
Saat sudah di dalam semak-semak Anto kemudian menaruh semua barang yang di pungutnya itu ke tepat di dekat bawah kakinya. “Untung ada semak-semak ini. Meski aku tidak tahu kenapa diriku bisa aman di sini.” Anto yang merasa tenang dan aman saat sudah di dalamnya. Setelah itu Anto melihat semua barang yang kotor dan tidak bersih itu. Anto jadi kepikiran bagaimana membersihkan semua itu karena di dalam sana tidak ada air. Saat memikirkan air, Anto jadi teringat tidak pernah minum sama sekali sejak masuk ke Dungeon itu.
“Sebaiknya aku cari air saja sekarang ini.” Anto pun bangkit lalu keluar dari semak-semak. Anto kemudian mulai lompat ke dahan pohon dengan sekali lompatan dan terdiam sebentar di atas pohon yang baru saja di singgahinya. “Status!” Anto melihat lagi Statusnya. Saat melihatnya ternyata dirinya sudah level 75 dengan semua Statusnya sudah berada di angka 75 semua dan tidak ada yang lebih maupun kurang. “Sudah dua kali aku memakan buah dari Monster pohon yang sama. Dan karena Mosnternya sudah mati saaat mengambil buahnya, aku jadi dapat exp dari mereka yang membuatku naik level dengan cepat. Tapi kenapa aku tidak dapat tambahan poin Status yang bisa ku tambah secara bebas ke Status lainnya?” Anto yang jadi bingung dan juga ingin tahu.
Anto yang berpikir seperti itu belum menyadari dirinya akan jadi lebih cerdas dari yang sekarang. Dia masih berpikir kecil seperti lalu menghiraukannya untuk sekarang ini. Tapi semakin lama Anto di Dungeon itu, dia akan semakin memikirkan jati dirinya berkat pelajaran dari berbagai Ras, Tumbuhan, dan berbagai macam pertemuan yang tidak di pikirkannya sama sekali. Setelah diam memikirkan itu Anto kemudian lompat lagi ke pohon lainnya dengan ringan tanpa beban sama sekali layaknya ninja. Anto merasa seolah-olah kekuatan di dalam dirinya tenang dan bisa di control bebas seperti yang di inginkannya. Anto tidak memikrian itu dan terus mencari air dari atas pohon dengan melihat sana sini supaya lebih jelas, tapi yang dilihat Anto cuma dataran saja Anto jadi tidak tahu harus mencari ke mana dan berheni lompat sana sini.
Saat Anto terdiam di atas pohon, Anto melihat ke sebuah Monster pohon yang sama tidak jauh darinya. Anto kemudian melihat ke langit. “Hari hampir siang, sebaiknya aku makan dulu.” Anto kemudian langsung lompat ke pohon lainnya yang menuju dekat Mosnter pohon itu. Saat sampai di sana Anto kemudian mendarat di pohon dekat Mosnter pohon itu. ‘ROARR…!’ Terdengar langsung suara raungan dari Mosnter yang sangat dekat dengan dirinya. Anto yang mendengar itu langsung memanjat Monster pohon itu Karens refleks dan isting bertahan hidupnya yang tiba-tiba.
Anto kemudian bersembunyi di balik dedaunan yang rimbun di pohon itu lalu melihat dari balik dedaunan ke arah datangnya suara raungan Monster itu. Tapi saat bersembunyi Anto jadi terdiam di tempatnya melihat di dekatnya ada buah yang sangat di kenalnya itu. Anto jadi gemetar di atas sana namun tidak berani turun karena suara Monster barusan dan menydari kalau dirinya itu sedang di pohon Mosnter itu. Anto kemudian menutup matanya rapat-rapat karena takut di atas sana. ‘ROAARRR…!’ Anto masih menutup matanya karena takut dan tidak berani melihat ke Mosnter apa yang sedang di mendekat ke Mosnter pohon tempat dia sedang bersembunyi. “Jangan mendekat…!” Anto jadi terbangun saat mendengar suara yang berbeda dan juga baru pertama kali di dengarnya.
