Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 237


“Lah... Ini namanya bukan buku. Ini namanya bualan saja.” Pikir Anto yang melihat banyak sekali penjelasan dan cerita yang tidak ada maknanya sama sekali.  Anto yang masih asik membaca halaman selanjutnya tidak memperhatikan para murid terkadang melirik ke arahnya yang sedang diam memegang buku pelajaran mereka. “Kalau membacanya akan telalu lama, Study!” Anto pun langsung menggunakan Skilnya untuk mempercepat dirinya mempelajari isi dari buku itu. Setelah beberapa saat Anto kemudian menutup bukunya. “Ini bukan buku paket sihir. Namanya sampah.” Anto yang merasa buku tebal itu sama sekali tidak berguna. Anto lalu melihat ke para muridnya yang ribut sekali dam tidak mungkin akan memulai pelajarannya.


Anto kemudian melangkah masuk ke meja guru, kemudian menaruh bukunya lalu menekan tombol di tangannya dan menampilkan sebuah layar kosong di papan, supaya bisa di lihat oleh semua muridnya. Tapi semua muridnya masih tidak diam dan ribut sekali, meski sudah di tampilkan. “Sepertinya, harus melakukan sesuatu.” Anto tetap tenang melihat ke mutis kelas itu dengan tersenyum lalu menutup matanya perlahan. Anto kemudian membuat ruangan kelas itu jadi harum dan membuat semua siswanya diam, lalu Anto mengubah latar kelasnya jadi sebuah taman yang indah sekali. Semua muridnya langsung tenang setelah meliha semua itu dari kursi mereka.


Anto kemudian melihat kembali dan menemukan muridnya sudah tenang dan tidak ada yang bicara sama sekali. “Semuanya salam kenal. Namaku Anto dari Ras Manusia dan dari Dunia lain.” Anto memperkenalkan diri pada semua murid, hingga mereka langsung melihat ke arahnya. “Nah ini baru benar.” Anto merasa lega saat di perhatikan. “Kalian lihat ini!” Anto mengangkat buku paket besar yang di berikan oleh gadis Beastman tadi. Setelah itu semua muridnya melihat Anto yang memegang buku, Anto kemudian membuat sihir api lalu membakar buku tebal itu dalan beberapa saat langsung jadi abu di depan mereka semua. “Buku ini adalah sampah yang tidak berguna sama sekali di dalamnya.” Anto mengatakannya dengan sangat jelas sekali.


Para muridnya langsung melihat ke Anto dengan tajam dan bingung. Anto kemudian menulis di layar yang telah ada di papan. ‘Sihir Adalah Gambaran Dari Imajinasi Dan Control Mana’ Singkat sekali yang di tulis oleh Anto dilayar papan itu. Setelah itu Anto menuliskan lagi di bawahnya ‘Sihir Api Itu Apa?’ Setelahnya Anto melihat lagi ke para siswa. “Perhatikan baik-baik.” Anto pun langsung keluar dari mejanya supaya dapat di lihat oleh semua siswanya. Anto kemudian mengeluarkan Skil api milik yang nyala seperti lilin. “Ini sihir paling kecil dari api. Tapi jika di gambarkan dengan benar oleh imajinasi kalian, maka akan dapat berubah bentuk jadi berbagai macam hal.” Anto pun langsung mencontohknya dengan membuat api itu jadi sebuah naga kecil terbang.


Setelah itu Anto membuatnya meraung layaknya naga asli dengan suara yang mirip sekali. Setelah itu, Anto juga memperbesarnya jadi seukuran besar dirinya lalu mendaratkannya di sampingnya. “Ukuran dari naga api ini masih kecil dan belum maksimal dari Manaku. Andaikan ini di luar kelas akan jadi lebih besar. “ Anto menjelaskan dengan singkat lalu menghilangkan naga yang di buatnya dari api itu. Anto melihat ke siswa yang tenang. “Kamu!” Anto menunjuk pada siswa Beastman serigala laki-laki yang terlihat percaya diri. “Sihir apa yang kamu kuasai?” Tanya Anto dengan serius layaknya guru.


Dia tidak langsung merespon saat di tanya, malah duduk. Lalu semua siswa lainnya malah mulai ikut duduk di kursi mereka masing-masing denga tenang. Setelah itu siswa tadi langsung berdiri dengan sopan. “Saya menguasai sihir angin.” Jawabnya dengan singkat. Anto terdiam sebentar, sambil menutup matanya. Setelah itu Anto membuat angin berhembus dalam kelas itu dengan sangat lembut sekali, dengan membuat aroma tadi semakin kuat di dalam kelas mereka, dengan juga latar belakang taman yang ikut terhembus angin.


