Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 284


Setelah mengatkan itu dengan santainya, No 2 mencoba bangun lagi secara pelan meski tubuhnya masih sakit, terutama bagian tulang punggung dan dadanya. ‘Uhuk!’ No 2 langsung muntah darah setelah bangun kemudian matanya melihat buram lagi. Setelah itu No 2 pingsan lagi dan kali ini sepertinya akan lama di tempat yang sama. No 1 yang melihat itu jadi melihat sana sini di areanya. No 1 menunggu beberapa saat tapi kali ini waktunya tidak di percepat seperti sebelumnya, dan hanya memperlihatkan bagian yang tidak terlalu penting saja. “Kali ini aku ingin waktunya di percepat, tapi kenapa malah berjalan normal?” Tanya No 1 yang tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di lakukan oleh dirinya yang lain dengan ingatan mereka sendiri. Setelah itu No 1 menunggu saja seperti saat menunggu dirinya yang sedang tidur lama sekali.


***


Setelah beberapa jam menunggu No 1 hanya diam saja mengambang dan mulai sangat bosan sekali. Tapi No 1 tidak mengeluh sama sekali dan hanya menunggu saja. Setelah itu No 1 melihat lagi ke seseorang yang datang dengan armor robotnya yang membawa sesuatu kotak kecil, di sisi lain No 2 juga masih belum bangun perlahan setelah beberapa jam tidur. Tapi itu tidak berlangsung lama, No mulai membuka matanya lalu melihat ke suara  langkah seseorang di dekatnya. No 2 melihat orang itu dengan tenang, lalu secara perlahan bangun. Setelah bangun No2 mengerakkan badannya sedikit kemuidan melihat sekitarnya, tapi hanya melihat orang dengan armor robotnya itu. No 2 langsung tersenyum saja saat melihat itu, tapi saat sudah dekat dengannya malah robot itu melewatinya tanpa mengatakan apa pun. No 2 jadi merasa aneh dan penasaran kenapa dia hanya di lewati saja, No 2 hanya melihat saja apa yang di lakukan robot itu yang ternyata hanya membuat sebuah kotak saja di dekat dirinya. “Huh… kali ini cuma sedikit, semoga saja sampahnya seperti ini setiap hari.” keluhnya orang itu dengan suara jelas sekali lalu pergi begitu saja meninggalkan No 2 yang di lewatinya saja.


“Kamu selamat diriku yang lain dengan ketenangan dan kecerobohanmu, yah… meski kita itu sama saja.” dengan senyum No 1 mengatakan itu pada dirinya yang lain meski tidak di dengar olehnya sama sekali. Setelah orang tadi cukup jauh, No 2 bertanya-tanya kenapa dirinya hanya di lewati begitu saja, padahal dirinya hanya diam saja melihat dia yang lewat begitu saja. No 2 jadi tidak mengerti dengan apa yang terjadi. No 2 perlahan berdiri dari tempat dirinya duduk lalu melihat sekitarnya dan menemukan hanya tempat biasa saja yang di tutupi bayangan cukup besar dan luas. "Periksa saja sepuasmu, aku juga ingin tahu tempat apa itu!" suruh No 1 meski tidak di lihat. No 2 keluar dari bayangan itu kemudian memeriksa bayangan tempat dirinya hanya duduk saja, tapi tidak yang special sama sekali dan semuanya sama saja seperi sebelumnya.


“Kenapa dia tidak melihatku di sini?’ Tanya No 2 yang ingin tahu dengan melihat ke tempat dirinya tadi duduk di bayangan itu. No 2 memasukkan tangannya saja ke bayangan tadi dan tangannya jadi menghilang dan tidak dapat di lihat lagi dari luar. No 2 langsung menyadari kalau bayangan itu bukanlah bayangan biasa. “Begitu ya, untungnya aku masih selamat berkatnya.” dengan tenang mengatakan itu. Setelah itu No 2 melihat sekitarnya yang ternyata cukup terang oleh cahaya biru yang tidak di tahu dari mana munculnya. No 2 kemudian melihat ke atas dan menemukan dirinya masih berada di bawah jurang itu. “Sangat dalam, sepeti mustahil keluar kalau hanya memanjat saja.” dengan tenang mengatakannya sambil melihat celah jurang yang seperti garis kecil saja. Setelah itu No 2 masuk lagi ke bayangan itu dan duduk di batu sandaran di dalam bayangan itu. No 2 kemudian meregangkan tubuhnya lalu merasakan kalau tubuhnya masih sakit. No 2 tidak lanjut meregangkan badannya setelah merasakan sakit di tubuhnya. No 2 kemudian melihat ke tumpukan sampah di dekatnya yang ternyata ada banyak sekali barang yang di buang. No 2 bangun lagi lali jalan ke sana dengan santainya, setelah sampai No 2 kemudian memeriksa sampah yang ada.


