
“Sepertinya, Aku jadi koki hari ini.” Lala tersenyum pada dirinya sendiri yang mengalami pengalaman baru sambil berjalan menuju ruang ganti yang di maksud oleh Wanita tua itu.
Setelah beberapa meneter berjalan, Lala sampai di ruang ganti. Lala masuk ruang itu, dan di dalam ruangan itu Cuma ada ruang kecil saja.
“Ini hanya untuk ruang ganti saja.” Guman Lala yang hanya menemukan ruangan kecil kosong saja.
Tanpa menunggu lebih lama, Lala kemudian berganti pajkain di dalamnya. Setelah beberapa menit berganti pakaian, Lala keluar dan langsung berjalan ke dapur lagi dengan mengubah pakakain kulit menjadi pakaian khas para koki.
“Dimana tempat ku tugas.” Lala yang masih bekum tau apa pekerjaannya “Permisi!” Pangil Lala dengan sopan pada seorang koki pria yang membawa mapan melayang yang banyak sekali yang sedang lewat di depannya.
“Ada apa?” Tanya koki denagn sangat sangar dan juag terlihat kelelahan
“Ehm! Diama aku memasak?” Tanya Lala dengan sopan sekali dan juga sedikit canggung pada pria di depannya.
“Oh kamu koki yang telat itu.” Menetap dengan tajam sekali
pada Lala dan juga terlihat sangat marah sekali.
“Sepertinya ada sesuatu pada koki asli yang telat ini.” Lala yang merasa idak nyaman sekali dengan tatapan koki yang marah padanya.
“Ikut Aku!” Sambil menyerahkan semua mapan itu pada Lala dengan sangat marah sekali dan sangat garang pada Lala.
Lala mengikuti pria itu dengan canggung sekali dan juag terliha biasa saja saat membawa mapan yang sangat banyak itu.
“Hm! Semua mapan ini terlalu kuno. Sepertinya mereka sama sekali tidak memakai teknologi disini.” Lala yang melihat keramaian memasak dengan tangan dan semua terlihat manual.
“Kamu taruh semua di sana dan juag tempat kamu kerja disana. Cepat taruh dan mulai terlalu banyak tamu hari ini ruang pesta hari ini.” Memberi perintah pada lal denga tegas dan juga menahan amarahnya.
Lala yang mengetahui hanya diam saja dan juga tersenyum kecil menahan ocehan dari pria koki itu. Kemudian Lala mengangguk sebagai jawaban. Lala dengan gesit berjalan ke meja tempat menaruh semua mapan yang telah di gunakan, kemudian dengan cepat langsung menuju dapur yang tidak di sentuh oleh siapapun.
“Hm! Koki hamzan?” Lala yang melihat tanda nama asing di dapur “Sepertinya Koki ini koki yang hebat atau master.” Lala yang melihat dapurnya masih bersih dan juga terlihat rapi dan tidak pernah di gunakan sama sekali.
“Kenapa masih belum kerja…” Dengan suara menahan amarah pada Lala “Jika bukan karena gurumu seoran master, cih!!” Pria itu sangat tidak suka pada Lala sama sekali.
“Wah!! Sepertnya koki ini punya masalah yang sangat berat sekali.” Lala tersenyum saat melihat Pria itu mengoceh mengatakan kebenaran tentang koki yang telat.
Lala yang sudah rapi dan juga siap mulai memasak, mengambil pisau yang terlatak di dekat atas meja, kemudian dengan gesit mengambil semua peratan yang di butuhkannya. Setela lengkap peralatannya, Lala mulai mengambil bahan memasak di dekatnya yang sudah tersedia. Semua sudah lengkap sekarang,
kemudian Lala dengan cepat mulai memasak dengan sangat cepat sekali memotong sayur dan bahan makanan lainnya yang ada di dapur.