Anto kemudian membuka matanya lagi, lalu melihat ke muridnya yang semua diam dan memperhatikan. “Sihir angin biasanya itu di gunakan untuk menyerang dan terkadang sulit di gambarkan. Mungkin menurut kalian sihir angin adalah yang paling mudah, tapi bagiku semua sihir itu sama saja tidak ada yang mudah tanpa usaha.” Anto menjelaskan dengan santai. Anto lalu melihat ke Beastman itu lagi. “Dari sihir angin, sihir seperti apa yang kamu tahu?” Tanya Anto dengan tegas pada siswanya tadi itu. Siswa tadi malah bengog melihat ke Anto yang bertanya padanya. “Kamu dengarkan!” Panggil Anto hingga muridnya itu tersadar.


Muridnya malah terdiam sambill melihat ke Anto dengan cukup tajam dan tenang. “Saya bisa ternado angin, pisau angin, dan badai angin.” jawab siswa itu dengan sopan setelah di Tanya oleh Anto. Anto tersenyum padanya siswanya itu.


“Sihir pisau Ini bahkan belum sampai pada batasnya." Anto melihat ke siswa tadi yang memberikan salah satu sihir anginnya. "Kunci dari Sihir pemotong ini adalah ini!” Anto kemudian menunjuk ke layar pada papan yang berisakan catatan singkat di sana. “Dengarkan baik-baik!” Semua murinya langsung memperhatikan dengan serius, termasuk Beastman tadi yang kembali duduk. “Semua Sihir itu tergantung dari imajinas dan control. Sama seperti Sihir pisau tadi. Jika pada dasarnya sihir pisau angin akan melukai dengan goresan besar di tubuh, atau di benda akan terbelah. Namun andaikan sihir pisau angin di padatkan dengan jumlah Mana yang kecil, lalu di bagi menjadi ribuan atau jutaan pisau angin, maka akan jadi seperti barusan barusan.” Anto mengingatkan saat dirinya menggunakn pisau angin pada meja guru yang telah hilang di depannya.


Semua siswanya mendengarkan dengan teliti dan tidak ada yang bicara. Mereka kemudian diam saja setelah di jelaskan dan tidak ada yang bicara sama sekali. “Apa ada yang ingin bertanya? Kalau ada angkat tangan kalian!” Setelah mengatakan itu, semua siswanya langsung mengangkat tangan mereka tanpa terkecuali. “Terlalu banyak, kalau gitu kamu!” Anto menunjuk Gadis bersayap seperti naga yang duduk paling depan. Gadis itu langsung berdiri sedangkan yang lainnya malah melihat.


“Bagaimana dengan sihir unik dari berbagai Ras?” tanyanya dengan penuh rasa ingin tahu. Anto langsung tersenyum mendengar itu.


“Baiklah, mari lihat ke depan.” Anto menunjuk lagi ke papan yang bertuliskan ‘Sihir Adalah Gambaran Dari Imajinasi Dan Control Mana’ lalu Anto menghapus catatan di bagian bawahnya. “Karena kamu Ras naga, mungkin kamu bisa berubah jadi naga dan punya Skil unik kalian sendiri. Dengarkan baik-baik, kalian semua mempunyai Skil unik pribadi kalian, karena dari berbagai macam Ras. Akan ku jelaskan bagaimana mengembangkan Skil unik kalian itu dengan langsung percontohan saja.” Anto langsung memunculkan sebuah gambar naga di depan semua muridnya.


“Naga asli akan mempunyai sisik tebal dan keras, lalu mempumyuai daya tahan yang tinggi sekali soal pertahanan dan juga mempunyi Skil unik yang berbeda dari setiap naga yang terlahir." Anto terdiam sebentar lalu menarik napasnya. "Kunci untuk Skil inik kalian harus tahu dulu apa sihir unik kalian itu. Misalnya sihir unik naga ini membaca pikiran tanpa di ketahui oleh semua orang, atau Skil semburan api yang lama, atau bisa menggunakan Skil elemen saat sedang berubah, maka yang perlu kalian lakukan adalah control dan imajinasi.” Jawab Anto dengan singkat. "Ingat, control dan imajinasi Skil kalian." Anto sekali lagi menegaskan.


“Sekali lagi, sihir adalah gambaran dari Imajinasi dan control. Ini yang perlu kalian tanamkan pada Skil Unik kalian sendiri supaya kalian bisa mengetahui cara mengembangkan mereka sendiri.” Dengan sangat percaya diri mengatakan itu. "Mungkin ini kurang jelas karena aku seorang Manusia yang tidak memiliki sihi unik, tapi aku tahu cara mengembangkan di saat telah mempelajarinya." Anto menjelaksan dengan tenang dan santai. “Ada satu lagi cara lain lain supaya Skil kalian itu jadi tambah kuat. Pertama padatkan Mana dengan menggunakan Skil yang sama. Misalnya!” Anto langsung memunculkan api sebesar obor, lalu Anto memadatkannya hingga jadi sebesar kelereng. “Perhatikan baik-baik!” Anto jalan ke meja terdepan siswa, Anto kemudian langsung melepas di atas meja siswa itu. Setelah api yang di padatkan tadi di taruh sedikit saja, mejanya langsung bolong hingga tembus.