Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 115


Saat membukan pintu Anto langsung tiba di aula pernikahan. Sepuluh Gadis sudah berdandan dengan gaun serba putih dan mengenakan penutup wajah. “Selamat datang di acara pernikahan Pahlawan yang di sambut dengan baik oleh Raja kita.” Semua orang betepuk tangan dan sangat meriah sekali dan juga banyak sekali kerumuana yang senang dengan pernikahan itu.


-Ini aura yang aneh!- Bicara NAVI dengan terus terang. -Ini bukan aura manusia dan sangat berlawanan dengan Gadis Iblis yang ku temui tadi.- Bicara NAVI yang masih meneliti sihir tersebut. Sementara NAVI sibuk meniliti aura yang di rasakannya, Anto melihat ke Maid tadi yang ikut di melihat dari jauh di balik tirai yang khusus unyuk para Maid.


Anto tersenyum padanya saat acara pernikahannya akan segera mulai. “Sebelum acara di mulai, mari kita dengarkan sambutan dari pemimpin Negeri ini, Raja kita tercinta dan terkuat, yag mulai Raja Ambon kepadanya di


persilahkan.” Setelah pembawa acara mengataka itum semua orang jadi hening tanpa terkecuali. Setelah semua hening, Raja bangun dari kursi yang telah di sediakan di bagian VIP dan juga sangat mewah dari rakyatnya.


“Rakyatku yang berbahagia, acara penikahan Pahlawan ini akan segerah di mulai. Tapi, jangan terlalu berbesar hari karena masih banyak hal yang belum selesai dan juga banyak masalah di Negeri kita yang luas ini. Seperti Iblis yang lahir pada era kita. Tapi, jangan putus asa karena Raja ini sudah memanggil Pahlawan dari Dunia lain yang akan membantu kita menyelesaikan masalah kita.” Semua orang tepuk tangan dan juga merasa senang dengan penyampaian Raja yang sangat teris terang sekali.


Anto yang di sana, menyadari perkataan dari Raja tersebut yang hanya untuk meningkatkan reputasinya membuat dia sedikit kesal dan hanya bisa menahan diri saja. “Baiklah itu lah tadu sambutan yang sangat bagus dari Yang mulia Raja Ambon. Mari kita langsungkan acara kita hari ini pernikahan antara pahlawan dengan pengantin wanita dari Negeri kita.” Setelah semua sambutan tadi, kini giliran Anto naik ke anak tangga yang tiba-tiba muncul di depannya. Anto berjalan dengan pelan dan sopan dan hingga dia tiba di sebuah patung dan pintu yang besa, juga di sana ada 2 Pendeta yang menunggu dengan senyum di wajahnya yang terpancarkan.


“Hm!” Anto melihat ke Pendeta yang menutup wajahnya dengan kain hitam yang terasa sesuatu padanya. “BIDADARI lagi!” Anto yang tidak kaget dengan perasaan yang sama sudah sering muncul setiap kali bertemu dengan Para Gadis BIDADARI nya yang datang dari masa depan. “Hari ini hari pernikahanku dan di sana sudah ada 8 BIDADARI dari masa depan dan 2 lainnya yang tidak tahu apa sebab mereka ikut. Tapi, Pendeta itu juga sama dengan mereka semua!” Anto terdiam sambil menatap ke Pendeta itu.


“Hero-sama, ada apa?” Tanya Pendeta laki-laki Tua saat Anto menatap tajam penuh penasaran ke Gadis Pendeta itu. (Ku selipkan bahasa lain biar lebih enak bacanya).


“Tidak, siapa dia?” Tanya Anto langsung terus terang. Pendeta Tua itu langsung melihat ke Pendeta di sampingnya.


“Hero-sama, dia Gadis kuil suci kami yang akan memandu acara pernikahan ini dan dia yang minta secara langsung jadi pengurusnya.” Dengan sopan Pendeta itu menjelaskan secara singkat. Anto yang hanya bertanya tidak peduli dengan jawaban tersebut, hanya ingin tahu saja seperti apa wajah dari Gadis kuil yang terasa dari tadi terus melihatnya dengan penuh perasaan yang tidak di ketahuinya sama sekali.


-Oi, sadarlah. Ini pernikahanmu dan jangan lirik Gadis lain dulu.- NAVI memperingatkan Anto yang dari tadi terus melihat Gadis pendeta itu. -Pintu ini menuju ruang salah satu Dewa yang akan melihaat dan meretui pernikahamu itu, mungkin- NAVI menjelaskan saat Anto melihat ke pintu di depannya. Setelah itu, 10 pengantin wanitanya tiba dengan menaiki tangga yang sama seperti Anto.


Gadis Suci itu berjalan duluan lalu di ikuti oleh Anto dan semua pengantin wanitanya. Setelah sampai, Gadis Suci langsung berdoa dan saat berdoa semua pakaiannya tiba-tiba berubah jadi putih seperti hendak ikut nikah. “Apa yang akan terjadi kali ini?” Anto yang merasa akan terjadi sesuatu yang tidak di duganya sama sekali.


“Gadis Suci!” Pendeta di belakang tadi sangat terlihat kaget dengan pemandangan yang di lihatnya itu yang merubah pakaian Gadis Sucil jadu memakai Gaun putih dan penutup wajah putih juga. “Ini baru pertama kali ku


lihat perseujuan dari Dewi Cinta yang menunjuk Gadis Suci jadi pengantin wanita.” Pendeta itu sangat kaget dan tidak mengerti dengan apa yang sedang di lihatnya itu.


“Apa ada masalah jika dia di restui?” Tanya Anto saat melihat betapa Kaget nya Pendeta itu.


“Tidak ada masalah, tapi anaknya yang akan punya masalah nanti. Dalan sejarah kerajaan, Jika seorang Gadis Suci menikah secara rela, dia akan menerima berkah anak yang sangat suci dan mempunyai kekuatan yang bisa


menandingi Pahlawan dan sanggup menghancurkan Iblis. Tapi, kenapa Gadis Suci bisa suka sama Hero-sama?” Jawab pendeta itu dengan sangat jelas dan juga bertanya balim degan hal yang tidak di mengertinya itu.


Anto diam saja dan tidak merespon Pendeta itu karena dia tidak tahu harus jawab apa meski sudah tahu sebab Gadis Suci itu mau nikah sama dia. “Hero-sama, apa anda mau menikahi saya?” Lamar Gadis Suci itu secara langsung di acara pernikahan yang akan segara berlangsung. Pendeta Tua jadi sangat bingung dan kaget dengan Gadis Suci yang melamar Pahlawan tepat di depan patung Dewi Cinta.


Anto melihat ke semua gadisnya yang menunggu dan juga pada Pendeta Tua yang masih bingung dengan situasi yang tidak di ketahui ke mana arahnya yang tiba-tiba berubah. “Ini keberuntungan buatku jika di sukai oleh Gadis Sucil dunia ini. Tapi, aku ingin kembali ke dunia ku jika peperangan di sini sudah selesai, apa kamu mau tetap jadi bagian dari Haremku?” Tanya Anto dengan terus terang dan tanpa ada keraguan sama sekali dalam ucapannya.


Next Chapter


Penting: Mulai dari chapter ini Tanda baca System akan di ganti dengan Tanda (-) seperti di sini.