
Setelah itu Mereka semua menonton perjalanan Mama mereka berdua dari layar di depan mereka.
“Kapan Lala berubah menajdi seperti itu?” Tanya Marya dengan sangat dingin sekali.
“Aku tida tau, tapi Anak itu berubah sejak enam bulan laliu.” Jawab Mama Siska dengan lanca dan juga dengan dingin sambil terus berjalan.
“Sebaiknya kita awasi mereka semua, dan beritau semua yang telah kamu lalui bersama selama enam bulan terakhir.” Mama Marya memperingatkan temannya.
“Ya.” Jawabnya singkat.
Setelah mereka berbicara seperti itu, Mereka berdua sampai di ruangan control tempat Papa Siska mengontrol Semua kendali dari kapal yang di bawanya. Semua orang yang menonoton perkatan Mama Marya dan Siska menjadi tidak mengerti sama sekali maksud dari perkataannya.
“Kak apa yang mereka bicarakan?” Tanya Siska pada Kakaknya yang terkihat biasa aja saat menonton.
“Lihat lebih jelas lagi. Nani kalian akan menemukan jawaban yang kalian akan ketahui.” Kata Lala dengan tegas sekali.
Setelah Lala berkata begitu, Semua orang menatap agi ke layar melanjutkan menonton kejadian selanjutnya.
“Kalian berdua sudah sampai. Cepat lihat ini!” Papa Siska memanggil mereka ke dekat sebuah layar pengawas.
Setelah mereka berdua sampai, Mereka melihat Andri yang yang di penuhi darah di sekujur tubuhnya.
“Apa ini!” Mama Marya kaget sekali dan juga terlihat sangat khawatir dengan keadaan Andri.
“Ini… Aku juga tidak tau. Tapi, ini ada hubungannya dengan kita yang mengirimnya ke sana.” Jawab Mamanya Siska.
“Cepat pikirkan sesuatau!” Papa Siska memerintahan dengan tegas pada Mereka berdua.
“Tidak bisa.” Jawab Mama Marya dengan tegas “Tapi, adan beberapa orang yang tau jawaban yang kamu inginkan.” Kata Mama Marya menjelaskan.
“Siapa?” Tanya Papa Siska dengan penasaran.
“Panggil Anak-Anak kemari.” Kata Mama Siska dengan sangat tegas sekali.
“Kenapa?” Tannya Papa Siska yang kaget dengan perkataan Istrinya.
Setelah itu Mama Siska menceritakan kembali cerita yang di ceritakan Lala. Semenatara itu, Lala menghilangkan layar di depannya, supaya semua orang tidak melihatnya lagi.
“Siska!” Panggil Lala dengan senyum lembut pada Adiknya “Apa kamu membenciku?” Tanya Lala dengan senyum di wajahnya.
Siska tidak menjawab pertanyaan Kakakya. Siska hanya diam menatap Kakaknya yng terlihat tulus mengucapkan kata-katanya.
“….!” Lala menatap Adiknya yang diam saja dan sedikit bingung “Siska, mau ikut Kakak temui Anto?” Tanya Lala pada Siska yang terus menatapnya.
Siska masih saja diam dengan ajakan Kakaknya.
“Kak!” Panggil Marya yang dari tadi hanya memperhatikan Mereka berdua saling tatap saja “Apa benar, kalau Andri itu bukan dari Planet ini?” Tanya Marya yang terlihat kurang percaya dengan cerita yang di ceritakan oleh Lala.
“Ya.” Jawab Lala dengan senyum “Bagaimana kalau kalian ikut kami ke Planet lain?” Tanya Lala pada semua orang di ruangan itu.
“Kak!” Panggil Siska “Aku ingin Kakak membuktikan ucapan Kakak. Bisa bawa Aku kie Planet Andri?” Tanya Siska yang terlihat sangat serius sekali.
Lala yang kaget dengan perkataan Adiknya, melihat ke arahnya dengan tidak percaya dengan perkataan Adiknya.
“Hm… Selama ini dia selalu mengikuti apa yang di katakana orang lain. Ini pertama kalinya dia meminta.” Pikir Lala yang melihat ke arah Adiknya yang pertama kali mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.
Lala menatap agak lama Adiknya sendiri yang sangat serius sekali dengan perkataan Adiknya.
“Bisa saja, Tapi tidak bisa sekarang.” Kata Lala menjawab dengan santainya dan mengelengkan kepalanya sekali.
