
Sahabatnya yang mendengar itu langsung terlihat kesal sekali sekali. No 2 hanya bisa melihat sahabatnya yang terlihat kesal dan ingin sekali memukulnya. Setelah beberapa saat menahan kesal dan marahnya pada No 2, sahabatnya melihat lagi ke monster cacing itu yang seperti melihat ke mereka berdua. “Kalau gitu aku duluan.” kata sahabatnya sambil berlari ke monster cacing itu yang siap mau memakan. No 2 malah ikut menyusul sedangkan pemuda yang melayang itu hanya bisa melihat saja kedua sahabat itu yang mendekat ke monster yang mau memangsa. Saat sampai di dekay meonster itu, keduanya langsung di telan pe;h mosnternya dan pemuda itu jadi sangat kaget sekali saat melihat itu. Semrntara itu No 1 yang melihat semua kejadian itu tidak menduga kalau pemuda itu akan terlihat kaget sekali dengan ekpresi yang jelas sekali.
“AYAHHHHH…!!” pemuda itu teriak sambil menangis lalu menerjang ke monster, tapi di saat yang sama No 1 satu berpindah tempat dan itu cukup jauh dari tempat cacing itu. No 1 menemukan dirinya di tempat pasir lagi dan dapat melihat pertempuran yang terjadi di dekat cacing itu.
“Untung saja ku bawa jimat telepostasi.” kata sahabatnya di dekatnya yang terlihat lega. No 2 yang di sana tidak menduga kalau semua itu rencana untuk menghindari pemuda itu harus membuat mereka masuk ke dalam mulut mosnter cacing meski hanya beberapa saat saja.
No 2 tidak langsung merespon malah melihat terus ke monster yang cukup jauh dari mereka yang sedang bertarung. “Kamu melanggar lagi aturan yang kita buat, tapi tidak masalah untuk menghindari pemuda itu.” timbal No 2 yang mengingatkan sahabatnya itu yang terlihat tenang saja. “Tapi apa yang baru saja ku dengar dari pemuda itu?" Tanya No 2 mendengar suara teriakan itu yang sangat jelas sekali dengan melirik ke sahabatnya.
“jangan Tanya aku, mana ku tahu. Mungkin saja ada orang lain yang di makan secara bersamaan tadi, selain kita.” jawab sahabatnya dengan tenang dan santai. No 2 terdiam melihat dari kejauh pertarngan sengit itu yang ternyata cukup membahayakan jika salah sedikit saja. “Mari kita pergi.” ajak sahabatnya pergi duluan. Tapi No 2 masih diam di tempatnya melihat dari kajauhan merasa ada sesuatu yang ketinggalan. “HEIII… CEPATTT…!” teriak sahabatnya pada No 2 yang sudah teringgal cukup jauh dari sahabatnya. No 2 segera melihat ke sahabatnnya yang sudah jauh berlari meninggalkannya.
No 2 segera menyusul sahabatnya itu, tapi No 1 malah tertinggal di gurun pasir dan tidak ikut terbawa. No 1 melihat sana sini namun tidak ada yang berubah sama sekali dan dia tetap di tempatnya. “Jadi sebenarnya apa yang harus ku lihat di sini?” Tanya No 1 pada dirinya yang masih melayang sendiri di gurun pasir itu. No 1 terus menungggu sabar dan tenang di sana dengan melihat ke pertempuran pemuda itu meski hanya sebatas kilat putih saja yang terlihat.
***
Setelah 10 jam berlalu No 1 tidak pindah dari tempatnya dan merasa jengkel sekali. Pertempuran itu juga sudah selesai beberapa jam yang lalu dengan dia tidak tahu sipa yang menang. “Aku serius kali ini! Apa yang terjadi dan kenapa aku masih di sini selama bejam-jam?” Tanya No 1 satu yang sudah bosan menunggu dengan sabat seklai. Tapi meski negitu dia tidak di respon oleh siapa pun sama sekali di sana. “NAVI, bagaiamana?” Tanya No 1 pada NAVI yang seharusnya bisa menerobos meski cuma sedikit saja. No 1 terus menunggu respon NAVI yang di kiranya masih berusaha membobol sistemnya sendiri.
