
"Skil Teleportasi baru, bagus juga!" Komen Anto dan lalu langusng mengaktifkan Skilnya. Setelah itu portal muncul di depannya dengan mudah. Anto langsung memasukinya tanpa ragu sama sekali. Dalam satu kali masuk, Anto tiba di tujuannya, di sana tidak ada pertempuran apa pun. Tapi di saat yang sama juga Anto malah di terjang oleh sebuah seorang ke arahnya, tapi dengan cepat Anto menghindar dan orang yang menyerangnya itu masuk ke dalam portal buatannya tanpa sengaja. "Hampir saja." Anto yang merasa senang lalu menutup portalnya itu sebelum orang masuk lagi. Anto kemudian melihat ke sekelilingnya yang ada peertemuran yang terjadi, namun di dekatnya tidak ada suara sama sekali sepeti sebelumnya. Banyak sekali orang yang sedang beradu pedang di dekatnya dan juga banyak yang mati. "Ini se...!" Anto tidak sempat melanjutkan kata-kata saat sesorang menyerangnya dengan tuba-tiba, tapi Anto mudah menghidarinya.
Anto melihat ke orang yang menyerang tadi dan ternyata tidak sendiri. Ada empat orang yang berbeda menyerang Anto dan semuanya dengan mudah di hindari. Anto melihat kepada mereka yang perkaian berbeda. 2 orang makai pakaian biru dan 2 lainnya pakai merah. Mereka berempat melihat ke Anto lalu mengancungkan senjata ke arah mereka masing-masiing dan tidak ke arah Anto. Mereka hanya melihat saja dan tidak ada yang menyerang lalu mengubah sasaran ke Anto yang sendiri. Mereka berempat langsung memasang kuda-kuda, Anto pun tenang dan diam saja, karena tidak perlu memasang kuda-kuda jika ingin menyerang. Kempat langsung orang itu menyerang Anto, dan Anto pun mengiari tanpa melawan sama sekali. Tapi mereka berempat jadi terlihat bingung dan tidak mengerti dengan apa yag mereka lakukan. Mereka berempat saling lihat lalu melihat lagi ke Anto. "Sepertinya mereka berempat teman dan musuh. Aku ada di tengan-tengan semua ini. Lebih baik menjauh." Pikir Anto sambil berbalik meninggalkan medan pertempuran itu. Anto terbang pelan untuk menghindari mereka berempat
"___" Orang berpakaian biru berteriak tidak karuan dan menunjuk ke arah Anto yang terbang pergi manjauh. Anto yang tidak mengerti kenapa orang itu berteriak padanya\, hanya bisa terbang dengan pelan. Tapi\, saat masih di jalan\, Anto di hadang oleh dua orang yang yang berpakaian biru sambil menyerangnya. Mereka menatap tajam pada Anto yang tenang saja dan juga waspada. "___" Orang tadi berteriak pada Anto sambil mengancungkan pedangnya dan terus mengoceh dengan bahasa yang tidak di tahu Anto sama sekali.
"Apa semua orang di Dunia ini suka mengacungkan pedang pada orang lain?" Tanya Anto yang tida tau harus merespon apa. Anto terbang ke atas saat orang itu mengancungka pedang dan menghadangnya. Tapi, kali ini dua orang yang memakai pakain merah menyerang juga dan menghalangi. Anto yang sudah di hadang sebanyak tiga kali jadi tidak tahu harus berbuat apa. Orang yang di menghadang Anto melakukan hal yang sama mengancungkan pedang padanya sambil bicara sesuatu yang tidak di mengertinya. Anto diam saja di Antara kedua orang yang mengancungkan pedang ke arahnya. Dia tetap tidak bicara sambil mendengar oecehan mereka berempat.
"___" Tiba-tiba orang yang memaki pakain merah menebas Anto\, tapi Anto menghindari dengan mudah karena tidak bicara sama sekali. Lalu di saat yang sama yang biru lagi menebas Anto dengan cepat menginar lagi. Ke empat orang itu bingung\, kenapa mereka menyerang orang yang sama namun tidak kena. "___" Orang tadi menyuruh temannya untuk melaukan sesuatu pada Anto sedangkan yang biru masih mengamati sabmil melihat situasi di sekelilingnya yang masih ada perang.
