Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 191


Saat Anto sedang maju ke depan, Anto bisa melihat dengan jelas wajah teman sekelasnya yang sedang menahan tawa dan tidak bisa bekata apa pun sama sekali. “Rasanya seperti ada yang salah, tapi apa itu?” Tanya Anto yang sama sekali tidak mengerti kenapa Gurunya melakukan itu padanya dan juga kenapa teman-temannya tertawa saat dirinya di suruh maju.  Saat sampai di depan kelas, semua temannya yang terus memperhatikan dengan senyum hampir tertawa dan juga Gurunya melihat dengan tajam padanya. “Bu, apa aku bisa mulai?” Tanya Anto pada Gurunya dengan sopan meski tidak tahu apa kesalahan yang di buatnya.


Gurunya hanya terlihat kesal dan marah sekaligus cukup lama melihat ke Anto yang bertanya seperti itu padanya. “Mulai lah.” Jawab Bu Gurunya dengan terus menatap Ano dengan tajam. Anto tidak menjawab dan hanya bisa tersenyum melihat Gurunya yang seperti itu sambil mulai melihat ke teman sekelasnya yang terlihat semakin ingin tertawa. Anto menatik napasnya dan bersiap mulai.


“Fyuh…!” Anto melepas napasnya supaya tenang. “Baiklah saya akan mulai menjelaskannya dari sejarah Dunia sebelum Para Player dan Dungeon Muncul. Ini di mulai dari 200 tahun lalu atau lebih tepatnya sebelum kemunculan Dungeon di seluruh Dunia.” Anto terdiam lalu menutup matanya. “Lihatlah ini!” Anto menggunan Skil Playarnya yaitu Hologram. Semua orang yang tadi mau tertawa kini melihat ke Hologram yang di tampilkan Anto yang mencerminkan kehidupan masa lalu dengan jelas sekali bahkan hingga membuat Guru tadi juga semakin penasaran.


“Saya akan lanjutkan. Ini merupakan gambaran nyata yang ada pada zaman itu dan juga merupakan zaman yang sangat damai sekali dan mudah di control oleh pemerintah pada masa itu.” Anto terdiam mengganti Hologramnya jadi sebuah grafik. “Ini merupakan Gambaran populasi yang ada pada zaman itu. Populasi manusia sangatlah banyak pada saat itu dan juga banyak pengangguran di kota besar akibat pendidikan yang kurang pada seorang individu. Bukan hanya pada zaman itu saja, zaman sekarang pun juga sama jika tidak memiliki Skil tingkat atas." Anto terdiam dan tidak melanjutkan perkataannya. Tentu saja semua temannya paham maksud dari penjelasan tadu itu. “Lanjut ke tingkat ekonomi pada masa itu. Jika masa itu ekonomi pada seluruh Dunia selalu naik turun tergantung pada setiap Negara. Dalam Negara Z contohnya!” Anto menampilkan Hologram Negara Z beserta gambaran ekominya.


“Produksi pada Nergara kita ini pada zamannya sangat melimpah sekali dan menjadi pusat perbelanjaan ekonomi tertinggi di Negara kita. Tapi, buka itu yang jadi daya tarik Negara kita, yang jadi daya tariknya itu banyaknya budaya, bahasa dan pulau yang terbentang di setiap tempatnya. Oleh sebab itu, banyak wisatawan local maupun luar negeri datang ke Negara kita hanya untuk menikmati indahnya Negara kita ini.” Anto behenti sejenak melihat ke teman-temannya yang memperhatikan sekali lalu tersenyum.


“Lanjut ke tingkat sekolahnya. Pada jenjang saat itu, sekolah di bagi jadi 4 tingkat dan tidal sama seperti saat ini. Yang pertama Sekolah Taman Kanak-kanak (TK). Ini di khususkan bagi untuk mereka yang masih berumur 5 tahun atau mereka yang masih barada di bawah umur. Yang kedua tingkat Sekolah Dasar (SD) ini di peruntukan bagi…. (kalian pahamlah sampai tingkah SMA). Sebagai tambahan, setelah tingkat SMA, ada perguruan tinggi atau biasa di sebut dengan Uviversitas di masanya. Di sana dapat memilih jurusan dan bidang keahlian masing-masing. Tapi pelajarannya tidak seperti di zaman ini." Anto terdiam melihat ke teman-temannya yang kurang puas mendengar itu.