***
***
Setelah 24 jam berlalu di gurun itu tidak ada sama sekali perubahan yang terjadi. No 1 masih terlihat tenang saja tapi hatinya sangat marah sekali. “Sudah cukup!” No 1 mengatakan itu dengan kesal sekali hingga sebuah peringatan muncul tanda bahaya yang di buatnya sendiri. No 1 jadi kaget dengan semua itu yang baru pertama kali di lihatnya meski sudah bertahun-tahun dengan kesal melihat ingatan berbeda, tapi yang ini sedikit berbeda dari biasanya. Setelah itu No 1 menenangkan diri dan tanda bahaya itu jadi normal lagi. No 1 jadi penasaran kali ini dengan situasi yang baru pertama kali terjadi padanya. Saat itulah tiba-tiba semuanya jadi gelap tanpa ada peringatan sama sekali lalu perlahan sekelilingnya berubah lagi dan kali ini No 2 menemukan dirinya berada di dekat dirinya yang lain sedang terlihat serius satu sama lain dengan sahabatnya yang saling tatap di gurun pasir lain.
“Aku menang.” kata No 2 pada sahabatnya yang di dekatnya dengan tenang. Sementara itu waktunya mulai terhenti lagi sama seperti sebelumnya. Tapi kali waktunya tidak di percepat melainkan sebuah portal terbentuk di dekat kedua sahabat itu. Di saat itulah keluar seseorang yang tidak asing kagi bagi No 1. No 1 melihat pria yang telah memfitnahnya di era sebelumnya yang jelas sekali wajahnya itu.
Pria itu kemudian mendekat ke No 2 dan sahabatnya yang tidak terlalu jauh dari mereka. “Kenapa dia lagi?” Tanya No 1 yang melihatnya memakai setelan jas lengkap sekali kalau dia bisa membuka portal antar Dunia. No 1 hanya bisa marah melihat itu dan tidak sanngup bisa menahan amarahnya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan hal yang di alaminya karena semuanya hanya sebatas ingatan saja.
“Anto Anto. Du dunia ini kamu juga sangat kuat dan membuatku kesulitan membunuhmu. Tapi jangan kira setelah melihat semua yang kamu tampilkan di langit itu, aku tahu semuanya tentang pembuatan hal anehmu meski sedikit saja.” kata Pria itu dengan tenang saja sambil terus mendekat ke No 2 dan sahabatnya yang terhenti waktunya. Tapi di saat itulah tiba-tiba ada sebuah tebasan mengarah ke pria itu yang terlihat sangat cepat sekali saat tinggal beberapa meter saja. Pria itu langsung menghindar dengan mudah lalu melihat ke sosok yang menyerangnya dan ternyata itu adalah pemuda sebelumunya yang di tinggal No 2 dan sahabatnya sedang melauang beberapa meter di atas No 2 dan sahabatnya.
Pemuda itu kemudian terlihat marah sekali pada Pria itu dengan terlihat menatap tajam pada pria itu. “Kamu siapa?” Tanya pemuda itu dengan tatapan tajam dan marah padanya. Pria itu malah melihat ke pemuda itu yang terlihat berani sekali dengan teriohat tenang saja.
“Kamu pemuda itu ya… sepertinya kamu kuat juga.” respon pria itu dengan melihat terus ke pemuda itu. “Kamu juga bukannya ingin membunuh kedua orang ini, bagaimana kalau kita kerja sama?” Tanya pria itu dengan tenang pada pemuda yang melihatnya dengan tajam itu. Pemuda itu melihat ke No 2 dan sahabatnya yang terhenti waktunya lalu dia perlahan melayang mendekat ke No 2 dan sahabatnya yang tidak terlalu jauh dari Pria itu. Saat sudah di dekat No 2 dan sahabatnya, pemuda itu lalu mengepalkan tangannya kemudan memukul ke pria tadi itu dengan terlihat keras sekali yang membuat golombang debu sangat banyak mengarah pada pria tadi.