Saat sedang diam saja, Anto tiba-tiba merasa ada sesuatu yang memasuki tubuhnya namun itu hanya sebentar lalu keluar lagi. "Apa tadi itu?" Tanya Anto yang bisa merasakannya.
-Sepertinya teman merahm yang mengancungan pedang padamu itu tadi memerikasamu, dan mereka sangat kaget dengan apa yang mereka temukan- NAVI menjelaskan yang ikut membaca situasi. Saat mereka berempat sedang melihat ke Anto, tiba-tiba peperang terhenti saat suatu hawa kuat datang ke arah mereka. Anto juga bisa merasakan hawa itu dengan sangat jelas sekali dan dia tau bahwa yang datang itu sangat kuat. -Ini Kekuatan yang sangat besar- Semua orang bergemetar, tapi Anto sama sekali tidak bergemetar, malah terlhat baik-baik saja. Anto melihat ke 10 orang yang datang bersamaan. 5 pria Gagah dan 5 wanita yang cantik dengan senjata mereka masing-masing dan pakaian yang berbeda pula. Anto melihat ke pemuda yang pernah menyerangnya saat pertama kali bertemu, yang kini terlihat babak belur di wajahnya.
"Kenapa dia terluka?" Tanya Anto yang tidak mengerti dengan yang terjadi pada pemuda itu. Orang itu berbicara pada orang yang lebih terlihat berkuasa dengan sangat lantang, tapi Anto tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di katakannya dan hanya bisa diam saja. Orang itu melihat ke Anto dengan tajam. "Ke...!" Anto sangat kaget sekali saat Pria yang tadi bicara sudah ada di depannya dan menebas pedang yang di bawanya. Tapi, Anto masih selamat dari tebasan tiba-tiba itu setelah refleks menghindar. Semua orang kaget dengan di lihat mereka itu dan tidak ada yang berkedip dan bahkan orang yang menyerang, lebih kaget lagi. 'KLAK!' Topeng yang di pakai Anto terbelah hingga memperlihatkan wajahnya. Anto tidak tersenyum saat mendapat kejadian itu pada semua orang.
"___" Pria yang menyerangnya sangat kaget sekali dengan apa yang di lihatnya sendiri\, bahkan semua orang sangat kaget sekali dengan apa yang di lihat mereka. Anto yang diam saja dengan apa yang sudah terjadi\, kali ini terlihat sangat marah sekali. Anto dengan cepat sekali langsung tiba di depan Pria yang menyerangnya. Dan dengan sekali pukul di wajahnya\, orang itu langsung melayang dengan cepat di Angkasa lepas.
Tidak ada yang bicara setelah melihat kejadian itu dan hanya diam saja memperhatikan Anto yang memukul dengan sekali saja. -Kamu marah?- Tanya NAVI pada Anto yang tidak ada ramah-ramahnya seperti sebelumnya. Anto tidak membalas perkataan NAVI, malah menarik napas beberpa kali.
"Sekarang tidak." Jawab Anto dengan sedikit tegas. Setelahnya tidak ada percakapan lagi, cuma ada rasa kaget dari semua orang yang melihat itu. Anto melihat lagi ke Pria yang tadi di pukulnya sedang terbang menerjang ke arahnya dengan sangat cepat dan marah sekali. Saat sampai di depannya, Pria tadi langusng menebas Anto lagi, tapi Anto tidak bergerak sama sekali malah langusng menangkap pedang itu dengan satu tangan. Orang yang menyerang itu kaget dengan apa yang di lakukan Anto. Anto kemudian tersenyum pada Pria itu dengan sangat lembut dan halus. 'KREK!!' Pedang yang di pakainya retak, lalu setealah retakannya menyebar pedang itu langsung hancur.
