Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 40


Anto terdiam saat melihat Gadis di depannya yang tidak di kenalnya sama sekali. “Anto jadikan gadis itu bagian dari haremmu!” Suruh NAVI tiba-tiba saat Anto yang sedikit kaget dengan kecantikan dan menawannya Gadis di depannya itu.


“Apa anda mau pesan kamar?” Tanya gadis itu dengan sopan pada Anto. Anto masih terdiam sambil terus melihat Gadis di depannya itu.


"Anto sadarlah!" NAVI dengan cepat membangunkan Anto yang masih terdiam melihat ke Gadis itu.


“Ya, aku mau kamu jadi istriku? bukan, aku mau kamu jadi salah satu gadis haremku.” Anto langsung berlutut menyerahkan cincicn yang dibuatnya saat NAVI menyuruhnya sebe;umnya. Gadis itu tidak tahu kenapa dan hanya bisa diam saja.


“Maaf aku tolak!” Jawab gadis itu dengan senyum di wajahnya. sambil melihat ke Anto yang masih menggendong Lala dengan tangab kirirnya.


“Kenapa meolakku?” Tanya Anto yang tidak mengerti sama sekali. Gadis itu tidak menjawab saat Anto yang masih menyerahlan cincin itu padanya.


“Hahahaha… Kamu sangat aneh sekali!” Gadis itu tertawa saat melihat wajah Anto yang kecewa. “A-ku ti-dak ma-u!” Ulang lagi gadis itu perkataannya dengan sangat tegas pada Anto sambil menggodanya. Anto semakin kecewa dengan Gadis itu dan hanya bisa mengalah.


“Hah! Ya sudah, kamarnya mana?” Tanya Anto yang langsung merubah ekpresinya dengan sangat kecewa sekali. Gadis itu tidak mengubah sama sekali ekspresi dan seperti sudah terbiasa, namun kali ini dia sama sekali tidak mengerti dengan perlakuakn Anto yang langusng menyerah dan tidak melakukan apa-apa lagi.


'BRAAK!' Pintu masuk di dobrak hingga rusak. Setelah itu beberapa orang pria kekar besar datang banyak sekali.


“Kamu sudah tidak bayar lama sekali, sekarang mana?” Tanya pria yang paling garang dan sangat kekar dengan wajah. Semua orang menatap gadis itu dengan tatapan penuh nafsu. Anto bisa tahu kenapa mereka semua begitu aktif an juga sangat mengingian Gads itu, tapi Anto hanya bisa diam untuk sementaea.


“Hm... Ada juga penagih hutang.” Anto melangkah mundur menjauh dari situasi saat beberapa orang mendekat ke Gadis itu. Setelah itu, Anto melayangkan Lala yang masih tidur ke langit-lagit atap penginapan. "Masih tenang!" Anto yag tidak mengerti saat melihat Gadis di depannya itu.


“Maaf tuan, kami belum bisa membayarnya!” Dengan suara sopan gadis membalas perkataan para penagih hutang itu.


“Woi!’ Panggil Anto sambil melangkah ke samping Gadis itu. “Apa yang kalian lakukan pada istriku?” Tanya Anto dengan ekting yang mendalami. Semua Pria kekar itu langusng melihat ke Anto yang mendekati Gadis itu.


“Kamu suaminya?” Pria paling depan maju mendekati Anto dengan tatapan tajam dan meremehkan Anto.


“Bos! Ini pria kaya itu!” Seseorang berteriak di kerumunan. Anto dia melihat ke kerumunan di belakang.


“Hm! Ternayata kamu?” Anto langsung melihat orang yang debat bersamanya di gerbang masuk. “Tidak ku sangkan kamu cepat juga masuk!” Dengan suara sombong mengejek pria tersebut.


“Ooh, jadi kau yang membuat adikku di permalukan?” Tanya pria garag di depannya.


“Tidak! dia sendiri yang mempermalukan dirinya sendir” Jawab Anto dengan sopan dan cepat


“Beraninya?” Pria itu mengangkat kerah baju Anto hingga kaki Anto naik. Entah kenapa Gadis yang tadi di smpingnya mundur dan hanya melihat saja dari jauh.


“Bos, kita ambil saja istrinya!?” Saran dari pria di kerumumunan dan membuat gadis pemilik penginapan menjadi ketakutan. Anto yang medengar itu mengepalkan tangan dan menahan rasa kesalnya yang tidak tahu kenapa.


“Boleh juga! bawa dia pergi!” Pria yang jadi pemimpin memberi perintah.Beberapa oranh medekat ke belakang Anto dan hendak mengmabil pe,ilik toko.


“Jangan!!” Teriak pemilik penginapan yang terjatuh saat bebrapa orang mendekat. Tapi Anto langsung menteleportasikan orang yag mendekati pemilik toko itu ke dunia bawah tanpa ada yang tahu.


“Apa yang terjadi?” Salah seorang bertanya saat tidak ada satupun yang berhasil menangkap gadis pemilik toko. Semua orang terdiam saat melihat kejadia tersebut termasuk pemimpin mereka.


“Apa yang kamu lakukan?” Pria yang di hadapan Anto langsung memukul Anto. Tapi Anto langsung menghindari dari pukulan itu dengan berteloportasi. Semua orang langsung kaget dengan kejadian tersebut termasuk pemilik penginapan.


“Ahhhg..!!” Pria tersebut langsung lari setelah semua orang meninggalkannya. Tapi Anto juga langsung menteleportasikannya ke dunia bawah ke rekan-rekannya. Gadis itu masih tenang dan tidak takut dengan apa yang di lakukan Anto.


