Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 105


“Nah Lia, apa yang akan terjadi selanjutnya?” Tanya Nayla tiba-tiba dengan serius sambil terus makan. Lia masih tidak bicara karena masih merasa kurang senang dengan perkataan Nayla sebelumnya. Lia melirik ke arah Nayla yang bertanya hanya sekali dan tidak lebih.


“Hm, jika kamu Tanya aku begitu. Mana aku tahu.” Jawab Lia sambil mulai makan. Nayla tidak menanggapi lagi dan hanya menikmati makananannya saja. “Anto…” Lia yang masih kepikiran dengan orang yang di sayanginya.


“Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Nayla pada Lia dengan biasa saja. Lia tidak langung merespon malah terlihat bingung maksud Nayla. Nayla melihat ke arah Lia yang tidak merespon sama sekali, Nayla melihat Lia yang diam seperti bingung maksudnya. “Mereka kan kesini, jadi apa yang akan kita lakukan?” Tanya lagi Nayla dengan lebih jelas pada Lia.


“Oh…” Lia yang baru ngerti maksud Nayla. Lia mulai berpikir mencari sebuah ide. “Huh… Tidak perlu melakukan apa-apa.” Jawab Lia setelah dengan serius memikirkan sesuatu dan tidak terpikirkan apa-apa. “Ada yang menemani mereka. Jika dugaanku benar, mereka seharusnya, mereka sudah tau siapa Anto yang sebenarnya dan juga tau siapa yang lebih cepat jadi BIDADARI dari siapapun.” Jawab Lia sambil melihat langit-langit ruang makan.


Nayla melirik ke Lia yang yang terlihat tidak peduli sama sekali dengan pertanyaannya. Tapi, Nayla tidak memperbesarkan masalah sepele itu, dia malah melanjutkan makannya sambil mulai merenungkan sesuatu. “Kenapa aku tidak merasa senang saat mendengar kamu ke sini.” Nayla yang tidak tahu kenap dirinya merasa akan sesuatu yang terjadi pada Anto. “Ku harap tidak terjadi apa-apa.” Nayla yang masih merasa belum tenang, meski di depan Lia.



Dunia bawah di sebuah taman yang baru di bangun. Di sana sudah banyak orang berkumul menikmati pagi yang cerah. Di bawah pohon, sebuah bangku, Nina duduk sendiri seperti memikirkan seuatu. “Apa ku katakan tadi!” Nina yang merasa kurang enak dengan perkataannya pada Lia. “Apa aku kembali saja.” Nina yang kepikiran tidak tau harus berbuat apa. ‘KRUGhh!!’ Nina yang mulai lapar saat mendengar perutnya yang berbunyi. “Aku seorang Praktis Kultivator masih bisa lapar. Kenapa, dulu aku bisa tahan makan selama berbulan-bulan. Tapi kenapa sekarang aku harus makan tiga kali sehari.” Nina yang tidak paham kenapa dirinya baru menyadari tingkahnya yang berbeda dari sebelumnya.


“Kakak kenapa?” Tanya seorang anak kecil pada Nina. Nina langsung melihat ke anak kecil itu.


“Nia! Kenapa kamu di sini?” Tanya Nina dengan biasa saja karena kenal dengan gadis kecil itu.


“Yah… Aku jalan sama Papa dan Mama…” Jawab Nia sambil menunjuk ke arah Kedua OrangTuanya yang sedang menyiapkan alas duduk di sebuah pohon yang besar dan di sekelilingnya ada bunga. “Lalu kenapa Kakak ada di sini?” Tanya Nia lagi pada Nina yang terlihat lesu. Nina tidak menjawab malah diam saja ‘KRughh!!’ tepat di depan Nia perut Nina berbunyi. “Eh…!” Nia yang tidak tau harus berkata apa saat meliaht Nina yang terlihat lesu dengan yang di temani laparnya. “Mari ikut kak.” Ajak Nia dengan santainya sambil menarik tangan Nina.


“Tungg!” Nina yang tidak sempat melepas tangannya dari Nia yang tiba-tiba menarik tangannya dan terpaksa ikut kumpul bersama keluarga Nia. “Apa aku boleh ikut nih?” Tanya Nina sambil berlari kecil menemani Nia.


“Ya.” jawab singkat Nia. “Mama, aku ajak teman…!” Teriak Nia dari jauh sambil mearik Nina dengn wajah ceria sekali. Kedua OrangTuanya melambai pada Nia yang berlari cukup cepat ke arah mereka brdua. Nia dan Nina sampai di kedua OrangTua Nia.


“Siapa yang kamu ajak?” Tanya Papa nya sambil duduk sambil tersenyum pada anaknya yang sedikit lelah.


“Nina Pa.” Jawab Nia sambil mengambil minumannya lalu dengan cepat langusng minum.