No 1 malah melihat banyak sekali teknologi yang di tumpuk di sana yang terlihat banyak sekali karatannya. “Ini bukan sampah sembarangan, ini adalah teknologi yang cukup maju meski tidak bisa di bandingkan dengan milikku.” puji No 1 dengan melihat tumpukan teknologi yang di buang itu. Setelah itu melihat lagi ke No 2 yang memilah teknologi yang di buang itu. No 2 mengambil yang terlihat seperti gelang sebanyak 10 buah lalu balik lagi ke bayangan itu. No 2 duduk saja kemudian membongkar salah satunya lalu mengutak-atik hingga semuanya terlepas, setelah itu No 2 melakukan hal yang sama  perangkat lainnya.


***


Setelah 5 menit lebih, semua teknologi itu selesai di bongkar dan tersusun rapi di dpannya. No 2 kemudian memeriksa satu persatu bagian dari yang di bongkarnya lalu memisahkan beberapa yang terlihat baik dan utuh meski ada karatannya. Setelah memelih cukup banyak No 2 menyingkirkan yang tidak di plihnya ke sampingnya. Setelah menyingkirkannya, No 2 mulai merakit barang di depannya itu dengan teliti sekali. Di saat merakti juga, ada beberapa orang dengan armornya membawa beberapa kotak besar yang di bawah beberapa orang sekaligus yang mau di buang. “tadi sampahnya cuma sedikit, tapi kenapa sekarang nambah banyak?” keluhnya dengan merasa tidak sanggup melakukan hal itu.


“Apa maksudmu?” Tanya rekannya yang ingin tahu. Dia tidak langsung mebawabnya hingga sampai di tempat sampah itu. Setelah itu membuang sampahnya mereka semua diam diam sejenak di dekat sampah itu. Mereka semua istirahat sambil melepas armor bagian kepala saja dan ada memperlihatkan wajah mereka. Mereka terlihat masih muda dan juga ada yang tua.


“Kamu tahu, beberapa tahun yang lalu ada dua sepasang suami istri menyelamatkan pemimpin yang sekarang dengan meninggalkan anak mereka yang sekarang itu tidak di ketahui keberadaannya dari satu hari yang lalu.” jawabnya dengan tenang sekali. “Saat ini kita di suruh mencarinya tapi tidak menemukan apa pun. Meski kita telah menangkap kepala keluarga yang memperlakukan anaknya dengan buruk dan memanfaatkan kejeniusannya untuk membuat penemuan yang kemarin itu” dengan tenang menambahkan.


“Sudah jangan bahas ini lagi, bagaiamana menurutmu tentang cuplikan di langit sekarang ini?” Tanya orang satunya lagi. No 1 yang mendengar itu jadi tertarik mengingat dirinya yang melihat beberapa bagian saja dari cuplikan layar di langit itu itu.


“Semua yang di langit itu nyata dan ada benarnya. Dunia ini memang pernah mengalami masa yang berbeda, tapi untuk orang yang berpakaian serba hitam itu aku tidak tahu sama sekali. Tapi jika ku lihat tadi, dia bertarung sendiri dan tidak ada yang membantunya sama sekali seolah-olah dia bertarung sendiri.” jawabnya lagi dengan tenang.


“Bukannya dia memang sendiri menghabisi monster itu dan para orang yang mengaku malaikat itu.” timbal lagi dengan tenang.


“Masalah bukan di situ. jika semua orang memang benaran mati dia tidak akan bertarung terus-terusan seperti itu. Mungkin saja para manusia sudah di pindahkan ke temapt lain.” timbal lagi setelah mengatakan itu. “Mari kita lihat lagi lanjutannya saja dari cuplikan itu. Mungkin kita akan menemukan jawabannya jika terus melihatnya.” ajaknya dengan memakai kembali armor kepalanya. Semuanya jalan saja meninggalkan tempat sampah itu setelah orang itu mnagajak. Sementara itu No 2 yang sibuk sendiri tidak mendengarkan mereka bicarakan meski dia tahu, kalau  mereka ada di dekatnya. No 2 hanya sibuk dengan  merakit benda yang di kumpulknaya tadi yang belum selesai di rakitnya. No 2 berkali-kali gagal membukanya lalu membongkar lagi dan menyusun ulang rakitan. Setelah beberapa kali menyusun akhirnya sebuah gelang terbentuk dengan sempurna yang terlihat perlahan berubah warnanya.