
Beberapa menit berlalu, mereka semua selesai makan dan juga matahari mulai tanpak. -Coba tanya, masih ada sisa atau tidak. Sebaiknya kamu berikan pada Gadis yang terkurung di bola itu-NAVI memperingatkan Anto yang sudah selesai makan.
“Sebaiknya sekarang saja kita keluarkan.” Anto langsung menaruh bola itu saat NAVI bilang itu padanya. “Luna, apa masih ada sisa makanan?” Tanya Anto dengan terang-terangan. Luna melihat ke Anto yang bertanya seperti itu padanya.
“Hm… Ada sih, tapi buat apa?” Tanya Luna pada Anto yang terlihat kenyang. Anto terus memainkan bola itu dan semua orang di sana masih tidak mengerti maksud Anto sama sekali.
“Keluarkan dulu, nanti kamu lihat sendiri.” Jawab Anto dengan tenang dan diam di tempatnya sambil tersenyum senang dan juga tidak tahu maksudnya.
“Aku tidak tahu apa tujuanmu, akan ku ambilkan.” Luna berdiri lalu jalan ke gubuk itu dan masuk. Anto yang dli luar, membuat awan lagi dan menutupi matahari di atasnya supaya sejuk dan tidak panas sekali.
Setelah itu dia membuat kursi satu lagi di sampingnya dengan sedikit geser supaya ada ruang untuk keluar masuk. “Kak, ini untuk siapa?” Tanya Suci yang ada di sana menemani.
“Ada seseorang yang belum makan selama beberapa jam terakhir.” Jawab Anto dengan santai sambil memegang bola itu. Di sisi lain, Luna membawa banyak sekali makanan keluar dengan melayangkannya. “Eh! Bukannya kamu bilang masih ada, ini mah namanya kamu buat lagi.” Anto yang melihat banyak sekali makanan yang hangat.
Luna hanya tersenyum saat Anto bilang itu. “Itu memang makanan sisa yang ku simpan saat kamu akan minta tambahan lagi. Aku menyimpannya di ruangangan penghambat waktu.” Luna menerangkan kenapa makanannya masih hangat dengan santai dan serius.
“Oh gitu.” Anto tersenyum dengan tidak percaya sama sekali sambil melihat Luna menghilangkan semua bekas sebelumnya dan menaruh makanan yang baru. Setelah itu, Anto langsung menekan tombol bola yang di pegangnya yang di arahkan ke kursi lalu keluarlah seorang Gadis dari dalamnya yang dalam kondisi leah dan pingsan. “Sepertinya dia pingsan. Kalian semua sebaiknya masuk.” Suruh Anto sambil melihat ke yang terlihat kurus itu.
“Kak!” Pangggil Suci dengan suara sedikit berbeda. Anto langsung melihta dan tidak menduga Suci memiliki sisi seram juga saat melihat apa yang di keluarkan oleh Anto dari bola itu. “Apa semua ini?” Tanya Suci dengan tajam sekali.
-Astga! Dia terlalu seram- Komen NAVI yang melihat itu juga. -Ku serahkan ini padamu- Tapi NAVI langsung tersenyum dan tidak melakukan apa pun.
“Tungu!” Anto jadi sedikit takut yang ingin meminta saran pada NAVI.
“Apa?” Jawab Suci dengan terus menatapnya tajam. Anto terdiam, karena perkataannya tadi itu di tunjukan pada NAVI.
“I, ini bisa ku jelaskan. kamu tenang dulu ya!” Anto berusaha menenangkan Suci yang menatapnya dengan sangat tajam. Selama beberapa saat, Suci masih menatap Anto, tapi karena permintaannya Suci dengan pelan-pelan memperbaiki dirinya suapaya terlihat normal.
“Se, sepertinya dia akan sadar, ku harap kalian bisa masuk dulu.” Anto meminta dengan sopan dan juag dengan sedikit takut pada mereka. Namun bukannya mendengarkan mereka malah diam di tempat dan tidak mendengarkan sama sekali. “Apa yang harus ku lakukan?” Tanya Anto pada NAVI.
-Tidak ada yang perlu kamu lakukan. Cukup diam saja dan perhatikan apa yang mereka lakukan padamu. Dan usahakan jangan mengelak- NAVI malah memberi saran pada Anto yang dalam situasi sempit dengan tenang. Anto pun juga tetap diam dan tidak berkata apa-apa dan hanya diam saja.