Betapa kaget lagi semua orang dengan tindakan yang di lakukan Anto. Mereka semua yang melepas hawa menusuk ke arah Anto dan tidak ada yang berani mendekatinya. Sementara Pria yang tadi jadi terdiam di tempatnya dan tidak berkata apa-apa melihatbsemua kejadian tidak terduga itu. "___" Bicara orang itu pada Anto dengan bahasa yang tidak di megertinya.
"Aku tidak tau apa yang kamu katakan." Jawab Anto dengan bahasanya sendiri dengan biasa saja karena seperti di ajak bicara. "Dan kalian semua bahakan tidak tahu apa yang ku katakab." Tambah Anto bicaranya dengan sedikit lantang. Semua orang tidak mengerti apa yang di katakan Anto malah mereka hanya bisa diam dan tidak berani berkata apa-apa.
"___" Orang tadi bicara lagi pada Anto. Tapi Anto masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan orang itu. Anto hanya menatap dengan penuh bingung.
-Kenapa kita tidak pergi saja dari sini- Ajak NAVI yang juga tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Anto pun mengikuti saran NAVI. Anto terbang meninggalkan Pria yang menyerangnya tadi tanpa berkata apa-apa. Semua orang melihat ke arah Anto yang terbang dengan pelan begitu saja tanpa melakukan apa pun lagi.
Tapi setelah beberapa meter terbang Anto berhenti. Anto terdiam memikirkan sesuatu. Anto kemudian berbalik melihat ke sembilan orang yang masih terlihat tenang tapi takut. Setelah itu Anto melihat ke semua orang. "NAVI, apa kamu bisa memperlajari bahasa mereka?" Tanya Anto yang tidak jadi pergi. NAVI diam sebenatar tidak langsung mejawab Anto.
-Bisa. Ambil saja DNA mereka, ini sama seperti membuat cloningmu tapi ini lebih mudah- Jawab NAVI dengan biasa saja. Anto yang telah mendepat respon sudah tau apa yang di butuhkannya melihat ke semua orang. Anto melihat ke berbagai penjuru mencari sesuatu. -Apa yang kamu cari?- Tanya NAVI pada Anto yang masih melihat-lihat.
"Cari or...!" Anto tidak sengaja melihat ke salah seorang Gadis di antara lima peminpin dan di belakang mereka ada beberapa Gadis dan membuatnya tidak bisa berkata apa-apa. Anto melihat ke sana, mellihat seoarng yang memakai penutup wajah yang membuatnya tertarik sekaligus merasa ada sesutu padanya. "NAVI, sepertinya sudah ketemu dua." Kata Anto dengan senyum pada Gadis itu. NAVI tidak mengrrti dengan perkataan Anto diam sebentar mencerna maksud Anto.
Saat meliaht ke Gadis yang di maksudnya, NAVI baru mengerti. -Gadis itu memiliki sesuatu yang familiar!- Kata NAVI yang bisa merasakan ada sesuatu di dalam Gadis itu, tapi tdak di ketahunya. Setelah berkata begitu Anto masih diam saja dan tidak melakukan apa pun. Anto yang terlus melihat, tidak ada yang berani bergerak dari posisi mereka. Anto kemudian menarik napasnya dalam-dalam lalu merasa lebih baik, setelah itu melihat ke Gadis yang di lihatnya.
"Jika aku terbang pelan ke sana pasti akan di cegah, kalau gitu!" Dengan cepat, Anto berteleportasi ke dekat Gadis yang menutup wajahnya itu. Gadis itu kaget bukan main, dia langsung refleks mengeluarkan pedangnya ke arah Anto. Anto terdiam dengan Gadis itu yang mengancungkan pedang padanya. Namun itu tidak berlangsung lama, Gadis itu langsung menarik pedangnya dengan penuh ketakutan. Anto mendekati Gadis itu dengan senyum dan berjalan pelan hingga di depannya. Gadis itu yang sangat takut, langsung pingsang karena Anto yang begitu dekat padanya. "..." Anto tidak tau harus berbuat apa pada Gadis yang pingsan di depannya itu.