“Kenapa?” Tanya Siska yang masih serius dengan perkataannya.
“Perhatikan ini.” Lala membuat lagi sebuah layar.
Lala memperlihtakan Anto yang berlumuran darah di sekujr tubuhnya. dan tangan kiri yang sudah rusak dan tidak terlihat seperti bia di gunakan lagi.
“Andriiiii!!” Siska dan Marya secara bersamaan memanggil Anto yang terlihat masih memukul dinding dengan keras dan juag terlihat sebuah retakan kecil di dinding.
“Kenapa bisa jadi begini?” Ucap Marya yang sangat khawatir dan juga sangat sedih sekali dengan keadaan Andri yang sangat menggerikan.
“Kanapa kamu khawatir?” Tanya Lala dengan tatapan dingin pada Marya “Bukankah kalian yang memasukkan ke sarang uji coba itu!” Kata Lala dengan tegas dan juga yang akan terlihata marah.
“Hei, apa maksdunya itu?” Tanya Nana pada Lala mengenai sarang yang bingung.
“Di Planet ini, sarang di artikan sebagai tempat paling bebrbahaya bagi laki-laki yang mempunyai keinginan menikahi banyak perempuan. Sejak dahuhulu, di sini tempat para pemimpin mencari sosok Raja Harem.” Lala meceritakan kisah dari hubungan Planet Aqua dengan Planet Green.
“Apa hubungan antara ujian ini dengan jadi Raja Harem?” Tanya Momo yang juga penasaran dengan cerita Lala.
“Dahulu, saat pertama kali umat Planet Aqua mempunyai teknolgi yang bisa malakukan perjalanan Antar Planet, mereka berbondong-bondong mencari Planet yang mempunyai sumber daya yang sangat banyak dan memumpuni dan bisa di kelola oleh mereka. Tapi, semakin lama mereka menjarah di planet yang tidak berpenghuni, Mereka menjadi tidak puas dan akhirnya ada satu kesalahan patal yang mereka lakukan, yaitu menjarah Planet yang mempunyai kehidupan pribadi.” Lala berhenti sejenak menceritakan, kmudian berbalik membuat minuman dari partikel dunia di depannya “Kalian tau, setelah mereka menjarah Planet berpenghuni, Mereka yang ada mahluk hidupnya di jadikan budak pekerja paksa di bawah kekejaman Umat Planet Aqua. Tapi itu hanya terjadi dalam beberapa ratus tahun saja. Suatu hari kemunculun seorang pahlawan dari Planet Aqua, seorang prajurit pemberani. Dia sangat menentang pemerintahan yang di lakukan oleh Umatnya Planet Aqua.” Lala berhenti lagi mencertakan dan munum lagi dengan sekali tegus menghabiskan air putih yang telah di buatnya “Kalian tau sendiri akhirnya kan! Planet Aqua dan di bawah bombingannya me jadi Planet yang maju hingga sekarang. Nah hubungannya Antara Planet Aqua dan Planet Green ialah, Karena Planet Green meupakan kubur dari Rajam Harem Planet Aqua dan juga tempat Para binatang buas yang sangat menggerikan dan juga mahluk yang berperang bersama Raja Harem.” Kata Lala yang meceritakan hingga selesai “Gimana?” Tanya Lala singkat.
Momo mengangguk dengan certa yang di certakan Lala yang sangat menakjubkan, seperto kisa Anto, tapi Anto sangat berbeda dengan pahlawan dari cerita Lala.
"Jadi apa tujuan ujian ini?" Tanya Momo yang tidak tau apa alasan Lala menceritakan kisah Raja Harem
"Intinya, ini cuma ujian, apakah Anto cocok jadi Raja Harem saja." Jawab Lala singkat.
Setelah itu, Momo tidak bertanya lagi dan hanya diam saja setelah mendapat jawaban yang di inginkannya.
“Jadi apa yang akan kita lakukan?” Tanya Nana yang senyum dan juga senang dengan cerita Lala yang sangat bagus sekali sekaligus mengalihakn pembicaraan ke arah yang berbeda.
“Mudah saja. Kita hanya perlu gadis-gadsi ini jadikan tumbal menyadarkan ZERO.” Jawab Lala dengan senyum menggerikan pada 30 gadis pelayan dan Pada Siska dan Marya yang sangat khawair sekali yang terus menatap layar yang ada Gambar Andri yang sangat menderita sekali
Next Chapter