“Selanjutnya mari kita bahas militer Negara pada zaman itu.” Anto mengubah Hologramnya menampilkan gambar-gambar militer berbagai Dunia. “Dunia pada zaman itu memang damai, tapi bukan berarti mereka tidak berperang. Ada banyak sekali Negara yang berperang kecil dan juga ada banyak yang netral dan tidak menganggu satu sama lain. Setiap Negara berusaha saling memeprkuat pertahanan dan bukan pernyerangan, Karena era damai tidak mungkin banyak perang terjadi di seluruh Dunia dan oleh sebab itu mereka berlomba-lomba dalam membuat pertahanan tingkat inggi bagi negara sendiri." Anto menjelaskan dengan singkat dan jelas.


“Selanjutnya dalam kedudukan pemerintahnya itu ada 2 macam.” Anto mengganti hologramnya dengan menampilkan gambaran pemerintah. “Yang pertama itu demokrasi yang di mana itu bisa membebaskan semua masyarakatnya berpendapat dan juga bebas memilih pemimin berikutnya melalui pemilhan suara. Yang kedua itu system kerajaan yang di mana Raja ini hanya sebagai piguran untuk sebuah Negara dan pengelolanya di serahkan pada mereka yang telah di tunjuk.” Anto menjelaskan dengan singkat.


Selanjutnya tingkat agama. Pada masanya banyak agama juga yang memperncayai Dewa-Dewi pada umumnya.” Kali ini Anto hanya menjelaskan seingkat. “Kalian tahu sendiri lah sampai sekarang pun tetap ada agama di berbagai Dunia yang mempercayai Dewa Dewi mereka masing-masing. Untuk ini aku tidak perlu menjelaskan lebih jauh lagi.” Anto menegaskan lagi.


Setelah itu, Anto memindahkannya ke luar angkasa di bulan. “Aku tidak memberitahukannya sekarang kalau diriku sendirilah yang menyelamatkan Bumi ini, tapi ini juga merupakan tujuanku untuk jadi Raja Harem, maka aku akan membuatnya jadi kenyataan dengan membuat teman-temanku dulu percaya kalau aku bisa mencapai tujuanku itu.” Anto yang berpikir sebelum bertindak namun dalam jangkauan yang bebas. “Kalian semua lihatlah siapa yang datang dari bulan itu.” Anto menampilkan sosok berpakaian serba hitam dan menggunakan topeng itu. Semua teman-temannya jadi semakin penasaran dengan hal itu.


“Kalian pasti tidak asing dengan dia. Aku dapat cuplikan ini sekitar 5 tahun yang lalu saat aku terus mengasah Skilku.” Anto menjelaskan dengan singkat. Bu Guru yang tadi nya marah kini kaget bukan main. ‘BRAK!’ Pintu kelas itu di buka oleh seorang Guru hingga membuat Anto melihatnya. Anto tetap menjaga kesetabilan hologramnya itu dan membiarkannya terus memutarkan cuplikan itu yang juga bersuara. Guru yang tadi masuk ke kelas itu, langsung melihat dengan ke Hologram itu dengan sangat ingin tahu sekali. Bukan hanya guru yang masuk, tapi beberapa pelajar dari kelas lain juga masuk dengan paksa ingin melihat sosok itu dengan mata kepala mereka sendiri setelah Guru itu masuk membuarkan pintunya terbuka. “Kenapa aku tidak malu? malah merasa bangga sekali!” Anto yang merasa bangga pada dirinya sendiri sekaligus bingung dengan perasaannya itu.


