
“Apa ini yang selalu dia pikirkan?”Anto yang tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan Marya dan juga masih sedikit merinding dengan tingkah Marya yang aneh sejak bangun dari memluknya.
“Tidak. Marya berubah sejak mendapat pengalama di dunia mimpi yang di buat Lala.” Jawab NAVI dengan santai sekali dan juga terdengar bosan.
“Begitu ya…” Sambil melihat ke arah Marya yang menundukkan kepalanya “Tapi, kenapa Marya bisa makin tidak beres?” Pikir Anto dengan tatapna tajam ke arah Marya yang masih menunduuk.
“Bisa kita bicara berdua saja?” Tanya Lala dengan suara serius pada Anto yang sedang mlihat Marya sebelum Anto medapat jawaban dari NAVI.
Anto yang tadi melihat ke Marya, kini melihat ke arah Lala yang bicara dengan sangat serius, bahkan berbeda sekali tingkah lakunya dengan yang di lihat sebelumnya, yang terlihat sangat aneh dan beda bagi Anto.
"Cepat nya!" Saat melihat perubahan sikap Lala yang sudah sangat berbeda sekali “Ini… Bagiamana ya?” Anto yang bicara dengan tidak jelas saat melihat ke arah Lala yang menatapnya dengan sangat serius sekali.
Anto melhat ke arah Lala yang seriusm dengan cukup bingung dan menjaga ekpresinya suapya tidak berubah dan terlihat aneh untuk yang lainnya. Anto dan Lala saling tatap dengan serius sekali.
“Tadi kan, sudah ku bilang nanti saja. Sekarang aku masih mau makan lagi.” Kata Anto dengan jelas sambil tersenyum pada Lala.
Lala menatap Anto dengan tapan yang sama seperti sebelumnya dan cukup tajam. Lala melototi Anto cukup lama hingga Anto merasa tidak enak dengan tatapan Lala.
“Lala!” Panggil Momo dengan lembut pada Lala “Jangan terlalu berlebihan. Saat ini lebih baik bersenang-senang saja.” Momo denga sedikit tegas pada Lala yang ngotot sekali pada Anto.
Lala melihat ke arah Momo yang suara nya sangat tegas sekali padanya. Lala menatap Momo dengan sangat tajam sekali dan merasa cukup kesal dengan Momo yang bicara seperti itu.
“Situasi apa ini?” Tanya Anto yang tidak paham dngan situasi yang di alaminya sendiri “Kenapa jad tegang gini! Apa aku melakukan hal salah lagi?” Anto yang tidak paham sama sekali dengan apa yang sedang terjadi di dekatnya dan juga tidak mengerti maksud perktaan dari Momo yang singkat dan membuat Lala mengalihkan pandangannya.
Anto yang merasa aneh saat melihat Momo dan Lala yang bertengkar tidak di ketahui nya menuju arah apa pembahasa yang sedang mereka berdua lakukan. Anto hanya bisa melihat saja dan tidak berkata apa pun pada yang lainnya. Selain itu, semua orang di kamar itu menatap ke arah Lala keulai Marya yang menundukkan kepala nya dan tidak mengikuti apa yang sedng terjadi.
“Bisa kalian berdua tenang.” Ucap Anto saat melihat ke arah Momo dan Lala yang saling tatap dengan cukup tegang sekali sambil melerai kedua orang yang sedang saling oelototi “Lala, akan ku dengar apa yang akan kamu katakan.” Kata Anto dengan senyum pada Lala yang masih saling pelototi dengan Momo.
Lala yang mendengar itu, langusng berbalik melihat ke arah Anto yang senyum padanya.
“Sebelum itu!" ANto melihat ke arah Nana dan Momo "Saat ini, aku tidak tau siapa kalian berdua.” Ucap Anto pada Nana dan Momo yang melihst ke arahnya.
Nana dan Momo yang mendengar itu, sedikit kaget dan jadi lesu seperti merasa di lupakan.
“Tapi, aku merasa kita cukup akrab dan saling kenal.” Kata Anto dengan dengan senyum di wajahnya.
Nana dan Momo yang mendengar tu merasa lebih baik.
“Jadi, aku akan berusaha menganla kalian berdua lebih jauh lagi supaya kita akrab dan saling memahmi lagi, mungkin.” Kata Anto dengan penuh oercaya diri dan ragu pada akhir kalimatnya yang membuat suasana menjadi aneh lagi. “Selain itu, saat ini, aku hanya ingin bersenang-snang seperti yang di katakan momo." Anto melihat ke arah Lala "Jadi untuk permintaan mu tadi, bisa kita tunda dulu sebentar?” Kata Anto dengan santai pada Lala yang sudah merasa baikan dan tidak menatap Anto denga tajam lagi.
Lala yang mendengar itu, berbalik dengan pelan lalu berjalan ke arah pintu keluar, laluLala keluar pintu tanpa melihat ke belakang. Setelah Lala keluar, suasan di kamar jadi hening tanpa ada keributan yang terjadi.
