Interstellar Adventurer

Interstellar Adventurer
Chapter 250


Tapi Anto mennggu selama beberapa saat lagi. Setelah agak lama, hana masih diam saja lalu Anto melihat ke arahnya sedikti lalu melihat lagi ke arah lain. “Hana, pemikiranmu itu baru ku tahu. Kamu tahu, sejak tiba di reruntuhan kota di dalam Dungeon itu, ternyata ada banyak sekali hal yang di sembunyiman di sana. Aku memperlajari semua pengetahuan itu untuk menyelamatkan Bumi ini dari banyaknya monster yang ada di belahan Dunia.” Anto lanjut bercerita pada hana dengan santainya. “Dalam diriku ini banyak pengetahuan yang tiada taranya, namun di saat yang bersamaan juga aku butuh orang yang ku percaya untuk menanggung ilmu pengetahuan ini bersama-sama di Bumi ini. Oleh sebab itu aku memilihmu jadi pemimpin tim ini dan juga yang akan membantuku dalam berbagai hal.” Anto menjelaskan langsung ke arah tujuannya.


Hana melihat ke Anto yang berkata seperti dengan pelan. Anto juga balas melihat ke Hana sambil tersenyum. “Satu lagi!” Anto kemudian membuka dimensi penyimpananannya, lalu sebuah robot terbang melayang keluar lalu melayang di depan Anto. “Ini namanya robot asisten. Mulai sekarang kamu harus memilikinya, karena diriku tidak bisa selalu menemanimu selalu.” Anto menjelaskan dengan singkat sambil tersenyum lalu melihat ke langit.


“Apa maksudmu?” Tanya Hana yang mulai terbiasa. Anto diam saja dan tidak langsung merespon. Anto tersenyum ke langit dengan tenang dan menikmati angin segar.


“Sebelum aku keluar dari Dungeon aku pernah tidak bangun selama beberapa jam, lalu yang kedua kalinya aku pingsan selama 1 bulan kurang, setelah itu aku masih sadar sampai sekarang. Aku tidak tahu kapan akan


pingsan lagi dan juga tidak tahu kapan akan bangun lagi, makanya aku butuh seseorang yang ku percaya untuk menjaga tubuhku selama aku pingsan itu.” Jawab Anto dengan santai sekali. “Hana, aku akan menyerahkan semua pabrik dalam dimensi itu padamua dan juga semua pengetahuan tentang robot itu dan juga rencana yang akan ku buat untuk membangun kembali masa jaya umat manusia di muka Bumi ini, selama aku tertidur.” Dengan serius mengatakannya pada Hana.


Hana hanya terdiam sambil melihat ke Anto yang melihat ke langit. “A, aku…!” Hana jadi bimbang dan tidak langsung merespon sama sekali permintaan Anto. Anto diam saja menunggu Hana yang mulai mengalihkan pandangan dari dirinya.


“Baiklah, kamu tidak perlu menjawabnya saat ini. Tapi pastikan kamu memberiku jawaban dalam waktu dekat, kalau tidak, mau tidak mau kamu harus membimbing mereka dengan arahan dari robot asisten yang ku akan ku berikan padamu ini.” Anto melihat ke Hana yang masih bimbang akan sesuatu pada dirinya. Hana hanya diam saja dengan perkataan Anto tadi dan tidak merespon sama sekali. Setelah itu Anto melihat ke robot di depannya. “Daptarkan Hana sebagai master keduamu!” suruh Anto pada robot di depannya yang melayang saja. ‘Baik Master!’ Jawab robot itu lalu melihat ke robot Hana. Hana hanya diam saja dan tidak berkata apa pun pada Anto sama sekali. “Mari kita turun, mereka sudah selesai.” Ajak Anto pada Hana yang masih terbang.


Hana diam saja dengan sedikit melilirk ke Anto. “Ano… Apa yang akan terjadi jika manusia kembali pada masa jayanya?” Tanya Hana saat masih melayang di tempatnya. Anto kemudian melihat ke langit dengan tenang dan senyum.


“Entahlah, aku tidak tahu. Mungkin akan banyak kehidupan yang normal di mana manusia bekerja sebagai manusia dan bukan sebagai makanan para monster.” Jawab Anto dengan tenang. “Aku juga ingin lihat apa yang terjadi pada masa jayanya Manusia di masa depan nanti, bukankan itu menarik.” tambah Anto dengan sangat ingin tahu sekali. Hana terdiam termenung dengan terus mulai melihat ke Anto. ‘Pendataran Selesai!’ pemberitahuan dari robot asisten itu. Anto diam saja setelah mendengar pemberitahuan tadi. Saat diam saja, Anto merasa sedikit jauh lalu dengan cepat membuat dirinya melayang dengan kekuatannnya, kemudian melihat ke Hana yang sedang berubah jadi manusia.


“jika kamu mengingkannya, kamu pasti akan dapat melihatnya.”Jawab Anto dengan tenang. Setelah mendengar itu, Hana tersenyum pada Anto.


