Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 283


Saat melihat apa yang di luar, No 2 langsung melihat monster yang tinggi sekali dan juga terlihat sangat kuat yang masih jauh darinya. No 2 tanpa pikir panjang langsung lari saja saat melihat monster itu masih jauh yang sedang jalan. Dan di saat yang sama layar di langit muncul yang tidak di perhatikan oleh No 2. “Cuplikan apa yang akan di tampilkan kali ini?" Tanya No 1 melihat ke langit dan tidak melhat ke No 2 yang berlari lurus saja tanpa melihat ke layar di langitnya karena terfokus untuk kabur. Saat No 1 melihat layar ternyata yang di tampilkan ialah ZERO yang sedang melawan berbagai jeins monster di Bumi yang terus berdatangan dari Dungeon. Para monster itu tidak ada habisnya keluar dari Dungeon. Setelah itu waktunya di Skip dan menyisakan dirinya yang di layar sedang terbaring di antara para Monster. Di sisi lain ada mahluk terbang di langit yang banyak sekali yang perlahan dirinya yang lain itu bangun lalu menyerang mereka semua. “Mosnter, Iblis, apa lagi yang akan di lawannya?” Tanya No 1 yang melihat pertempuran itu dengan serius. Tapi, saat sedang menonton dengan tenang, tiba-tiba raungan monster terdengar sangat dekat sekali. No 1 segera melihat ternyata Mosnter itu sudah sangat dekat dengan No 2 yang berlari saja.


No 2 melihat sana sini dengan panik tanpa melihat sama sekali ke belakangnya dan hanya focus pada apa yang di depannya. “Aku tidak akan mati di tempat seperti ini!” ucapnya dengan terus berlari meski sudah sangat lelah sekali. No 2 tidak melihat jalan lagi di depannya dan hanya ada jurang saja, tapi No 2 terus lari dengan terus melihat sana sini, dan di saat itulah dia melihat sebuah bangunan yang tidak terlalu jauh dan berada di pinggir jurang itu. Tanpa pikir panjang lagi No 2 lari ke sana dengan terus di kejar monster itu yang semakin dekat karena dia lari cukup besar langkahnya. Setelah beberapa meter lari, No 2 sampai bangunan itu dan langsung masuk kemudian melihat sana sini lalu mendekat ke jendela, setelahnya merobeok tirai yang lusuh sebanyak mungkin, dan setelah itu tiba-tiba gedungnya rubuh setelah mengambil sebanyak yang bisa di ambilnya. No 2 segera keluar karena ada sesuatu yang menhantam gedungnya. Saat sampai luar ternyata monster itu sudah hampir di depannya karena besar sekali. No 2 panik lalu segera berlari ke jurang kemudian melompat tanpa ragu dengan membawa kain yang di dapatnya. Tapi monster yang mengejarnya ternyata ikut lompat juga. “Sial, aku tidak tahu apa pun yang di bawah!” dengan tenang dan panik terus melihat ke bawah dengan monster itu yang semakin dengan dirinya. Mosnter itu meraih No 2 dengan mulutnya, tapi No 2 berhasil menghidarinya dengan menambah laju terjunnya.


Saat terjun tiba-tiba ada awan gelap muncul sebuah kilat menyambar pada Mosnter itu hingga gosong. Petirnya menyabar beberapa kali lalu mosnternya terlihat lemas dan terlihat tidak berdaya. No 2 memperlambat kecepatannya lalu melihat arah datangnya petir yang menyambar itu. No 2 tidak tahu dari mana arahnya tapi dia tahu itu berbahaya. No 2 kemudian mendekat ke monster itu yang sudah gosong sekali. Saat sampai No 2 langsung naik ke atasnya lalu berdiri dengan terjun bebas dan mosnternya di gunakan sebagai alas. “Apa itu?” Tanya No 1 saat merasakan ada sesuatu di bawahnya yang datang, dan saat itulah tiba-tiba mosnternya terpotong jadi 2 yang membuat No 2 sedikit kaget karena itu hampir mengenai diriya. No 2 segera melihat ke bawah dengan tetap bersembunyi di bagian Monster yang masih tersisa.


Setelah hampir tiba di tanah, No 2 menutup rapat matanya dan tidak berani melihat dengan apa yang terjadi, dan saat sampai di tanah No 2 langsung terhempas keras sekali meski sudah membuat lapisan pelindung dari daging itu. No 2 sampai tidak bisa benapas setelah terhempas dari daging itu ke tanah dengan cukup keras sekali. Di sisi lain No 1 melihat sebuah armor robot yang sedang mengumpulkan daging mosnter yang gosong itu. “Robot! Bukan, manusia!” ucap No 1 melihat seseorang mendekat dengan sebuat armor robot ke daging tepat No 2 masih menahan sakit akibat sedikit terhempas. No 2 yang masih tidak bisa bernapas melihat dengan kabur, sambil merangkap mendekat ke sebuah batu batu yang terlihat gelap sekali yang ada bayangannya di sana. Setelah sampai di sana No 2 kemudian pingsan karena tidak bisa bernapas. Manusia dengan armor robot terus jalan hingga tiba di daging mosnternya lalu mengambilnya. ‘Dagingnya di amankan’ pesan orang pada layar di depannya yang menyala. Setelah itu diam menjauh dan tidak melihat No 2 yang ada di bayangan itu. No 1 yang melihat itu ingin tahu kenapa orang itu tidak melihat No 2 yang sedang berbaring dengan jelas sekali di bayangan itu. Setelah mengalisanya ternyata bayangan itu seperti perngahalang alami yang tidak bisa memperlihatkan seseorang kecuali menggunakan Skil percarinya. Setelah itu No 1 memperhatikan lagi ke semua orang yang mengambil daging yang sudah gosong itu, tapi di sisi lain No 1 juga merasa sedikt heran. “Nah kenapa ini tidak di Skip?” Tanya No 1 setelah menunggu untuk di Skip tapi tidak terjadi apa-apa.


Setelah No 2 mulai bisa bernapas tanpa di duga oleh No 1 yang berharap hanya bisa di Skip di bagian itu. No 2 perlahan bangun dari tidur yang hanya sebentar lalu melihat dengan masih merasakan sakit di badannya yang terasa jelas sekali. “Untung selamat, tapi aku masih belum selamat.” ucapnya dengan jelas sambil mencoba bangun tapi badannya masih kaku dan sakit kalau di gerakkan dengan paksa. No 2 melihat sekitarnya dengan masih berbaring yang menemukan bebatuan saja. “Kalau tidak salah ada daging monster itu di sana, tapi kenapa hilang?” Tanya No 2 yang masih belum berpikir ulang kejdian yang di alaminya. Setelah iu No 2 mulai teringat semua kejdiannya dan akhirnya bisa berpikir lagi. “Hah… ku rasa hidupku sangat suram.” ucapnya dengan keluh. “Ayah Ibu, ku rasa hidup keluarga kita itu aneh sekali. Kalian menghilang secara tiba-tiba dan di kabarkan tewas, sekarang aku malah di jebak seperti ini. Sungguh malang sekali nasib kita Ayah Ibu.” dengan sedikit senyum mengatakn itu dan bukannya merasa sedih malah merasa tenang-tenang saja.