"Apa aku berkata salah?" Tanya Anto pada diri sendiri saat merasa ada sesuatu di hatinya yang membuatnya merasa bersalah pada dirinya yang penyebab nya ia tidak di ketahui.
Nana yang mendengar itu, tanpa bertanya lagi dengan pelan berjalan keluar mengikuti kata Momo. Semantara yang lain, hanya melihat saja saat Nana keluar. Momo berjalan pelan setelah Nana keluar dan tidak terlihat dan lalu di ikuti oleh Marya tetepa tidak melihat ke arah Anto dan Siska yang tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka lakukan.Mereka semua meninggalkan Anto di kamar dengan penh tanda tanya bagi Anto yang tidak tau dengan apa sebenarnya diri nya terlibat. Anto hanya bisa melihat saja saat semua orang keluar dari kamarnya.
“Nah NAVI, kenapa suasana ini jadi semakin membuat ku merasa aneh saja?” Tanya Anto yang tidak mgerti dengan apa yang sedang di alaminya.
“Anto, sejak awal ini sudah sangat aneh sekali dan bukan tambah aneh.” Jawab NAVI dengan santainya dan dengan suara biasa saja.
“Apa maksdumu?” Tanya Anto yang tidak mengerti.
“Menurutku yang aneh mungkin kita.” Jawab NAVI dengan suara biasa saja “Mungkin ini karena kita ikut campur dalam takdir mereka yang sudah di tentukan.” NAVI menjelaskan maksud dari perkataannya yang masih kurang jelas.
Anto terdiam saat mendengar perkataan NAVI yang terdengar masuk akal baginya.
“Huhh…!” Anto menarih dan mengeluarkan napasnya dengan cukup panjang sekali “NAVI dari ingatan yang ku tau, seharusnya kita tiba di Planet ini saat kita berumur sepuluh tahun dan tiba di Planet Icarus saat sebelas tahun. Tapi, kenapa aku merasa ingatan dari dunia ilusi itu masih sangat samar sekali?” Tanya Anto yang masih penasaran dengan ingatan yang di punya nya.
“Bukan kamu saja yang yang mendapat info yang samar-samar, aku juga mendapat potongan ingatan dan bukan data." NAVI merespoan dengan suara biasa saja "Dengarkan apa yang aka ku katakan ini." Dengan suara biasa saja pada Anto memberi peritah untuk mendengarkan apa yang akan di katakannya "Setelah aku sadar dan memndapt ingatan dari dunia ilusi itu, Aku merangkum semuanya cukap lama.” NAVI bicara dengan biasa saja dan terdengar sedikit serius “Dan dari iangatn yang ku dapat, aku mendapat potongan ingatan yang tidak terduga.” NAVI menceritkan apa yang di dapatnya dari data yang di dapat nya Setelah penggabungan ingatan.
“Apa itu?” Tanya Anto singkat
“Seperti nya kita sudah membuat akses fisik untuk para kontraktor saat kita berumur tujuh taun. Namun dalam kasus kita, malah membuatnya saat berumur lima tahun. Seharus kita dalam kondisi paling lemah saat kita berumur antara 6 sampai 7 tahun. Pada waktu itu adalah hal yang sangat merugikan kita dan juga sangat berbahaya bagi kita, karena kekuranga mana di dunia spiritual.” NAVI menjelaskan dengan sesingkat mungkin.
“Aku tau itu. Kalua tidak salah waktu itu, tiba-tiba sebuah energy masuk ke dlam tubuh kita yang membuat kita menyempurnakan energy kita dan membuat rencana berjalan terlalu cepat.” Anto menjawab sambil mengingat kejadian yang di alaminya saat masih di bumi.
"Ya, saat itu ku rasa takdir kita sudah berubah dan berjalan terlalu cepat." Respon NAVI melanjutkan perkataanya yang sebelumnya tidak jelas.
Anto dan NAVI terdiam setelah mendapat jawaban yang meraka tidak duga saat hasil dari analisis mereka berdua dalam waktu yang cukup singkat.
“Sudah lah, kita bahas hal lain saja.” Kata NAVI yang terdengar lelah membahas diri nya sendiri dan juga mulai terdengar bosan.
Anto yang medengar kata NAVI juga muali merasa bosan tidak tau harus melakuka apa. Anto diam saja setelah mendengar perkataan NAVI pada posisi sebelumnya.
“Kamar ini jadi tenang sekali.” Anto yang melihat sekitarnya “Aku ingin keluar dari sini. Tapi, masih belum bisa. Apa yang akan ku lakukan dengan rasa bosan ini?” Anto yang bertanya-tanya pada diri nya sendiri.
Anto melamun di tempat tidurnya sambil menatap ke arah pintu keluar.
“Hm!” Anto yang melihat pintu yang sedikit di buka “Siapa?” Tanya Anto pada orang yang ada di luar pintu yang mngintip ke dalam kamar Anto.
Pintu di buka secara pelan dan Anto melihat mama Marya masuk ke dalam kamarnya.
Next Chapter