Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 175


Anto yang hanya mendengar saja, tidak melakukan apa pun dan tetap diam saja. “Apa ini akan baik-baik saja?” Tanya Anto pada dirinya sendiri yang ingin tahu dengan situasi yang di alaminya itu.


-Entahlah. Tapi, kurasa ini akan sedikit menarik jika kamu diam saja dan tidak bicara sama sekali dengan apa yang akan terjadi selanjutnya- Respon NAVI sekaligus memberi Anto saran supaya tidak terlibat dengan semua itu meski sudah di Tanya oleh Sherly.


“Tapi…” Anto masih belum merespon sama sekali dan mulai di lihat oleh mereka semua. Dengan wajah tenang, Anto diam dan belum merespon sama sekali. Mereka semua menunggu, tapi Anto tetap diam saja dan tidak bicara sama sekali menuruti kata NAVI. Sherly yang tidak mendengar Anto bicara, jadi terlihat cemas dan bingung dengan apa yang akan di lakukannya. “NAVI,  apa aku harus diam lagi?” Tanya Anto pada NAVI yang tidak menyuruhnya melakukan apa pun.


-Diam saja, dan jangan lakukan apa pun- Jawab NAVI dan tetap teguh pada perkataannya dan tidak menyuruh Anto bicara sama sekali. Anto yang di minta seperti itu mulai menutup matanya karena selalu di lihat oleh semua orang di sana. Dia menuruti NAVI dengan berusaha menghindari tatapan mereka semua.


“Kakak!” Panggil Suci karena Anto selalu diam saja dan tidak merespon sama sekali pertanyaan Sherly. “Kak!” Panggil Suci lagi. Anto membuka matanya lalu melihat ke Suci dan tidak bicara sama sekali. “Ayo jawab Kak!” Minta Suci karena Anto yang diam saja. Anto tersenyum lalu menggelengkan kepalanya terus manutup matanya.


Semua orang di sana tidak mengerti dengan sikap  Anto yang tadi itu. “Apa ini akan baik-baik saja kan NAVI?” Tanya Anto yang sebenarnya sama sekali tidak ingin melakukan itu.


-Entahlah, kamu tunggu saja. Aku juga ingin tahu apa yang akan di lakukan mereka- Jawab NAVI dengan tenang dan menikmatinya. -Aku hanya ingin tahu beberapa hal saja mengenai sigat mereka secara alami dan bukan hanya akan memanfaatkan kebaikanmu, kita. Jadi jika kamu menjawab sekarang akan sulit ku tahu seperti apa keperibadian mereka- NAVI memperingatkan Anto sekaligus menjelaskan apa tujuannya.


Anto beranjak berdiri dari kursinya lalu berjalan ke gubuk itu mengabaikan mereka semua setelah mendengar alasan NAVI melakukan itu. “Nanti kita bahas lagi, aku juga butuh ketenangan dan bukan masalah saja.” Bicara Anto tanpa melihat ke mereka sama sekali. Setelah dia masuk ke Gubuk dan tidak melihat ke mereka sama sekali. “Maaf NAVI, sepertinya aku sama sekali tidak bisa mengandalkanmu untuk yang satu ini.” Anto hanya bisa tersenyum dalam gubuk itu dan tidak melkukan hal lain setelah bicara dan tidak mengikuri perkataan NAVI. NAVI hanya diam saja dan tidak merespon Anto yang berbicara seperti itu padanya.


Anto berjalan ke kasur tempat dia berbaring sebelumnya, setelah beberapa langkah dia sampai dan langsung berbaring dan melihat ke langai-langit atap. Dan di saat itulah sebuah portal terbentuk di dekatnya dan yang keluar dari portal itu adalah pelayannya Luis. Luis langsung meberi hormat pada Anto yang melihatnya denga berbaring. “Saya sudah selesai dengan semua pekerjaan dan sekarang dalam fase perbaikan.” Bicara Luis dengan langsung melaporkan hasil yang di inginkan oleh Anto. Anto sama sekali tidak kaget dengan kemunculan Luis meski dari Dunia reflika.


“Secepat itu?” Anto yang sedikit kaget dengan kecekatan Luis yang hanya selesai dalam setengah hari saja tanpa membuat ekpresi kagetenya.. “Kamu cukup cepat. Tapi, ya sudah. Sesuai janjiku, akan ku jaga Adikmu sesuatu janjiku.” Anto tersenyum pada Luis sambl bangun dari tempat berbaingnya. Setelah itu Anto berjalan keluar dan di ikuti oleh Luis dari belakangnya. Sesampainya di luar, semua orang langsung melihat ke arahnya dengan terlihat cukup penasaran. “Semuanya, mari kita pergi agak jauh dari sini.” Ajak Anto tiba-tiba pada semua Gadis di sana. “Sherly, Riana, sebaiknya kalian ganti pakaian kalian dengan gaun, kita akan ke istana baru sekarang.” Anto dengan suara lembut mengajak mereka.


