
***
“Tadi itu sangat menyenangkan.” Guman Siska di kamarnya dengan sangat senang sekali sambil guling-gulingan di kasurnya “Kakak!” Gumanya lagi dengan wajah penasaran sama Kakaknya.
Siska menutup matanya dengan penuh rasa penasaran.
“Sudah lama sekali sejak Kakak berbah.” Dengan berbaring “Waktu itu, Kakak bangaun dengan wajah pucat sekali, Dan juga dengan wajah yang membingung semua orang. Dengan bangunnya waktu itu, Kakak berubah drastis.” Sambil memeirningkan badannya “Dulu Kakak orang selalu serius melakukan sesuatu dan sangat tegas pada apa yang di kerjakannya. Dan semua orang membenci semua itu tersmasuk Papa dan Mama. Tapi, Kakak yang sekarang terasa lebih baik di bandingkan dulu.” Dengan wajah senyum mulai tertidur dan perasaan nyaman.
Dengan perasaan seperti itu Siska tidur dengan sangat nyenyak. Dan di waktu yang bersamaan Lala yang di kamarnya keluar dan tiba di puncak gedung.
“Status.” Dengan suara kecil “tidak ada perubahan sama sekali.” Sambil melihat layar statusnya yang masih hanya menunjukkan status dasarnya saja “Aku harus segera mengsbari yang lainnya.” Dengan tegas Lala terbang ke langit dengan kecepata tinggi.
Dalam beberapa menit Lala sampai di luar angksa.
“Planet Aqua.” Ucapnya saat melihat semua isi Planetnya yang bewarna biru “Aku akan coba kesana.” Ucap Lala sambil terbang ke arah selatan dengan sangat cepat.
***
-Planet gurun-
Lala sampai di sebuah planet yang hanya ada pasirnya dan di kelilingi oleh tiga matahari.
“Disini!” Ucapnya sambil terjun memasuki atmosfir Planet Gurun dengan sangat cepat.
Saat memasuki Armosfir, semua bajunya sedikit terbakar.
“Disini masih panas.” Guman Lala yang sudah mendarat di sebuah Gurun yang tandus dan tidak ada tanda kehidupan.
Lala bekeliling seperti mencari sesuatu selema beberapa menit. Lala berhenti di sebuah tempat yang tidak ada angin sama sekali yang berhembus.
“Ini!” Saat melihat sebuah batu di gurun yang tidak tertutupi oleh pasir sama sekali.
Lala langsung membuka batu itu dan di dalamnya ada sebuah tombol. Lala menekan tombol itu, kemudian tiba-tiba sebuah portal terbentuk di depannya. Tanp ada rasa keraguan Lala memasuki portal yang terbentuk itu.
“Butuh satu menit untuk bisa sampai kota.” Sambil menggati pakainnya dengan sesuatu yang lain “Sepertinya sudah siap.” Sambil melihat dirinya yang selesai mengganti pakainnya denagn senyum di wajahnhya.
Setelah satu menit berlalu, Lala sampai di ujung portal. Saat sampai, Lala menemukan kota yang subur di dalam portal dan dirinya dengan pakaian yang sama dengan orang di kota itu.
“Hm! Suasana di sini masih sama seperti dulu, semua orang selalu riang. Tapi sekarang semua orang sepertinya sedang mengdakan sesuatu.” Lala yang melihat begitu banyak keramaian datang dengan portal yang ada di setiap saat membawa orang dari berbagai tempat “Apa mungkin?” Lala yang kepikirkan sesuatu “Status!” Lala mengecek daptar BIDADARI yang ada di dekatnya di sebuah panel layar, yang bertliskan BIDADARI.
Setelah Lala melihat, Lala melihat dua orang telah terdaptar ada di Plnet itu.
“Sepertinya mereka bangun dan mengingat juga.” GumanLala sambil melihat Nama Nana dan Momo yng terdaptar ada di List BIDADARI.
Lala tersenyum sambil menekan panel nama Momo dan Nana. Setelah menekan, Lala menulis seuatu saat sudah membuat pesan Grup.
“Nana, Momo sudah lama.” Sapa Lala pada Momo dan Nana pada pesan Grup.
Beberapa saat kemudian Lala mendapat balasan.
“Lala! Sudah lama juga. Yah padaha Cuma dua bulan saja.” Jawab Momo singkat.
“Hei, aku aja baru ingat sebulan yang lalu.” Balas Nana yang singkat.
“Diaman kalian? Aku akan kesana.” Tanya Lala siangkat.