“Jika aku bisa melihat itu, aku akan jadi pemimpin dari tim yang kamu buat itu.” Timbal Hana dengan sangat percaya diri sekali. Anto hanya membalas tersenyum saja. Kemudian Hana berubah lagi jadi robot dan Anto pun naik ke pundak hana tanpa ragu sama sekali. Setelah itu Hana mematikan mesinnya lalu robot itu jatuh semakin cepat karena tidak ada daya yang menahannya. Robot asisten juga ikut mereka dari belakang mengejar dengan kecepatan yang sama.


“Wahhh… Tidak ku sangka gadis ini berani juga.” Anto tersenyum karena dirinya sedikit terangkat dari pundak Hana. Anto melihat ke bawahnya yang  masih sangat tinggi sekali. Tapi saat terus melihat Anto merasa matanya buram sebentar lalu dapat melihat lagi. Anto yang menyadari petanda kalau dirinya akan pingsan lagi dalam waktu dekat hanya bisa diam saja dan tidak memberi tahu Hana. Di sisi lain, Anto juga merasa ada sesuatu yang salam dalam dirinya yang membuat dirinya jadi seperti itu. “Sepertinya ada yang salah dengan tubuh dan jiwaku. Keduanya tidak singkron sama sekali!” Anto yang merasakn tubuhnya seperti itu meski balum pasti. “Sebaiknya aku cari komik dan novel saja dulu. Mungkin ada pengetahuan dengan situasi yang ku alami sekarang ini.” Anto yang tetap meski seperti itu. Anto kemudian melihat lagi ke tempat dirinya akan mendarat.


Saat mereka berdua hampir sampai, Hana masih belum mengakitifkan alat terbangnya meski tmasih tiangga1 km di lagit. Setelah tinggal beberapa meter Hana langusng mengaktifkan alat terbangnya dan melayang beberapa meter dengan cepat. Semua orang yang di bawah sana melihat ke Anto dan Hana yang masih melayang. Di sisi lain Anto langsung berdiri di pundak Hana setelah mendarat. “Hana, aku ingin pergi ke suatu tempat dulu. Nanti ku hubungi dengan robot asisten itu jika ada hal penting.” Setelah berkata itu langsung teleport meninggalkan Hana sebelum dia menjawabnya.


Anto yang teleportasi tiba di sebuah reruntuhan bangunan yang tidak asing baginya. Anto melihat sana sini melihat reruntuhan bangunan di depannya. “Komik yang ku bawa waktu itu dari sini!” sambiltersenyum saat mengingat dirinya saat pertama kali membaca komik di dalam reruntuhan itu. Setelah melihat puing-puing bangun itu, Anto kemudian melayangkan semua puing-puing bangun di sana, untuk melihat apa di balik reruntuhan tempat dulunya dia bersembunyi. Saat melihat apa yang di dalamnya, ternyata banyak sekali buku yang rusak dan juga ada yang masih terlihat bagus. Anto kemudian melayangkan semua buku yang berserakan di bangun itu  lalu terus mencari yang lainnya.


***


Setelah beberapa menit mencari, Anto menemukan banyak sekali buku yang bagus dan juga banyak yang rusak. Setelah merasa semua buku telah di carinya, Anto kemudian menyimpannya di dalam dimensi, kemudian keluar dari reruntuhan itu. Saat sudah di luar, Anto menjatuhkan semua puing-puing yang di layangkannya di tempat semula. Setelah semua puing-puing itu jatuh Anto melihat ke langit yang tenang dan hampir gelap. “Sebaiknya aku kembali. Nanti ku habiskan waktu membaca semua ini. Aku  tidak ingin pingsan di tempat seperti ini.” Pikir Anto yang langsung teleportasi ke tempat Hana dan lainnya. Saat sampai di sana, ternyata semua orang sudah tenang dan juga menunggu. Hana yang masih memakai robotnya mendekat ke Anto yang berada di tanah. Saat ha,pir dekat, Anto langsung lompat ke pundak Hana tanpa ragu sama sekali. Semua orang melihat ke Anto dengan tanpa ragu-ragu karena mereka telah mendapat penjelasan dari Hana. Anto hanya tersenyum pada mereka semua lalu di atas mereka terbuka sebuah dimensi yang sanat besar sekali. Hana dan semua orang melihat ke atas yang sangat besar sekali dimensinya.


Sesuatu keluar dari dimensi itu secara perlahan yang cukup besar sekali hingga mereka tetutup oleh dimensi itu dan bayangan dari yang keluar itu. Saat benda itu semakin kelihatan ternyata itu benda besar yang melayang keluar secara perlahan yang sudah aktif. Tidak ada suara sama sekali keluar dari benda melayang itu dan cuma ada suara angin saja yang berhembus kencang. “Namanya piring terbang, aku membuatnya dari sebuah komik jelek sekali karena menurutku piring terbang ini sangat cocok buat di jadikan kapal perang!” Anto menjelaskan dengan singkat sekali mengani apa yang di keluarkannya.