
Setelah itu tiba-tiba beberapa orang muncul dengan terlihat sangat serius sekali di atas arena. No 2 tenang dan tidak merasa takut sama sekal dengan kedatangan merekai. No 2 melihat ke adiknya yang di ada di bangku penonton lalu tersenyum. Adiknya malah memalingkan wajah dan tidak melihat ke No 2, di sisi lain semua orang tidak ada yang bicara sama sekali setelah melihat semua yang di lakukan No 2. “Panggil kedua orang tuamu sekarang.” Minta seorang kakek Tua pada No 2. No 2 hanya tersenyum saja saat di minta seperti itu.
“Aku mengerti!” respon No 2 dengan cepat. Semua orang di sana malah terlihat kaget saja melihat No 2 yang menekan gelang di tangan kirinya. Setelah itu sebuah layar di depannya muncul yang menampilkan Pria terlihat tegas. “Ayah, kepala sekolah meminta datang ke sini.” dengan senyum pada Ayahnya yang terlihat tegas. Ayahnya hanya mengangguk saja lalu mematikan layarnya. “Sebentar lagi dia akan ke sini.” dengan tenang mengatakan itu pada Kakek di depannya yang di panggil kepala sekolah itu. Tapi bukann terlihat senang, malah semua orang terlihat membeku setelah No 2 menutup layar di depannya.
“Siapa yang kamu tadi hubungi?” Tanya Kepala sekolah pada No 2 dengan terlihat gemetar di depannya. No 2 biasa saja dan tidak langsung merespon dengan terus mlihat ke kakek itu yang gemetar.
“Ayahku, dia komandan tentara dari militer.” jawab No 2 dengan tenang saja. Kepala sekolah malah terlihat kaget sekali mendengar itu semua.
Kakek itu malah diam saja. “Kalau gitu, Rehan itu Adikmu?” Tanya Kepala sekolah padanya dengan terlihat gemetar sekali.
Tapi itu tidak berlangsung lama karena waktunya terhenti lagi, lalu layar di depannya menunjukkan angka 9995. “Kali ini apa yang akan terjadi?" Tanya No 1 yang masih ingin tahu lanjutan dari percakapan tadi. Tapi di saat itulah ingatan tentag barusan itu di transfer padanya dengan cepat. No 1 merasa lega mendapat ingatan itu yang ternyata semua berakhir dengan baik. Setelah itu perlahan waktu yang terhenti, kini sekitarnya perlahan jadi gelap, lalu perlahan berubah jadi sebuah ruangan berbeda sekali. No 1 melihat sana sini dan menemukan dirinya berada di kamar era masa modern, lalu melihat ke dirinya yang sedang tidur di ranjang dengan terlihat nyenyak.
No 2 perlahan membuka matanya lalu melhat sekitarnya. “Hm… sepertinya aku berhasil.” dengan senyum No 2 mengatakannya. No 1 yang mendengar itu jadi penasaran maksud dari No 2 yang berhasil melakukan hal yang tidak di tahunya. Setelah itu No 2 bangun lalu jalan ke lemari yang tidak jauh dari ranjanganya. Dia mengambil sebuah seragam yang sudah tergantung di luar lemari, lalu mengenakannya.Setelah semua selesai di kenakan, No 2 keluar dari kamar itu. No 1 melihat tembok yang terbuat dari batu bata yang juga merupakan khas di zaman modern dan tentunya itu semua berkata ingatan dari dirinya yang lain hingga tahu seperti apa Dunia modern itu, tapi anehnya banyak sekali yang rusak di semua bagian yang di lihatnya. No 2 terus jalan hingga tiba di sebuah tangga lalu turun ke bawah. Rumah yang di tinggali No 2 itu cukup mewah dan besar, tapi No 2 merasa tetap tenang meski semuanya terlihat tidak terawat sama sekali. Saat sampai di lantai bawah No 2 terus jalan hingga tiba di ruang makan yang di sana juga terlihat kotor sekali.
Setelah itu waktunya terhenti lagi saat No 2 berada di ruang makan yang tidak ada apa pun kecuali sampah yang terlihat baru di buang. Waktu di percepat dan No 2 langsung berada di gerbang sekolah yang modern. No 2 di jauhi semua orang dan tidak ada yang berani mendekatinya sama sekali. Tapi No 2 tetap tenang sekali menghadapi itu semua itu karena dia sudah tahu apa yang di alaminya dalam kehidupan itu. No 2 jalan masuk ke sekolahnya dengan tenang tidak peduli dengan apa yang di lalukan semua orang yang melihat dengan sikap buruk padanya. Sementara itu no 1 malah ingin tahu apa yang terjadi di kehidupanya yang ini. “Ayah Ibu, tidak ku sangka kalian bisa kalah di era modern seperti.” dengan tenang mengatakannya dengan suara kecil. etelah mengatakan itu, No 2 jalan masuk dan di saat itulah tiba-tiba sebuah cahaya misterius di langit muncul, lalu tiba-tiba Dungeon muncul tepat di depan beberapa murid yang cukup jauh dari No 2. No 2 malah terlihat kaget melihat hal itu dan terlihat matah sekali. Di sisi lain No 1 malah penasaran dengan apa yang di lakukannya, sebelum Dungeon ini terjadi pada eranya. Semua orang melihat ke sana sini lalu tiba-tiba beberapa murid di tarik oleh Dungeon itu dan membuat No 2 langsung berlari ke pintu Dungeon. No 2 yang sampai di dekat Dungeon langsung saja masuk ke dalam Dungeon tanpa ragu sama sekali. Saat sampai dalam Dungeon ternyata sudah beberapa murid terluka berat di lukai oleh monster serigala. No 2 segera bergegas ke dengan kecepatan cahayanya langsung memukul seriglaa itu hingga kepalanya langsung hancur. No 2 juga terus melakukan hal sama ke tempat yang terdekat yang Murid lain terkena masalah sama hingga semua serigala terbunuh.
Semua Murid yang melihat itu tidak bisa berkata apa-apa dan hanya melihat saja apa yang di lakukan No 2 di dekat mereka. Setelah beberapa lama menghabisi para serigala, No 2 selesai dan kini melihat ke para murid yang berkumpul termasuk yang terluka ringan. Sementara yang terluka berat di tinggal di tempat mereka masing-masing. “To… long…!” minta seorang dengan melihat ke No 2. No 2 jalan pelan ke sana lalu memegang tangannya kemudian langsung menyembuhkannya semua bagian yang terluka hingga semuanya pulih jadi seperti semula. Setelah selesai, No 2 menjauh lalu melihat ke korban lainnya yang terluka berat dan menyembuhkan mereka semua. Setelah semuanya di sembuhkan No 2 mulai melihat ke korban ringan yang berkumpul pada satu tempat lalu di sembuhkannya tanpa di sentuh sama sekali dari jarah jauh. Setelah itu No 2 menjauh dan menjaga jarak dari mereka semua tanpa terkecuali. Semua orang yang terluka berat perlahan bangun lalu melihat ke sekelilingnya kemudian berteriak dengan keras sekali. Tidak ada yang peduli meski teriakan itu begitu jelas dan mereka semua hanya melihat ke No 2 saja yang jauh sekali dari mereka dan tidak ada yang berani bicara padanya. Setelah itu waktunya terhenti dan di percepat hingga tiba di pintu yang cukup besar sekali. Di sana waktunya berjalan normal tanpa ada kendala sama sekali dengan No 2 yang memimpin jalan sementara yang lain di belakang hanya melihat saja dengan terlihat cemas.