“Kami ada di istina, Cepatlah Kami menunggu.” Jawab Momo dengan singkat.
“Oh, ini! Bawa itu. Gunakan pada penjaga istana.” Nana mengirim sesuatu di layar pesan grup untuk Lala.
Tanpa Lala merespon Lala langsung menekan sebuah kota kecil yang dikirim Nana. Setelah di tekan, kotak itu langsung memunculkan sebuah token bertuliskan Nama Nana. Setelah beberapa saat token nama itu berubah menjadi nama Lala.
“Tunggu Aku. Aku bawa beberapa bingkisan dulu.” tulis Lala pesan pada mereka berdua.
“Ya.” jawab Nana dan Momo secara bersamaan datang.
“Biar saya bantu?” Tanya Lala dengan sopan dan suara lembut sambil tersenyum tulus pada Nenek itu.
Nenek itu menatap Lala selama beberapa saat, kemudian mengangguk sebagai jawaban pada Lala. Lala yang melihat anggukan Nenek itu, langsung memegamg bahu Nenek itu dan mendirikannya.
“Sebentar Nek.” Ucap Lala sambil ke sebuah toko keil yang tidak jauh darinya.
Lala pergi kesana dan membeli sebuah pil kecil. Setelah membeli, Lala kembali ke tempat Nenek itu berdiri menunggu.
“Nek, ini coba!” Lala memberikan pil yang di belinya pada Nenek itu.
Tanpa ragu Nenek itu mengambil pil itu dengan senang hati. Nenek menelan pil itu bulat-bulat.
“Dimana rumah Nenek?” Tanya Lala pada Nenek itu.
Nenek itu menggeleng pada Lala.
“Apa Nenek tersesat?” Tanya Lala lagi karena tidak mendapt jawaban yang dininginkannya.
Nenek itu mengangguk sebagai jawaban.
“Sepertinya, akan sedikit lama baru ketemu sama mereka.” Sambil melihat Nenek itu yang membersihkan pakainnya “Nek, Biar saya antar Nenek cari rumahnya?” Tawar Lala pada Nenek itu yang selesai membersihkanpakaiannya yang kotor.
Nenek itu mengangguk pada Lala sebagai jawaban. Lala tersenyum menanggapi Nenek itu yang tidak bicara sama sekali padanya. Setelah mendapat jawaban, Lala meliaht sekeliling lagi, Beberapa saat kemudian Lala melihat sebuah toko yang menjual kendaraan.
“Nek, kita kesana?” Ajak Lala dengan sopan sambil menjulurkan tangannya pada Nenek itu.
nenek itu mengangguk lagi pada Lala, sambil meraih tangan Lala yang di depannya. Setelah itu, Lala jalan pelan-pelan sekali.
“Hm! Nenek ini bisa biara atau tidak ya?” Pikir Lala yang hanya mendapat jawaban yan dan tidak dari anggukan Nenek itu.
Setelah beberapa meter berjalan, Lala sampai di toko kendaran.
“Nek, tunggu sebentar saya mau pinjam kendara buat kita.” Ucap Lala dengan sopan pada Nenek itu yang hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
Setelah mendapat jawaban. Lala masuk ke dalam toko kendaraan itu.
“Permisi!” Sapa Lala pada seorang penjaga di depan took.
“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Penjaga itu dengan sopan Pada Lala.
“Apa kami bisa meminjam kendaraan?” Tanya Lala pada Penjaga itu dengan sopan.
“Bisa, tapi jika ada seikit lecet Anda harus ganti rugi.” Jawab petugas itu dengan sopan pada Lala.
“Baiklah sepakat. Dima kendaraan yang bisa di pinjam?” Tanya Lala dengan sopan.
“Mari ikuti saya!” Ajak petugas itu dengan sopan.
“Tunggu sebentar.” Ucap Lala sambil meinggalkan petugas itu dan berlari kecil ke Nenek yang sedang menunggunya.
Setelah beberapa saat berlari, Lala sampai di dekat Nenek itu.
NEXT Chapter
Planet Gurun :
Dalam planet ini, ada dua macam bentuk kota. Kota dalam dimensi dan kota gurun. Kota dimensi ialah kota buatan yang ada di dalamnya keseburan dengan buatan teknologi maju dan muttakhir . Sedangkan kota gurun ialah kota yang berada di gurun pasir berkeliling menjual dan di Antara panasnya gurun.
Tempat Lala sekarang ini:
Lokasi Lala saat ini berada di Kekaisaran B. dan Dikota B Yang jumlah penduduknya banyak sekali.