Setelah Anto melanjutkan pemutaran cuplikan itu dengan sedikit menskipny, suapaya tidak lama. Anto menampilkan saat membuat dirinya jadi banyak sekali di luar Angkasa yang kemudian menerjunkan belahan dirinya di berbagai belahan Negara seklaigus. Semua orang tidak ada yang berkedip saat melilhat pemandangan pembataian para Monster oleh satu orang. Kemdian Anto menskipnya ke sebuah Portal yang buat Anto saat hendak pergi bersama Suci dengan menyamarkan dirinya yang memakai topeng dalam semua cuplikan yang di putarnya itu. “Selan!”


“Tunggu!” Bu Gurunya menghentikan Anto yang akan melanjutkan menjawab pertanyaannya. Anto terdiam melihat ke Gurunya yang melihat dengan penasran dengan lanjutannya. Bukan hanya Gurunya saja yang melihat, tapi semua orang melihat ke arahnya termasuk para siswa-siswi dari kelas lain yang ada di kelas itu. “Bisa kamu tidak menskip cuplikan tadi?” Tanya Bu gurunya dengan sangat serius sekali dan berharap Anto memberikan kepastian yang jelas. Anto yang di tatap seperti itu jaid tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa diam melihat ke semua orang yang juga sangat ingin tahu sekali dengan versi lengkap Hero mereka.


Anto mengangguk sekali dan membuat semua teman-temannya jadi memohon untuk di putar ulang. “Jujur saja, hari ini pasti aku akan mulai terkenal dengan hanya Hero ini. Dan juga itu akan membuat diriku di cari oleh seluruh Dunia dalam waktu singkat. Sungguh, pasti kurang dari seminggu akan banyak orang yang akan mengawasiku dan berkeliaran di luar rumahku.” Anto yang tidak bisa berbuat apa-apa pada permintaan semua orang di sana yang sangat ingin tahu sekali dengan kemunculan dan juga ingin tahu apa yang terjadi dengan Hero Dunia mereka yang selalu ada dalam imajinasi setiap orang. “Baiklah akan ku putar ulang dari kemunculannya hingga kepergiannya.” Anto tersenyum mengatakan itu.


Semua orang senang dan juga di saat itulah seorang muncul tiba-tiba di luar jendela dengan melayang di udara. Anto melihat ke sana dan tentu tahu siapa yang melayang itu. Kepala sekolah datang dengan cepat seperti habis di panggil oleh seseorang yang masih melayang di dekat jendela. ‘KRANG!’ Jendela sekolah di pecahhkan oleh Kepala sekolah tanpa di sedntuh, lalu masuk ke kelas itu dan  melihat ke Anto yang menampilkan itu. “Dengarkan semuanya! Para Guru, kumpulkan semua Murid di lapangan luas dan tutupi matahari dengan awan sekarang.” Tatap Kepala sekolah pada semua orang. Semua orang terdiam lalu saling pandang dan kemudian menunggu lagi. "Hari ini semua pelajatan akan di liburkan dan di ganti pelajaran sejarah ZERO. Itu saja, sekarang kalian segera kumpulkan para murid di lapangan, dan kamu diam di sini." Perintah kepala sekolah pada kedua Guru yang ada di sana memperhatikan sambil me,beri Anto kode tetap di kelas. Mereka langsung paham dengan perkataan Kepala sekolah.


Guru yang tadi menerobos masuk, jalan keluar melewati semua Murid, sedangkan Guru kelasnya tadi diam di kelasnya melihat ke semua Muridnya. "Semuanya keluar dari sini sekarang. Kalian pergi ke lapangan dan tunggu di sana." Suruh Gurunya tadi yang ceria kini jadi serius sama semua siswanya. Tidak yang merespon mereka tahu apa yang akan di lakukan oleh gurunya dan mereka semua langsung bergegas keluar tanpa membawa apa pun. Sementara itu, Anto dan Kepala sekolah diam di kelas dan tidak ada yang bicara sama sekali setelah sepi.