi apa-apa. “NAVI! bagaimana ini?” Tanya Anto yang masih waspada dan memperhatikan sekirtnya.


“Dia takut padamu. Sebaiknya kamu lepas saja pakaian jiwa itu.” Suruh NAVI sambil memberikan saran untuk Anto. Tanpa ragu Anto melepas pakaian jiwanya dan memakai pakain biasa saja. Setelah beberapa saat melepas pakaian jiwanya Anto merasakan tekanan yang sangat kuat mendekatinya. “Jadi seperti ini rasanya melawan musuh yang kuat.” Anto menahan rasa takut dari mahluk yang tidak di ketahuinya.


Mahluk dimensi berbentuk hiu tiba-tiba melebarkan mulutnya dan berusaha memakan Anto. Anto yang tidak memakai baju jiwanya kewalahan saat berusaha menghindar dan membuat tangan kanan di makan dan terputus. “Ini tidak sakit untuk sesaat tapi, kalau sudah lama…!” Sambil melihat tanganya yang keluar banyak darah dan belum merasakan apapun. 'AAHH!' Anto merasakan sakit tangannya setelah beberapa detik saat setelah terpotong.


“Bagaimana rasanya putus tangan?” Tanya NAVI pada Anto dengan suara penasaran.


“Kamu selalu saja tenang!” Anto menjawab NAVI dengan sangat kesakitan dan tersenyum


“Tidak juga! aku merasa semakin bersemangat juga melawan musuh yang kuat “ Jawab NAVI dengan santai dan sangat bersemangat.


“Kalau gitu, mulai dari sekarang kita segel kekuatan jiwa dan mulai belajar lebih banyak tentang musuh dan teman.” Anto yang semangat juga mulai mengerti perasaan yang lemah. “Tujuan ku juga sudah tercapai, sekarang tinggal kita yang perlu hidup dengan tenang.” Kata Anto pada NAVI dengan sangat jelas.


“Aku mengerti. Aku juga ingin tau sebarapa lama kita bisa hidup tanpa kekuatan jiwa.” NAVI merespon perkataan Anto sambil mulai menyegel kekuatan jiwanya untuk sementara. “Anto sekarang kita masih level 1, jadi mari kita mulai leveling.” NAVI memberi perintah setelah selesai menyegel seluruh kekuatan jiwa untuk sementara. Setelah semua kekuatan jiwa di segel. Anto menjadi semakin lemah. Anto yang sekarng menjadi manusia biasa tanpa adanya kekuatan jiwanya. Di sisi lain Anto masih menahan rasa sakit dari tangannya sambil menahan cabikan gelombang arus portal yang tidak stabil.


“Apa seperti ini rasanya tidak berdaya di hadapan yang kuat. Ini sungguh menyiksa. pantas saja mereka semua takut dengan kekuatan yang bisa mengancurkan seluruh dunia mereka dan menganggapku dewa.” Sambil terus menahan rasa sakit tangannya dan cabikan arus gelombang portal. “NAVI di mana mahluk itu?” Tanya Anto pada NAVI. Selama beberapa saat Anto menunggu respon dari NAVI, namun NAVI tidak menjawab pertanyaan Anto sama sekali. "NAVI kenapa kamu diam saja?" tanya Anto pada NAVI yang masih diam saja. “Ahh… itu yang terjadi!!” Anto tersenyum mengingat saat NAVI menyegel dirinya sendiri dan hanya dia yang bisa membuatnya sadar kapanpun yang dia mau. Setelah itu, tiba-tiba hui dalam portal itu ada di belakang Anto dan Anto tidak sempat menghindar. Hui itu pun langsung memakan Anto dengan lahap dan Tanpa ada yang tersisa. Setelah Anto di makan dalam gelombang arus portal itu, tidak tanda kehidupan lagi dan mahluk hidup pun tidak ada sama sekali. Semunya jadi hening setelah keprgian Anto.


NEXT Chapter


Status pribadi Anto : Level 1


STR 10, AGI 10, VIT 10, INT 10, DEX 10, LUK 100


Skil fasif : beladiri


skil aktif : untuk sekrang tidak ada


skil unik : tidak ada


Invetory : foto saat bersama ayah dan ibunya