Koki yang tadi marah kini terkagum melihat betapa gesitnya Lala memasak dengan sangat cepat sekali, dan bahkan gerakan tangan Lala yang sangat cepat, tidak terlihat saat memotong sayurannya sama sekali. Karena koki itu terus kagum, semua koki di sana juga mulai tertarik dengan kecepatan Lala memasak, mulai berdatangan. Semua koki melihat betapa gesitnya Lala memasak dan juag saat memotang daging yang sangat besar dengan cepat dan rapi, mereka semua jadi tidak berkerja sama sekali di dapur.
“Berapa makanan yang harus di buat?” Tanya Lala pada Koki pria yang terus mengawasinya sabil focus pada masaknya dengan senyum di wajahnya terlihat sangat senang sekali.
“Satu juta.” Koki itu menjawab dengan santainya tidak mengetahui semua orang sudah di sampingnya sudah berkumpul melihat Lala yang memasak.
“Hm! cukup banyak. Kalau begitu tunggu selama tiga puluh menit.” Kata Lala yang masih focus dengan memasaknya. Yang juga tidak memperhatikan sekitarnya. yang sudah di tonton oleh semua koki di dapur.
Semua oarng sangat terpukaudengan cara memasak Lala dan berhenti bekerja dan hanya melihat betapa hebatnya Lala.
***
Dua puluh lima menit berlalalu semua masakan matang dengar bagus, dan tinggal lima menit lagi masakan Lala sudah siap di sajikan.
“Bisa ambilkan semua piring yang ada?” Tanya Lala yang masih focus dan juag tidak memperhatikan orang yang masih menontonnya.
“Ya.” Jawab dengan tegas Koki itu “ Semuanya cepat ambil piring bersih dan mapan!” Perintah koki itu dengan tegas pada semua koki yang ada.
“Ya.” jawa mereka semua dan juga mulai megikuti instruksi Lala.
Tanpa mereka sadari, mereka sudah menuruti perkataan Lala dan hanya bekerja untuk Lala termasuk koki yang tadinya marah. Lala yang tidak menyadari kalau semua koki sudah menuruti perkataannya, mulai menurunkan semua masakan dari gas, alat pemanasa dan lainnya dengan sangat gesit.
“Ini!” Seorang koki menyerahlan sebuah piring pada Lala.
Tanpa Lala melihat dan menjawab, Lala mengambil piring itu dengan sangat gesit. Kemudian Lala menaruh hasil masakannya di piring dan di kembalikan pada koki yang memberinya piring.
“Langsung taruh di meja pesta.” Lala memberi perintah dengan suara sopan dan tegas dan juga tersenyum tanpa melihat sambil terus menerus mengisi piring yang berdatangan.
“Ya.” Jawab semua koki bersamaan.
Tapi Lala tidak mendengar semua perkataan orangm karena terlalu focus pada masakannya. Lala dan semua koki masih sibuk menyiapkan makanan dengan sangat gesit. Koki yang sebelumnya marah ikut membantu Lala membawa semua makana ke ruang pesta.
***
Sekitar sepuluh menit Lala menyiapakan makanan sebanyak satu juta lebih. Setelah selesai lala merasa sangat lega sekali.
“Huh! selesai juga.” Lala yang duduk di kursi yang di sediakan oleh koki yang maragh sebelumnya pada Lala “Terima kasih.” Ucap Lala pada koki itu dengan senyum dan juga membersihkan keringatnya.
Semua koki di dapur sangat kelelahan karena bolak balik membawa makana ke ruang pesra hingga banyak duduk di lantai.
“Terima kasih, sudah membatu.” Ucap loki pria sebelumnya dengan sopan pada Lala dan juga senang.
“Tidak papa.” Jawab Lala dengan sopan sambil tersenyum kecil dan juga sedikit lelah “Terima kasih semuanya. Bantuan kalian sangat berarti.” Lala dengan sopan berteriam kasih pada semua koki di dapur.
“Tidak, Kami yang harusnya berterima kasih pada Anda, Benarkan semuanya?’ Seoarng koki dengan suara sopan menjawab Perkataan Lala.
“Ya, ya, ya…!!” Semua koki bergiran menjawab perkataan koki sebelumnya.
‘BRAK…!’ Suara pintu di buka dengan keras.
Next Chapter