-Kenapa kamu diam saja, ambil Gadis itu- Suruh NAVI dengan biasa saja. Anto pun tanpa ragu mendekati Gadis itu dan menggedongnya. -Ambil bagian apa pun, asalkan itu adalah DNA- Kata NAVI yang ikut penasaran sama Gadis itu. Anto menuruti apa yang di katakan NAVI padanya tanpa bertanya. Anto memgambil sehalai rambut Gadis itu dan mengepalkan tangannya. Setelah itu sebuah cahaya keluar dari tangannya, lalu setelah beberapa saat cahaya itu menghilang. "Apa sudah selesai?" Tanya Anto pada NAVI. NAVI diam dan tidak langsung merespon, tapi Anto merasa ada susatu bahasa tiba-tiba masuk dalam dirinya dan langsung di pahaminya. "Bahasa mereka sudah ku pelajari." bicara Anto sendiri yang sudah memhami bahasa mereka. Anto yang sudah memahami bahasa yang di pakai mereka, melihat ke mereka semua. "Ehm... Apa kalian bisa memahami apa yang kukatakan?" Tanya Anto pada beberapa Gadis di depannya. Gadis yang ada di dekatnya itu kaget saat medengar Anto bicara dan tidak berani menjawab sama sekali. Mereka tanpa takut dan juga yag lainnya bersiaga. "NAVI bagaimana ini?" tanya Anto pada NAVI.
-Pakai ini!- NAVI langsung merespon dan memberikan sebuah rekaman. Anto langsung paham dengan apa yang
harus di lakukannya. Anto berkonsentrasi tanpa menutup matanya. Kali ini Anto hanya menjadikan rekaman yang di awali pertemuan Anto dengan Kultivator pertamanya. Semuaorang menonnton apa yang di putarkan oleh Anto.
***
"Lanjutkan apa yang kalian lakukan, aku hanya lewat saja. Sudah ya... sampai nanti!" pamit Anto pada mereka tanpa sedikitpun takut, sambil membawa gadis bercadar yang di bawanya itu.
"Tunggu!" panggil seorang dengan suara lantang berani pada Anto yang terbang dengan sedang. Anto melihat ke suara yang yang memanggilnya dan melihat gadis lain. "Dia!" Gadis itu menunjuk pada Gadis yang hendak di bawa Anto. Anto tersenyum saat Gadis itu begitu takut padanya yang memberanikan diri bicara padanya.
Anto kemudian berteleportasi ke dekatnya yang berjarak satu meter. "Siapa Namanya?" Tanya Anto dengan sopan pada Gadis itu. Gadis itu terdiam dan juga terlihat geram tapi tidak berani bertindak.
"Na-Namanya Nina." Jawab Gadis itu dengan berani. Anto tersenyum pada Gadis itu yang berani menjawabnya tanpa bertanya balik.
"Apa kamu mau jadi BIDADARI ku?" Tanya Anto dengan sopan pada Gadis yang berani bicara padanya. Gadis
itu tidak langsung menanggapi, malah diam di tempat seperti memikirkan sesuatu. Anto yang menyadari ketakutan Gadis itu perlahan mendekatinya. Saat mendekat Anto bisa melihat Gadis itu gemetar sudah di dekatnya. Gadis itu mengulurkan tangan pada Anto tanpa bertanya dulu, apa maksud Anto mendekatinya. Saat melihat itu, Anto membuat sesuatu di atas tangan Gadis itu. Dan dalam waktu yang singkat, sebuah pakaian yang indah di buat olehnya berdasarnkan keinginannya.
Gadis itu melihat apa yang ada di tangannya. Entah kenapa Gadis itu tidak berkata apa-apa dengan pakaian yang di berikan Anto padanya. "I-Ini apa?" tanya Gadis itu dengan sopan.
"Katakan Pakai, kamu pasti akan mengerti." Anto dengan jelas mengatakan itu. Gadis itu diam tidak mengerti
dan juga sepertinya bukan itu yang di inginkannya. Anto sendiri tahu kalau Gadis ini ingin Gadis yang di gendongnya itu. Gadis itu melihat ke Anto yang masih di dekatnya. "Pakailah." Dengan suara lembut Anto menyruh Gadis itu.