“Itu saran yang bagus NAVI. Tapi situasi ini...!” Anto tidak jadi melanjutkan perkataannya saat mendengar Gadis itu sedikit bergerak dan akan bangun. Gadis itu mengerjapkan matanya dan membua matanya. Dia melihat di depannya sudah ada banyak makanan dan langsung makan bahkan tidak memperhaikan sama sekali apa yang ada di sampingnya. Semua orang di sana tidak ada yanf kaget sama sekali bahkan tidak ada yang bertanya padanya siapa Gadis itu.
Gadis itu dengan sangat lahap memakan makanan itu dan semua orang yang di sana melihat dengan tenang dan tidak bersuara sama sekali. -Sepetinya mereka jadi tertarik dengan ini- NAVI dengan santainya berkata seperti itu saat Anto di sana dengan sedikit takut dengan tatapan Suci yang bangkit lagi. -Tapi... Apa dia benaran seorang gadis biasa?- Tanya NAVI yang melihat Gadis itu sudah menghaiskan semua makanan itu dalam kurun waktu yang singkat.
“Hah… Kenyang…!” Gadis itu baru makan dan sudah selesai mengahabiskan makanan itu dalam waktu kurang dari 1 menit saja. Dan di saat itulah dia menyadari dan ingat dengan semua yang telah dia lakukan. Dia melihat ke sekelilingnya yang menemukan banyak orang. ‘WUSH!’ dia langsung menggunakan Skil tidak terlihatnya, namun semua orang malah terus menatapnya. Dia masih diam saja dan pura-pura tidak memperhatikan meski dia di tatap tajam oleh mereka semua.
“Kamu siapa?” Tanya Ana dengan tersenyum pada Gadis yang sedang menggunakan Skilnya nya itu. Gadis itu malah melihat ke Ana dengan tatapan aneh. “Ne, kamu siapa?” Tanya lagi Ana dengan serius pada Gadis itu untuk kedua kalinya. Gadis itu langsung menyadari kalau dirinya bisa di lihat dengan jelas dan jadi waspada. Gadis itu melompat dan langsung menyerang Ana dari depan, tapi Ana dapat menghindar dengan mudah.
“Tiara! Cukup!” Riana memberhentikannya dengan cepat. Gadis yang di panggil Tiara itu langsung melihat ke Riana yang sepertinya melihat juga ke arahnya dengan mata telanjang yang sangat jelas sekali.
“Riana, Sherly!” Tiara langsung melompat mundur dengan siaga, lalu mendekat ke Riana dan Sherly. Suananya jadi tegang dan canggung sekali. Anto yang di sana yang tadinya di tatapi dengan tajam oleh Suci, kini melihat ke gadis itu dengan sedikit ingin tahu.
-Sepertinya ini akan menarik- Komen NAVI yang terus memperhatikan. -Oh ya, sebaiknya jangan kamu bicara deh. Aku ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh kedua Saudari itu- Minta NAVI dengan santai, Anto terdiam dan tidak menanggapi. Semua orang di sana tidak ada yang bicara sama sekali dan masih menunggu apa yang akan terjadi. Anto menunggu apa yang akan di lakukan kedua Saudari itu. Tapi, setelah beberapa waktu, mereka semua tidak ada yang bicara sama sekali.
“Hm… Apa kamu yakin akan membiarkannya seperti ini?” Tanya Anto saat tidak ada yang bicara sama sekali di sana. NAVI belum menanggapi dan masih menunggu. “Hei, In…!” Anto tidak lanjut saat Sherly tiba-tiba bersikap tidak seperti biasanya dengan raut wajah serius. Sherly melihat ke Anto dengan sangat serius sekali.
“Anto! Ku mohon jadikan Tiara sebagai Istrimu juga.” Bicara Sherly dengan sangat serius sekali. Semua orang yang ada di sana jadi sedikit tidak mengerti dan malah melihat ke Anto yang juga sama sekali tidak mengerti dengan kelanjutan dari situasi yang tiba-tiba berubah itu.
“Sherly, apa maksudmu?” Tanya Tiara pada Sherly dengan sangat serius sekali dan juga terlihat sangat tidak mengerti dengan apa maksud Sherly pada perkaaannya yang tadi, Sherly hanya diam saja dan tidak merespon sama sekali perkataan Tiara. “Sherly…!” Panggil Tiara namun di abaikan sama sekali oleh Sherly. Di saat itulah juga Riana memegang pundak Tiara sambil tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Tiara langsung menyerah dan tidak bertanya lagi tentang itu setelah melihat Riana yang seperti itu padanya.
Next Chapter