
Semua Istri Anto yang sebelumnya tepuk tangan dengan meriah. Anto yang mendengar dan melihat itu masih tidak percaya, meski dia tahu bahawa mereka merupakan BIDADARI yang datang dari masa depan. “Ehm! Sebelumnya, terima kasih bersedia menikah denganku.” Dengan tulus Anto berbicara pada mereka semua. “Kalian pasti mengenalku, tapi aku belum menganal kalian. Dan juga ada yang belum menganalku.” Anto melihat kepada 2 Istrinya yang tidak memiliki tanda BIDADARI. Tapi, ku harap kita bisa akrab.” Anto tersenyum pada semua Istrinya.
“Bagaimana yang lain?” Tanya Istrinya yang barisan paling kiri. Anto melihat ke sana dan mencerna maksud pertanyaan Istrinya.
“Bagaimnaya?” Anto bsedikit berpikir. “Hm… Saat ini yang ku temui cuma 6 saja yang ketemui di Dunia lain.” Jawab Anto dengan sambil mengingat dan tidak mentebut istilah Planet lain supaya tidak membingungkan Pendeta yang di sampingnya. Setelah Anto menjawab, Semua Istrinya diam dan seperti saling telepati satu sama lain.
-Sudahi ini, kita harus lanjut ke bagian selanjutnya untuk acara pahlawan- NAVI mengingatkan Anto yang terus di sana bersama para BIDADARI nya.
“Aku paham.” Respon singkat Anto. “Begini, nanti kita saling memperkenalkan diri lagi. Sekarang waktunya acara Hero.” Anto melepas pakaian pernikahannya jadi seperti pakaian yang di pakai saat di Planet Aqua.
“Pakaian dari Planet Aqua.” Bicara Gadis Suci itu dengan terang-terangan. Semua orang langusng melihat ke arahnya yang menandakannya untuk tidak lepas saat bicara. Dia pun kaget dan lupa dengan hal itu, tapi sudah terlalnjur di dengan semua orang termasuk Pendeta Tua yang sedang di samping Anto.
“Dah lah, mari kita kelaur dan ikut acara selanjutnya.” Ajak Anto dengan biasa saja sebelum Pendeta Tua itu bertanya meski sudah di dengar jelas oleh Pendeta. Anto berjalan keluar alu dengan cepat di ikuti oleh para Istrinya yang sudah sah. Pendeta itu sangat curiga denga semua tingkah Hero dan Semua Istrinya termasuk Gadis Suci yang di kenalnya.
“Hah! Mungkinkah!” Pendeta itu menatap Anto dan semua Istrinya dengan sangat penasaran. Saat dalam penuh penasarannya, tiba-tiba sekelilingnya berubah menjadi sebuah tanaman hijau yang tidak di ketahunya sama sekali. Pemandangan di sana terlihat sangat indah dan tidak pernah ia lihat sama sekali. “Apa ini?” Pendeta itu sangat takjub dengan hal yang di lihatnya.
Saat melihat pemandangan yang begitu indah, tiba-tiba Pendeta itu melihat ke sebuah rumah kecil dan taman di seklilingnya. Di sebuah kursi terdapat banyak anak-anak laki-laki yang sedang bersantai menikmati waktu bersama seorang wanita yang terlihat muda. ‘KLAK’ Pintu eumah kecil itu di buka. “Papa, Ayah!” Sambut anak-anak itu dengan sangat senang dan ramah.
Tiba-tiba lagi Pendeta itu kembali ke tempat semula saat melihat Anto dan semua Istrinya hendak keluar dari ruangan tersebut. “Wajah itu, sama persis dengan Hero, dan dunia itu bukan dunia ini. Apakah…!” Pendeta itu penuh dengan pertanyaan yang tidak bisa di ungkapkannya saat melihat hal yang tidak di duganya sama sekali. “Sepertinya aku sudah sangat tua hingga bisa memunculkan hal seperti itu. Tapi, jika itu bukan khayalan, ku harap kalian hidup bahagia selamanya.” Pendeta Tua itu menatap Anto beserta Istrinya yang keluar dengan penuh kebahaigan dan senyum yang tidak pernah ia tahu sama sekali. Setelah itum Pendeta itu muali menyusul keluar dari aula pernikahan itu.
‘PROK, PROK, PROK….!’ Sebuah tepuk tangan dari semua hadirin yang ada di acara pernikahan Pahlawan. Mereka bersorak-sorak ceria seperti melihat kemengan dari tim andalan mereka. -Bukannya ini terlalu berlebihan buat aca pernikahan- Komen NAVI saat semua orang masih senang dengan hal tersebut.
Setelah Antob dan Istrinya smapai di perkumpulan mereka duduk di kursi yang khusus untuk mereka dan Istrinya. Semua Hero melihat ke arahnya dengan penuh penasaran da nada juga yang menatap ke Istrinya dengan penuh Nafsu. “Hei! Kenapa kamu melakukan hal ini?” Tanya Remaja pada Anto yang terlihat garang padanya dan juga terliha tidak suka dengan Anto. Anto diam dan tidak peduli dengan hal itu dan diam di tempatnya mendengarkan apa yang akan di katakan Remaja itu.
“Baiklah, mari kita lanjutkan ke acara berikutnya!” Penyiar itu mulai lagi dan membuat Remaja itu tidak jadi bicara pada Anto dan kembali diam di posisinya. Tapi, dia terus menatap ke Anto yang di kelilingi oleh Istrinya yang tidak di ketahui seperti apa wajahnya. “Inilah yang kalian tunggu-tunggu, mari kita saksikan Status para Hero dari Dunia lain.” Penyara itu dengan terus terang berbicara mengenai Status.
-Status!- NAVI tampak kaget dengan hal tersebut.
“NAVI, ada apa?” Tanya Anto yang tidak mengerti dengan NAVI yang bicara begitu kaget.
-Tidak, hanya saja, kenapa harus di perlihatkan?- Suara NAVI yang bingung dengan hal yang di lakukan Raja di depan semua warganya.
“Lah! Apa masalahnya?” Tanya Anto yanb tidak pagam dengan NAVI yang berbicara seperti itu. NAVI diam saja tidak merespon Anto, seperti masih memperhatikan kelanjutan dari acara tersebut.
“Semua Hero di sini akan di tampilkan Status suapay tidak pernha ada kejadian lagi sperti di masa lalu.” Bicara penyar itu dengan suara yang mulai kurang semangat dan juga semua warganya langsung. “Dulu, sebelum di izinkannya pengecekan Status pada para Hero, mereka kadang membuat masalh yang menyebabkan warga jadi terluka dan bahkan ada yang membunuh. Maka, dengan perubaha yang telah di lakukan, semua Status para Hero akan di tampikan di semua warga supaya dapat mengetahui siapa yang punya Skil buruk dan baik.” Penyiar itu mulai kembali suaranya yang sedikit semangat. “Baiklah, tanpa lebih lama lagi, mati kita pilih beberapa Hero untuk menampilkan Status mereka.” Semua sorak-sorakan dari semua warga terus mendeung seprti sorakan penuh semangat dan penuh membara.
Saat di tengah-tengan sorakan sebuah layar muncul di atas para warga dan di saat yang bersamaan, 10 buah bola yang bewarna biru laun muncul di tengah aula. -Itu bukan buatan manusia sama sekali- Komen NAVI saat melihat bola Biru laut itu. Tapi Anto diam dan tidak merespon NAVI dan sanat penasaran dengan apa yang aka terjadi selanjutnya
Next Chapter