
“Aku melihat sekitarku yang sangat gelap sekali setelah portal yang ku buat rusak. Tapi dalam kegelapan itu, aku menemukan sebuah robekan portal yang mengarah ke suatu tempat. Ranpa ragu aku langsung masuk ke retakan itu dan tiba di bulan. Lebih tepatnya, aku tiba di 200 tahu lalu saat manusia dalam keadaan sangat kurang populasinya dan tidak ada para Player.” Anto terdiam tidak melanjutkan lagi ceritanya.
Anto memunculkan hologramnya lagi mulai dari kemunculannya di bulan. “Kalian lihat saja ini, biar lebih jelas.” Anto terus memutarkan cuplikan dirinya pada masa 200 tahu lalu saat menghabisi para Monster itu. “Aku lelah bercerita tadi. Tapi, kenapa aku bisa memakai pakaian dengan tiba-tiba?” Anto yang tidak tahu penyebabnya mengganti pakaiannya yang tiba-tiba. “Sebaiknya nanti saja ku tanya NAVI.” Anto pun diam dan memperhatikan sekitarnya lalu membuat kursi di tempatnya lalu duduk tenang dan tidak bicara sama sekali.
***
Beberapa sudah terlewat kini Anto dan lainnya sudah menonton cuplikan perjalan Anto di Dunia lain dan sampai kembali ke Dunia asalnya dan Anto mematikan hologramnya tepat saat dirinya akan berangkat sekolah. Anto yang duduk di kursi sudah jadi sangat bosan sekali karena menunggu dan tidak tidur semalaman. “Apa semuanya sudah puas sekarang?”” Tanya Anto dengan sangat bosan sekali. “Dan satu lagi, open Status!” Anto mengatakannya dengan sangat jelas sekali. “Ini semua Statusku.” Anto memperlihatkan Statusnya yang tidak bisa di ukur lagi. Semua orang pun kaget lagi.
Semua orang kaget dan terdiam. “Sebenarnya ini kekuatan sudah ada sejak masih kecil. Dan ini bukan dari regeresiku. Ini murni dari hasi kerja kerasku selama beberapa tahun ini.” Anto menjelaskan dirinya sendiri yang memang tidak pernah melakukan regeresi. Dan itu memang benar, Anto tidak pernah melakukan regresi. Semuanya jadi sangat hening sekali tidak ada yang bicara keculi Anto yang tetap tenang dan juga biasa saja. “Reuni keluarga ini jadi aneh!” Anto yang merasa sekrang sama saja dengan kehidupan sebelumnya yang tidak ada OrangTua nya.
‘KLAK!’ Pintu ruangan presiden di buka oleh seorang dokter. Anto langsung melihat dan merasakan sesuatu yang famliar dari dokter itu. “Kutukan!” Anto bisa melihat dengan jelas orang yang baru masuk berbeda sekali dari orang lain. “Kamu siapa?” Tanya Anto pada Dokter itu dengan tatapan tajam. Dokter itu malah melihat ke ruangan itu yang sudah banyak rumput segar tumbuh di seluruh lantai di sana. Dia tanpak kaget melihat itu lalu menyentuh rumput di kakinya. “Hm!” Anto yang melihat itu langsung sadar kalau Dokter itu sepertinya hanya mencari kesenangan saja dan juga sedang mengalisa rumput itu. Anto langsung menghilangkan semua rumput itu dengan cepat sebelum Dokter itu selesai mengalisa nya.
Dokter itu jadi kaget saat melihat itu meski tidak menunjukkan reaksi sama sekali. “Maaf saya akan segera memeriksa.” Dokter itu dengan wajah dingin dan profesional menghiraukan yang tadi meski rasa ingin tahunya sangat kuat. Dia melangkah mendekat ke Presiden lalu melihat ke Anto dan ruangan sebelahnya yang terhubung. Dia berbalik lalu keluar lagi dari pintu kamar. Setelah beberapa saat, Dokter itu masuk lagi dan melihat ke dinding yang terhubung.