Dengan rasa kurang nyaman terdiam sambil melihat ke Pakaian yang di berikan Anto. "Pakai!" Setalah mengatakn itu, pakaiannya langsung membungkus Pakaianya yang sebelumnya. Pakaian itu sangat indah sekali dan sangat berbeda dari yang lainnya.
"Itu pakaian yang serba guna dan bisa di ubah ke warna apa saja yang kamu bayangkan, termasuk bisa menahan kekuatan apa pun yang kamu anggap berbahaya." Anto menjelaskan dengan singkat saja. "Sepertinya sudah waktunya kita berpisah sementara." Ucap Anto sambil melihat ke semua orang yang memeprhatikan dia dari tadi, ada yang berbisik-bisik tentang sesuatu. "Sampai jumpa semuanya." Pamit Anto dengan sopan. "NAVI kunci ingatan mereka tentang semua hal setelah kita ketemu sama mereka, termasuk Gadis ini. Biarkan mereka tetap ingat tenatng Gadis ini." Minta Anto pada NAVI dengan serius.
-Baiklah, tapi kamu harus tetap di sini biar lebih cepat selesai- NAVI setuju dengan pendapat Anto untuk melakukan penyegelan ingatan tentang mereka. NAVI mulai melakukan penyeglan. Setelah itu sebuah cahaya putih menyilaukan ada pada semua orang yang ada di sana. -Kita tunggu sampai semua cahaya ini menghilang dengan sendirinya- Kata NAVI dengan singkat. Anto langsung paham dan tidak bertanya lagi.
Anto menunggu dan menunggu, tapi masih lama untuk selesai menyegel ingatan semua orang. “NAVI! Apa menurutmu, aku berlebihan ya?” Tanya Anto pada NAVI untuk memulai percakapan singkat.
-Yang mana maksudnya?- Tanya NAVI tidak tahu maksud Anto.
"Tentang semua ini. Termasuk hal yang kita lakukan ini!" Jawab Anto dengan menjelaskan maksudnya. NAVI diam sebentar tidak langsung menjawab.
-Tentu saja. Memang ada seorang bocah berumur 7 tahun berpetualang tanpa satu pun pengawalan- Jawab NAVI dengan nada sombong. Karena dia juga adalah Anto
“Eh… Kamu bilang 7 tahun!” Timbal Anto yang tidak percaya juga dengan hal yang di lakukannya. “Kalau gitu, berapa jarak kita pergi dari Bumi?” Tanya Anto lagi untuk menghabiskan waktu yang singkat itu.
-Menurutku, kita sudah pergi sejauh 999 Miliyar tahun cahaya dalam dua tahun terkahir- Jawab NAVI dengan suara santai.
“Apa?" Anto yang sedikit kaget dengan apa yang di katakan NAVI.
-Jangan lebay dah- NAVI yang tidak nyaman saat medengar kata-kata lebay Anto. -Sejauh ini, jarak Bumi dengan Bintang terjauh adalah 9 miliyar tahun saja. Itu pun hanya bintang ICARUS. Itu info yang ku dapat dari 200 tahun lalu informasi di Bumi, sebelum kemunculan dungeon di bumi- NAVI memberikan penejalsan yang sangat pasti.
"Aku tidak minta hal itu di jelaskan, kenapa malah di jelaskan?" Timbal Anto yang tidak paham dengan pemikiran NAVI. Setelah berkata itu, mereka tidak bicara lagi. “Apa itu, menurut perhitungan di Bumi?” Tanya Anto lagi dengan penuh penasaran meski sebelumnya tadi tidak tertarik.
-Ya. Dan juga, aku sudah menyesuaikan waktu Bumi dengan waktu kita habisakan di Angkasa itu sama. Supaya
kita bisa pulang ke sana dengan kondisi sama dan tidak ada perubahan sama sekali dalam waktu- Jawab NAVI sambil memberikan penjelasan yang logis. -Sudah, jangan tanya lagi. Sebentar lagi penyegelan ini selesai. Oh ya, kita tidak bisa terus berkeliaran di Angkasa tanpa tujuan. Jadi ikuti mereka setelah semua ini- NAVI yang memberi saran pada Anto yang hanya mendengar saja.