Anto melihat ke bawah sana dan melihat siapa yang bersuara seperti itu. Anto melihat seorang yang berpakaian lusuh dan juga kotor sekali tubuhnya bahkan dia sama sekali tidak memakai alas kaki seperti dirinya yang membuatnya dari sampah dan bekas apa pun yang bisa di buatnya. “Jangan mendekat…!” Gadis yang seumuran dengannya itu terlihat sangat ketakutan sekali karena Monster yang terlihat seperti serigala namun bukan Mosnter serigala. Anto hanya diam melihat dan tidak berani turun karena Anto juga takut dengan Minster itu. Anto yange mlihat saja hanya bisa diam saat Mosnternya melompat menyerang ke gadis itu, tapi sebuah tangan muncul dari Monster pohon dan langsung menyambut Monster yang besar itu dengan sekali tusuk di tubuhnya.
Di sisi lain gadis itu melihat ke tangan siapa yang menyelamatkannya itu. Dia berbalik melihat ke tangan yang menusuk monster itu. Gadis itu kaget bukan main karena yang di temukannya itu Monster pohon. Gadis itu berlari meninggalkan Monster pohon itu, namun dia tersandung kakinya sendiri lalu kepalanya terbentur ke batu hingga langsung membuatnya pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah banyak sekali. Di sisi lain Anto yang melihat iitu jadi bingung harus bagaimana karena dirinya masih takut karena Monster pohon itu pernah mengejarnya. Tapi Monster pohon itu bukannya membunuh Gadis tadi, Monster pohon itu malah menaruh Monster yang di bunuhnya di dekat Gadis itu yang sedang pingsan itu.
Setelah itu lengan Mosnter pohon itu jadi seperti semula di tempatnya. Anto yang berada di atas pohon itu malah bingung dan takut, sebab Monster pohonnya tidak menyerangnya sama sekali Gadis itu. Anto yang belum berani turun hanya diam saja, tapi karena melihat Gadis itu terus mengeluarkan darah dari kepalanya Anto memberanikan diri langsung lompat dari pohon. Saat sudah di bawah Anto tidak di serang sama sekali dan itu membuatnya heran kenapa monster pohon itu membiarkannya. Tapi Anto tidak terlalu meikirkan itu, dia menjauh dengan ketakukan lalu mendekat ke arah gadis itu sedang pingsan.
Saat sampai di dekat gadis itu Anto langsung melihat ke luaknya. ‘Pertemua Baru Dengan Bangsawan Elf Dari Negeri Hutan Dari Seberang Pulau Iblis’ notifikasi itu langsung muncul di depan Anto. “Bangsawan Elf?” Anto yang tahu kalau itu bukan manusia melainkan Ras selain manusia. Anto mendapat itu pengetahuan itu dari buku komik yang di bacanya itu. Tapi Anto tidak memikirkan itu terlalu lama dia masih lanjut segera menolongnya. Anto melihat ke telinganya yang runcing dan berbeda dari dirinya saat sedang melihat luka di bagian kepalanya, tapi dia tidak melihatnya terlalu lama dan langsung merobek pakaiannya lagi untuk membalut luka di kepala gadis itu.
Tapi karena kainnya kurang Anto menyobek lagi bajunya, tapi saat menyobek kedua kalinya, Anto kelebihan menyobek hingga membuat bajunya jadi rusak dan tidak bisa di pakai lagi. Anto memutuskan memakai semua pakaian itu untuk membalut kepala gadis itu yang terbentur karena darahnya kumayan banyak keluar. Setelah selesai membalutnya, Anto melihat sana sini mencari tahu apa ada semak-semak yang dekat dengannya. Anto tidak butuh waktu lama mencarinya karena di sana ada juga dan terlihat jelas semak-semak itu ada. Anto kemudian mengangkat Gadis itu dengan mudahnya tanpa keberatan sama sekali. Anto kemudian menggendong Gadis Elf yang lebih kecil darinya ke semak-semak itu dengan cepat untuk segera memisahkan diri mereka dari Mosnter di dekatnya.