Dokter itu terdiam dan mulai jalan ke presiedan yang duduk di tepi kasurnya. Dokter itu langsung memeriksa Presiden itu dan jadi terlihat heran dan kaget. Setelah itu menanamkan lagi kutukan yang sama seperti sebelumnya meski tidak di sadari oleh semua orang kecuali Anto yang sudah tahu sejak selesai menganalisis. Setelah itu, Dokternya lalu jalan mendekat ke Anto dengan melewatinya lalu jalan ke atah Ibunya lalu menanamkan kutukan juga, setelah itu jalan ke Ayahhya juga. “Pemeriksaan selesai.” Dokter itu pun jalan keluar menuju pintu yang di lewatinya tadi.
Semua jadi tetap hening meski dokter itu telah pergi. Mereka masih banyak pertanyaan di kepala mereka yang ingin di tanyakan pada Anto. “Nanti saja Tanya, sebentar lagi kami berdua akan berangkat sekolah.” Anto memperingatkan saat semua orang menatap dan ingin bertanya lebh lanjut lagi. “Robot pemandu, kemari!” Panggil Anto dengan biasa saja pada robot yang masih diam di tempatnya sejak masuk.
“Kak, apa Kakak akan diam saja seperti ini?” Tanya Run yang menggunakan telepati padanya karena terlihat ngantuk. Anto diam dan bekum merespon sama sekali.
“Ya. Kamu lihat sendiri mata mereka semua yang masih ingin lebih tahu lagi.” jawab Anto dengan terus menatap TV nya. Run hanya bisa diam saat Anto terus di lihati banyak orang karena tidak tahu harus bertindak seperti apa. “Mau sampai kapan kalian akan melihatku. Coba lihat TV ini, ada sesuatu yang menarik dari berita ini.” Bicara Anto dengan santai dan biasa saja dan juga tidak tertarik sama sekali dengan berita yang di tampilkanya. Semua orang langsung melihat ke berita yang di TV.
‘Berita Pagi ini tekait dengan kecelakaan satu hari yang lalu. Semua korbannya habis memainkan ponsel dalam mobil mereka. Di perkirakan 1000 orang meninggal akibat kecelakaan itu dan 1 juta orang teruka berat.’
“1000 orang meninggal gara-gara maun hp. Tidak masuk akal sama sekali. memangnya apa yang menarik dari hp!” Komen Anto dengan terus melihat ke layar TV.
‘berikut cuplikan Rekaman Vidio yang di Unggah oleh seorang YouTuber terkenal.’ Setelah itu vidionya mulai di putar. ‘Aku akan jadi Rajam Harem!’ Anto yang melihat itu terdiam melongo melihat dirinya sendiri yang di tampilkan tanpa sensor sedikit pun.
“APAAAAAA….!!” Anto jadi kaget sekali saat melihat dirinya jadi cuplikan penyebab semua kecelakaan yang terjadi kemarin di jalan. Semua orang menonton cuplikan vidio itu, mereka jadi terdiam sekali melihat apa yang di siarkan TV. “Robot pemandu matikan TV nya.” Dengan sedikt merasa menyesal melihat barusan itu. Robot itu mematikan TV seperti yang di minta Anto.
Semua orang melihat ke Anto yang seperti itu dan tidak mengatakan apa pun sola itu. “Master! Kenapa memberi tahu kami?” Tanya Presiden Roy yang memulai pembicaraan di antara semua orang yang masih membeircarakan masalah sebelumnya. Anyo terdiam sebentar
“Tidak ada alasan. Sebenarnya ini akan ku beri tahu pada OrangTua ku saja sebagai hadiah. Tapi kalian hanya terlibat saja. Tidak ada yang lain.” Jawab Anto dengan santai dan juga masih memikirkan keelakaan tadi yang di sebabkan oleh dirinya. “Huh… Sepertinya akan sulit sekolah hari ini.” Keluh Anto dengan jelas sekali hingga di dengar semua orang.