“Mari Nak, duduk sini.” Ajak Mama Nia sambil mengajaknya duduk di samping. Nina sedikit ragu dengan ajakan Mam Nia yang biasa saja saat mengajaknya. Tapi, dengan pelan Nina membernikan diri duduk di samping Mama nya Nia.


“Apa, aku boleh ikut?” Tanya Nina yang masih agak ragu dengan kebaikan yang di tunjukkan oleh Mama Nia. Mama Nia meliaht ke arah Nina yang bertanya begitu padanya. “Ada apa?” Tanya Nina lagi saat di tatap Mama Nia ‘Krughh!!’ Perut Nina berbunya lagi saat di tatap oleh Mama Nia.


“Ya. Kamu sama anehnya dengan anak ini.” Kata Papa Nia sambil menunjuk ke arah anaknya yang sedang melihat saja. Nia yang tiba-tiba terdiam juga saat di samakan dengan Nina dan Nia mulai merasa jengkel dengan Papanya.


“Papa!” Nia langsung bangun lalu memukul Papa nya dengan sedikit kesal.


“Maaf, maaf.” Papanya di penuhi tawa saat melihat Anaknya kesal. Suasana di bawah pohon dan sejuk, sangat menyenangkan sekali hingga Nina ikut terbawa suasana. “Oh ya, bagaimana kalian salimg kenal. Seingatku kamu tidak pernah tertarik keluar rumah sama sekali.” Tanya Papa Nia pada Anaknya yang masih ngambek padanya. Nia langung berheti memukul Papanya. Dan dia diam selama bebeapa saat.


“Papa!” Nia melihat tajam ke arah Papanya. Papa nya langsung terdiam saat melihat mata Anaknya yang begitu menyeramkan dan sangat tajam sekali saat melihatnya.


“Nia!” Panggil Nina sambil tersenyum pada Nia.


“Apa?” Tanya balik Nia dengan cepat. Nia langsung terdiam kali ini saat melihat senyum Nina yang sangat menyeramkan sekali begitu di lihatnya. “Maaf.” Nia langsung tenang saat melihat wajah Nina yang terlihat menyeramkan baginya sambil meminta maaf langsung pada Papanya. Mama dan Papa nya tampak kaget saat melihat Anak mereka minta maaf dengan cepat pada Papa nya.


“Ha... Makanya ini, aku tidak mau berkumpul seperti ini.” Nina yang tidak tau harus berkata apa pada dirinya sendiri saat melihat sebuah keluarga yang di lihatnya hancur.


“Hahahahaha….” Papa dan Mama dia tiba-tiba terawa dengan keras sekali, mereka berdua terlihat bahagia sekali yang terlihat sangat jelas di wajah mereka berdua yang penuh cerah sekali.


“...?” Nia dan Nina tidak mengti apa yang sedang di tawakan oleh kedua OrangTua itu..


“Bukannya mereka senang. Kenapa ini terasa pernah terjadi saat bersamanya.” Kata Nina dengan suara sangat kecil dan hanya bisa di dengar oleh Nia. Nia yang mdengar itu, langsung meliaht ke arah OrangTuanya dan tersenyum seperti mengingat sesuatu. Nina dan Nia dengan santainya melihat kedua OrangTua Nia yang terlihat bagaia, sama persis bahagia, saat bersama Anto dan yang liannya.


Cukup lama kedua OrangTua itu tertawa lalu berhenti. “Hem…, kalian ini apa baru saling kenal?” Tanya Mama Nia sekarang ini yang terihat penasaran sekali. Bukan hanya Mama nya saja, Papa nya juga tertarik dengan pertanyaan Istrinya yang penasaran sekali.


“Kami sudah kenal lama sekali.” Jawab Nia dengan santainya. Papa dan Mama nya masih kaget dan tidak mengerti dengan jawaban Anak mereka. Mereka berdua saling pandang dan wajahnya berubah menjadi serius sekali.


“Sejak kapan?” Tanya Mama nya lagi dan cukup serius sekali. Nia menatap mata Mama nya yang sangat serius sekali. Nia melihat ke arah Nina yang dari tadi memperhatikan. Nina tersenyum seperti memberikan izin pada Nia. Nia merasa sangat senang sekali dan membalas tersenyum.


“Ma, Pa, aku… Sebenarnya…. Aku baru mengenalnya dan merasa senang dengan kakak, jadi aku minta dia jadi kelaurgaku dan yang sebelumnya aku bohong.” Jawab Nia dengan aneh sekali, dari yang grogi lalu dengan cepat jadi lancar hingga membuat kedua OrangTuanya terdiam termasuk Nina yang tidak mengerti kanapa Nia menjawabnya begitu.


Next chapter