Mereka semua jadi tidak mengerti dengan sikap Anto yang tadinya berubah kini jadi lembut dan juga terlalu cepat perubahannya. -Ku rasa aku tidak merasa kesal dengan bicara pada mereka- Bicara NAVI tiba tiba dengan nada yang sedikit pun tidak di mengerti oleh Anto. Semua orang masih terdiam kecuali Tiara yang menatap tajam ke Anto yang tidak dapat di mengertinya sama sekali.


Anto terbang duluan di susul dengan Luis yang tidak berkata apa-apa padanya. Luis terbang berjauhan daei Anto layaknya seorang pelayan yang tugsnya melayani saja. Tapi di sisi lain juga dia masihlah seorang manusia yang bisa khawatir juga. “Tuan Muda, apa ini akan baik-baik saja meninggalkan mereka seperti itu?” Tanya Luis yang terlihat khawatir.


-Luis, dari pada itu, apa kamu sudah menyiapkan diri untuk pergi?- Tanya NAVI padanya. Luis mengangukkan kepalanya dengan cepat saat NAVI bertanya padanya. -Baguslah. Tapi, bagaimana dengan kerajaan ini?- Tanya NAVI lagi mengenai kerajaan yang di kerahkannya.


“Semuanya berjalan dengan baik. Hanya saja, semua penduduknya terlalu manja dan masih sulit mendengarkan orang lain.” Jawab  Luis yang mengingat dengan jelas. Di sisi lain, semua Gadis yang terbang menyusul, kini tiba di dekat Anto. Anto melihat ke mereka terutama Tiara yang di gendong oleh Riana dengan sangat malu sekali. Anto tersenyum padanya, namun malah di balas dengan tatapan tajam seklai.


Anto yeng melihat itu langsung berhenti yang di ikuti semua orang tanpa banyak bicara, lalu dia membuat sebuah karpet yang lumayan lebar dan cukup untuk semua orang. Dia melayangkannya lalu menaikinya dan  mengatur supaya di sana ada Gravitasi yang cocok untuk di naiki. “Semua ke sini.” Ajak Anto dengan tenang di sana. Semua langsung naik ke karpet itu dan duduk  menemani Anto yang sudah duluan. “Luis!” Panggil Anto. Luis hanya tersenyum lalu tiba-tiba memunculkan sebuah makanan ringan di atas karpet.


Semua orang melihat ke Luis yang seperti itu. “Kak!” Suci memanggil singkat lalu berhenti saat Anto menoleh ke arahnya.


“Apa? tanyakan saja. Kakak tidak marah, hanya saja jangan sebut Gadis lain dulu.” Anto langsung  saja bicara tanpa basa basi lagi. Suci langsung tersenyum dan mengerti kenapa Anto jadi seperti itu pada Sherly waktu sebelumnya.


“Siapa dia?” Tanya Suci mengenai Luis yang di temuinya itu.


“Luis perkenalkan dirimu!” Suruh Anto dengan sopan sambil mengambil beberapa makanan yang di sediakan Luis padanya.


“Ya Tuan Muda.” jawab Luis singkat. “Perkenalkan namaku Smarti Luis. Seorang pelayang yang melayani Petualang AntarBintang di mana pun itu.” Dengan singkat dan jelas Luis memperkenalkan dirinya.


“Lebih jauh lagi Luis.” Suruh Anto lagi yang sedang mengucah sedikit. Luis hanya tersenyum dan akan mulai melanjutkan perkenalannya.


“Aku adalah seorang dari Dunia lain yang kebetulan terenkarnasi ke Dunia ini sebagai Smarti Luis. Aku mengajarkan Adikku jadi pelayan AntarBintang supaya Para petualang AntarBintang bisa tinggal di mana pun di Dunia yang pernah mereka kunjungi dan juga bisa hidup dengan nyaman. Kami para playan AntarBuntang cuma mengahrgai dan menghormati para Kekasih dan para Iblis. Kami tidak akan mengambil keuntungan sedikitpun karena kami bahkan tidak menghatapkan apa pun sebagai balasan. Jadi, jika kalian semua perlu sesuatu panggilah kami jika kami ada di Dunia yang sama dengan dirimu. Wahai para BIDADARi pilihannya, kami akan melayani dengan sangat tulus meski kamu itu seorang gelandangan.” Luis menjelaskan dengan sangat jelas sekali apa yang di maksud dengan pelayan AntarBintang.


Next Chapter