
“Aku memang punya NAVI. Dia BIDADARI yang di segel ingatannya dan juga dia BIDADARI terakhir yang harus di jemput. Enrah bagaiama itu yang ku rasakan. Selain itu ada sesuatu yang salah dengannya.” dengan tenang merespon NAVI. NAVI langsung mencari data tersebut namun malah terlihat haeran karena tidak menemukan satu pun di daptarnya. “Itu tidak ada dalam dirimu yang sekarang NAVI, karena dirimu yang lain punya tertanam dalam dirinya dan di dirinya ada yang tidak ada pada dirimu. Entah apa isinya, yang jelas sekarang kita harus menemuinya." dengan tenang menjelaskan di dalam portal itu.
-Tapi kenapa kamu bisa tahu?- Tanya NAVI dengan tenang padanya. Anyo tidak langsung merespon akrena melihat lubang keluar dari portal itu. Anto segera lompat dengan membawa Raja Iblis dan Haruna dari kapalnya. Saat mereka lompat, mereka menatar dengan selamat.
“Aku tidak tahu. Tapi tadi ada ingatan yang tiba-tiba di transfer oleh dirimu yang lain padaku dengan cepat sekali untuk segera ke sana dan mengurusnya.” jawab Anto dengan tenang merespon sambil jalan ke portal di depannya. Saat sudah di luar angkasa, Anto dan lainnya melihat Planet itu yang sedikit sama dengan Bumi meski tata letak benua dan pulaunya berbeda sekali dan tidak persis. “Jika ingin tahu bukannya lebih baik langsung saja ke sana menemuinya.” kata Anto lalu terbeng ke sana membawa Haruna dan Raja Iblis. “Haruna Raja Iblis, kita akan memasuki Dunia ini dan mencari seseorang yang mengenalku dan juga salah satu BIDADARI yang ada. Jadi akan ku buat kalian tidak terlihat sementara sampai kita bertemu dengannya.” dengan tenang mengatakannya sambil terus masuk memasuki atmosfir planet di dekatnya itu.
“Aku mengerti Kak.” jawab Haruna dengan terus memegang lengan Anto dengan erat sekali. Anto hanya diam saja melihat Haruna yang terlihat dengan melihat terus ke dirinya dan sesekali melirik ke sekitarnya.
“Jika di Duniaku nanti pasti akan ku aja berkeliling sepuasnya ke mana pun kalian inginkan, tapi untuk berhubungan lebih jauh, akan kulakukan saat sudah waktu yang tepat dan juga saat kita sudah jauh saling mengenal. Kita harus bersenang-senang dan menikmati dulu kehidupan terlebih dulu.” dengan tenang mengatakan itu pada mereka berdua.
“Aku mengerti Kak.” jawab singkat Haruna yang masih senang dan gembira sekali. Sementara Raja Iblis hanya melihat sekitarnya yang baru sekali, yang tidak pernah di lihat di dunianya. Setelah itu Anto terus melihat ke depannya saat mulai masuk ke atmosfir Planet itu yang membuat mereka terbakar tapi hanya pelindungnya saja. Setelah beberapa saat terbang memasuki atmosfir kini mereka sudah masuk dan tiba di langit Planet itu dan mereka bertiga berhenti. Anto melihat sebentar lalu terbang lagi dengan sangat cepat ke sebuah pulau di bawahnya.
“Kita akan tiba di sekolahnya langsung. Kalian cuma harus diam dan memperhatikan saja. Aku yang akan bicara sama dia.” minta pada mereka berdua dengan tenang.
“Kali ini aku sudah tidak punya masalah besar. Aku akan menemanimu selama sisa hidupku.” jawab dengan terus melihat tujuannya dan tidak melihat sama sekali pada Haruna. “Kamu tahu, aku pernah tersesat di angkasa gara-gara kordinat yang ku tuju itu salah padahal saat aku membustnya itu tepat pada posisi yang ku tempati.” cerita Anto sambil terus menuju lokasi tujuannya. “Aku menyelediki apa yang terjadi dan menemukan kalau ternyata galaxy itu juga bergerak dan tidak selalu di tempatnya dan tidak selalu di tempatnya.” dengan tenang mengatakan itu. “jika ku jelaskan lebih lagi, itu tidak akan pernah selesai.” tambahnya lalu terdiam dengan melihat ke tempatnya akan mendarat. Setelah beberapa lama terbang dan akan mendarat, Anto melihat banyak orang di sana yang masuk ke sekolah itu karena memang lagi jam sekolah pagi hari. Anto langsung mendarat di sana dengan tetap tidak terlihat. Saat mendara dia sampai lupa kalau akan ada angin yang berhemus kencang dan membuat kerusakan kecil di sana. Anto langsung masuk meninggalkan kekacuan yang di buatnya tanpa berbuat apa pun.
-Dia di kelasnya- NAVI membei tahu dengam singkat. Anto lalu kemudian terbang lagi ke bagian dalam sekolah. Saat sampai di halaman sekolah, dia terus melihat sana sini melihat sekoalh modern. -Ini zaman modern- dengan tenang NAVI mengatakan itu padanya. -Mudah kamu mendapatkannya jika kamu mau- Kata NAVI pada Anto yang seang melihat sana sini.
“NAVI, lihat saja apa yang ku lakukan.” balas Anto dengan tenang lalu jalan lagi setelah merasa jalan yang di tujunya benar. NAVI tidak merespon dan diam saja mendengar tanggapan Anto. “Kita di sini cuma sebentar saja dan tidak lama lalu balik lagi. Aku tidak ingin punya hal yang tertinggal dalam kehidpan ini.” tambahnya dengan sangat yakin dengan terus jelan ke tempat adik sang Hero. NAVI tidak merespon perkataan Anto yang terdengar serius baginya. Ketiga terus jalan menunju sebuah bangun sekolah di dekat mereka yang banyak sekali pelajar sedang masuk ke sana juga. Anto langsung saja masuk ke bangunan sekolah itu tanpa ragu dengan melihat banyak pelajar yang masuk juga dengan melihat mereka yang bergegas sekali. “NAVI kapan aku bisa jadi murid normal seperti ini?” Tanya Anto yang melihat kesibakan para pelajar di sana yang terlihat ceria meski ada beberapa yang cemberut.
-Entahlah, mungkin selama kamu tidak menunjukkan semua kekuatanmu di kehidupan selanjutnya pasti akan hidup normal saja- respon NAVI dengan tenang saja. -Hidup normal hanya dalam perkatan saja tidak cukup, kamu harus membuktikannya dengan melakukannya sendiri. Selain itu kamu hanya bisa melakukannya di kehidupan berikutnya- tambah NAVI dengan santai dengan melihat ke Anto yang terus jalan ke tempt adik di Hero berada.
Anto terdiam mendengar jawaban NAVI itu dengan terus jalan di temani Haruna dan Raja Iblis yang sedang dalam mode tak terlihat. Saat Anto di koridor sekolah, dia melihat sana sini banyak pelajar yang berlarian. Anto segera melayangkan diri dengan yang lainnya karena bisa di tabrak orang kalau diam di tempatnya. Anto kemudian terbang ke kanan koridor dengan pelan sambil melihat para pelajar yang sedang berlari. “Sekolah ini terlalu ketat.” kata Anto dengan terus terbang dengan melewati beberapa pintu kelas hingga tiba di pintu yeng keempat dan berhenti di sana lalu mendarat.