“Sekarang semua sudah baik-baik saja.” Sambil tersenyum pada pemilik penginapan. “Huh... Akhirnya tenang, Maaf aku ikut campur.” Dengan suara lembut dan tulus sambil mengulurkan tangan ke pemilik penginapan yang sedang terjatuh. Dengan ragu pemilik penginapan memegang tangan Anto. “Jadi bisakah kamu jadi gadis haremku?” Tanya Anto lagi dengan harapan. Pemilik penginapan tidak tau harus mengatakan apa pada Anto yang tidak menyerah.


“Sebaiknya kamu bicara yang baik saja dulu kemudian menangkan hatinya!” NAVI memberi petunjuk pada Anto yang buru-buru.


“Nanti pikirkan itu!” Anto sambil tersenyum pada pemilik penginapan yang terlihat tenang dari tadi. “Siapa namamu?” Tanya Anto dengan biasa saja dan sopan.


“Namaku Nayla!” Jawab singkat Nayla dengan tenang.


“Apa ada yang bisa ku bantu?” Tanya Anto dengan serius. Nayla tidak langunsung merespon malah dia saja. “Apapun itu selama aku bisa akan ku lakukan.” Dengan suara tulus Anto mengatakan isi hatinya dan juga tatapn serius pada Nayla.


Nayla terdiam sambil mnunduk dengan perkataan Anto yang di dengarnya itu. “Bisakah Anda menolong ibuku?” Tanya Nayla yang berharap


“Selama aku bisa, akan kulakukan.” Jawab Anto dengan tulus. “Jadi bisa apa yang bisa kulakukan untuk ibumu?” Tanya Anto dengan sopan dan tulus.


“Selama kamu bisa menyelamatkan Ibuku, akan ku lakukan apapun yang kamu inginkan. Bahkan jika aku harus memberikan diriku!” kata Nayla dengan sangat jelas pada Anto. Anto tersenyum dan merasa sangat senag dengan perkataan Nayla.


“Sudah bilang, aju akan mencobanya. Jadi di mana ibumu?” Dengan suara lembut bertanya pada Nayla.


“Ikuti aku.” Ajak Nayla memimpin untuk menunjukkan jalan pada Anto. Anto mengikuti Nayla yang ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari pintu depan. Nayla membuka pintu tersebut dan menunjukkan kondisi Ibunya yang sangat kurus kering dan sangat lemah sekali. dan dalam ruangan tersebut sangat bau sekali.


“Apa yang terjadi?” Tanya Anto saat melihat ibunya yang sangat kritis


“Sku tidak tau. Sekitar 3 tahun lalu, tiba-tiba pengunjung tidak datang lagi ke penginapan ini. Aku sendiri tidak tau apa yang terjadi saat itu.” Jawab Naylah yang tidak tau menahu tentang kejadiannya sambil terlihat tegar.


Anto meliihat ke Nayla yang masih tegar saat melihat kondisi Ibunya yang sangat kritis sekali. “Andaikan kamu hidup di dunia damai, pasti kamu sudah terkenal” Pikir Anto saat melihat Nayla yang sangat tegar saat melihat kondisi ibunya sendiri. “Aku bisa menyembuhkan ibumu dan juga menyembuhkanmu!” Ucap Anto sambil masuk mendekati Ibunya Nayla


“Tunggu!” Nayla menghentikan langkah Anto yang hendak masuk ruangan ibunya


“Ada apa?” Tanya Anto sambil berjalan masuk lebih dalam dan sampai di dekat ibunya Nayla. “Eh..!” Anto bingung dengan tingkah Nayla yang tiba-tiba mau menghentikan Anto yang mau menyentuh Kbunya. “Kenapa?” Tanya Anto dengan wajah bingung dengan Nayla


“Kenapa kamu pura-pura menahan bau ini?” Tanya Nayla yang terlihat sedih.


“Apa maksdumu! tentu saja aku tau Ibumu bau, tapi aku akan mengobatinya! tentu seorang dok..! tabib  saja harus menahan rasa bau ini untuk menyembuhkan ibumu!” Ucap Anto dengan sangat tenang. “Huh...  hampir saja aku menyebut dokter.” Merasa lega hampir menyebut istilah modern.


“Semua tabib di kota ini pernah mencoba menyembuhkan ibuku, tapi tidak berhasil…” Sambil menundukkan kepala “Dan hanya mengatakan Ibumu tidak akan pernah selamat.” Nayla menambahkan perkataannya dengan terus menunduk.


“Hah... Aku bisa menyembuhka ibumu, tapi aku harus menyembuhkan dirimu terlebih dahulu.” ucap Anto sambil menenagkan Nayla.


“Apa maksudmu?” Tanya Nayla yang tiak mengerti dan uga dengan terus menunduk.


“Nanti juga kamu akan tau!” Ucap Anto sambil memegang tangan Nayla. “Sebelum itu, aku tanya. Apa kamu mau jadi gadis haremku?” Tanya Anto dengan serius pada Nayla. Nayla tidak menjawab Anto dan hanya diam saja setelah mendengar perkataan Anto. “Masih belum siap!” Pikir Anto saat melihat Nayla yang belum bisa menjawab pertanyaan Anto “Akan ku tunggu sampai aku pergi dari kota ini jawabanmu itu!” Ucap Anto sambil mengelus kepala Nayla


NEXT Chapter